Share

128. Riuh

Penulis: QM
last update Tanggal publikasi: 2026-07-02 16:10:05

Greta menamati dengan saksama nomor plat kendaraan mewah yang terparkir rapi di area halaman rumah Lotus itu dari balik kaca mobil. Iya, dia menyipitkan matanya berulang kali demi memastikan bahwa penglihatannya tidak salah. Detak jantungnya mendadak bertalu-talu lebih cepat, namun kali ini bukan karena amarah, melainkan karena sebuah spekulasi mendadak yang melintas di dalam benaknya.

“Apa Daddy sedang berkunjung ke sini untuk menanyakan kelanjutan hubunganku dengan Brian kepada Mama Paulina?
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   136. Berdamai dengan Kesalahpahaman

    Brian dapat merasakan dengan jelas bahwa bagian intim sang istri kini telah sepenuhnya basah dan siap menerima dirinya. Ia tahu betul bahwa inilah waktunya yang tepat untuk memasuki liang kenikmatan hangat yang selalu sukses membuatnya kecanduan setiap malam. Tangannya dengan gerakan cepat membuka kancing celananya sendiri, membebaskan miliknya yang sudah sepenuhnya mengeras tegang dan berdenyut menuntut pelepasan. Amaya menatap gerakan maskulin sang suami dengan sepasang mata yang sayu berair karena gairah yang sudah memuncak di ubun-ubun. Sesaat, dalam pandangannya yang mengabur, milik pria itu terlihat begitu perkasa dan tampan menantang di bawah temaram lampu. Brian kemudian menyingkap dress katun milik sang istri semakin tinggi ke atas sebatas dada, membiarkan tubuh polos bagian bawah Amaya terekspos sepenuhnya. “Hhhh,” desis pria itu dengan desahan berat yang sarat akan rasa lega yang luar biasa, tepat di saat ia berhasil menyatukan dan melesakkan miliknya masuk secara perlah

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   135. Cemburu yang Sama

    “Taruh saja kopernya di dalam kamar yang pintu kamarnya berwarna coklat di sebelah sana, Pak,” kata Ibu Rahmi memberikan petunjuk arah seraya mengajak Amaya untuk duduk menenangkan diri di atas sofa ruang tamu.Setelah sang sopir meletakkan koper dan berpamitan, Ibu Rahmi kembali menatap lekat wajah sembab Amaya. “Gimana keadaan kandungan kamu saat ini, Nak?”Amaya mengusap pelan sisa air matanya, mencoba menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari Ibu Rahmi. “Alhamdulillah, janinnya sehat kok, Bu. Maya sengaja pulang ke sini karena Maya mau—”Seperti sudah sangat paham dengan arah maksud penuturan Amaya yang sedang dirundung masalah rumah tangga, Ibu Rahmi dengan cepat memotong kalimat Amaya dengan senyuman keibuan yang menenangkan. “Sudah, sebaiknya kamu segera istirahatlah sekarang, ini sudah teramat larut malam. Kamar tidur lamamu juga sudah siap dan rapi sejak sore tadi.”Amaya hanya bisa menurut pasrah. Ibu Rahmi kemu

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   134. Pergi

    “Aku tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya, Amay. Foto itu tidak seperti apa yang kamu pikirkan,” bela Brian mencoba meluruskan kesalahpahaman yang ada.“Kamu kira aku ini anak kecil yang bisa dengan sangat mudah kamu bohongi dan kamu bodohi dengan kalimat penolakanmu itu, Brian!” seru Amaya dengan suara yang melengking tajam karena dikuasai oleh rasa cemburu dan sakit hati.“Aku tidak sedang berbohong kepadamu, Amay!” tegas Brian, melangkah mendekat untuk meraih bahu istrinya, namun Amaya dengan cepat menepis tangan kekar itu.“Oh ya? Oke, kalau memang begitu kenyataannya, artinya dengan tindakanmu ini kamu sudah jauh lebih memilih Greta daripada aku yang berstatus sebagai istrimu. Baik, kalau itu maumu, kita bercerai saja!” ucap Amaya lantang, melontarkan kalimat sakral yang seketika membuat atmosfer di dalam ruangan itu mendingin.“Jangan bicara sembarangan kamu, Amay! Jaga batasanmu!” bentak Brian dengan urat leher yang menonjol tegang, ti

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   133. Memang Aku

    Yesa menatap kekasihnya dengan pandangan yang semakin bingung sekaligus terkejut. “Terus, kalau itu memang milikmu yang sempat hilang dulu, dari mana kamu bisa mendapatkan foto benda ini sekarang?”“Aku mendapatkan foto ini dari kamar Amaya, Yesa! Dialah orang yang selama ini menyimpan dan memiliki liontin kunci ini! Dia yang memegangnya selama bertahun-tahun, Yesa. Benda itu melekat pada bajunya saat dia pertama kali ditinggalkan di panti asuhan dulu. Dia kemungkinan besar adalah anak kandung kita yang selama ini kita kira sudah tiada, Yesa! Amaya adalah anak kandung kita yang hilang!” seru Paulina dengan suara yang pecah tak tertahan lagi, menumpahkan segala kebenaran yang baru saja ia temukan.Yesa tercengang, tubuhnya mendadak kaku di atas sofa. Pria paruh baya itu mencoba mencerna semua penuturan emosional dari sang kekasih dengan baik di dalam kepalanya, namun akal sehatnya masih menolak untuk percaya begitu saja. Pria itu setengah tidak percaya dengan k

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   132. Pemilik Liontin

    “Mama? Sini, biar aku rapikan perhiasannya,” pintanya lembut, membuat Paulina langsung tersadar dari keterpakuannya.Paulina menyerahkan kalung itu, namun sepasang matanya masih menatap lekat benda tersebut. “Dari mana kamu dapat kalung ini, May?” tanya Paulina dengan nada suara yang tertahan, mencoba menyembunyikan getaran hebat di dalam dadanya.Amaya menerima kalung itu dengan dahi berkerut samar. “Oh, kalung ini? Ini sebenarnya pemberian dari Brian, Ma. Tapi, kalau untuk liontin kuncinya ini, ini sudah sejak lama menjadi milik Amaya sendiri.”“Iya, maksudku liontin ini. Dari mana kamu bisa memilikinya sejak lama?” cecar Paulina lagi, semakin menuntut kejelasan.“Liontin ini dulu ibu panti asuhan tempatku dibesarkan yang menemukannya tersemat di baju bayiku saat aku pertama kali ditinggalkan di sana dulu, Ma,” jawab Amaya jujur tanpa menaruh prasangka apa pun.Paulina merasakan tenggorokannya mendadak sangat kering. “Nama belakangmu be

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   131. Liontin

    “Cerewet, jadi menurutmu aku salah kalau menanyakan apa masalah yang sedang dihadapi oleh suamiku sendiri, begitu?” balas Amaya tidak terima dengan nada suara yang bergetar menahan luapan emosi yang mendadak membuncah di dalam dadanya.“DIAM! Aku sudah bilang jangan banyak tanya, paham!” bentak pria itu dengan suara bariton yang menggelegar, memotong kalimat Amaya tanpa ampun hingga menggema di setiap sudut kamar tidur mereka yang mendadak terasa begitu mencekam.Brian tidak memberikan kesempatan bagi Amaya untuk membela diri lagi. Dengan rahang yang mengeras tegang dan sepasang mata elang yang memancarkan kilat kemarahan yang membara, ia segera menyambar ponsel pintarnya yang tergeletak pasrah di atas meja nakas. Tanpa menoleh sedikitpun ke arah sang istri, pria tegap itu melangkah lebar dan bergegas pergi keluar dari dalam kamar, meninggalkan Amaya seorang diri dilingkupi kesunyian yang menyiksa.Sepeninggal suaminya, benteng pertahanan yang sejak tadi d

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   6. Dibawa Kembali

    Selanjutnya, POV author Di tempat lain, suasana mencekam di sebuah keluarga yang sangat kacau. Ruangan seakan ikut membeku tergerus aura kemarahan yang dahsyat. “Kamu benar-benar membuat malu keluarga, Bela!” Suara ayah Bela terdengar dingin dan menghantam. Bela duduk menunduk, bahunya berge

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   5. Akhir dari Masa Depan Amaya

    Tidak ada jawaban. Hanya kecepatan yang bertambah. Jalanan terasa panjang dan mencekam. Aku tahu, aku dibawa kembali. Kembali ke rumah itu. Kembali ke pria itu. Brian berdiri di ruang tengah ketika aku diseret masuk. Tatapannya tajam, wajahnya keras, dan rahangnya mengeras menahan amarah. Saat ma

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   4. Ketika Kebebasan Hanya Tipuan

    Mataku membelalak, wajahku memanas. Kata itu terdengar begitu kasar di telingaku. Aku tidak menyangka ia akan bertanya sejauh itu. Aku ingin menamparnya, tetapi tubuhku terlalu lemah. Bagaimana bisa seorang laki-laki bertanya demikian. Dasar mesum! “Itu bukan urusanmu,” jawabku. Dia tertawa kec

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   3. Kamar yang Bukan Milikku

    Janice tampak ragu sejenak sebelum menjawab. Ia menatapku dengan mata penuh keyakinan, seakan benar benar percaya pada pria itu. Keyakinan itu membuatku muak. Tidak ada yang bisa membenarkan apa yang telah Brian lakukan padaku. Penculikan, intimidasi, dan teror bukanlah perlindungan. “Nona sangat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status