Share

Bab 99. Ribut

Author: Sulistiani
last update publish date: 2026-06-09 05:41:44

Daren langsung meninggalkan pekerjaannya, setelah melihat berita yang beredar di sosial media tentang rencana pertunangan Arnie dan Frans. Ia tak bisa diam saja, hatinya terbakar cemburu dan amarah ingin menggagalkan pertunangan yang tinggal menghitung hari itu.

"Tiket penerbangan yang tersisa untuk besok hanya di sore hari, Tuan," ucap Soni.

"Ya sudah, tidak apa-apa. Yang penting sebelum mereka tunangan aku sudah ada di sana," ucap Daren.

"Anda yakin akan tetap kesana, Tuan? Besok ada jadwal r
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 104. Sah

    "Saya terima nikah dan kawinnya Arnie Ghasani binti Supriyadi dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Frans dengan sekali tarikan nafas."Bagaimana para saksi?" tanya penghulu."Sah.""Sah.""Sah.""Sah."Arnie meneteskan air matanya lalu mencium tangan Frans, ia tak pernah menyangka jika hari yang pertunangan yang sudah disiapkan, akan menjadi hari pernikahannya dengan pengacara tampan yang lebih dulu mencintainya. Sementara Frans mencium kening Arnie dan menghela nafas lega, ia merasa senang karena tidak harus menunggu selama setahun untuk menjadikan Arnie istrinya.Beberapa hari yang lalu. "Pertunangannya dibatalkan kita langsung menikah saja, mau ya!" ucap Frans."Kalau begitu aku setuju, lebih baik Arnie dan Frans langsung menikah saja. Daren memang sudah diamankan, tapi aku takut ada lelaki lain yang menginginkan Arnie dan melakukan hal yang seperti Daren lakukan," ucap Arga."Dengar Arnie, kakakmu sudah setuju. Jadi kita tidak perlu tunangan lagi langsung menikah saja

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 103. Hampir Saja

    "Dobrak pintunya!" ucap Arga setelah yakin jika di dalam ada adiknya, suara teriakan Arnie membuat Arga dan Frans khawatir.Anak buah Arga mendobrak pintu apartemen yang terkunci itu, setelah berhasil terbuka Frans, Arga, dan Wira berlari memasuki unit tersebut.Darah Frans mendidih saat melihat Arnie diatas sofa dengan tangan dan kaki terikat, Daren sedang memaksa untuk melecehkan nya. Frans menarik Daren dengan kasar lalu memukulnya membabi buta, sementara Arga melepas ikatan di tangan dan kaki Arnie. Janda cantik itu langsung memeluk sang kakak dengan gemetar."Kurang ajar kau! Berani-beraninya melakukan ini pada Arnie, kau pantas mati ...!" teriak Frans sambil terus memukuli Daren.Daren tak bisa membalas, tubuhnya lemah sudah babak belur oleh pukulan Frans, ia tak siap untuk melawan.Melihat Frans yang hampir kehilangan kendali, Wira menahannya."Cukup, Frans. Kau bisa membunuhnya!" ucap Wira seraya menahan tubuh pengacara tampan itu."Lepas! Jangan halangi aku, dia memang panta

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 102. Pencarian

    Entah mengapa sejak pagi perasaan Frans gelisah dan tidak tenang, setelah selesai persidangan ia langsung membereskan berkas-berkas kasus lain. Niatnya malam ini akan lembur, tetapi karena ia selalu kepikiran Arnie pengacara tampan itu pun akhirnya memutuskan untuk pulang."Kenapa aku ini? Apa karena siang tadi gak makan bareng dia jadi gak bisa tenang sama sekali," gumam Frans.Ia berjalan keluar kantor firma hukum, menatap gedung bertingkat di seberangnya. Perusahaan milik keluarga Natasya tempat Arnie bekerja nampak sudah sepi karena jam kerja pun sudah lewat."Sepertinya Arnie sudah pulang," gumam Frans.Ia akhirnya memutuskan untuk pulang, di jalan ia membeli kue kesukaan Arnie, ia berniat memberikannya nanti di rumah Arnie.Setelah berkendara cukup lama, akhirnya Frans sampai di gerbang rumah Arnie. Security langsung membuka gerbang karena sudah mengenali Frans."Lho, pak Frans gak sama Bu Arnie," ucap security."Iya saya lembur dulu tadi, Arnie udah pulang duluan kan?" tanya Fr

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 101. Jebakan

    "Tidak ...!" teriak Daren.Lelaki itu emosi dan hendak menyerang Frans, tetapi Frans sudah lebih dulu masuk kedalam mobil dan tancap gas. Sehingga Daren tak memiliki kesempatan untuk memukul Frans.Keesokan harinya, Arnie dan Frans bekerja seperti biasa. Pagi-pagi biasanya kurir bunga yang mengirim buket ke perusahaan Arnie, tetapi pagi ini tidak ada. Arnie dan Frans mengira jika Daren sudah menyerah karena ketegasan Arnie tadi malam."Syukurlah jika memang dia sudah menyerah, aku jadi tidak khawatir lagi," ucap Frans."Aku berharap dia benar-benar pergi dan gak muncul lagi di hadapanku," ucap Arnie."Semoga saja, tapi kalau dia muncul lagi kamu gak usah takut. Aku pasti siap melindungi kamu," ucap Frans."Udah sana kerja! Nanti kesiangan, hari ini ada sidang kan!" ucap Arnie."Iya, hari ini aku ada sidang. Setelah itu sepertinya lembur membereskan berkas lain agar hari pertunangan kita nanti aku bisa sedikit santai," ucap Frans.Arnie menganggukan kepalanya, ia tahu pekerjaan Frans s

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 100. Tegas

    "Arnie, aku tidak ingin membuat keributan, aku tidak ingin mengganggumu. Aku datang kesini untuk menyadarkan mu," ucap Daren.Arnie mengerutkan keningnya mendengar ucapan Daren, begitupun kedua orang tua Arnie dan Frans. Mereka merasa bingung dengan apa yang dikatakan mantan suami Arnie itu."Ingin menyadarkan ku? Apa maksudmu?" tanya Arnie."Aku tahu kamu bersama dengan dia hanya untuk membuatku cemburu, marah, dan menyesal. Kamu berhasil melakukan itu, aku cemburu, aku marah, aku menyesal, Arnie. Sekarang kembalilah padaku, aku tahu dari dulu kamu hanya mencintai aku," ucap Daren.Frans mengepalkan tangannya mendengar ucapan Daren, ia hendak maju untuk memukul Daren. Namun, Arnie menahan tubuhnya hingga pengacara tampan itu pun tidak melakukan pemukulan tersebut."Kamu tahu dari dulu aku mencintaimu, tapi aku juga tahu kamu tak pernah mencintaiku," ucap Arnie.Frans menatap Arnie, hatinya bergemuruh mendengar pernyataan itu. Namun, belum selesai Arnie berbicara Daren sudah menyela.

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 99. Ribut

    Daren langsung meninggalkan pekerjaannya, setelah melihat berita yang beredar di sosial media tentang rencana pertunangan Arnie dan Frans. Ia tak bisa diam saja, hatinya terbakar cemburu dan amarah ingin menggagalkan pertunangan yang tinggal menghitung hari itu."Tiket penerbangan yang tersisa untuk besok hanya di sore hari, Tuan," ucap Soni."Ya sudah, tidak apa-apa. Yang penting sebelum mereka tunangan aku sudah ada di sana," ucap Daren."Anda yakin akan tetap kesana, Tuan? Besok ada jadwal rapat dengan klien penting. Saya sudah 2 kali meng-handle, jika kali ini Tuan tidak bisa hadir dalam rapat penting itu lagi. Saya takut klien itu benar-benar kecewa," ucap Soni mengingatkan atasannya tentang hal penting perusahaan, yang sudah beberapa kali ia lalaikan.Soni sudah sering mendapat teguran dari dewan direksi perusahaan dan para klien, karena kinerja Daren belakangan ini semakin berkurang. Soni sudah meminta Daren untuk lebih fokus pada perusahaan, tetapi Daren masih saja mengejar Ar

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 16. Kebenaran Yang Ditutupi

    Arnie sangat terkejut saat melihat rekaman cctv yang ada di ponsel Arga, dari rekaman itu terlihat jelas Dena sedang berjalan di trotoar, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya. Tak lama kemudian seorang wanita keluar dari mobil lalu menarik tangan Dena, hingga terlihat sebuah pertengkaran.Se

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 15. Pertemuan

    "Aku mau informasi lengkap tentang kematian wanita bernama Dena itu! Selanjutnya harus tunggu Arnie dulu, dia mau seperti apa," ucap Arga."Baik, Pak. Saya akan cari informasi secepatnya," ucap Fadli.Setelah itu Fadli pun pergi dari ruangan Arga, bukan hal sulit bagi Arga mencari tahu tentang sese

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 13. Pergi Ke Mall

    "Hallo." Arnie mengangkat panggilan telepon."Arnie, apa kamu sedang sibuk?" tanya Arga di sebrang sambungan telepon."Lumayan, aku lagi cari bukti-bukti tentang Dena. Udah hampir seharian, gak nemuin apa-apa," ucap Arnie."Masalah itu nanti kakak bantu, sekarang dengarkan kakak!" ucap Arga.Arnie

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 12. Mencari

    "Sudah bangun?!" tanya Daren dengan suara serak khas orang bangun tidur. "Iya, kenapa aku bisa tidur di sini. Rasanya tadi malam aku tidur di sofa," ucap Arnie. "Kamu tidur sambil berjalan, sampai gak sadar," ucap Daren lalu turun dari ranjang. Arnie duduk dan mengerutkan keningnya, seumur hid

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status