Compartilhar

Bab 76

last update Data de publicação: 2026-05-21 21:57:38

"Lepaskan senjatamu sekarang, Marvin! Letakkan di lantai dan tendang ke arah anak buahku!" teriak Richard lagi melalui interkom, tawanya terdengar begitu puas.

Marvin melirik anak buah Richard yang mengelilinginya, lalu perlahan mencabut pistol dari pinggangnya.

"Marvin, jangan gila! Ini jebakan!" bisik Hugo menahan lengan Marvin.

"Aku tidak punya pilihan, Hugo. Nyawa Alina taruhannya," sahut Marvin dingin. Ia menjatuhkan pistolnya ke lantai dan menendangnya menjauh. "Buka pintunya, Richard! Ak
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 76

    "Lepaskan senjatamu sekarang, Marvin! Letakkan di lantai dan tendang ke arah anak buahku!" teriak Richard lagi melalui interkom, tawanya terdengar begitu puas.Marvin melirik anak buah Richard yang mengelilinginya, lalu perlahan mencabut pistol dari pinggangnya."Marvin, jangan gila! Ini jebakan!" bisik Hugo menahan lengan Marvin."Aku tidak punya pilihan, Hugo. Nyawa Alina taruhannya," sahut Marvin dingin. Ia menjatuhkan pistolnya ke lantai dan menendangnya menjauh. "Buka pintunya, Richard! Aku sudah tidak bersenjata!"KLIK.Pintu baja itu perlahan terbuka. Marvin melangkah masuk dengan kedua tangan terangkat di samping kepala. Di dalam ruangan, bau anyir darah langsung menyengat hidungnya. Tuan Arthur terkapar di lantai dekat ranjang dengan dada bersimbah darah, tak bergerak.Sementara itu, Alina duduk di sudut ranjang, menangis histeris dengan moncong pistol Richard yang menempel ketat di pelipisnya. Perban di matanya kembali merembeskan darah segar."Marvin? Kau di sini?! Jangan m

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 75

    Sementara itu, di koridor markas yang sepi, Marvin duduk bersandar di dinding tepat di samping pintu ICU. Hugo berdiri tak jauh darinya, mengawasinya dengan tatapan iba. "Kau benar-benar nekat, Marvin. Mengapa kau merahasiakan hal sebesar itu dari Tuan Arthur dan Nona Alina? Apa kau sadar telah menyakiti perasaannya?" tanya Hugo pelan, melangkah mendekat. "Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk bicara dengan mereka, Hugo," jawab Marvin parau, memijat pelipisnya yang berdarah. "Aku pikir aku bisa menyelesaikan urusanku dengan Lenika setelah bayinya lahir, tanpa harus menyakiti Alina. Tapi aku salah. Ke bodohanku justru menghancurkan mata dan hatinya. Aku menyesal, Hugo." "Percuma kau menyesali semua itu, sudah terlambat. Lalu sekarang apa rencanamu? Lenika belum benar-benar pergi dari kehidupanmu. Leo saat ini menahannya di paviliun depan, tapi wanita itu terus histeris menuntut untuk bertemu denganmu, dia benar-benar terobsesi denganmu," ujar Hugo memberi tahu situasi di luar.

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 74

    Alina memalingkan wajahnya ke arah lain, meski kegelapan tetap mengurungnya. Air matanya semakin deras membasahi perban yang membalut kedua matanya. "Suami?" Alina tertawa hambar di sela tangisnya, suara tawanya terdengar begitu rapuh dan menyakitkan. "Kau bilang kau ini suamiku, Marvin? Lalu bagaimana dengan Lenika? Bagaimana dengan bayi yang dikandungnya? Apa kau mau menceraikannya setelah aku tahu semua ini?" "Ya! Aku akan mengurus perceraian kami secepatnya, Alina," jawab Marvin tanpa ragu, ia meremas lembut tangan Alina yang terasa sedingin es. "Pernikahan itu sejak awal tidak memiliki rasa. Aku hanya menunaikan janji terakhir kepada mendiang temanku. Setelah bayinya lahir, hubungan hukum kami selesai. Aku tidak memiliki perasaan apa-apa dengannya." "Tapi dia istrimu yang sah saat ini, Marvin!" seru Alina, dadanya sesak menahan amarah yang kembali membumbung. "Setiap kali aku mengingat dia mengatakan dirinya adalah istrimu, rasanya dadaku seperti ditusuk belati. Aku tidak ma

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    bab 73

    "Dokter! Lakukan sesuatu! Aku akan bayar berapa pun, asalkan mata putriku bisa kembali melihat! Jangan biarkan dia hidup dalam kegelapan," raung Arthur, mencengkeram kerah jas sang dokter hingga pria paruh baya itu gemetar."Tuan Arthur, tenanglah. Kami sudah melakukan yang terbaik. Sekarang, semuanya tergantung pada keinginan Nona Alina untuk sembuh dan menghindari stres berat. Kami akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan mata putri Tuan," jelas dokter itu dengan suara pasrah."Lakukan apapun untuk kesembuhan putriku, Dokter!" ucap Arthur penuh dengan penekanan."Baik, Tuan. Maaf, saya permisi dulu," jawab dokter itu dengan tubuh gemetar, sebelum akhirnya pamit undur diri.Marvin masih bersimpuh di lantai koridor yang dingin. Penyesalan menghantam dadanya begitu telak hingga rasanya lebih menyakitkan daripada peluru mana pun yang pernah menembus tubuhnya. Air matanya tiba-tiba terjatuh begitu saja."Kau dengar itu, Marvin?" Lenika melangkah mendekat, bayangan tubuhnya yang anggu

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 72

    "Katakan kepada Alina, siapa wanita itu, Marvin? Jangan sembunyikan apa pun kepada putriku!" Arthur menatap wajah Marvin penuh amarah.Marvin terpaku, tatapannya beralih dari moncong pistol Arthur yang dingin ke arah Alina yang mulai meraba-raba udara dengan panik. Napasnya tercekat di tenggorokan. Rahasia yang selama ini ia kunci rapat-rapat, kini pecah berkeping-keping."Jawab, Marvin! Atau aku pecahkan kepalamu!" "Ayah! Tolong turunkan senjatamu! Apa yang terjadi sebenarnya?" jerit Alina, suaranya melengking tinggi dipenuhi ketakutan saat mendengar ancaman ayahnya. "Suruh dia bicara, Alina," perintah Arthur."Marvin, katakan yang sebenarnya. Siapa wanita itu? Aku tahu kau tidak akan berbohong padaku," ucap Alina dengan nada lembut.Arthur sama sekali tidak menurunkan senjatanya. Matanya yang merah menyalang menatap Marvin penuh murka. "Aku menunggu jawabanmu, Marvin!"Marvin perlahan menurunkan kakinya, lalu berlutut di lantai dingin, tepat di depan Arthur dan Alina. Ia mengepalk

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 71

    "Kau mengusirku, Marvin?" Lenika menatap wajah Marvin tak percaya."Aku tidak mengusirmu, tapi saat ini kehadiran mu di sini sudah tidak dibutuhkan lagi. Nona Alina akan merawatku."Wajah Lenika seketika pias, seolah baru saja ditampar di depan umum. Ia menatap Marvin dengan tatapan tidak percaya, sementara Arthur Sterling hanya memperhatikan drama itu dengan kening berkerut, mulai mencium ada sesuatu yang tidak beres."Marvin! Kenapa kau begitu kasar padaku? Aku ini__" Kalimat Lenika terputus saat ia melihat kilatan kemarahan yang mematikan di mata Marvin."Aku bilang keluar, Lenika!" bentak Marvin, suaranya naik satu oktav hingga membuat Alina sedikit tersentak. "Jangan buat aku mengulanginya lagi. Leo, bawa dia ke kamar tamu sekarang juga!"Leo yang sejak tadi berdiri di kejauhan langsung mendekat, ia memegang bahu Lenika dengan tegas. "Ayo, Lenika. Sebaiknya kau ikuti kata-kata Marvin sebelum situasi menjadi lebih rumit."Lenika mengibaskan tangan Leo dengan kasar, matanya yang ba

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status