Share

Bab 8. Perjanjian

Penulis: Andrea_Wu
last update Tanggal publikasi: 2026-10-30 14:04:00

"Kenapa wajahmu sangat mirip dengan Clara?"

Ucapan itu ternyata masih terngiang di telinga Clair.

Meskipun belum pernah melihat wajah Clara karena Kael tidak pernah memperlihatkan foto mendiang istrinya, Clair tetap merasa heran. Namun, bukankah di dunia ini ada kemungkinan seseorang memiliki tujuh kembaran?

"Sudahlah, kenapa aku memikirkan hal yang tidak penting begitu? Mungkin hanya kebetulan."

Clair merebahkan tubuhnya di atas kasur kecil di dalam flat sederhana yang ditinggalinya. Matan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dicari! Mama Untuk Putra CEO   Bab 8. Perjanjian

    "Kenapa wajahmu sangat mirip dengan Clara?" Ucapan itu ternyata masih terngiang di telinga Clair. Meskipun belum pernah melihat wajah Clara karena Kael tidak pernah memperlihatkan foto mendiang istrinya, Clair tetap merasa heran. Namun, bukankah di dunia ini ada kemungkinan seseorang memiliki tujuh kembaran? "Sudahlah, kenapa aku memikirkan hal yang tidak penting begitu? Mungkin hanya kebetulan." Clair merebahkan tubuhnya di atas kasur kecil di dalam flat sederhana yang ditinggalinya. Matanya menatap langit-langit kamar, membayangkan bagaimana kehidupannya bisa berubah begitu drastis hanya dalam waktu singkat. Awalnya, dia hanya berniat menolong Leonard, tetapi sekarang justru harus berakhir menjadi istri kontrak Kael Dimitri, seorang CEO dari perusahaan raksasa di negara ini. "Menikah? Apa keputusanku ini benar-benar masuk akal?" gumamnya. "Sudahlah, lebih baik tidur. Besok aku harus ke sana lagi untuk membahas kontrak." Clair mencoba memejamkan kedua matanya. Sejak dulu, dia

  • Dicari! Mama Untuk Putra CEO   Bab 7. Apa Mama Sudah Bangun?

    "Mama!" teriak Leonard begitu mengetahui Clair datang. Wanita itu langsung berjalan masuk ke kamar Leon, diikuti Marta dan Kael yang berjalan di belakang. Leonard yang masih demam menyambut Clair dengan penuh semangat. Dia segera menyingkap selimutnya, lalu merentangkan kedua tangan untuk memeluk wanita yang sebelumnya dia panggil tante itu. "Halo, Boy. Katanya kamu mogok makan. Kenapa?" Leonard mendongak. Matanya yang sayu menatap Clair, lalu kembali menunduk dan menyembunyikan wajahnya di perut wanita itu. Dia menghirup aroma lembut dari tubuh wanita yang sekarang dipanggilnya Mama. Dia sangat menyukai aroma tubuh Clair. Baunya begitu enak dan membuatnya merasa nyaman. "Leon rindu Mama. Kenapa Mama tidur lama banget? Apa Mama sudah bangun? Mama nggak akan tidur lagi, kan?" Clair terdiam beberapa saat. Dia mengusap kepala bocah itu. Hatinya ikut sakit ketika menyadari bahwa anak sekecil ini harus kehilangan ibunya. Dan sekarang, dia harus menggantikan peran ibu bagi Leonard de

  • Dicari! Mama Untuk Putra CEO   Bab 6. Kesepakatan Gila

    Mobil yang dikemudikan Jovan memasuki gerbang utama mansion megah yang berdiri di kawasan elite Dalvora. Di balik pagar besi berwarna hitam keemasan itu, halaman luas terbentang dengan taman yang tertata sempurna, sementara air mancur di tengahnya memantulkan cahaya matahari pagi. Clair merapatkan mantel tipis yang dikenakannya, lalu melirik Jovan yang duduk di belakang kemudi. "Kamu tidak perlu gugup," ujar Jovan ketika mobil berhenti di depan tangga mansion. Ia mematikan mesin, lalu menoleh kepada Clair. "Tuan Dimitri hanya ingin bicara denganmu." Clair mengangguk kecil, lalu kembali menatap Jovan. "Apa Leonard baik-baik saja?" tanyanya kemudian. "Tuan Muda masih demam. Dokter sudah memeriksanya dan memberikan obat, tetapi sejak semalam dia terus memanggil namamu." Ada rasa khawatir yang perlahan memenuhi dada Clair. Ia tidak menyangka anak sekecil Leonard akan begitu terikat kepadanya hanya karena pertemuan singkat mereka. "Kalau begitu, ayo kita masuk," ucap Clair, membuka

  • Dicari! Mama Untuk Putra CEO   Bab 5. Tawaran

    Kael baru saja menyelesaikan beberapa dokumen di ruang kerjanya, lalu menatap foto mendiang istrinya yang selalu berada di atas meja. Dia memandang foto itu cukup lama, lalu meraup kasar wajahnya. Dia tidak harus terus terpuruk seperti ini. Meskipun tidak ada cinta di hati Kael untuk Clara, tapi dia selalu menyesal ketika dia gagal melindungi wanita yang sudah memberinya putra untuknya. "Maafkan aku, Clara. Tadi Leon marah padaku. Aku lupa menjemputnya. Apa aku ayah yang jahat? Aku sudah berusaha membuatnya senang. Semua fasilitas terbaik, tapi aku belum bisa jadi ayah yang baik untuknya." Tepat ketika dia mengalihkan pandangan. Martha datang dengan wajah cemas. "Tuan, Tuan Muda sepertinya kurang sehat." Kael langsung menutup berkas di tangannya. Berdiri, lalu menghampiri Martha yang mematung di depan pintu. "Leon kenapa?" Martha tampak gugup saat berbicara. "Sejak sore tadi, Tuan Muda tidak mau makan, dan sekarang tubuhnya demam." "Belum mau makan juga?" Kael mendesah pe

  • Dicari! Mama Untuk Putra CEO   Bab 4. Leon Mau Mama

    Clair menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang kecil di flat mungil yang disewanya. Selama ini, dia hanya tinggal berdua dengan ibunya di sebuah flat kumuh di kawasan pinggiran Kota Dalvora. Sebelum dipecat dari pekerjaannya, Clair bekerja sebagai kasir di sebuah minimarket yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Dari sanalah dia mencari nafkah untuk menghidupi diri sendiri sekaligus membeli obat-obatan bagi ibunya. Sudah satu tahun ibunya jatuh sakit. Samanta menderita kanker ovarium stadium akhir. Setiap hari, ibunya harus mengonsumsi obat-obatan dan menjalani kemoterapi sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Masalah datang silih berganti. Namun, siang tadi, isi kepalanya semakin rumit setelah bertemu Leonard, dan melihat ekspresi bocah itu yang tidak mau berpisah darinya. "Kasihan juga Leonard, tapi aku nggak mungkin datang ke sana, kan? Lagian, aku nggak ada hubungan apa-apa dengan mereka. Nanti malah dikira aku mendekati anak ko

  • Dicari! Mama Untuk Putra CEO   Bab 3. Apa Mama Sudah Bangun?

    Sepanjang perjalanan, Clair sering menunduk menatap Leonard yang tertidur dalam pelukannya. Dia menghela napas pelan, lalu kembali menatap ke luar jendela. Hari ini seharusnya dia menjalani wawancara kerja di sebuah perusahaan besar setelah menjenguk ibunya di rumah sakit. Dia melamar sebagai cleaning service untuk membayar biaya pengobatan sang ibu yang terus membengkak. Sayangnya, karena tidak tega meninggalkan Leonard sendirian di depan sekolah, dia justru menghabiskan waktu mengantar bocah itu pulang. Ketika mencoba menghubungi pihak perusahaan, Clair baru mengetahui bahwa sesi wawancara telah berakhir. Kesempatan yang sudah dinantikannya selama berhari-hari pun lenyap begitu saja. Clair menyandarkan kepala pada jok. Sejak kecil, hidupnya memang tidak mudah. Ayahnya meninggalkan dirinya dan sang ibu demi wanita lain ketika dia masih kecil. Sejak saat itu, ibunya harus berjuang seorang diri untuk membesarkannya hingga dewasa. Beberapa saat kemudian, taksi yang ditumpangi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status