Share

Alergi

Author: Daralist
last update Petsa ng paglalathala: 2025-10-10 14:37:18

“Padahal sudah waktunya tutup, tapi masih ada saja orang yang memesan makanan.”

Salah satu rekan kerja Evelyn menggerutu samar. Meskipun bukan dia yang diminta untuk membuat hidangan. Tetap saja dia tidak diperbolehkan pulang.

Evelyn yang mendengar itu tertawa kecil, “Apa yang kamu keluhkan? Ini memang belum jam sembilan, seharusnya tidak masalah selagi masih ada waktu.”

“Aku hanya tidak menyangka akan ada pelanggan. Untung saja bukan aku yang memasak.”

Rekan yang lain menanggapi, “Lihat sikapm
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   124. Izin

    Evelyn terdiam sejenak, sebelum kemudian menjawab, “Tidak ada yang terjadi.”Evelyn menjawab pertanyaan itu dengan senyum tulus seperti biasanya. Namun, suasana yang berbeda di sekelilingnya pun bahkan tidak bisa mengelabui Ernest.Bahkan tiga orang yang lain pun juga saling berpandangan karena merasa ada sesuatu yang ditutupi oleh Evelyn.“Kalau tidak apa-apa, mari duduk denganku di sini,” ajak dokter Ziya sambil menepuk sofa tepat di sampingnya duduk. “Kita sudah lama tidak bertemu. Aku juga penasaran dengan perkembangan Tuan Ernest dari sudut pandanganmu.”Ucapan dokter Ziya segera disambut oleh anggukan yang lainnya.Alex pun ikut berkomentar dengan pernyataan nakal, “Aku juga penasaran dengan sesuatu sekarang. Aku rasa kau bisa memberitahuku.”“Masih ada banyak waktu, Nona Evelyn,” ucap dokter Roby ikut bergabung ke dalam percakapan. “Selagi Tuan Ernest memakan cemilannya, kita bisa berbincang leluasa sambil menunggunya.”Ernest tidak mengatakan apa-apa. Namun, keterdiamannya men

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   123. Orang dari Masa Lalu

    Evelyn membeku di tempatnya duduk untuk sementara waktu. Pikirannya tampak kosong sesaat, seolah-olah orang dengan nomor tanpa nama itu adalah seseorang yang tidak dia kenal. Namun, di sudut terdalam pikirannya, Evelyn masih bisa mencerna kata ayah yang tertulis pada pesannya.Pada akhirnya, Evelyn tidak membalas pesan itu. Dia hanya meletakkan ponselnya di meja, lalu pergi ke kasur untuk berbaring dan bersiap untuk tidur siang. Evelyn bahkan tidak sadar apa yang tengah dia lakukan sekarang. Pikirannya masih kosong dan matanya hanya terfokus memandangi langit-langit kamarnya yang berwarna putih.Evelyn bergumam di kesunyian kamarnya, “Kenapa semuanya terjadi dalam satu hari ini?”Perasaan lelah yang tidak tahu penyebabnya itu menghantamnya dengan keras. Matanya yang terfokus pada langit-langit kamar itu juga mulai buram. Evelyn baru menyadari bahwa dia sedang menangis ketika air matanya meluncur ke pipinya dalam diam.Meski begitu, Evelyn hanya berbaring miring sambil menahan isak t

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   122. Perasaan yang Ditekan

    Ernest tahu bahwa ibunya hanya ingin yang terbaik untuknya. Sebab itulah ketika dia mulai terlihat tertarik pada Evelyn, ibunya mulai memberinya pandangan lebih.Di sisi lain, Lidya merasa tertampar mendengar Ernest berkata bahwa sikapnya kekanakkan. Dia memang merasa bukan dirinya yang saat ini mengambil alih, tetapi seorang ibu yang belum siap anaknya pergi bersama orang lain. Padahal dia lah yang paling ingin agar Ernest mendapat pendamping.“Untuk saat ini tenang lah ibu,” kata Ernest dengan suara pelan. “Ibu tahu bahwa aku tidak akan berpikir berlebihan, kan?”“Ibu … aku sudah dewasa sekarang.”Ketika Ernest selesai bicara, hati Lidya sudah tenang dan rasionalitasnya pun sudah kembali. Dia tidak lagi bersikeras merasa benar seperti tadi. Sikap keras yang ditunjukkan pada Evelyn sebelumnya hanyalah agar Evelyn takut padanya.Lidya menghela napas lelah dengan kerut di kening yang masih terlihat, “Jika kamu sudah merasa dewasa, seharusnya kamu tahu bahwa kalian tidak sepantasnya ber

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   121. Tahu Mana yang Baik dan Benar

    “Mungkin Anda sudah lupa, tapi saya bukan lagi bagian dari keluarga Rowan.”Setelah mengatakan itu, baik Evelyn maupun Lidya saling berpandangan. Itu adalah Lidya yang lebih dulu mencibir sambil mengerutkan kening.“Sekarang aku tahu sifatmu yang sebenarnya. Setelah tumbuh baik dan besar di keluarga Rowan, kamu justru tidak mengakuinya ketika mereka jatuh memalukan seperti ini?”“Ibu, berhentilah memprovokasi. Ini bukan rahang kita,” tegur Ernest.“Bukankah aku bilang kamu tidak boleh menyela?!” balas Lidya sengit. Jejak ketidaksukaan Lidya saat memandang ke arah Evelyn semakin pekat. Dia jelas tahu bahwa putranya kini benar-benar memiliki kedekatan setelah bermalam bersama di villa kemarin. Padahal hanya satu hari, tapi perubahannya sebesar ini.Perasaan takut mulai merayapi Lidya. Padahal dia hanya menggertak ketika menyebut tentang cucu, sekarang dia merasa tuduhan yang dia layangkan justru terlalu berlebihan. Dia takut itu menjadi kenyataan.Di sisi lain, Evelyn tidak tahu apa ya

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   120. Sudah Bersenang-senang?

    Bukan tanpa alasan Evelyn bersikap demikian. Pemandangan di depannya ini benar-benar tidak bisa lagi dia pikirkan semalam. Entah apa yang ada di kepala Ernest sampai berbuat sejauh ini.Tadi pagi, Evelyn bangun seperti biasa dengan tugas memasak seperti biasanya juga. Namun, Ernest memanggilnya dan menyuruhnya untuk pergi ke kolam terlebih dahulu.Sekarang dia sudah ada di tepi kolam tebing itu, sambil tercengang melihat meja panjang dengan berbagai macam bahan masakan serta peralatan memasak yang ada di atasnya.“Kemarilah,” ajak Ernest. Tangannya terulur ke arah Evelyn.Evelyn terdiam di tempatnya berdiri. Kakinya kaku ketika lagi-lagi penampilan kasual Ernest tampak mengacaukan konsentrasinya.Untungnya Evelyn sadar tepat waktu, sebelum kemudian pergi ke arah Ernest, tapi dengan jarak tertentu. Tidak jauh, tetapi juga tidak dekat.Ernest mengerutkan keningnya, “Apakah kamu menghindari ku sekarang?”“Saya tidak menghindar, hanya menjaga jarak saja,” jawab Evelyn dengan senyuman.Er

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   119. Tidak Mau Membicarakannya

    “Hanya dalam satu jam, beritanya sudah menjadi ramai diperbincangkan.” Suara Jack tampak tenang saat melaporkan, seolah dia sudah biasa mendapat perintah seperti itu. Dia juga memberikan beberapa informasi pasar saham keluarga Rowan serta keluarga Durant yang kini memiliki hubungan besan lewat pernikahan Sira dan Kevin. “Kirimkan beberapa tautan berita yang bisa aku baca secara ringkas,” ujar Ernest sambil melihat pintu villa yang tidak lagi menampakkan sosok Evelyn di sana. “Baik, saya akan mengirimkannya segera,” balas Jack dari seberang telepon. Setelah selesai, Ernest mematikan ponselnya dan masuk ke villa. Wajahnya tidak lagi menampilkan kelembutan dan keceriaan saat bersama Evelyn sebelumnya. Yang ada hanya dingin dan pendiam seperti dirinya sebelumnya. “Mereka terlalu banyak menuntut,” bisik Ernest. Ernest hanya tidak menyangka selama Evelyn di sana, tidak ada satu pun keluarga yang mau menyambutnya. Ketika mereka mendapat balasan dengan aib yang menyebar ke publik sepert

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   20. Permintaan

    "Kamu memasaknya dengan baik.”Evelyn akhirnya bisa bernapas lega setelah mendapat komentar langsung . Dia bahkan baru menyadari telah menahan napas karena gugup dengan hasil akhirnya.“Terimakasih, Nyonya.”Meskipun Lidya tidak senang dengan hasil informasi buruk masa lalu Evelyn, setidaknya masak

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   21. Sakit

    Ernest memandang pesan itu dengan kening sedikit berkerut agak lama, sebelum kemudian membuka isi videonya. Di layar ponselnya yang kecil itu bergerak lincah seorang perempuan tanpa hambatan di dapur rumahnya. Wajahnya fokus tanpa ada sedikitpun terganggu dengan keadaan sekitar. Keheningan yang m

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   20. Evelyn

    "Hentikan omong kosongmu!” Lidya langsung menegur anak keduanya yang baru saja datang entah dari mana. Lidya masih dipengaruhi pikiran negatif tentang Evelyn. Kalimat dari putranya itu justru membuatnya langsung bicara tanpa berpikir. Saat tersadar, dia melihat ke arah Evelyn yang tengah tertundu

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   19. Resign(?)

    "Tiidak di sini,” jawab Derry atas pertanyaan itu, lalu melanjutkan, “Nanti akan ada orang yang datang menjemputmu.” “Aku mengerti.” “Kalau begitu, aku akan berkemas sekarang,” pamit Evelyn kemudian meninggalkan ruangan. Derry mengerutkan kening saat pintu baru saja ditutup oleh Evelyn. Dia m

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status