Share

Bab 43 — Rencana Kedua

Author: Vyn
last update publish date: 2026-07-16 19:37:42

Pesan singkat itu hanya terdiri dari beberapa kata.

"Misi gagal. Target sudah mengetahui pelacak."

Dimitri membaca isi layar ponselnya tanpa mengubah ekspresi. Dalam hitungan detik, perangkat kecil itu kembali masuk ke saku jasnya.

Zoey menatapnya cemas. "Gagal?" bisiknya.

Dimitri mengangguk tipis. "Rencana A gagal."

Jantung Zoey kembali berdebar. "Lalu sekarang?"

Sudut bibir Dimitri terangkat membentuk senyum tipis. "Kalau seora
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia    BAB 54 — PAGI BERSAMA SANG ISTRI

    Malam itu, Dimitri dan Zoey menghabiskan waktu bersama tanpa gangguan apa pun. Tidak ada ketegangan, tidak ada rasa takut, apalagi bayang-bayang masa lalu yang biasanya menghantui pikiran pria itu.Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Dimitri membiarkan dirinya menikmati malam dengan tenang.Ia duduk bersandar di kepala ranjang, sementara Zoey berada di sampingnya. Sesekali, mereka berbincang tentang hal-hal sederhana. Mulai dari makanan kesukaan Zoey hingga rencana kecil yang ingin mereka lakukan setelah kembali ke rumah.Dimitri memperhatikan istrinya yang terus bercerita dengan antusias. Ada senyum tipis yang tidak pernah benar-benar hilang dari wajahnya."Sayang," panggilnya.Zoey menghentikan ceritanya dan menoleh. "Hm?""Besok kita akan kembali ke rumah. Jadi, pastikan kau sudah menyiapkan barang-barangmu."Zoey mengangguk. "Baiklah. Aku juga sudah tidak sabar ingin kembali."Dimitri mengusap lembut rambut istrinya."Dan malam ini, cukup sampai di sini saja. Aku tidak ingi

  • Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia    BAB 53 — DI BALIK SENYUM SANG SUAMI

    Suara air terus mengalir, membasahi tubuh Dimitri yang berdiri di bawah pancuran. Tangannya bergerak membersihkan tubuhnya, berusaha menghilangkan noda darah yang masih tersisa. Sesekali, ia mengusap wajahnya dengan kasar. Namun, bayangan kejadian sebelumnya seolah terus berputar di dalam pikirannya. Rahangnya mengeras. Tatapannya berubah tajam, sementara kedua tangannya mengepal di bawah guyuran air. "Kalian semua akan membayarnya," gumamnya dengan suara rendah. Ada kemarahan yang tertahan di balik kalimat tersebut. Sesuatu yang tidak ingin ia perlihatkan kepada siapa pun, terlebih kepada perempuan yang kini sedang menunggunya di luar kamar mandi. *** Sementara itu, Zoey tampak mondar-mandir di dalam kamar. Sesekali, pandangannya tertuju pada pintu kamar mandi yang masih tertutup. "Kenapa dia lama sekali mandinya?" gumamnya. Ia akhirnya melangkah mendekati pintu kamar mandi, lalu mengetuknya beberapa kali. "Dimitri, kau baik-baik saja?" Mendengar suara istrinya, su

  • Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia    BAB 52 — HADIAH KECIL UNTUK SANG ISTRI

    Zoey perlahan membuka matanya.Hal pertama yang disadarinya adalah langit-langit kamar yang terasa asing. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, kemudian mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.Ini bukan kamar yang biasa ditempatinya.Zoey mencoba bangkit, tetapi rasa kram di perutnya membuat gerakannya terhenti. Ia meringis pelan sambil meletakkan satu tangan di bagian perut."Kenapa aku ada disini?" gumamnya kebingungan.Ketika menoleh ke samping, pandangannya tertuju pada sebuah meja kecil di dekat ranjang. Di atasnya terdapat secarik kertas yang tampaknya sengaja diletakkan seseorang.Zoey meraihnya, lalu mulai membaca tulisan di sana. Seketika, senyum tipis terukir di wajahnya."Dasar Dimitri," gumamnya pelan.Ia kembali melipat surat tersebut dan meletakkannya di atas meja. "Semoga kau tetap baik-baik saja," bisiknya.Setelah itu, Zoey meraih ponselnya. Ia membuka salah satu kontak, kemudian mulai mengetik sebuah pesan.***Di tempat lain, Dimitri sedang duduk di dalam mobil. Seb

  • Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia    BAB 51 — SAATNYA MEMBALAS

    Dimitri menatap wajah istrinya yang sudah tertidur pulas dalam pelukannya. Sesekali, jemarinya bergerak menyibakkan rambut Zoey yang menutupi sebagian wajah perempuan itu.Ia tidak ingin membangunkannya. Setelah rasa sakit yang dialaminya, Zoey akhirnya bisa beristirahat dengan tenang.Tak lama kemudian, ponsel Dimitri berdering. Ia segera meraihnya dan menjawab panggilan tersebut dengan suara rendah."Halo?""Tuan, kami sudah tiba.""Masuklah. Jangan membuat suara berisik. Nyonya sedang tidur," perintahnya pelan."Baik, Tuan."Sambungan telepon terputus.Dimitri kembali mengalihkan pandangannya kepada Zoey. Ada ketenangan tersendiri setiap kali melihat perempuan itu berada di dekatnya. Seolah-olah, untuk sesaat, seluruh beban yang selama ini dipikulnya menghilang.Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama..Pikirannya kembali tertuju pada orang-orang yang telah berusaha menghancurkan hidup mereka. Terutama seseorang yang selama ini berada di balik berbagai pengkhianatan tersebut.D

  • Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia    BAB 50 — PERHATIAN SANG SUAMI

    Zoey tersenyum kecil ketika mengingat bagaimana Dimitri tiba-tiba memeluknya beberapa waktu lalu.Ia bahkan masih bisa merasakan kehangatan pelukan pria itu.Namun, ia segera menggelengkan kepala, berusaha menepis pikiran yang mulai membuatnya salah tingkah."Zoey, kau tidak boleh terbawa perasaan. Lagi pula, mungkin saja dia bersikap seperti itu karena sekarang kau adalah istrinya. Kalau sesuatu terjadi padamu, dia juga akan ikut terseret dalam masalah ini," gumamnya, berusaha mencari alasan yang masuk akal.Ia menghembuskan napas pelan, kemudian menyandarkan tubuhnya di atas ranjang.Kelopak matanya perlahan terasa berat. Rasa lelah setelah melalui berbagai kejadian membuatnya semakin sulit untuk tetap terjaga. Tak lama kemudian, ia pun terlelap.***Sinar senja menyelinap melalui celah tirai, menerangi sudut kamar yang masih dipenuhi keheningan.Dimitri melangkah masuk. Pandangannya langsung tertuju pada Zoey yang masih tertidur di atas ranjang.Sudut bibirnya terangkat tipis. Ia m

  • Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia    Bab 49 — Luka yang Tak Pernah Sembuh

    Udara terasa lebih berat dari biasanya.Ruangan itu sempit dan sunyi. Sebuah meja memenuhi bagian tengah ruangan, dikelilingi beberapa kursi yang tidak tertata rapi. Di hadapannya, layar komputer menampilkan kumpulan data yang dikirimkan Victor.Lampu di langit-langit berkedip sesekali, menciptakan bayangan samar di sudut ruangan.Dimitri berdiri di dekat meja dengan wajah dingin yang sulit dibaca.Ia mengeluarkan sebatang rokok dari sakunya, menyelipkannya di antara bibir, lalu menyalakannya. Asap mengepul perlahan, memenuhi udara di sekitarnya.Pikirannya terus dipenuhi kejadian malam itu. Orang-orang yang mengejar mereka, pria misterius yang mengendalikan semuanya, serta kemungkinan bahwa musuh mereka memiliki hubungan dengan masa lalunya.Semakin ia memikirkannya, semakin banyak pertanyaan yang muncul tanpa jawaban.Dimitri mengembuskan napas panjang."Apakah semua ini benar-benar sepadan?" gumamnya pelan, nyaris tenggelam dalam kesunyian.Ia menundukkan kepala, menatap tangannya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status