Home / Romansa / Dekapan Panas Kakak Ipar / Bab 275. Genit sama Istri

Share

Bab 275. Genit sama Istri

Author: Dayatsa
last update publish date: 2026-10-21 20:57:36

Tama akhirnya memutuskan kembali ke ruang tengah sambil membawakan dua gelas jahe hangat dan cemilan untuk sang Mama. Setelah semuanya di letakan, Tama duduk di sebelah Bu Syanas untuk menanyakan kebenaran yang terjadi.

"Bu, di dapur ada susu ibu hamil, apa Alena hamil?" tanya Tama dengan wajah serius.

"Iya, Tam... Mama sebentar lagi akan punya cucu, dan kamu akan di panggil Om," kata Bu Syanas. Selama ini, yang Bu Syanas tahu: Tama hanya menikahi Dinda secara siri lalu bera
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 284. Kalian semua akan membusuk di penjara!

    Leon masih terus berjalan. Alena sudah sangat ketakutan, berasa nyawanya di ujung tanduk. Sikap maskulin pria itu tidak membuat Alena terkesima, tapi malah membuatnya ingin muntah. "Alena... Jangan seperti ini, sayang. Ayo kita makan malam dengan romantis. Kamu duduk di sampingku, lalu saya memegang tanganmu dengan mesra."Tangan Leon sudah menjulur mencoba meraih lengan Alena, namun belum sampai Alena lebih dulu menepisnya. "Jangan sentuh saya, Leon?!"Suara Alena melengking, bergetar, air matanya mulai menetes membasahi wajah cantiknya. Sementara Leon kembali tersenyum tipis, menghadapi Alena membutuhkan kesabaran ekstra besar. Namun Leon bukan tipikal orang penyerah begitu saja. Ia sudah berjalan sejauh ini. Alena sudah ada di depan matanya, jadi selangkah lagi ia harus mendapatkan. "Ayolah, sayang... Jangan galak seperti ini," pinta Leon. Suaranya rendah dengan tatapan memohon. "Saya lebih baik tidak makan apa-apa, daripada harus duduk di sa

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 283. Saya jijik, Leon!

    Perusahaan Damian,1 jam berlalu, pukul 2 siang Aston baru saja keluar dari ruang meeting sembari menghidupkan gawainya. Karena memang selama meeting Aston selalu menonaktifkan, agar ponselnya tak mengganggu jalannya meeting. Ia tampak terkejut melihat beberapa panggilan tak terjawab dari sang Ibu, begitu Tama juga mendapat panggilan yang sama. Karena Bu Syanas tahu, jika ke dua putranya tengah meeting bersama. "Mas, Mama kok Mama telfon ya bekasnya? Ada apa ya?!" Tama menatap Kakaknya dengan gurat cemas. "Iya, Ibu juga telfon banyak banget bekasnya," gumam Aston seraya menghubungi Mamanya kembali. Pikiran Aston sudah kemana-mana karena memang Alena tengah hamil muda. Dan tak berselang lama itu panggilan Bu Syanas terhubung. "Bu... Ada apa, Bu?""Aston... Ayo cepat pulang, Nak. Alena dalam bahaya. Dia di bawa taxi online yang mengatasnamakan perintah Sarah, padahal Sarah saja baru datang," jelas Bu Sarah. Tubuhnya gemetar, jantungnya berpacu san

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 282. Pergi kemana Alena?!

    Bagitu panggilan dengan Leon terputus, malam itu juga Aston menghubungi Damian, sepupunya. Aston sudah berdiri dibalik gorden tipis yang sengaja ia singkap sejak tadi. Wajah tampan dibalik kacamata kerja itu menyirat rasa gelisah luar biasa. Namun tak lama itu panggilan terjawab. "Hallo, ada apa, Mas?" suara rendah suami Sarah menggema. "Damian... Apa kamu pernah memberitahu pada rekan bisnismu, jika pemegang saham tertinggi itu saya?" tanya Aston dengan nada bergetar berat. "Tidak pernah, Mas. Saya sudah mewanti-wanti penuh karyawan saya untuk tidak membocorkan apapun." Damian di sebrang sampai memicingkan mata. "Emangnya ada apa, ya Mas?""Damian, apa akhir-akhir ini ada Perusahaan asing yang ingin mengajak Perusahaan kolaborasi?" tanya Aston kembali meyakinkan. "Ada, Mas. Dari Leonard Group! Dia menjanjikan keuntungan puluhan juta dollar. Perwakilan Perusahaan sudah menghubungi saya," jelas Damian. Terdengar senyum kecil, yang memb

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 281. Kamu harus serahkan Alena

    Liana memalingkan wajah. Sikap keras itu membuat Danu mengendikan bahu acuh, masih terus menikmati makanan di depannya. Apalagi aroma lelehan batter bercampur bawang bombay yang di cincang lembut, daun parsely sebagai taburannya, dan lelehan saus bologn, membuat spaghetti yang kini di seruput Danu begitu menggugah pandangan Liana. Wanita cantik itu menelan ludah, menatap kibasan spaghetti yang kini sudah tenggelam dalam mulut Danu. "Hem! Enak banget sih. Rasa gurihnya pas. Ada asin, manis, ditambah sausnya. Beuhhhhh... Mantap betul," gumam Danu dengan wajah antusias. Ia lalu melirik ke depan sekilas. "Sayang sekali kamu lagi diet ya?! Padahal ini enak banget."Liana tak mampu lagi menahan rasa lapar yang hampir mencekik perutnya. Namun ia sudah kepalang mengakui jika dirinya diet. Dan sangat malu sekali harus mengatakan hal yang sejujurnya. "Astaga, ponselku ketinggalan di mobil," gumam Danu sambil menepuk dahinya. "Liana...." ia menatap Liana sejenak

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 280. Danu vs Liana

    "Saya dapat kabar dari Aston. Kamu seharusnya langsung menghubungi saya saja karena ya, Alena... Kamu tahu sendirilah, dia sedang hamil muda. Dan Aston nggak akan mungkin meninggalkan Istrinya demi kamu, Liana," tekan Danu. Di sela rasa khawatir itu, ia juga teramat geram karena Liana masih terus mengharapkan Aston.Huh...Liana hanya mampu menghela napas berat. Ia merasa muak harus mendengarkan penuturan Danu terus-menerus. "Pak Danu, jika kedatangan anda ingin menyindir saya, lebih baik silahkan pergi dari sini!" Liana memalingkan wajah sambil bersedekap dada. "Biar dimakan hewan buas juga nggak papa.""Yakin? Emangnya ada hewan buas yang doyan sama daging kamu? Yang ada, dia malah lari terlebih dulu karena takut pasangannya nanti kamu incar juga," tampik Danu menaik turunkan alisnya.Liana menoleh dengan tatapan tajam."Pak Danu!!!!" pekiknya. Liana langsung saja menginjak kaki Danu yang terbungkus sepatu kulit buaya.Awh!!!

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 279. Kehebohan meja makan

    Tama lalu bangkit, ia memeluk sambil menepuk punggung sang Kakak sejenak, merasa bersalah atas semua hal yang menyudutkan keberadaan sang Kakak dalam keluarga tersebut. Aston tak sanggup kenyataan itu harus membersamai langkah adiknya di saat Tama kembali ingin menata hidupnya.Alena yang tak sengaja melihat pemandangan itu tiba-tiba merasa bahagia. Bibirnya melekuk senyum tipis, pemandangan dua kakak beradik itu membuat dadanya berdesir. Dan jika dulu sebagai suami Tama, Alena merasa semua itu tidak adil, tapi setelah menjadi Istri Aston, ia baru tersadar, mengapa suaminya itu bersikeras selalu melindungi adiknya."Ya sudah, kamu segeralah bersihkan diri. Ibu sudah masak, karena Sarah malam ini akan datang. Nggak usah nangis, malu sama umur," celetuk Aston sambil menepuk-nepuk punggung adiknya.Tama kemudian bangkit, mengusap sisa air matanya dengan kedua tangan. Hal itu membuat Aston berasa melihat adiknya di umur 5 tahun. Tama selalu menangis setiap pul

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 4. Bagaimana aku bisa hamil?

    Setelah pemeriksaan tadi siang, sesuai edukasi Aston, Alena yang sudah rapi mengenakan dress elegan terkesan seksi, kini mulai bersolek tipis di depan kaca rias, memastikan make-up naturalnya dapat menarik gairah Tama nantinya. Sudut bibir Alena tertarik simpul. Lipstik pink nude itu merekah indah

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 3. USG Transvaginal

    Aston tidak menjawab dengan kalimat panjang. Ia hanya memberikan tatapan tegas yang memberi isyarat bahwa perintah medisnya tidak untuk didebat. Pria itu melangkah menuju alat pemindai ultrasonografi (USG) di samping ranjang pasien dan mulai mengenakan sarung tangan latex medis."Saya perlu melakuk

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 2. Periksa sekarang, Kak?

    Pagi harinya, suasana meja makan terasa canggung. Tepat setelah sarapan selesai, Tama bergegas pergi lebih dulu karena mendapat panggilan darurat dari IGD. Alena hanya mampu melambaikan tangan kecilnya. Ia masih bergeming beberapa detik di dekat pintu, sebelum berbalik dan tidak sengaja menabrak se

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 1. Mas, sentuhlah aku!

    "Mas, aku menginginkan kamu malam ini. Tolong sentuh lah aku," mohon Alena dibalik kabut gairahnya.Mantan Model cantik berusia 25 tahun itu berjalan sensual menghampiri suaminya dengan balutan daster lingerie berbahan linen bewarna putih terawang.Sementara Tama, dokter bedah berusia 28 tahun itu,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status