Share

Kangen

Author: She Sheila
last update publish date: 2026-09-10 20:24:04

"Nginep enggak?"

Karina memasang wajah memohon. Sudah seminggu ini ia tidur sendiri. Jadwal bertemu dengan sang dokter pun terhitung jarang, keduanya menyempatkan diri di jam-jam makan siang dan mengantar pulang seperti saat ini.

"Hmmm... aku cek jadwal sebentar!"

Brian mendesah pelan sembari menatap layar ponsel, di mana semua jadwal tersedia di sana. Mulai dari jadwal praktik, visit sampai konsultasi naskah dengan Sheila.

"Besok aku memang ada acara ke kantor kamu buat penulisan naskah baren
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Diagnosa Cinta Sang Ratu Pesta   Kangen

    "Nginep enggak?"Karina memasang wajah memohon. Sudah seminggu ini ia tidur sendiri. Jadwal bertemu dengan sang dokter pun terhitung jarang, keduanya menyempatkan diri di jam-jam makan siang dan mengantar pulang seperti saat ini."Hmmm... aku cek jadwal sebentar!" Brian mendesah pelan sembari menatap layar ponsel, di mana semua jadwal tersedia di sana. Mulai dari jadwal praktik, visit sampai konsultasi naskah dengan Sheila."Besok aku memang ada acara ke kantor kamu buat penulisan naskah bareng anak-anak, tapi abis makan siang. Paginya aku ada praktik." Sang dokter memasang wajah sedih, karena kemungkinan besar dirinya menginap semakin kecil.Lokasi rumah sakit memang cukup jauh dari tempat Karina, sehingga ia memperhitungkan jarak dan juga waktu tempuhnya. Belum lagi kemacetan di pagi hari yang sering membuat panik duluan."Beneran enggak bisa?" tanya Karina memelas.Wanita itu memasang wajah sedih dan nestapa karena tak ditemani lagi. Walau bukan yang pertama, namun entah mengapa p

  • Diagnosa Cinta Sang Ratu Pesta   Kejutan Karina

    "Emangnya kita mau ke mana, sih?" tanya Brian penasaran.Sudah hampir satu jam keduanya mengendarai mobil yang entah ke mana tujuannya. Karina bahkan mengambil alih di bangku kemudi, walau dengan pengawasan khusus dari sang kekasih."Sabar, sebentar lagi kamu pasti tahu, ini udah deket kok!" katanya seraya terkekeh.Entah apa yang membuat Karina begitu bahagia. Wanita itu muncul di tempat praktik Brian tanpa konfirmasi, lalu menjemputnya penuh paksa. Dan kini keduanya masih di perjalanan yang begitu asing dan menjauhi Ibu Kota, menuju Kota seberang yang banyak ditumbuhi tanaman hijau dan sejuk."Kamu enggak capek nyetirnya? Sini deh, aku ganti!" kata Brian.Namun dengan tegas Karina menggelengkan kepala. Wanita itu malah membuka jendela mobil, menikmati udara yang begitu jarang jika di kota besar. Rambutnya terbang, mengikuti arah angin."Seger....!" serunya senang.Brian tersenyum. Pria itu ikut menurunkan jendela dan m

  • Diagnosa Cinta Sang Ratu Pesta   Belum Selesai

    "Masih ada pasien?" "Sudah tidak ada, tapi Dokter Panji katanya mau bertemu Dokter," jawa sang perawat. Brian diam sejenak. Sang senior muncul tiba-tiba setelah beberapa bulan lalu berpisah di sidang kode etik. Hubungan keduanya bahkan tak terlalu baik untuk sampai mengunjungi satu sama lain. "Suruh masuk aja!" Perawat tersebut keluar sebentar dan tak lama kembali bersama seorang pria tambun dengan jas dokter melekat tanpa dikancing. Ekspresinya kesal karena penantian yang begitu lama untuk bertemu juniornya. "Sibuk banget ya, sampe mau ketemu aja harus buat janji!" ledeknya. "Sorry, pasiennya suka banyak kalau abis weekend!" jawab Brian tenang. "Gimana, gimana? Ada yang bisa gue bantu?" tanyanya langsung. Brian paling tak suka berbasa-basi terutama dengan orang yang tak terlalu dekat bahkan bisa dibilang musuh bebuyutan. Walaupun Panji adalah senior, tapi untuk kompetensi dan pembuktian di lapangan, jumlah pasien dan kemampuan Brian dalam operasi jauh di atasnya. Sehingga in

  • Diagnosa Cinta Sang Ratu Pesta   Tentang Masa Depan

    "Rating sejauh ini bagus, komentar orang juga makin oke, hampir semuanya lupa tentang kasus-kasus kemarin."Laporan dari Sheila membuat wajah Karina makin cerah, berbahagia. Setelah berbulan-bulan mereka diserang banyak masalah, ide tiap episode yang bongkar-pasang, bergonta-ganti, akhirnya kini program Inside Her makin bersinar. "Dokter Brian juga kayaknya makin enjoy tiap syuting, ide-idenya baru dan fresh, Inside Her sekrang identik dengan wajah beliau."Tim marketing ikut menyampaikan bagaimana program ini juga ikut mengubah banyak hal, terutama Brian yang terkenal tak hanya profesional tapi juga beritegritas. Sang dokter saat ini lebih luwes dan banyak diundang dibeberapa talkshow karena perannya di Inside Her."Walau waktu syuting jadi padat dan jadwal terbatas karena makin banyak pasien dan tindakannya!" celetuk Sheila membuat seisi ruangan tertawa.Broto tersenyum, bangga mendengar banyaknya kemajuan dari produser baru yang walau banyak masalah, tapi juga mendatangkan banyak

  • Diagnosa Cinta Sang Ratu Pesta   Ngambek

    "Kamu mau makan apa?"Brian sibuk mengeluarkan hasil belanja ke meja dapur. Pria itu cukup sering melakukan hal ini, terutama selama berhubungan dengan Karina yang ternyata selama ini jarang sekali memasak. Bahakan karena hidup seorang diri, kekasihnya itu lebih sering membeli makanan dari luar."Terserah aja!"Karina langsung merebahkan diri di atas sofa. Ia sama sekali tak tertarik dengan aktifitas dapur yang biasa dilakukan sang kekasih. Apalagi sejak tadi ia sedang menjalani perang dingin karena merasa dibohongi oleh pria itu.Sepanjang jalan, Brian coba menjelaskan, merayu bahkan memberi perhatian-perhatian kecil, namun sang kekasih tetap bersikukuh untuk melakukan aksi diam. Lelucon yang biasanya mampu membuat wanita itu tertawa malah mendapat balasan tatapan tajam.Pria itu coba untuk tetap bertahan untuk memberikan perhatian walau tak mampu menghilangkan amarah itu dengan cepat. Perubahan hormon, berat badan dan kondisi fisik memb

  • Diagnosa Cinta Sang Ratu Pesta   Masalah di Rumah Sakit

    "Jadi yang diomongin orang-orang itu bener?"Karina berteriak, meluapkan semua kekesalan karena ketidak jujuran Brian padanya. Sebagai sepasang kekasih, mereka telah berjanji untuk saling terbuka untuk masalah apapun."Iya, tapi kan...""Jadi kamu tutupin semuanya dari aku? Mau sampai kapan?"Emosi sang produser menggebu-gebu. Ia sudah tak tahan dibohongi seperti ini. Walau Brian kukuh pendirian bahwa ia hanya belum cerita saja. Namun Karina menolak alasan itu.Setelah ditekan, barulah Brian bercerita bahwa semua itu benar. Ia memang dipanggil oleh manajemen rumah sakit terkait berita-berita yang terus berseliweran di media.Awalnya, pihak rumah sakit memberikan apresiasi atas kinerja Brian yang aktif baik di dalam ataupun di luar. Sayangnya, semakin lama berita yang muncul adalah berita-berita negatif yang juga ikut mencoreng nama citra rumah sakit.Manajemen dianggap melindungi Brian yang merupakan salah satu anak dokter senior dan orang terpandang. Lalu muncul juga laporan dari kom

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status