Share

BAB 75

Penulis: Langit Parama
last update Tanggal publikasi: 2026-03-12 00:06:02

Jevier mengembuskan napas panjang, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi.

Pandangannya menerawang ke langit-langit ruangan, kosong, seolah baru saja kehilangan sesuatu yang bahkan belum sempat ia miliki.

“Hampir dua minggu …,” gumamnya pelan. “Berarti aku memang terlambat. Terlalu banyak menunda.”

Ia memijat pangkal hidungnya, mencoba meredam sesak yang tiba-tiba memenuhi dadanya.

“Kalau begitu … laki-laki itu mungkin belum bertemu kedua orang tuanya,” lanjutnya setengah berbisik, seperti
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Ognindi Wingky
yaaa Ampyuuun ... ada aja yaaq
goodnovel comment avatar
Wahyuningsih D.Sumitro
apaan sihbraka ini jd laki mokondo banget... sok kegantengan bgt semua ibu anak mau dikuasai... makasih udh up byk bab thor
goodnovel comment avatar
xxxx
yeayy hr ini banyak update ya Kak semoga juga sama di Radjiwa wkwk sukak sukak cerita ini
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 180

    “Saya tunggu di bawah, sekarang,” ucap Kaelix singkat sebelum langsung memutus panggilan. Ia menyandarkan punggungnya ke jok belakang mobil, hendak memejamkan mata sejenak ketika kaca jendela di sampingnya diketuk pelan dari luar. Di balik kaca gelap itu, Sasqia berdiri sambil mencondongkan tubuhnya, wajahnya tampak lelah namun gelisah. Kaelix membuka pintu mobil dengan santai. “Masuk.” Sasqia menghela napas ringan sebelum naik dan duduk di sampingnya. Bau parfum pria itu langsung memenuhi indranya. “Papa saya hari ini boleh pulang, jadi saya tidak bisa ikut ke tempat yang Anda rencanakan,” katanya pelan. Kaelix menatapnya sekilas, suaranya tajam tapi tenang. “Biarkan Mama kamu yang mengurus. Apa gunanya dia ada di sana kalau bukan untuk itu?” Sasqia menggeleng, tatapannya lurus ke depan. “Mama saya bukan sosok istri yang seharusnya. Kalau bukan saya yang melakukannya, tidak ada yang akan peduli pada Papa.” “Saya akan meminta perawat pribadi membawa Papa kamu pulang ke apartem

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 179

    “A-apa maksud Dokter mengatakan seperti itu?” tanya Sasqia, menatap Jevier lurus dengan mata membelalak. Jevier menghela napas pelan, tatapannya penuh keprihatinan yang dibuat-buat. “Awalnya saya memang tidak setuju kamu menikah dengan Kak Tristan, karena saya tahu dia masih terikat dengan masa lalunya. Saya takut kamu hanya akan jadi pelarian. Tapi sekarang …,” Ia menatap Sasqia lebih intens. “Dibandingkan Kak Kaelix, menikah dengan Kak Tristan jauh lebih baik.” Sasqia menelan ludah susah payah. “Dok ….” “Kak Kaelix itu,” Jevier melanjutkan dengan suara rendah, seolah sedang mengungkap rahasia gelap, “bukan orang yang terlihat. Dia licik, Sas.” “Selama ini dia membantu keluarga kamu bukan karena kebaikan hati, melainkan karena ada rencana besar di baliknya. Dia sengaja membuat kamu terjebak dalam hutang budi yang tidak akan pernah bisa dibayar.” Napas Sasqia tercekat. Jevier tersenyum pahit, lalu mencondongkan tubuhnya lebih dekat. “Dia sengaja menguasai kamu, membuatmu tidak

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 178

    Kaelix baru saja kembali ke kantornya siang itu. Begitu membuka pintu ruang kerjanya, ia mendapati seorang wanita paruh baya duduk anggun di sofa tengah ruangan, kakinya menyilang dengan sempurna. “Akhirnya kamu datang juga, Kael,” sapa Miriam dengan senyum tipis, wajah cantiknya yang sudah mulai menua terlihat tegang. “Sejak malam itu, kamu tidak pulang ke mansion sama sekali.” “Saya punya tempat tinggal sendiri. Mansion hanya tempat persinggahan,” balas Kaelix datar sambil melangkah masuk. Ia duduk di single sofa di hadapan ibunya dengan gerakan santai namun penuh wibawa. Miriam menatap putra sulungnya lekat-lekat. “Ibu masih penasaran, dari mana kamu mendapatkan keyakinan untuk menikahi Sasqia? Dia kekasih adikmu sendiri, dan pernikahan mereka baru dibatalkan. Belum lagi latar belakang keluarganya yang sangat bermasalah.” Ia menghela napas dramatis. “Pernikahan itu sakral, Kael. Kamu hanya boleh menikah sekali seumur hidup. Ibu mohon, pikirkan kembali sebelum terlambat.” Kae

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 177

    Mahendra tersenyum kecil, tapi senyum itu langsung memudar ketika ia menyadari arti ucapan Kaelix. Matanya membulat, wajahnya tampak terkejut sekaligus bingung. “Melamar Sasqia?” ulangnya, suaranya naik satu oktaf. “Nak Kaelix, Sasqia baru saja membatalkan pernikahannya dengan adik Anda. Lukanya masih sangat dalam.” “Bagaimana bisa Anda langsung melamarnya secepat ini? Apalagi … tanpa bertanya dulu pada Sasqia?” Kaelix tetap duduk dengan tenang, ekspresinya tak berubah. Ia menatap Mahendra dengan pandangan yang mantap dan penuh keyakinan. “Sudah saya tanyakan, Pak,” jawabnya pelan tapi tegas. “Sasqia setuju.” Mahendra terdiam, mulutnya terbuka tapi tak langsung bisa berkata-kata. Ia menatap Kaelix lama, seolah mencari kebohongan di wajah pria di depannya. Namun yang ia temukan hanyalah ketenangan yang tak tergoyahkan. Belum sempat Mahendra menanggapi, pintu ruangan terbuka kembali. Soraya masuk dengan langkah gugup, tangannya masih membawa kotak makanan. Di belakangnya, Sasqia

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 176

    “Aku mau Mama sama Papa cerai.” Soraya baru saja selesai membuang sampah ketika kalimat itu menyambanginya seperti tamparan keras. Ia membalikkan tubuh, dan mendapati Sasqia berdiri di belakangnya dengan tatapan dingin yang menusuk. “Aku gak mau Papa terus tersiksa, Ma. Apalagi sampe nyalahin dirinya sendiri seumur hidup,” lanjut Sasqia, suaranya tegas meski bergetar menahan emosi. Soraya menghela napas panjang, bahunya merosot lelah. “Papa kamu sendiri yang tidak mau menceraikan Mama. Lalu kenapa kamu memaksa seperti ini?” “Karena aku gak sanggup lihat Papa dikhianati lagi!” jawab Sasqia dengan nada meninggi. “Aku gak mau Papa sakit hati terus-menerus. Aku juga gak mau masa tuanya dihabiskan dengan sia-sia, hidup bersama orang yang udah hancurin hatinya.” Soraya terdiam, wajahnya memucat. “Kesalahan Mama terlalu fatal,” lanjut Sasqia, air matanya mulai menggenang. “Perselingkuhan Mama bukan dengan orang asing, tapi dengan Mas Raka—menantu Mama sendiri. Kalian bahkan sampai ber

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 175

    Kaelix menarik Sasqia ke sisinya dengan gerakan tegas namun terkontrol, lengannya melingkar posesif di pinggang wanita itu, seolah menandakan kepemilikan yang tak bisa diganggu gugat. “Sudah cukup,” ucap Kaelix dengan suara rendah dan dingin, tatapannya tajam menusuk Tristan. “Jangan sentuh dia lagi.” Tristan mengepalkan tangan hingga buku-bukunya memutih, wajahnya memerah menahan amarah. “Kaelix! Kamu—” “Dia calon istri saya,” potong Kaelix tegas, suaranya tetap tenang tapi penuh kekuasaan. “Mulai sekarang, jangan dekati Sasqia lagi. Jangan ajak bicara. Jangan ganggu. Dia milik saya.” Sasqia tersentak dalam pelukan Kaelix, tubuhnya menegang. Ia melirik Tristan dengan tatapan bingung dan bimbang, tapi Kaelix langsung mempererat pelukannya, seolah tak memberi ruang sedikit pun untuk keraguan. Tristan tertawa sinis, amarahnya meledak. “Milik kamu? Dia bukan barang, Kael! Kamu pikir dengan melamarnya seenak jidat, dia langsung jadi milikmu? Sasqia masih berhak memilih!” Kaelix han

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 28

    “Sssh ….” Sasqia meringis pelan ketika Tristan mengoleskan salep pada lututnya yang mulai membiru. “Tahan sedikit. Sebentar lagi selesai,” ujar Tristan lembut. Ia berjongkok di hadapan Sasqia yang duduk di tepi ranjang. Gerakannya hati-hati, nyaris terlalu hati-hati untuk sekadar mengobati luka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 31

    “Project apa yang dimaksud Kael, Sas?” Pertanyaan itu meluncur begitu pintu kamar tertutup. Nada Tristan tidak tinggi, tapi cukup membuat Sasqia menelan ludah. Pria itu berdiri tak jauh darinya, sorot matanya tajam, menunggu jawaban. Sasqia melipat bibir, mengalihkan pandangan. Ada rasa malu yan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 29

    Suara sendok beradu pelan dengan piring. Sasqia membeku. Kakek mengangkat alisnya tinggi. Kaelix tersenyum tipis—bukan karena terhibur, melainkan karena tertantang. Sementara Sasqia merasakan jantungnya berdetak tidak wajar. Tristan tetap tenang, seolah baru saja mengatakan sesuatu yang sepenu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 24

    “Bagaimana dengan pramugari itu?” tanya sang kakek pada perawat pribadinya yang tengah membantunya sarapan pagi.Perawat itu tersenyum kecil. “Dia ada di sini, Tuan. Tuan Muda Kaelix membawanya kemari.”Kakek menghela napas panjang. “Baguslah. Saya merasa tidak enak padanya.”Perawat itu hanya meng

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status