Beranda / Romansa / Dibutakan Cinta CEO Tampan / Chapter 3. Pertentangan

Share

Chapter 3. Pertentangan

Penulis: Fatri_e
last update Terakhir Diperbarui: 2025-07-24 15:43:51

 ‘Cinta Adalah Tragedi’

           Cinta tanpa peduli konsekuensi, adalah norma paling tragis dan egois. Bohong jika ia mengatakan tak tergiur dengan harta, justru jika Sky tak terlahir di keluarga Andromeda yang kaya raya, ia tak akan pernah bertemu dan mencintainya. 

“Kalau saja ayah masih ada, apa aku tetap menjadi pembantu?”

Kali ini isakan Shen terdengar lirih seperti mengharap orang-orang mengerti. Hanya Sky dan ibunya yang ia punya, seharusnya mereka berpihak padanya, kan? Kalau bukan mereka, lalu siapa lagi?

Hari ini Susiana mengurungnya di dalam kamar sebelum pergi. Sebelum beranjak, ia hendak memastikan Shen tak akan bisa keluar dari sana sebelum semua usai.

Sejak acara dimulai mata Sky tak pernah tenang. Ia mencari di setiap sudut tentang keberadaan Shenina. Apa yang mereka perbincangkan terakhir kali dengan mamanya pun ia tak pernah tahu.

Sejak hari di mana ia menemukan Shen pingsan pada malam itu, Susiana hanya berusaha menjauhkan tubuhnya, memilih memapah Shen sendiri. 

“Orlando, cari Shen sekarang!” Ucap Sky tegas kepada ajudannya yang tengah tegak waspada.

Orlando menunduk, perintah tuannya segera ia laksanakan. Sky terus melirik jam, mengusahakan beberapa jeda untuk menunggu telfon Orlando. Namun setelah sejam kemudian, hingga acara pertunangan tiba, Orlando tak pernah datang.

“Damn, Ando!!”

 Sky meninju tembok ruangan dengan membabi buta. Ia menyayangkan waktu baik yang terbuang. Sekarang, Judy tengah berjalan di luar menuju ke arahnya agar segera bersama ke aula utama.

“Sky sayang, kita ke aula utama. Ruby dan seluruh tamu sudah terlalu lama menunggu.”

“Haruskah aku memberontak, ma?” Sky menahan emosi dengan badan bergetar. “Aku hanya menginginkan Shen untuk menjadi istriku!”

Mendengarnya, Judy bisa saja menggila, tapi satu hal yang perlu ia pikirkan, reputasi keluarga Andromeda sedang dipertaruhkan. Jika pertunangan gagal dilakukan, maka keluarga mereka akan menjadi gunjingan di seluruh negeri. Bukan hanya itu, kesempatan untuk berhubungan dengan keluarga Bussara akan pupus. 

Ia sudah berusaha dengan lihai mengumumkan tanggal pertunangan tanpa persetujuan Sky. Ia mengatur sendiri pesta malam itu dan memohon supaya Sky ikut kalau tidak mau sesuatu terjadi kepada Judy. Ia menggunakan kelemahan Sky yang menyayangi ibunya dengan cara picik.

“Hanya untuk malam ini saja.” Tiba-tiba Judy mendapatkan ide licik. “Jangan permalukan keluarga kita, sayang. Setelah pertunangan ini, kamu bebas untuk memilih apa pun keinginanmu.”

“Aku tahu mama ingin  mengecoh.” Jawab Sky marah.

“Mama selalu menuruti kemauanmu, kan?” Judy meyakinkan Sky kembali. “Kau mau mama menerima gadis pembantu itu? Kasih mama jaminan sekarang dan mama berjanji akan mempertimbangkan ulang!”

Sky menggertakkan geraham.

“Bertunanganlah dengan Ruby sebagai jaminannya, di luar itu mama akan menilai Shen agar layak menjadi pasanganmu. Dan jika tidak, kau harus menikahi Ruby sebagai gantinya!”

Sky ingin menolak. Tapi ia paham betul, watak Judy ketika sudah janji pasti akan dia tepati. Malam ini ia terpaksa mengikuti pertunangan bodoh yang sangat di luar nalar.

Akhirnya ia keluar dan mengikuti Judy ke tengah aula. Orang-orang menyaksikan betapa mengagumkan sepasang manusia yang sedang diikat dalam sebuah janji. Ruby yang sangat cantik dan elegan, berdampingan dengan Sky, sang CEO muda nan tampan. 

            Detik penyematan cincin berjalan tanpa hambatan, Ruby bahagia setengah mati rasanya. Tiba-tiba ponsel Sky bergetar. Nama Orlando terpampang jelas, ia mengabarkan bahwa saat ini ia tengah membawa Shenina ke ruangan kerjanya dengan kondisi mengkhawatirkan. 

Euforia yang orang-orang rasakan surut ketika sang pemeran utama meninggalkan panggung dan tunangannya. Mendadak pesta menjadi hening. Senyuman Ruby yang indah berganti menjadi dingin yang menghancurkan seluruh hatinya. 

Sky pergi tanpa berkata satu pun, Judy saja  tak mampu memaksa Sky untuk tetap tinggal. Ruby dengan hati bergejolak turun dari panggung. Ia tak bisa membiarkan pestanya tercoreng karena perbuatan Sky. 

Ia lantas meminta waktu sendirian dalam ruangan pribadi, meluapkan kekesalan tanpa orang tahu di balik seluruh kelembutannya di depan publik. Ia adalah topeng bermuka dua yang orang sebut dengan kata munafik.

“Hah!?? Apa dia lebih penting daripadaku?!!!” Rutuk Ruby, “Memangnya siapa dia? Kenapa Sky sangat mencintainya, hahh!!!!!??”

Ruby mendial nomor seorang lelaki , dan berbicara dengannya lewat telfon. 

“Kerjamu tidak pernah becus! Hanya membereskan satu gadis saja kau tak bisa??? Aku sudah membayar mahal!” Ruby berteriak ke arah ponselnya tanpa sengaja, “Pokoknya kau akan tetap diam, jika kau memberi tahu Sky, kau akan habis!!”

Ruby kembali melemparkan handphonenya hingga pecah di atas lantai. Ia memungutnya, mengambil satu serpihan kecil bening yang kini sudah berada di atas nadinya.

Sementara Sky tengah duduk sambil tertunduk pada gelas alkohol yang membuatnya sedikit teler. Beberapa kali ia menatap Shen dia atas ranjangnya yang tampak terbaring lelah. Ia baru saja mendengar penjelasan Orlando soal gadis itu.

“Jadi maksudmu dia sudah merencanakannya?” tanya Sky.

Orlando mengangguk. Tepat seperti dugaannya bahwa memang ada dalang di balik keberanian Anton. Sky semakin meradang, namun yang bisa ia lakukan hanya memandang  dalam pada  tubuh yang meringkuk di dalam selimut. 

“Bawa Anton ke ruang teater! Dan tunggu aku datang ke sana.”

Setelah menunduk, Orlando melenggang pergi. Sky bangkit dari Sofanya, ia mendekati tubuh Shen dan mengungkap selimutnya pelan. Gadis itu menggeliat, tapi tidurnya tak terganggu. 

Sky memperhatikan tangan dan mulutnya tampak lebam. Mungkin ia sudah mengalami kekerasan selama ia tidak ada di sisinya. 

“Maaf ...” Satu kata yang terucap dari mulut Sky. “Harusnya aku tak diam.”

“Aku sudah bertunangan.” Sky mengangkat jari manisnya yang dilingkari cincin. “Tapi ini tidak berarti apa-apa, Shen.”

“Aku tahu. Janjilah padaku, Sky.” Shen terbata, ia sedikit bangkit namun ditahan oleh Sky. “Kau hanya mencintaiku kan?”

“Tentu, aku hanya mencintai kau saja, Shen. Pernikahan itu tidak akan pernah ada!”

Shenina meliuk lembut menempatkan diri di pelukan Sky. Ada rasa senang sekaligus pedih, sampai kapan akan seperti ini? Selalu mencuri waktu untuk bermesra dan bermanja dengan kekasihnya sendiri.

“Istirahatlah di sini! Ada sesuatu yang harus kukerjakan sekarang.” Sky melepas pelukan Shen. “Jangan ke mana-mana, oke?”

Shen meraih tangan Sky sebelum ia melangkah pergi.

Lelaki itu mengerti. Ia juga ingin menemani Shen semalaman, tapi notif di hapenya mengatakan ia harus segera datang. Orlando sudah menangkap Anton dan waktunya ia mengulik semua peristiwa itu. 

Sky mendekatkan wajahnya, ia mencium lembut bibir Shen yang nampak terpaku. Ia kecup beberapa kali sebelum pada akhirnya ia yakin untuk pergi.

Ketika Orlando membuka pintu teater, Sky meringsek masuk  dengan cepat dan menampar mulut Anton. Dengan sengaja ia juga menekan kakinya ke area intim Anton cukup lama hingga pria itu berteriak kesakitan.

“Atas dasar apa kau berani sentuh  wanitaku?”

Anton tergelak. Ia merasa sepupunya benar-benar gila telah menganggap gadis pembantu itu sebagai wanita berharganya.

Plakk!!!

Sky tak terima. Ia merasakan kemarahannya sudah memuncak. Anton dengan mulutnya yang kurang ajar perlu diberi pelajaran. Secara membabi buta ia menggila, sesekali teriakan Anton terdengar panjang di gedung yang sunyi dan gelap.

“Sekali lagi kau mendekati Shen, milikmu akan kehilangan fungsinya selamanya!” Sky berkata terakhir kalinya.

Tubuh Anton terkulai lemas meski kesadarannya masih sedikit tersisa. Lalu ... gelap.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 112. Membuat Salah Paham

    Tok! Tok!“Masuk!”“Hi! Apa kau sibuk?” “ ... Ya?”Emily langsung masuk tanpa kecanggungan. Ia duduk di depan Shen seolah akrab, membuat Shen sedikit kebingungan.“Makan malam tim, kau ikut kan?”Shen menggeleng, “Aku harus pulang ke Seapearls.”“Oh ayolah!” Emily menampakkan wajah kecewa, “Semua orang ingin kau hadir. Bukannya tidak sopan menolak keinginan rekan-rekan kerjamu?”Apa lagi kali ini? Apa yang dia katakan memang benar, tapi ... Seperti kepalsuan.Shen memandang penuh selidik secara terang-terangan. Ia tidak mau kecolongan lagi setelah menderita sekian lama. Emily berubah dalam satu malam? Cinderella saja berubah di jam 12 malam dan kembali ke kehidupan lamanya.EhMana mungkin ia percaya?“Aku tidak mengerti kenapa kau mengajakku kali ini, “ Shen menjawab, “Ada rencana baru lagi?”Wajah Emily langsung pucat. Ia tak menduga Shen bisa waspada atas ajakannya yang memang normal. Jangan sampai ia menolak, Ruby bisa kecewa dan rencana mereka berantakan.“Aku hanya

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 111. Merencanakan Jebakan

    “Kapan kau suruh datang?”“Sebentar lagi, katanya ke kantor sebentar.”Ruby terdiam. Rasanya sudah tak sabar akan melanjutkan rencana yang sudah mereka susun bersama Emily. Seseorang yang ditunggu itu pun mulai menampakkan batang hidungnya. Ia berjalan tenang, seolah sedang menikmati dunia yang indah, di mana karpet merah sudah tersedia untuk dia injak.Wajahnya tersenyum, tapi penuh kelicikan.Ia melihat Ruby dan Emily tengah gelisah, membuat ia semakin percaya diri, tanpa dirinya, usaha semua orang akan sia-sia, terutama dalam berbuat onar.“Kalian sangat tidak sabaran!” ucapnya kemudian sambil duduk di hadapan dua wanita itu.Yang satu menghela nafas, satu lagi terlihat antusias.Ruby senang dengan kehadiran Anton di sana.“Cara kecil tidak mempan lagi. Kita harus pakai cara kasar!”“Apa yang coba kau pikirkan?” Ruby berusaha tenang dengan menyeruput teh-nya. Ia tak mau kelihatan buru-buru karena terdesak.“Pabrik Ranjaya.” Seketika itu mata Ruby melotot sempurna. Ia ta

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 110. Menjenguk

    “Bagaimana kabarmu?”“Siapa yang bilang kalau aku di sini?”Wajah yang tadinya cemas kini berubah tersenyum.“Kakakmu. Maaf aku tidak tahu soal kejadian ini! Kemarin aku menjemput istriku pulang dari rumah sakit.”“Seharusnya kau terus menemaninya, pak.” Jawab wanita itu lesu. Berharap apa dia soal pria yang sudah beristri? “Aku juga mengkhawatirkan rekanku. Apalagi itu karena salah satu anggota keluargaku yang melakukannya.”“Aku baik-baik saja. Pergilah pak!”“Kau mengusirku? Aku juga menemui Anggika kalau terjadi sesuatu padanya.”Shen tak bisa berkilah lagi. Jika dia terus mendorongnya untuk pergi, tidak sopan apalagi dia adalah atasannya sendiri. Shen hanya bisa mempersilahkannya duduk.Hansandy entah ke mana setelah ditinggal pergi sebentar ‘katanya’. Kalau ia memberitahu Sky untuk datang, kenapa ia malah pergi?“Bagaimana kejadiannya? Aku harus dengar cerita darimu sebelum memperkarakan Anton.”“Bapak yakin?”Bukan ia tidak percaya Sky, tapi selama ini mati-matian

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 109. Terkejut

    Gubrakkkkk!!“Hei! Ada apa? Kau bisa membukanya pelan, kan?”Han langsung masuk. Tak peduli lagi setidak-sopan apa orang menganggapnya, ia hanya perlu bicara dengan Sky saat itu juga. Han berdiri di depan Sky dengan wajah marah. Ketidak-tahuan Sky membuat otaknya berpikir lebih kalut. Kenapa semua orang di kantor tenang-tenang saja sementara adiknya tengah merana di rumah sakit!“Sia-sia papa mengeluarkan semua uangnya di perusahaanmu! Kau tahu apa yang membuatnya yakin? Shen ingin melakukannya. Sebagai balas budi karena ia ditampung di sana dengan baik, meski semua orang juga tahu perlakuan buruk keluargamu kepadanya!”Sky berdiri. Tak mengerti dengan permasalahan yang diucapkan Han tiba-tiba. Tapi ia jelas tahu, ada yang salah.“Kau bisa bicara baik-baik? Aku tak pernah mengizinkan keluargaku menyakitinya.”“Baik, aku akan coba bicara baik-baik.” Han duduk di hadapan meja kerja Sky dengan sedikit senyum paksaan. “Apa kau tahu Shen tak masuk kerja?”Sky sama sekali tak tahu

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 108. Pertolongan Kakak Angkat

    “Ehem!”Tanpa sengaja Shen menoleh kepada lelaki yang sedang berdiam di balkon, karena ia berjalan agak jauh, wajahnya belum jelas. Sampai beberapa langkah ia baru sadar, lelaki itu adalah Anton yang memandanginya dengan sorot aneh.“Kau semakin cantik saja!”Tadinya Shen akan berlalu, tapi tangan Anton menahannya untuk tetap di sana.“Sombong sekali, apa kau lupa kalau kita hampir menikah?”Shen masih diam saja, tapi dari kepalan tangannya yang masih dipegang Anton, ia terlihat menahan hati. Mimpi apa dia semalam, sampai bisa dihadang manusia aneh macam dia.“Jangan sok jual mahal, dulu kau murah saja aku tak mau!” Anton semakin mencengkeram tangannya dengan kuat.Ingin melepas pun Shen tak kuat, perbandingan tenaganya dan Anton benar-benar berbeda.“Lepas, tidak?!!”“Akhirnya kau mau buka mulut juga!” Anton menatapi wajah Shen dengan pandangan menjijikkan. Seolah Shen tahu apa yang ada di pikirannya.“Kalau kau tidak mau lepas, aku akan ...”“Mengadukanku pada Sky?” She

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 107. Pertengkaran Demi Pertengkaran

    “Kau tidak menginap?” melirik dengan ekspresi dingin kepada istrinya. Ia baru mengantarkan Ruby pulang ke rumah Bussara setelah dinyatakan baik-baik saja oleh dokter. Ia tahu, istrinya itu berusaha mendapatkan perhatiannya, namun entah kenapa rasanya hatinya menolak.Ia hanya memandangi Ruby dengan tatapan kasihan. Tak lepas ia menyalahkan diri sendiri karena bagaimana pun semua dipicu oleh kedekatannya dengan Shen kembali. Sebelum Shen muncul saja, Ruby tetap uring-uringan, apalagi ia melihatnya langsung di depan mata.Ruby berusaha meraih tangan suaminya, ia memandang penuh harap agar Sky mau tinggal sebentar.“Apa kau tidak khawatir padaku?” ucapnya memelas.“Aku punya rapat penting besok. Pagi-pagi sekali ...”“Aku akan membangunkanmu dan menyiapkan sarapan. Kumohon, ya?”Hatinya membenarkan, seharusnya pun, Ruby adalah istri sahnya. Kalau ia mengabaikan, bukankah ia menelantarkannya?Akhirnya Sky membuka jasnya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Wani

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status