Partager

Bab 089

last update Date de publication: 2026-05-27 16:06:14

Kiara mendorong tubuh Hanson, membuat lembar kapas di antara bibir mereka jatuh di atas ranjang. Matanya melirik canggung menatap sesuatu yang terlihat mengembang di balik selimutnya.

“Aku cuma … ikutin permintaan Kakak,” sahut Kiara tak mau kalah.

Hanson memijat pelipisnya.

Tiba-tiba suara ketukan terdengar dari balik pintu.

“Ara, Kiara!” Suara Nenek Melati terdengar di antara ketukan itu.

Kiara langsung panik. Bagaimana ia harus menyembunyikan Hanson? Ranjangnya bahkan tidak punya celah.
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 089

    Kiara mendorong tubuh Hanson, membuat lembar kapas di antara bibir mereka jatuh di atas ranjang. Matanya melirik canggung menatap sesuatu yang terlihat mengembang di balik selimutnya. “Aku cuma … ikutin permintaan Kakak,” sahut Kiara tak mau kalah. Hanson memijat pelipisnya. Tiba-tiba suara ketukan terdengar dari balik pintu. “Ara, Kiara!” Suara Nenek Melati terdengar di antara ketukan itu.Kiara langsung panik. Bagaimana ia harus menyembunyikan Hanson? Ranjangnya bahkan tidak punya celah. Kamar mandinya berdinding kaca. Dan lemari kacanya … sama sekali tidak mungkin menyembunyikan tubuh besar Hanson. Kiara mendorong tubuh Hanson, membuatnya berguling dengan selimut menggulung tubuhnya. “Ara! Apa-apaan ini? Kamu mau bunuh aku?” “Diem Kak. Nanti kedengeran Nenek!” perintah Kiara, sengaja menekan suaranya. Dan satu dorongan terakhir membuat tubuh Hanson yang masih terperangkap selimut jatuh ke sisi ranjang.Suara debum terdengar saat tubuhnya jatuh ke lantai. Hanson mengerang p

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 088

    “... dengan perempuan lain?”Hanson melepaskan pelukannya. Ia memegang pundak Kiara dan menatapnya lurus. “Itu karena … aku sudah sering memimpikannya denganmu,” sahut Hanson pada akhirnya. “Aku?” Kiara membelalakkan matanya. Hanson mendekatkan bibirnya di telinga Kiara. “Bahkan … kita melakukan lebih dari ini.” “Maksud Kakak—” Hanson menarik sudut bibirnya. “ … membuatmu terengah, bahkan minta—” Kiara langsung menutup mulut Hanson dengan telapak tangannya. Ia menunduk malu, seakan semua yang ada di dalam mimpi Hanson adalah kenyataan dan membuatnya malu.Hanson mengangkat dagu Kiara, membuat tatapan mereka kembali saling beradu. Tatapan yang terlihat begitu lembut dan tulus. “Ara, aku nggak pintar ngerangkai kata. Tapi … cuma kamu yang aku inginkan,” ucap Hanson. Kiara menggigit bibirnya. Lidahnya terlalu kelu untuk mengucap kata. Hanya matanya yang menatap Hanson, seolah menilai ketulusan semua kata itu.Lelaki itu mendekatkan wajahnya dan perlahan ia menghapus jarak di anta

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 087

    Suara desah terdengar dari layar pipih berukuran lima puluh inchi itu. Gambar bergerak di dalamnya, tak bisa tak membuat Kiara merasa malu. Gadis itu beberapa kali mengalihkan pandangannya, namun Hanson segera menyentuh dagunya dan memutarnya kembali ke arah yang tepat. “Liat baik-baik. Sekarang kamu nggak perlu curi-curi buat lihat,” bisik Hanson. Ia justru menikmati wajah malu-malu dengan pipi merona gadis di sampingnya. Suara desah mengalun dengan keras bersamaan suara kulit yang saling beradu.“Kak ….” lirih Kiara, tubuhnya mulai terasa panas dingin karena film yang terasa aneh baginya. “Kita liat yang lain aja, ya.” Hanson kembali tersenyum. “Beneran? Nggak penasaran lagi?” “Nggak.” “Yakin?” Kiara mengangguk cepat. “Jadi … sekarang udah tau kan, harus gimana?” goda Hanson lagi.Kiara memutar bola matanya dengan kesal. Ia mencondongkan tubuhnya, berusaha meraih remote di sisi kanan Hanson dan segera menekan tombol off untuk mematikan televisi itu tepat pada saat kedua pema

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 086

    Kiara merasakan tangan kekar itu meremas tubuhnya, sementara sentuhan basah bibir Hanson mendarat di belakang telinganya. Ia dapat mendengar dengan jelas napasnya yang menderu. Ia dapat merasakan kulitnya yang memanas saat kecupan basah itu mendarat di kulitnya. Gadis itu mendongakkan kepalanya, memberikan kesempatan bagi Hanson untuk melampiaskan hasratnya. Namun sentuhan itu, justru membuatnya merasakan gelenyar kenikmatan yang asing baginya. Tubuhnya mulai gemetar, setiap sentuhan basah itu membuat bibirnya mendesah. Sentuhan itu membuatnya merasa diinginkan, dicintai dengan begitu kuat. Jemari itu menarik gaun tidurnya, membuatnya merosot dan jatuh begitu saja di lantai keramik di bawahnya. Tanpa ragu, Hanson mendorong tubuh ramping itu ke atas ranjang dan kembali mengecup di setiap inchi kulitnya. Tubuh Kiara menegang seketika, saat bibir lelaki itu mulai mendekat di dadanya. Saat lidahnya bergerak liar di sekitar puncak kemerahannya. Rasa gelitik itu membuatnya semakin gel

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 085

    “Kakak, cemburu sama Arga, ya?” Kalimat itu masih terngiang di telinga Hanson. Ia masih ingat semua kejadian canggung semalam, ketika Kiara dengan tiba-tiba mengecup bibirnya. Lembut dan hangat bibir dengan aroma strawberry itu bahkan masih membekas di bibirnya. Hanson mendengus pelan. Tangan kanannya menuang serbuk kopi ke dalam mesin lalu menekan tombol on. Tiba-tiba sepasang tangan melingkar di pinggangnya. Ia langsung bisa menebak pemiliknya. “Ara, jangan di sini. Gimana kalau nenek liat.”“Kakak, Ara nggak ke tempat syuting dulu, ya hari ini,” rengek Kiara, “aku takut … preman-preman itu datang lagi.” Hanson memutar tubuhnya, menatap wajah lesu gadis di hadapannya. Ia meraih pinggangnya dan mengangkat tubuhnya mendudukkannya di atas meja.“Katakan, preman-preman apa maksudmu.” “Pacar Kakak itu, cemburu nggak abis-abis sama Kiara. Dia bahkan kirim tiga preman buat melecehkan dan bunuh Kiara,” cicit Kiara, “semalam … Kiara nunggu Kakak buat ceritain semuanya. Dan Beckie … dia

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 084

    Sesuatu melesat di udara, panas, padat memburu ke satu titik tujuan. Dor!Peluru itu langsung menancap di kaki lelaki bercodet, membuat lelaki bertubuh gempal tadi meringis menahan rasa sakitnya. Batangnya yang masih menegang sempurna, wurung bersarang di tempat yang jelas menjanjikan kenikmatan baginya.Matanya membulat, napasnya terengah saat melihat beberapa pria berseragam mengarahkan pistol ke arahnya. “Jangan bergerak!” Perintah bernada peringatan keras itu justru terdengar menantangnya untuk menghindar. Matanya menatap Rizal yang sedang mengangkat kedua tangan dengan gugup. “Zal! Lari Zal!” perintahnya sembari mendorong Vanessa ke arah para pria berseragam itu. Vanessa terhuyung dan jatuh. Sementara pria bercodet itu berlari secepat mungkin dengan menyeret kaki kanannya. Vanessa meringis kesakitan. Dan saat seorang pria berseragam menghampirinya, ia tak dapat lagi membendung tangisnya. Ia bukan saja merasa lega, tapi juga panik, gelisah. Ia bahkan tak tahu harus bersyuku

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status