Share

Bab 53

Author: Célia Oliveira
Sudut Pandang Orang Ketiga.

Di dalam kamarnya, pria mabuk itu baru menyadari apa yang baru saja dia lakukan.

"Apa-apaan? Aku mencium Aura? Sungguh tidak disangka aku bisa melakukan itu. Tapi dia datang untuk bicara, dan saat itu gelap. Aku benar-benar mengira itu 'dia'."

Sial, Liana, masih menghantui pikirannya. Bahkan setelah semua yang dia lakukan pada Alverio, dia masih memiliki kendali atas hati Alverio.

Namun .…

Mungkin tidak lagi. Ciuman Aura telah membangkitkan sesuatu dalam dirinya. Sesu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 283

    Begitu kembali masuk ke rumah, Elina berpamitan dengan Aura dan Alverio. Ketika dia hendak keluar dari pintu, seseorang tiba-tiba memanggil namanya dengan tergesa-gesa."Elina ... kamu benaran mau pergi tanpa berpamitan denganku?" tanya Gavin. Ada nada kecewa dalam suaranya yang tidak Elina duga."Nggak kok," jawab Elina kikuk. Dia merasa pipinya memanas.Padahal, Elina memang lupa. Bukan karena dia tidak peduli pada Gavin. Hanya saja, saat itu pikirannya terus tertuju pada satu hal. Memikirkannya saja sudah membuat tubuhnya gemetar.Elina begitu menantikan malam ini. Rasanya, belum pernah dia seyakin ini ingin melakukan sesuatu. Dia akan melakukan hal yang selama ini selalu terhalang oleh rasa takut. Meski tidak tahu bagaimana akhirnya nanti, dia bertekad untuk tetap melakukannya."Benarkah? Padahal kamu sudah hampir keluar dari rumahku," ujar Gavin yang masih sedikit curiga."Aku cuma mau ke teras. Alisa, Naren, dan Kak Elsa ada di sana," jelas Elina. Dia berusaha terdengar lebih yak

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 282

    "Wah ... senang juga mendengar pujian seperti itu. Secara nggak langsung, aku juga ikut dipuji, 'kan?" goda Hasan sambil tersenyum jahil. Dia menyadari pipi Elina yang makin merah."A ... aku nggak tahu itu Gavin," bisik Elina yang langsung menyesali ucapannya."Oh ya? Jadi, sebenarnya pujian itu untukku?" Hasan melangkah mendekat dan mempersempit jarak di antara mereka."Bu ... bukan itu maksudku," jawab Elina terbata-bata. Dia sudah tidak tahu harus melihat ke mana.Sebelum suasana menjadi makin canggung, Gavin menyadari ada orang di dekat pintu kandang. Dia menoleh dan melihat Elina sedang berbicara dengan kembarannya. Gavin segera meletakkan sikat yang dipegangnya, lalu menghampiri mereka."Wah Elina, tumben kamu ke sini.""Aku mau berpamitan ...." gumam Elina setelah akhirnya berhasil menenangkan diri."Kamu sudah mau berangkat ya?" Senyum Gavin memudar. Kini, dia terlihat sedikit sedih."Ya, besok pagi-pagi. Tapi, aku ingin berpamitan dulu dengan semuanya.""Kami pasti akan merin

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 281

    Beberapa waktu kemudian ...."Aku masih nggak percaya besok kamu sudah berangkat," ujar Elsa sambil memeluk adiknya erat setelah melihatnya menutup koper."Ya .... Waktu berlalu sangat cepat," jawab Elina sambil tersenyum tipis, meski pikirannya seolah berada di tempat lain."Kamu benar-benar nggak mau berubah pikiran lagi? Di kampusku juga ada banyak jurusan bagus ....""Kak Elsa, aku sudah lama menunggu kesempatan ini. Aku nggak mau menyerah saat tinggal selangkah lagi," sela Elina sambil berusaha meredakan kecemasannya sendiri."Aku mengerti ...." gumam Elsa. Matanya mulai berkaca-kaca. "Tapi, aku pasti akan sangat merindukanmu.""Aku akan jauh lebih merindukanmu, Kak," ujar Elina sambil mengusap lembut wajah kakaknya."Gimana kalau malam ini kita pergi berdua? Makan malam atau apa pun ... sekalian perpisahan.""Maaf, aku nggak bisa ...." jawab Elina ragu-ragu."Kenapa?""Aku sudah punya rencana lain," ungkap Elina sembari mengalihkan pandangan."Rencana apa?" tanya Elsa penasaran.

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 280

    Seminggu kemudian ....Bulan bersinar lembut pada Sabtu malam itu. Rumah Itha dipenuhi tamu dan obrolan meriah. Lengkungan balon biru dan merah muda menghiasi pintu masuk taman. Di meja utama, sebuah kue besar berlapis krim putih sudah disiapkan untuk acara pengungkapan jenis kelamin bayi. Spanduk bertuliskan "Laki-laki atau Perempuan?" terpasang di antara vas-vas bunga, sementara meja penuh kudapan manis dengan hiasan khusus membuat siapa pun yang melihatnya tergoda.Itha berjalan ke sana kemari. Dia menyambut para tamu sambil memastikan semua persiapan sudah beres. Wajahnya berseri-seri. Samuel yang mengenakan kemeja rapi juga ikut membantu sebisanya. Matanya berbinar penuh semangat, meski gerak-geriknya menunjukkan betapa gugupnya dia sekarang."Kita mulai saja sekarang. Kalau nggak, aku bisa kena serangan jantung," bisik Samuel di telinga istrinya."Baiklah, suamiku yang nggak sabaran."Setelah semua tamu berkumpul, Itha berdiri di samping suaminya di tengah ruangan. Wajahnya berse

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 279

    Berhubung sadar sudah terlalu banyak bicara, Elina buru-buru mencoba meralat ucapannya."Aku nggak ada maksud apa-apa, Bu.""Mana mungkin nggak ada maksud?" Itha mengangkat sebelah alis dengan curiga. "Apa kamu tertarik pada Hasan?""Nggak!" jawab Elina yang terlihat gugup. "Aku nggak tertarik pada siapa pun. Sekarang, aku nggak memikirkan soal pacaran. Aku cuma ingin belajar. Itu maksudku."Itha mengamatinya beberapa saat lagi dengan mata menyipit, tetapi akhirnya memutuskan untuk tidak mendesak."Baiklah."Mereka kemudian mengetuk pintu rumah Aura. Salah seorang pembantu segera membukakan pintu."Pagi, Bi Sandra. Apa Alisa ada di rumah?""Pagi, Bu Itha. Nona Alisa ada di rumah. Silakan masuk."Keduanya masuk. Begitu melewati ambang pintu, Itha menoleh ke arah putrinya."Ibu mau bicara berdua saja dengan Alisa. Boleh?""Baiklah," jawab Elina sambil tersenyum jahil. "Silakan bahas rahasia kalian ...."Itha memutar mata, tetapi tidak menanggapi godaan itu. Dia terus menyusuri lorong, se

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 278

    Dalam perjalanan menuju rumah sahabatnya, Itha menggandeng lengan putrinya sambil menceritakan kekhawatirannya tentang kehamilan ini."Aku yakin semuanya akan berjalan dengan baik, Bu. Tuhan pasti akan menjaga kalian," ujar Elina yang berusaha menenangkan ibunya. "Kita akan memulai babak baru yang indah."Itha tersenyum. Namun sebelum sempat menjawab, perhatiannya teralihkan. Seorang pemuda bertubuh tinggi dan atletis keluar dari rumah dengan setelan jas elegan. Dia terlihat merapikan ujung lengan kemejanya dengan cermat."Itu Hasan atau Gavin?" tanya Itha sambil menyipitkan mata."Sepertinya Hasan, kalau dilihat dari cara jalannya," jawab Elina. Tanpa sadar, dia menatap pria itu sedikit lebih lama dari biasanya."Ibu selalu sulit membedakan mereka kalau cuma melihat sekilas, apalagi dari jauh." Itha mengakuinya sambil tertawa."Kadang aku juga tertukar," sahut Elina. Dia masih memperhatikan pria itu berjalan mendekat.Melihat mereka, Hasan tersenyum sopan dan menghampiri keduanya."Pa

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 6

    Pukul enam pagi, aku bangun dan mengenakan pakaian. Aku sedang merapikan beberapa laci ketika seseorang mengetuk pintu kamar. Aku langsung membukanya. Ternyata itu pria yang menurunkan barang-barang dari mobil kemarin saat aku tiba dari ibu kota bersama bayi dan Alverio."Selamat pagi, Nona Aura. Na

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 5

    "Tuan Alverio, berapa hari usia bayi ini?""Dua hari.""Apa dia sudah menjalani tes tusuk tumit?" tanyaku penasaran."Apa?" jawabnya seolah-olah dia sama sekali tidak paham apa yang kubicarakan."Ini tes penting yang dilakukan beberapa hari setelah bayi lahir. Tes ini membantu mendeteksi beberapa pe

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 4

    Saat itu, jantungku membeku, terhenti sejenak. Aku hampir menyaksikan sebuah adegan bunuh diri jika aku tidak bertindak. Naluriku mengambil alih. Aku harus menghentikan pria itu sebelum tragedi terjadi."Pak!" Aku berteriak agar dia bisa mendengar. "Tolong, jangan lakukan itu!"Saat itu juga, kuliha

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 3

    "Aura, Aura!"Aku menoleh ke samping dan melihat temanku, Isya. Dia mengenakan gaun panjang berwarna biru langit, rambut pirangnya terurai, melambai padaku sambil berjalan mendekat."Aku kira kamu tidak jadi datang, Aura!" katanya sambil memelukku."Isya, kamu tidak tahu apa yang baru saja terjadi.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status