MasukDi mata dunia, pertunangan Devano Lancaster dan Mirabelle Sinclair adalah simbol sempurna dua keluarga elite Eropa. Namun di balik itu, tersimpan dosa masa lalu yang menghancurkan hidup seorang anak kecil. Miya, kini wanita berusia 27 tahun yang dikenal dingin di dunia bawah, kembali dengan satu tujuan: membalas dendam pada keluarga Sinclair yang menghancurkan keluarganya. Target utamanya adalah Devano Lancaster, pewaris sekaligus tunangan Mirabelle. Awalnya Miya hanya menjadikannya alat untuk mendekati pusat kehancuran keluarga Sinclair. Namun rencana yang dingin berubah ketika perasaan mulai muncul di tengah permainan berbahaya itu. Antara dendam yang membesarkannya dan cinta yang tak pernah ia rencanakan, Miya harus memilih: menghancurkan semuanya atau kehilangan dirinya sendiri dalam perasaan yang justru lahir dari musuhnya.
Lihat lebih banyakDor! Dor! Dor!Rentetan peluru memecahkan keheningan ruang bawah tanah gereja tua. Pecahan kaca beterbangan ke segala arah, sementara lilin-lilin di dinding padam satu per satu akibat hembusan angin dari jendela yang hancur."Tiaraaap!"Arsen menerjang tubuh Miya dan Devano, menjatuhkan mereka ke balik meja batu besar. Marcus menarik Lorenzo berlindung di balik pilar tua.Peluru terus menghantam dinding.Tak! Tak! Tak!Debu batu berhamburan memenuhi ruangan."Dia menemukan kita..." gumam Marcus dengan wajah tegang.Arsen mengintip sekilas melalui celah pilar.Sedikitnya lima belas pria bersenjata telah mengepung halaman gereja. Mereka mengenakan pakaian hitam lengkap dengan rompi antipeluru.Di tengah mereka... Leonard melangkah turun dari SUV hitam. Meski pelipisnya masih diperban akibat ledakan di tambang, langkahnya tetap tenang. Tatapannya langsung mengarah ke jendela ruang bawah tanah yang telah pecah."Akhirnya..." katanya lirih."Aku menemukanmu lagi, Miya."Di dalam ruang bawa
Suara langkah kaki itu berhenti tepat di balik pintu besi. Semua orang spontan menahan napas.Arsen mengangkat pistolnya, Marcus meraih linggis tua yang tadi dibawanya dari ruang tambang.Devano secara refleks menarik Miya sedikit ke belakang, menempatkan tubuhnya di depan perempuan itu meski bahunya masih terluka.Miya menggenggam lengan pria itu. "Jangan, belum tentu musuh."Devano tidak menurunkan kewaspadaannya. "Dalam situasi seperti ini, aku tidak ingin mengambil risiko."Keheningan kembali menyelimuti lorong.Lalu...Tok.Seseorang mengetuk pintu dari sisi luar.Hanya sekali.Tidak keras.Namun cukup membuat suasana semakin menegangkan.Beberapa detik berlalu, kemudian terdengar suara seorang pria tua. "...Siapa di dalam?"Suara itu berat dan parau dipenuhi usia.Marcus langsung saling pandang dengan Arsen."Itu..." Ia tampak ragu.Miya mendekati pintu. "Kami terjebak di dalam tambang, kami membutuhkan bantuan."Tak ada jawaban selama beberapa saat, kemudian suara itu terdengar
Debu masih melayang di udara, membuat setiap tarikan napas terasa berat. Keheningan yang tercipta setelah ledakan justru terdengar lebih mencekam daripada suara runtuhan itu sendiri.Marcus berdiri mematung di depan timbunan batu yang menutup lorong. Ia mengangkat senter lebih tinggi, berharap menemukan celah.Tidak ada.Hanya bongkahan batu raksasa yang saling mengunci, bercampur balok kayu penyangga yang patah dan rel besi yang melengkung akibat tekanan ledakan.Arsen ikut mendekat. Ia mengamati setiap sudut dengan teliti sebelum akhirnya mengembuskan napas panjang. "...Mustahil ditembus dari sisi ini."Devano membantu Miya berdiri, meski bahunya kembali berdenyut akibat luka yang terbuka."Ada jalan lain?"Marcus menggeleng perlahan. "Setidaknya... aku tidak mengingatnya."Kalimat itu membuat suasana semakin berat.Miya melangkah mendekati timbunan batu. Tangannya menyentuh permukaan batu yang masih hangat akibat ledakan. Tatapannya tenang, namun pikirannya bekerja cepat."Tidak."
Api kecil menjalar cepat di sepanjang sumbu dinamit, menyala dan merayap. Semakin mendekati batang bahan peledak yang tertanam di sela-sela batu penyangga lorong.Marcus berlari sekencang mungkin menyusul yang lain."Lima puluh detik!" serunya.Arsen langsung mengambil alih. "Semua bergerak!"Tak ada yang membantah. Mereka berlari melewati ruang tambang utama yang dipenuhi rel besi tua dan gerobak-gerobak berkarat. Cahaya senter bergoyang mengikuti langkah kaki mereka, menciptakan bayangan yang menari di dinding batu.Devano masih menggenggam tangan Miya. Langkah pria itu belum sepenuhnya pulih akibat luka tembak di bahunya, tetapi ia memaksa dirinya terus bergerak."Kau bisa?" tanya Miya tanpa menoleh."Aku tidak akan memperlambatmu.""Kita keluar bersama.""Tentu."Miya tidak mengatakan apa-apa lagi. Jemarinya justru menggenggam tangan Devano semakin erat.Di belakang mereka, Victor tiba-tiba mengangkat tangan."Berhenti!""Apa?" Leonard menghentikan langkah.Victor menyorot lantai
Pagi datang bersama sinar matahari yang akhirnya berhasil menembus awan kelabu London. Hujan yang semalaman mengguyur kota telah berhenti, meninggalkan aroma tanah basah yang menyusup hingga ke balkon mansion Lancaster. Di dalam kamar, suasana masih sunyi. Miya terbangun lebih dulu. Ia membuka mat
Kabut tipis masih menyelimuti London ketika matahari mulai muncul di balik gedung-gedung tinggi. Mansion Lancaster telah sibuk sejak pagi. Para pelayan bergerak teratur seperti biasa, menyiapkan sarapan, merapikan ruang tamu, dan memeriksa jadwal sang pewaris. "Tuan masih di ruang baca?" tanya k
Pagi di London diselimuti kabut tipis. Matahari masih bersembunyi di balik langit kelabu ketika sebuah mobil hitam memasuki halaman mansion Lancaster.Devano baru kembali setelah menghadiri pertemuan mendadak dengan dewan direksi cabang Eropa sejak subuh. Begitu turun dari mobil, langkahnya tidak l
Langit London diselimuti awan kelabu sejak pagi. Hujan yang semalam mengguyur kota kini hanya menyisakan embun tipis di dedaunan taman mansion Lancaster. Udara terasa dingin, namun suasana di dalam rumah jauh lebih dingin daripada cuaca di luar. Miya berdiri di depan cermin kamarnya. Ia mengenakan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan