首頁 / Romansa / Di Ranjang Majikanku / 313. Berharap Lebih

分享

313. Berharap Lebih

作者: Keke Chris
last update publish date: 2026-05-19 14:43:37

Binar menoleh sambil melirik tajam. Menatap Bhaga dengan muka cemberut. Bibir bawahnya maju sedikit, seperti Ardan saat tidak diberi camilan sebelum makan malam. Matanya menyipit, bukan marah, lebih seperti kekesalan yang ditahan. Dia mencebik.

"Iya,” jawabnya malas.

Dia berbalik dan tangannya melipat di depan dada. ”Kenapa, sih, kamu nggak bisa lihat banget aku berharap sedikit saja?" Suaranya penuh kekesalan, tapi tidak sampai meledak. Dia maju kembali mendekat ke arah Bhaga, tangannya yang s
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Di Ranjang Majikanku   313. Berharap Lebih

    Binar menoleh sambil melirik tajam. Menatap Bhaga dengan muka cemberut. Bibir bawahnya maju sedikit, seperti Ardan saat tidak diberi camilan sebelum makan malam. Matanya menyipit, bukan marah, lebih seperti kekesalan yang ditahan. Dia mencebik."Iya,” jawabnya malas.Dia berbalik dan tangannya melipat di depan dada. ”Kenapa, sih, kamu nggak bisa lihat banget aku berharap sedikit saja?" Suaranya penuh kekesalan, tapi tidak sampai meledak. Dia maju kembali mendekat ke arah Bhaga, tangannya yang semula terlipat di dada sekarang bergerak, menunjuk ke dada Bhaga dengan jari telunjuk kanan. "Kamu selalu, selalu bilang 'nanti' atau 'aku lindungi kamu' atau 'jangan dulu'. Aku bukan anak kecil, Bhaga!" Bibirnya terus mencebik dan kini napasnya ngos-ngosan.Bhaga tidak menjawab. Dia merapatkan bibirnya menahan tawa sambil berdiri dengan tangan di saku celana, wajahnya serius tapi matanya—matanya bergerak cepat, mengamati wajah Binar, alis yang mengerut, pipi yang sedikit memerah karena kesal, b

  • Di Ranjang Majikanku   312. Resep Kue

    Setelah kejadian tempo hari, Binar sadar kalau dia harus belajar lebih giat. Salah bicara saja bisa merusak banyak hal dan itu pelajaran berharga untuknya.Sejak saat itu, dia terus membaca ulang catatan dan materi pelajaran yang belum benar-benar dia pahami. Bahkan saat di dapur, kala menunggu masakannya matang, dia belajar.Telepon itu masuk jam sepuluh pagi. Tepat setelah Binar menyelesaikan segalanya. Dan nama yang muncul di layar ponsel, membuat matanya terbelalak. Dia melongo, tapi detik berikutnya, dia gegas menjawab panggilan itu."Ha-halo, Bu.""Binar." Suara Nurma langsung ke intinya, tanpa basa-basi. "Resep kue yang Ardan minta waktu itu. Yang cokelat isinya keju. Kamu yang buat?"Binar berkedip, mengernyit, dan menjawab dengan cepat, "Iya, Bu.""Resepnya dari mana?""Modifikasi sendiri. Dari resep dasar yang saya pelajari waktu kelas—""Kirim ke saya."“Apa?!”“Sekarang!”Kalimat itu bukan permintaan yang lembut. Tapi bukan kalimat Nurma yang biasanya juga — yang biasanya

  • Di Ranjang Majikanku   311. Lepaskan Kesalmu Dengan Bergerak Di Atasku

    Malam itu suasana kamar masih terasa tegang meski permasalahan mereka telah selesai.Binar bertahan berdiri di depan cermin kamar mandi sejak tadi, berusaha menghindari Bhaga. Tapi pikirannya masih saja tak bisa tenang, hingga dia membersihkan wajahnya dengan kasar. Matanya masih redup karena menahan kesal dan rasa bersalah.Bhaga masuk dengan langkah pelan, tangannya langsung memeluk pinggang Binar dari belakang. “Kamu lama sekali, aku menunggu sampai tak sabar,” bisiknya di dekat telinga Binar dan menggigit kecil cupingnya.“Jangan disentuh dulu,” kata Binar dingin, mencoba melepaskan tangan Bhaga. “Kita baru berantem. Aku masih kesel … dan aku nggak mau lakuin ini sekarang.”Bhaga tak melepaskan pelukan. Dia malah semakin merapatkan tubuh, dada bidangnya menempel di punggung Binar. Dan bibirnya menyentuh tengkuk wanitanya dengan lembut, napas hangat langsung menyapu kulit Binar yang masih lembab.“Kamu boleh kesal … tapi aku tahu kamu juga butuh ini,” bisik Bhaga rendah dan menggod

  • Di Ranjang Majikanku   310. Tak Lagi Kesal

    Binar tak lagi menunggu kalimat tambahan dari Bhaga atau jawaban dari Djati. Dia langsung berdiri dan berbalik, berjalan dengan dada sesak. Tujuannya hanya satu, pulang.Rumah sepi saat Binar sampai, entah kemana Ardan, dia sedang tak bisa berpikir jernih. Yang pasti anak itu akan baik-baik saja, ada Sari yang selalu menempel padanya. Binar memilih langsung masuk ke kamar, menutup pintu. Menyandarkan punggungnya sesaat di pintu dan menghela napas.Detik berikutnya, kakinya melangkah pelan dan dia duduk di tepi kasur. Tangannya saling meremat di atas pangkuan, dan kepalanya menunduk, menatap sayu ke arah karpet.Dia tidak menangis.Hanya duduk. Memikirkan kesalahannya, dengan kenyataan bahwa dia melakukan sesuatu yang menurutnya benar di satu titik dan ternyata salah besar. Yang lebih menyakitkan, Bhaga benar. Bukan soal kemarahannya. Tapi soal faktanya. Belum bisa. Dia belum sampai mampu untuk berdiri di titik sana. Tapi malah besar kepala dan terlalu cepat merasa sudah sampai.“Bodoh

  • Di Ranjang Majikanku   309. Keputusan Bhaga

    Tak seperti langkah yakin dan dagu yang terangkat di hari-hari sebelumnya ketika memasuki ruang kerja Djati, kali ini Binar melangkah lunglai dan kepala yang tertunduk.Dia berulang kali menggigit dan membasahi bibirnya untuk menutupi kegugupan. Dadanya berdebar kencang, dia tak pernah setakut ini, dan kali ini dia sadar telah membuat kesalahan besar.“Duduk.” Suara Djati tidak keras, tapi justru terdengar semakin mengerikan di pendengaran Binar.Dia tak menjawab, hanya mengangguk kecil dan menarik kursi dengan perlahan dan duduk dengan kaku. Kepalanya terus menunduk, hingga tak menyadari kalau sejak tadi Bhaga terus memperhatikannya dalam diam.Bhaga duduk di kursi sampingnya. Masih diam menunggu. Begitu juga Djati, hingga ketukan di pintu kembali terdengar dan dua orang dari divisi humas masuk. Keduanya menyapa semua yang di sana dan menjelaskan keadaan terakhir.“Jadi apa yang harus kami lakukan untuk langkah selanjutnya, Pak?”Pertanyaan itu menutup penjelasan dari tim humas, dan

  • Di Ranjang Majikanku   308. Ruang Kerja Djati

    Di ruang rapat, Bhaga sedang menyandarkan punggung di kursi sambil memijit pelipisnya. Dia baru saja selesai rapat yang membuat pening karena laporan dari beberapa divisi meleset jauh dari targetnya.Ponselnya bergetar. Dia mengambil ponsel yang tergeletak di meja, dan melihat nama Rudi di layar. Bhaga menatap sebentar dan mengangkat telepon."Pak, Bu Binar baru saja bicara di forum soal akuisisi PT. Nusantara." Suara Rudi cepat tapi tidak terburu-buru, seperti orang yang sudah terbiasa menyampaikan kabar buruk dengan efisien.Hening dua detik. Bhaga menatap dinding di depannya, menghembuskan napas berat, dan memijit pangkal hidungnya. Dia memejamkan mata dramatis."Bilang apa."Rudi menjawab dengan mengutip apa yang Binar katakan. Tidak kurang, tidak lebih.Bhaga tidak langsung menjawab. "Ada yang merekamnya?""Beberapa tamu, Pak. Kemungkinan besar sudah beredar di grup-grup WhatsApp. Kami masih lacak sebarannya.""Hubungi tim humas." Suara Bhaga masih datar, tapi ada nada di sana ya

  • Di Ranjang Majikanku   154. Aku Di Sini Bersamamu

    Binar tak bisa berhenti tersenyum. Hatinya sedang berbunga-bunga saat mengingat kembali percintaannya dengan Bhaga semalam. Pipinya memerah meski sedang sendirian di kamar.Setiap kali bayangan sentuhan Bhaga, bisikan sayang, dan keintiman yang mereka bagi muncul di benaknya, sebuah kebahagiaan yan

    last update最後更新 : 2026-03-29
  • Di Ranjang Majikanku   243. Ulang Tahun Ardan

    Pesta ulang tahun Ardan yang ke-6 berlangsung meriah.Ruang tamu rumah utama disulap menjadi lautan biru. Balon-balon berbentuk dinosaurus bergelantungan di setiap sudut, ada yang berbentuk T-rex, ada yang brontosaurus panjang melingkar di tiang teras. Spanduk kecil bertuliskan "HAPPY BIRTHDAY ARDA

    last update最後更新 : 2026-04-05
  • Di Ranjang Majikanku   244. Aku Butuh Pelepasan

    Binar menghela napas lega dengan senyum puas. Akhirnya acara selesai dengan baik, walaupun tak begitu lama, tapi Ardan terlihat begitu bahagia. Begitu juga dengan anak-anak yang lain. Dia bersyukur bisa memberikan kenangan baru untuk Ardan.Dia berbalik, setelah mengantar tamu terakhir untuk pulang

    last update最後更新 : 2026-04-05
  • Di Ranjang Majikanku   246. Memendam Kecewa

    Makan malam selesai tak begitu lama setelah obrolan mereka berakhir. Djati benar-benar tak memberikan jeda Binar untuk menolak bahkan untuk berpikir pun tidak ada.Dia hanya terus melontarkan kalimat motivasi, dan Binar lebih terbuka pandangannya.Sopir Djati mengantar Binar pulang.Sepanjang perja

    last update最後更新 : 2026-04-05
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status