Home / Romansa / Di Ranjang Majikanku / 132. Pasangan Ideal

Share

132. Pasangan Ideal

Author: Keke Chris
last update publish date: 2025-12-23 21:52:42

Binar dengan cepat beradaptasi dengan pekerjaan barunya sebagai kasir.

Cukup satu hari dia didampingi, hari-hari setelahnya pekerjaannya cukup lancar dan tak menemui kesulitan berarti.

Binar sudah pindah ke mes karyawan dan mengosongkan rumah yang dibelikan oleh Bhaga. Tapi meski begitu, jejak Bhaga di tubuh dan pikirannya tak pernah bisa hilang.

Siang ini, dia membantu merapikan meja karena restoran sedang sepi. Binar sedang mengobrol santai dengan rekannya, sampai suara televisi, mengaburkan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Bint Basalamah
makin pendek aj yaa,, kebnyakan iklan ...
goodnovel comment avatar
Nur Hadi
seru,, kurang panjang kak
goodnovel comment avatar
Elisda Turnip
semoga Binar hamil dan Selene teryata mandul biar tau rasa sinenek tua..trus suatu saat mrk tau kl cucunya darah daging kevin..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Di Ranjang Majikanku   302. Gengsi Orang Tua

    Jam sudah menunjukkan pukul sebelas lewat ketika Nurma melangkah keluar dari kamar mandi. Malam itu Nurma tidak langsung tidur, dia berpikir bila menyegarkan diri akan cepat mengantuk dan rupanya dia salah. Tubuhnya justru segar dan kantuknya semakin menghilang.Jadi dia memutuskan untuk keluar kamar, melangkah ke taman belakang dan duduk di terasnya, menikmati angin malam dengan pemandangan lampu taman yang indah. Ada yang menganggu pikirannya dan hal itu sejak tadi tak mau pergi.Dia memikirkan Binar.Bukan karena kasihan. Nurma tidak pernah menaruh rasa kasihan ada pada dirinya. Rasa kasihan hanya menempatkan orang di posisi yang lebih rendah dari yang sebenarnya dan Nurma tidak mau melakukan itu kepada siapapun, apalagi kepada perempuan yang tadi berdiri di ruang kerja suaminya dan tidak menurunkan pandangannya meski air matanya jatuh.Meski Nurma tidak menyukainya, tapi kenyataan Binar mampu bertahan dan membuat keadaan rumah juga kondisi anak dan cucunya jadi jauh lebih terurus

  • Di Ranjang Majikanku   301. Rahasia Di Balik Ujian

    Sudah tiga hari berlalu. Tak ada sedikit pun kabar atau respons dari pihak Djati. Seolah tak ada yang terjadi.Binar sendiri tidak mengharapkan kabar itu. Dia kembali ke rutinitasnya. Menghabiskan waktu bersama Ardan, hampir di sepanjang hari, kecuali saat anak itu ke sekolah.Sesekali memasak meski ada juru masak terbaik di rumah itu. Dia juga melanjutkan proyek yang sempat dia tunda berminggu-minggu karena terlalu banyak hal lain yang menyita perhatian.Bhaga tidak memaksanya bercerita atau bertanya, dia hanya mendengarkan apa yang ingin Binar katakan, dan untuknya itu sudah lebih dari cukup. Terlebih Binar sudah terlihat jauh lebih baik dengan suasana hati yang baik.Dia hanya tahu versi singkatnya. Bahwa ada pertemuan yang tidak berjalan baik dan Binar memilih keluar juga menolak tawaran yang diberikan untuk bisa mendapatkan tanda tangan investor itu. Selain itu, ada konfrontasi dengan Djati yang membuatnya menangis dan kecewa.Bhaga mendengarkan tanpa banyak komentar. Lalu dia men

  • Di Ranjang Majikanku   300. Amarah

    Ketika Binar sampai rumah, Bhaga masih belum pulang. “Tadi katanya sudah mau pulang?” tanya Binar pada diri sendiri.Dia duduk di sofa ruang keluarga, membuka tas dan mengeluarkan ponselnya. Ternyata ada beberapa pesan singkat dari Bhaga.[Aku mendadak ada meeting, mungkin sampai agak malam.][Ardan ke rumah mami sama Maryam.][Kamu baik-baik saja.]Binar menatap pesan itu. Dia mendesah berat sekaligus lega. Setidaknya dia bisa menyendiri untuk beberapa saat. Jarinya gegas bergerak untuk membalas pesan itu.[Baik. Sampai ketemu di rumah.]Dia lalu berdiri, membawa tasnya dan naik ke kamar dengan langkah yang lunglai. Sesampainya di dalam kamar, dia meletakkan tasnya asal dan langsung duduk dengan kaku di tepi kasur. Tidak mengganti baju dulu, bahkan sepatunya masih terpasang.Beberapa menit terlewati dan dia hanya duduk. Tak melakukan apapun, diam terpaku dengan pandangan kosong ke depan.Tetapi, wajahnya kemudian mengerut. Dia menelan ludah dengan susah payah dan rasa sesak itu kemba

  • Di Ranjang Majikanku   299. Mengkhianati Bhaga

    Nurma masuk ke kamar itu tanpa mengetuk.Djati tersentak kecil, tapi dia tidak menoleh. Matanya masih di layar, tak ingin kehilangan momen walau hanya sedetik.Langkah Nurma sedikit ragu saat mendekat, tapi dia tetap melangkah dan berdiri di belakang Djati. Matanya memicing saat melihat gambar di layar itu dan mengernyit begitu menyadari jarak keduanya kini sangat dekat."Dia belum pergi?" tanya Nurma pelan."Belum. Sepertinya dia bersikeras mendapatkan tanda tangan itu." Terlihat menarik, Nurma langsung berpindah. Dia gegas duduk di sebelah Djati dan menatap layar dengan ekspresi seseru ketika menonton telenovela."Kalau dia melakukan apa yang diminta pria itu," kata Nurma. "Apa yang akan kamu lakukan dengan rekaman ini?"Djati menyeringai miring.."Kamu berikan ke Bhaga," lanjut Nurma sendiri dengan nada yang tak percaya."Bhaga berhak tahu siapa perempuan yang ada di hidupnya."Nurma menatap layar. "Dan kalau Bhaga tetap tidak melepaskan wanita itu meski melihat rekaman ini?""Itu

  • Di Ranjang Majikanku   298. Hanya Satu Ciuman

    Untuk sesaat, keheningan memenuhi ruangan itu. Binar memilih berdiri dan menjaga jarak,Namun, Arya tidak langsung menyerah dan Binar sudah memperhitungkan itu.Binar sudah ingin pergi, tapi kakinya lemas. Jadi yang bisa dia lakukan hanya berpindah dan duduk di sofa lain. Kepalanya sedikit pusing karena mulai panik, tapi dia bersikap tetap tenang dengan mengatur napasnya diam-diam.Matanya terus menatap dalam siaga, dia bahkan tak berani berkedip. Terus memandang setiap pergerakan yang dilakukan oleh Arya,Sebaliknya, Arya justru kelewat santai. Dia kini berjalan ke minibar kecil di sudut ruangan. Menuang sesuatu ke dalam dua gelas. Lalu dia kembali dan meletakkan satu gelas di depan Binar. Bibirnya menyunggingkan senyuman menggoda. “Untukmu.”Binar tidak menyentuhnya. Dia hanya meliriknya sekilas dan kembali menatap Arya."Santai saja," kata Arya. Dia duduk di sofa yang berhadapan, bukan di sebelah lagi. Seperti memberi jarak yang terasa seperti kebaikan tapi sebenarnya taktik.Dia b

  • Di Ranjang Majikanku   297. Aku Mau Rasakan Bibirmu

    “Aku akan melanjutkannya lagi.” Tegas Binar.Meski sejujurnya perasaannya mulai merasa tak nyaman, tapi dia ingin menyelesaikan ini dengan baik. Dan dia berharap hal itu akan segera terjadi.Namun, sebelum Binar sempat membuka map-nya, Arya itu terbatuk beberapa kali dan memegang kepalanya. Wajahnya berubah merah dan itu membuat Binar mengernyit bingung. Rasanya tadi sebelum ditinggal ke kamar mandi, pria itu baik-baik saja."Maaf. Aku sedang tidak terlalu sehat hari ini." Arya berjalan ke arah ranjang dan duduk di tepinya. "Kepala agak pusing dari tadi. Bisa kita bicara di sini saja? Lebih nyaman."Binar memandang jarak antara kursinya dan tepi ranjang itu. Jantungnya mulai berdegup lebih kencang. Dia berdeham kecil."Aku nyaman di sini," kata Binar. "Kita bisa di mulai kalau kamu siap."Pria itu menatapnya sebentar, mengelus sprei dengan perlahan, lalu tersenyum. Kali ini senyumnya terlihat berbeda dengan seringai kecil di ujung bibir..Binar tahu instingnya kali ini tidak salah. Ad

  • Di Ranjang Majikanku   156. Percayalah Padaku

    Binar berdiri di ambang pembatas pintu ruang keluarga, dia mematung. Di depan sana ada pemandangan yang bagi Binar terasa seperti mimpi buruk.Bhaga dengan sangat hati-hati sedang membenarkan bantal di kursi makan untuk Celia yang duduk dengan tubuh lemas dan tatapan kosong. Wajah Bhaga terlihat pe

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Di Ranjang Majikanku   45. Dari Mana Saja Kau

    Nurma memijit pelipisnya, berusaha meredakan sakit kepala yang dirasakan sejak hari ulang tahun cucunya. Sudah sekian hari berlalu sejak itu."Rasanya seperti angin lalu saja mereka bertemu, Nyonya besar." keluh Sari pada Nurma yang sedang mengawasi mereka membereskan dapur."Setelah pesta ulang ta

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Di Ranjang Majikanku   154. Aku Di Sini Bersamamu

    Binar tak bisa berhenti tersenyum. Hatinya sedang berbunga-bunga saat mengingat kembali percintaannya dengan Bhaga semalam. Pipinya memerah meski sedang sendirian di kamar.Setiap kali bayangan sentuhan Bhaga, bisikan sayang, dan keintiman yang mereka bagi muncul di benaknya, sebuah kebahagiaan yan

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Di Ranjang Majikanku   243. Ulang Tahun Ardan

    Pesta ulang tahun Ardan yang ke-6 berlangsung meriah.Ruang tamu rumah utama disulap menjadi lautan biru. Balon-balon berbentuk dinosaurus bergelantungan di setiap sudut, ada yang berbentuk T-rex, ada yang brontosaurus panjang melingkar di tiang teras. Spanduk kecil bertuliskan "HAPPY BIRTHDAY ARDA

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status