Share

Bab 035

last update publish date: 2026-05-03 20:11:53
Kiara melebarkan matanya, mencoba memastikan apa yang dia lihat. Tapi ia tidak melihat satu benda pun di atasnya.

“Tidak ada apa-apa?” Kiara mengerutkan keningnya. Dia mengamati ranjang itu dengan seksama.

“Tapi … aku merasakannya, kok,” lanjutnya penasaran.

Ranjang itu bersih. Tidak ada benda asing apapun yang terselip di antara lipatannya. Hanya kain putih gading yang sudah sedikit menguning dimakan waktu. Kiara bisa mencium aroma lavender yang samar.

“Tapi … tadi apa yang terasa di p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 091

    Kiara mengerutkan keningnya saat sesuatu menyentuh tubuhnya di bawah sana. Napasnya memburu. Tubuhnya menegang saat jemari lelaki itu menyentuh titik sensitifnya. “Kamu sudah sangat basah,” bisik Hanson seolah tak ingin siapapun mendengar ucapannya, “Ara, aku nggak tau … apa kamu akan sangat membenciku setelah ini.” Kiara memejamkan matanya, napasnya kembali teratur. Sama sekali berbeda dengan Hanson. Tubuhnya menegang, gemetar seolah sebuah perhelatan besar antara perasaan dan pikirannya.Lagi, Kiara menggeliat. Gadis itu mengangkat kepalanya. Bibirnya yang mengerucut, akhirnya mengecup tepat di jakun Hanson. “Kak, aku nggak akan pernah bisa benci kamu.”Hanson melenguh lembut. Ia masih berpikir apa yang akan terjadi setelah malam ini? Mungkin … Kiara akan mengadu pada Nenek Melati. Lalu … sesuai pemikiran Carlos, nenek akan merestui hubungan mereka. Hanson mendekatkan miliknya, membiarkan batangnya menyentuh celah yang menjanjikan sebuah kenikmatan itu. Celah yang selama beberap

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 090

    Kiara memicingkan matanya saat wajah Hanson terlihat di depannya. Ia mengerjap dengan cepat, masih tak percaya pada apa yang ada di depannya. “Ah … benar. Aku mabuk. Semua orang jadi keliatan seperti dia,” gumam Kiara. Gadis itu memekik terkejut ketika tubuhnya melayang. Tapi sesaat kemudian, ia tak melawan. Ia justru meletakkan kepalanya di pundak lelaki tadi.Ia menyentuh dada bidang tempatnya bersandar. Sesaat kemudian ia tersenyum. “Kak Hanson pasti udah tidur sama pacar barunya,” batinnya, “nggak ada salahnya aku juga tidur sama calon suamiku. Lagian … Arga nggak kalah sama dia. Tapi—” Kiara memejamkan matanya. Kepalanya terlalu pusing. Ia tak peduli lagi arah tujuan mobil itu bergerak, seperti ia juga tak peduli pada dirinya sendiri. “Aku benci Kakak,” gumamnya sepanjang perjalanan. Hanson menghela napas. Ia tidak menyangka pertengkaran mereka pagi tadi, bukan cuma melukai perasaannya, tapi juga menghancurkan perasaan Kiara. Ia tak menyangka Kiara akan nekat minum sebanya

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 089

    Kiara mendorong tubuh Hanson, membuat lembar kapas di antara bibir mereka jatuh di atas ranjang. Matanya melirik canggung menatap sesuatu yang terlihat mengembang di balik selimutnya. “Aku cuma … ikutin permintaan Kakak,” sahut Kiara tak mau kalah. Hanson memijat pelipisnya. Tiba-tiba suara ketukan terdengar dari balik pintu. “Ara, Kiara!” Suara Nenek Melati terdengar di antara ketukan itu.Kiara langsung panik. Bagaimana ia harus menyembunyikan Hanson? Ranjangnya bahkan tidak punya celah. Kamar mandinya berdinding kaca. Dan lemari kacanya … sama sekali tidak mungkin menyembunyikan tubuh besar Hanson. Kiara mendorong tubuh Hanson, membuatnya berguling dengan selimut menggulung tubuhnya. “Ara! Apa-apaan ini? Kamu mau bunuh aku?” “Diem Kak. Nanti kedengeran Nenek!” perintah Kiara, sengaja menekan suaranya. Dan satu dorongan terakhir membuat tubuh Hanson yang masih terperangkap selimut jatuh ke sisi ranjang.Suara debum terdengar saat tubuhnya jatuh ke lantai. Hanson mengerang p

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 088

    “... dengan perempuan lain?”Hanson melepaskan pelukannya. Ia memegang pundak Kiara dan menatapnya lurus. “Itu karena … aku sudah sering memimpikannya denganmu,” sahut Hanson pada akhirnya. “Aku?” Kiara membelalakkan matanya. Hanson mendekatkan bibirnya di telinga Kiara. “Bahkan … kita melakukan lebih dari ini.” “Maksud Kakak—” Hanson menarik sudut bibirnya. “ … membuatmu terengah, bahkan minta—” Kiara langsung menutup mulut Hanson dengan telapak tangannya. Ia menunduk malu, seakan semua yang ada di dalam mimpi Hanson adalah kenyataan dan membuatnya malu.Hanson mengangkat dagu Kiara, membuat tatapan mereka kembali saling beradu. Tatapan yang terlihat begitu lembut dan tulus. “Ara, aku nggak pintar ngerangkai kata. Tapi … cuma kamu yang aku inginkan,” ucap Hanson. Kiara menggigit bibirnya. Lidahnya terlalu kelu untuk mengucap kata. Hanya matanya yang menatap Hanson, seolah menilai ketulusan semua kata itu.Lelaki itu mendekatkan wajahnya dan perlahan ia menghapus jarak di anta

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 087

    Suara desah terdengar dari layar pipih berukuran lima puluh inchi itu. Gambar bergerak di dalamnya, tak bisa tak membuat Kiara merasa malu. Gadis itu beberapa kali mengalihkan pandangannya, namun Hanson segera menyentuh dagunya dan memutarnya kembali ke arah yang tepat. “Liat baik-baik. Sekarang kamu nggak perlu curi-curi buat lihat,” bisik Hanson. Ia justru menikmati wajah malu-malu dengan pipi merona gadis di sampingnya. Suara desah mengalun dengan keras bersamaan suara kulit yang saling beradu.“Kak ….” lirih Kiara, tubuhnya mulai terasa panas dingin karena film yang terasa aneh baginya. “Kita liat yang lain aja, ya.” Hanson kembali tersenyum. “Beneran? Nggak penasaran lagi?” “Nggak.” “Yakin?” Kiara mengangguk cepat. “Jadi … sekarang udah tau kan, harus gimana?” goda Hanson lagi.Kiara memutar bola matanya dengan kesal. Ia mencondongkan tubuhnya, berusaha meraih remote di sisi kanan Hanson dan segera menekan tombol off untuk mematikan televisi itu tepat pada saat kedua pema

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 086

    Kiara merasakan tangan kekar itu meremas tubuhnya, sementara sentuhan basah bibir Hanson mendarat di belakang telinganya. Ia dapat mendengar dengan jelas napasnya yang menderu. Ia dapat merasakan kulitnya yang memanas saat kecupan basah itu mendarat di kulitnya. Gadis itu mendongakkan kepalanya, memberikan kesempatan bagi Hanson untuk melampiaskan hasratnya. Namun sentuhan itu, justru membuatnya merasakan gelenyar kenikmatan yang asing baginya. Tubuhnya mulai gemetar, setiap sentuhan basah itu membuat bibirnya mendesah. Sentuhan itu membuatnya merasa diinginkan, dicintai dengan begitu kuat. Jemari itu menarik gaun tidurnya, membuatnya merosot dan jatuh begitu saja di lantai keramik di bawahnya. Tanpa ragu, Hanson mendorong tubuh ramping itu ke atas ranjang dan kembali mengecup di setiap inchi kulitnya. Tubuh Kiara menegang seketika, saat bibir lelaki itu mulai mendekat di dadanya. Saat lidahnya bergerak liar di sekitar puncak kemerahannya. Rasa gelitik itu membuatnya semakin gel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status