Partager

BAB 234

Auteur: Langit Parama
last update Date de publication: 2026-07-16 00:03:36

“Sayang, obat kamu ketinggalan lagi di mobil.”

Kaelix meletakkan botol vitamin milik Sasqia di atas nakas, tepat di samping dua gelas air mineral yang selalu disiapkan istrinya setiap malam.

Sasqia yang semula hendak membaringkan tubuhnya di atas ranjang langsung mengurungkan niatnya.

“Oh iya, Mas.” Ia tersenyum kecil sambil mengambil botol itu. “Aku belum minum.”

Wanita itu lantas turun dari ranjang dan meraih botol vitaminnya. “Aku minum obat dulu ya, Mas.”

Kaelix mengernyit tipis. “Mau
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (4)
goodnovel comment avatar
Wahyuningsih D.Sumitro
Koq disini jd Kaelix yg diperdaya sebagai istri zasqia ga mau bilang terus terang pd kaelix bahwa dia diancam sm miriam sang ibu mertua ga boleh hamil dan punya anak dr suaminya... Itu baru namanya laki2 gentle dan setia secara terang2an menolak perhatian kakak iparnya... makin seru semangat thor
goodnovel comment avatar
Goodnovel Awesomegirl
kalau aku...makin mak mertua tak bagi hamil..lagi aku nak hamil...malah biar kembar lagi..biar tahu rasa
goodnovel comment avatar
Sultan Balqis
kesel aku ma sasqia
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 330

    “Ini, Nyonya. Buah-buahan yang Anda minta.” Mbok datang dari arah dapur sambil membawa sepiring buah yang sudah dipotong rapi. Potongan melon, apel, pir, pepaya, dan stroberi tersusun memenuhi piring. Sasqia yang duduk santai di sofa langsung tersenyum. “Terima kasih, Mbok. Taruh di sini saja.” Mbok meletakkan piring tersebut di atas meja. “Untuk minumnya, Nyonya mau saya buatkan apa? Jus atau air putih?” “Susu ibu hamil rasa vanila aja, Mbok. Yang dibelikan Mas Kael.” Sasqia menunjuk botol air mineral di sampingnya. “Sama air putih juga, ya.” “Baik, Nyonya. Saya siapkan dulu.” “Iya.” Setelah Mbok kembali ke dapur, Sasqia mengambil sepotong stroberi dan memasukkannya ke dalam mulut. Namun baru beberapa detik ia menikmati buah tersebut, suara langkah kaki terdengar dari arah lorong. Tak. Tak. Tak. Sasqia menghentikan gerakannya. Ia menoleh. Sosok seorang wanita berdiri di ambang ruang tengah. Seketika wajah Sasqia berubah. “I-Ibu?” Miriam tidak menjawab. Tatapannya justru m

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 329

    “Aku tidak mau menghadiri sidang perceraian itu!” Suara Soraya pecah memenuhi ruang tengah.Mahendra yang berdiri beberapa langkah di hadapannya hanya menghembuskan napas panjang. Wajahnya tetap tenang, meski jelas tidak lagi memiliki kesabaran untuk mengulang pembicaraan yang sama.“Datang atau tidak, perceraian itu tetap akan berjalan, Soy. Bukti yang saya serahkan ke pengadilan sudah lengkap. Ketidakhadiran kamu tidak akan mengubah keputusan yang sudah saya ambil.”Mata Soraya memerah. “Jadi kamu udah menyiapkan semuanya dari awal?” Suaranya bergetar antara marah dan tidak percaya.“Selama ini kamu berpura-pura tidak mau menceraikan aku, tapi ternyata kamu diam-diam menyiapkan semuanya?”Mahendra menatapnya lurus. “Saya memang tidak ingin menceraikanmu.”Soraya terdiam.“Dulu.” Mahendra menekankan satu kata itu. “Saya bertahan karena saya masih berharap kamu berubah. Tapi ternyata saya salah.”Soraya mengerutkan kening. “Maksud kamu?”“Kamu tidak berubah.” Mahendra menggeleng pelan

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 328

    Pagi itu, setelah sarapan selesai, Sasqia masih duduk di kursinya sambil memainkan ujung jarinya sendiri. Sejak tadi ia ingin menyampaikan sesuatu kepada Kaelix, tetapi entah kenapa kalimat sederhana itu terasa sulit untuk diucapkan. Akhirnya, ia memberanikan diri. “Mas ....” Kaelix yang sedang meletakkan cangkir kopinya menoleh. Kedua alisnya terangkat tipis. “Hm?” “Aku boleh minta izin sama Mas?” Nada suara Sasqia terdengar hati-hati. Tatapan Kaelix langsung berubah waspada. “Izin apa? Kamu mau ke mana, hm?” Sasqia menggeleng cepat. “Bukan aku yang mau pergi.” Ia menarik napas dalam, lalu meremas kedua tangannya di atas pangkuan. “Aku mau ajak Papa tinggal di rumah ini.” Kaelix terdiam. Tidak ada penolakan langsung dari wajahnya, tetapi sorot matanya jelas sedang mempertimbangkan sesuatu. “Kenapa?” Sasqia sedikit mengernyit. “Kenapa gimana?” “Rumah kamu sebelumnya masih ada, kan?” “Iya.” “Dan rumah itu atas nama kamu.” Sasqia mengangguk. “Papa bisa tinggal di sana.” S

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 327

    Malam semakin larut ketika rumah mulai benar-benar sunyi. Sasqia sudah berbaring nyaman di atas ranjang, tubuhnya menghadap Kaelix. Lampu kamar sengaja diredupkan, menyisakan cahaya temaram yang membuat suasana terasa lebih hangat. Kaelix baru saja selesai memastikan istrinya meminum vitamin malamnya. “Sudah ngantuk?” tanyanya pelan. Sasqia mengangguk. “Sedikit.” Kaelix kemudian ikut berbaring di sampingnya. Namun bukannya langsung memejamkan mata, pandangannya justru turun pada perut Sasqia. Masih belum terlihat perubahan berarti di sana, hanya perut yang tampak seperti biasanya. Tetapi bagi Kaelix, bagian tubuh itu sekarang menjadi tempat paling berharga yang pernah ia lihat. Tangannya perlahan terulur. Telapak tangannya berhenti di atas perut sang istri, lalu mengusapnya lembut. Sasqia tersenyum melihat tingkah suaminya. “Mas ngapain?” “Saya mau bicara dengan anak saya.” Sasqia terkekeh kecil. “Dia masih kecil banget. Emang bisa denger?” “Tidak masalah.” Kaelix mendekat

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 326

    | Makan malam lebih dulu, saya pulang terlambat. Sasqia mengembuskan napas kecil begitu membaca pesan dari sang suami. Bibirnya mengerucut, sementara matanya beralih pada jam digital di layar ponsel. Sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam. “Padahal aku udah lapar dari tadi,” gumamnya. Sasqia menjatuhkan tubuhnya kembali ke sofa. Sejak tadi ia memang sengaja menahan diri untuk tidak makan karena ingin menunggu Kaelix pulang. “Aku maunya makan sama Mas Kael.” Tangannya perlahan turun menyentuh perutnya yang masih rata. Ada senyum kecil yang muncul di wajahnya ketika membayangkan kehidupan mungil yang kini tumbuh di dalam sana. “Hai, Nak.” Jemarinya mengusap perut dengan gerakan lembut. “Kamu mau, kan, sabar sedikit lagi nunggu Papa pulang?” Sasqia terkekeh pelan. “Karena Mama kurang suka makan sendirian. Maunya ditemenin Papa kamu.” Namun sesaat kemudian ia menggeleng sendiri. “Ah, jangan. Kita makan aja. Nanti Papa kamu marah kalau tahu kamu ikut kelaparan cuma gara-ga

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 325

    “Halo, Pa.” Suara Sasqia terdengar lembut dari seberang sambungan telepon. Mahendra yang saat itu duduk seorang diri di ruang tengah mengangkat wajahnya. Sejak tadi pikirannya dipenuhi banyak hal, terutama keputusan yang sudah ia ambil beberapa hari terakhir. Namun mendengar suara putrinya, raut wajahnya sedikit melunak. “Iya, Sas. Ada apa kamu menghubungi Papa, Nak?” Mahendra bersandar pada sofa, berusaha menyembunyikan berat yang menggantung di dadanya. “Oh iya, bagaimana keadaan kamu sekarang? Sudah jauh lebih baik?” Sasqia menelan ludah. Ia sedang duduk di tepi ranjang, satu tangan mengusap perutnya yang masih belum terlihat membesar. Sejak kejadian di rumah sakit, pikirannya memang lebih mudah dipenuhi rasa khawatir. Terlebih setelah mengetahui keputusan sang ayah untuk mengakhiri pernikahannya dengan Soraya. “Aku baik-baik aja, Pa.” Sasqia menarik napas pelan. “Justru aku yang sekarang khawatir sama Papa.” Mahendra tersenyum tipis, meski putrinya tentu tidak bisa meliha

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 48

    “Kaelix memberikan sponsor itu pada pramugari lain?” Mata Miriam membulat tajam. “Padahal aku sudah lebih dulu mencantumkan nama Jessie.” “Ada alasannya,” jawab Remmer tenang, mencoba meredam gejolak di suara istrinya. “Apa alasannya?” dagu Miriam terangkat tinggi, s

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-25
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 45

    “Semalam Sasqia tidak datang, Pak?” tanya Jevier pagi itu saat memasuki kamar rawat inap Mahendra. Mahendra yang sedang bersandar di ranjang tersenyum tipis. “Tidak, Dok. Tapi dia sudah mengirim pesan. Katanya langsung pulang ke kost.” Jevier mengangguk pelan. Tanpa banyak bicara, ia menyiapk

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-24
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 28

    “Sssh ….” Sasqia meringis pelan ketika Tristan mengoleskan salep pada lututnya yang mulai membiru. “Tahan sedikit. Sebentar lagi selesai,” ujar Tristan lembut. Ia berjongkok di hadapan Sasqia yang duduk di tepi ranjang. Gerakannya hati-hati, nyaris terlalu hati-hati untuk sekadar mengobati luka

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 29

    Suara sendok beradu pelan dengan piring. Sasqia membeku. Kakek mengangkat alisnya tinggi. Kaelix tersenyum tipis—bukan karena terhibur, melainkan karena tertantang. Sementara Sasqia merasakan jantungnya berdetak tidak wajar. Tristan tetap tenang, seolah baru saja mengatakan sesuatu yang sepenu

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status