Share

Akhirnya ....

Penulis: Sity Mariah
last update Tanggal publikasi: 2026-06-15 19:05:50

Karena menyadari apa yang baru saja menyentuh pahaku itu, seluruh darah di tubuhku seperti naik ke wajah.

"Pak Mayor, lepas!" pekikku panik.

Ravyan yang tadinya terlihat santai justru menutup mata sesaat sambil mengembuskan napas panjang.

"Jangan teriak."

"Makanya lepas."

Mata lelaki itu lantas terbuka. "Kalau saya gak mau?"

"Harus mau."

"Yang di bawah kayaknya pengen ngajak kenalan dulu," ucapnya dengan senyum jahil yang masih te
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
kagak bisa melawan ayah ya pak mayor... wkwkwkwk
goodnovel comment avatar
Rindu Barori
kasian pak mayor ...
goodnovel comment avatar
Fa-oel Irawan
gagal lagi dah unboxing nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Dia ....

    Aku tidak langsung pulang setelah Bu Neva berpamitan dan meninggalkanku sendiri di kursi tunggu rumah sakit.Rasanya hatiku masih belum terima. Seperti ada sesuatu yang mengganjal dan menyesakkan di balik dada ini.Kuhembus napas panjang sambil menatap pintu ruang rawat yang sudah tertutup rapat. Kemudian menyandarkan punggung pada sandaran kursi.Mataku refleks memejam.Dan tanpa diminta, wajah Arland tiba-tiba saja hadir.Otakku juga berpikir hal terburuk yang mungkin ia lakukan pada istriku.Tanganku mengepal tanpa sadar. Hatiku kian bergejolak."Kalau semua dugaan ini benar ... saya tidak akan melepaskan kamu bajingan!" gumamku masih dalam posisi yang sama.Entah sudah berapa lama aku mengisi kursi tunggu. Setiap harinya, aku selalu langsung ke rumah sakit tanpa berganti pakaian dinas lebih dulu.Sekarang harusnya aku bisa pulang, membersihkan diri dan beristirahat sejenak di rumah lalu kembali ke rumah sakit dengan membawa buku kesukaan Lyra seperti saran Bu Neva.Namun aku tidak

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Mendengar Tanpa Harus Menjawab

    Hari demi hari berlalu dan Lyra masih menjalani perawatan di rumah sakit tanpa perubahan berarti. Aku yang masih aktif di militer tidak bisa menjaga dan memantaunya, sehingga hanya mengandalkan penjagaan dari suster jaga di sana. Serta Bu Neva yang masih terus mendampingi.Sudah satu Minggu Lyra dirawat. Dan selama itu juga, keadaannya masih sama. Lyra tidak mau bicara. Lyra takut dengan sentuhan sekecil apapun. Ia juga masih sering menangis.Rasanya aku benar-benar putus asa karena Lyra masih saja seperti itu.Bu Neva akan datang setiap sore seperti permintaanku sehingga aku bisa ikut tahu perkembangan kondisi Lyra.Seperti sore ini, aku mengintip dari celah pintu.Lyra duduk di ujung ranjang besi dengan pandangan kosong. Lingkar matanya pun tampak menghitam. Bu Neva dengan sabar selalu mengajaknya bicara dengan pelan."Kalau Mba Lyra sudah merasa percaya dengan Ibu, Mba Lyra bisa cerita apa saja, ya," ucap Bu Neva yang duduk di ujung ranjang. Berhadapan dengan Lyra."A ... Arland ..

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Tak Sekedar Patah

    Aku hanya bisa menyetujui saat Dokter Wirawan menyarankan hal demikian.Tak berselang lama, rekan psikiater yang dihubunginya pun datang. Seorang perempuan paruh baya yang begitu ramah pada pertemuan pertama ini.Aku diminta meninggalkan ruangan hingga hanya psikiatri dan Lyra yang mengisi ruang rawat."Tenang, Mayor. Istrimu pasti sembuh," ucap Dokter Wirawan saat aku baru saja menyandarkan punggung pada dinding di luar ruangan.Aku hanya mengangguk lemah. Dokter Wirawan lantas pergi menyusuri, langkahnya terdengar saat lorong rumah sakit. Meninggalkanku sendiri dengan rasa gelisah yang membelit.Desahan napasku yang berat terasa begitu jelas di antara udara kosong di sekitar.Aku menoleh pada daun pintu yang sudah tertutup. Berharap di dalam sana Lyra bisa tenang dan masalah ini menemukan titik terang.Aku masih menyandarkan kepala. Memejamkan mata bersama hati yang terus berharap. Hingga rasanya terlalu sulit menahan

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Memburuk

    Aku masih di tempatku. Menatap Lyra yang akhirnya tenang meski di bawah pengaruh obat. Menit demi menit berlalu dan aku masih hanya bisa menatapnya. Tanpa mampu menyentuhnya sedikit saja. Padahal aku amat sangat merindukannya. Tujuh hari jauh darinya, rinduku sesak memenuhi dada. Dan kenyataannya, rindu ini tidak dapat berlabuh seperti yang kubayangkan."Sayang ...." Aku mencoba memanggilnya. Masih berharap Lyra akan bersuara. Namun harapanku lagi-lagi harus pupus, karena Lyra hanya mengedipkan mata dan bulir bening kembali jatuh dari sudut matanya.Aku menghela napas lalu mengusap wajah kasar.Aku tidak boleh memaksanya atau Lyra akan mengamuk.Aku pun harus menahan diri dan berhenti bertanya, meski ribuan pertanyaan yang memenuhi kepalaku tak satupun mendapatkan jawaban.Lewat tengah malam, perlahan-lahan Lyra pun memejamkan kedua matanya. Deru napasnya tampak makin tenang. Lyra tertidur di bawah pengaruh obat. Dan kuharap efeknya akan lama. Karena aku sendiri tidak sanggup kalau ha

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Trauma Berat

    Aku pun gamang.Tapi tidak ada jalan lain. Lyra harus diperiksa dan aku harus tahu apa yang terjadi dengannya. Aku harus tahu kondisinya.Akhirnya aku setuju.Dokter menyiapkan suntikan berisi obat. Kemudian memintaku memegangi kedua kaki dan satu tangan Lyra.Tentu saja Lyra berontak dan berteriak. Tenaganya pun besar sehingga aku harus mengerahkan tenagaku juga untuk menahannya.Lyra terus berteriak. Kaki serta tangannya terus meronta. Sampai dokter berhasil menyuntik lengannya. Karena dosisnya rendah, Lyra masih terus berteriak dan histeris. Dia mengamuk di atas tempat tidur. Melempar apa yang ada di dekatnya hingga kasur itu berantakan.Lima belas menit berselang, tubuh Lyra perlahan melemah. Dia berbaring tanpa teriakan dan gerakan lagi. Tatapan matanya kembali kosong dan saat itu, dokter pun melakukan pemeriksaan dengan telaten.Dokter melepas stetoskop di daun telinganya lalu menghela napas."Mayor, istri

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Obat Penenang

    Hatiku berdebar hebat sekaligus nyeri. Ribuan ton batu seolah ditimpakan tanpa ampun. "Bau ini ...." Aku bergumam. Tanganku meremas selimut tersebut hingga urat-urat tampak menonjol. Sebagai lelaki, aku sangat hafal bau khas yang tertinggal di atas selimutnya. Itu ... bau sperma dari seorang lelaki. Aku lalu menatap Lyra yang terbaring lemah dan masih terpejam. "Apa yang sudah terjadi?" tanyaku dengan gemeletuk gigi yang terdengar. Setelah mencium aroma sperma yang tertinggal, pikiranku kacau. Hatiku marah. Darahku tersirap naik sampai ubun-ubun. Aku tidak bisa berpikir positif. "Siapa yang berani Lyra bawa ke kamar ini?" gumamku dengan rasa sakit yang makin mengoyak hati. Tapi satu sisi hatiku pun bertanya, kalau memang Lyra mengkhianatiku, kenapa kondisinya justru seperti ini? "Enggak mungkin...?" Air mataku tumpah ruah. Ah, terlalu

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Tidak Puas Sepenuhnya

    "Papa gak bisa lakukan itu!” Suara Mas Arland meninggi. “Aku anak Papa!”Om Mahesa berhenti melangkah.Pria paruh baya itu menoleh perlahan dengan tatapan yang terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.“Anak papa seharusnya tahu bagaimana cara menjaga harga diri dan kehormatan keluarganya!”Mas Arl

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Keputusan Telak

    Kekacauan itu belum selesai.“ARLAND!”Suara berat penuh tekanan mendadak menggema dari deretan kursi keluarga.Seorang pria paruh baya berjas hitam berdiri dengan wajah merah padam. Rahangnya mengeras menahan malu.Mahesa Maheswara, Papa Mas Arland.Tatapannya langsung menusuk pada putranya sendir

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Setimpal

    Ballroom megah itu berubah kacau hanya dalam hitungan detik.Suara bisik-bisik tamu mulai bercampur dengan seruan kaget dan tatapan jijik yang mengarah pada Mas Arland.Beberapa orang tua bahkan buru-buru menutupi mata anak mereka. Namun video itu terus berjalan tanpa ada yang bisa menghentikan.Wa

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   5. Surprise!

    “Kita pikirkan hal lainnya nanti. Sekarang kita fokus saja pada hari H yang semakin dekat,” ucap Ravyan tenang. Aku hanya bisa menatapnya dengan jantung yang berdetak aneh. Sedangkan laki-laki itu hanya tersenyum kecil sebelum kembali menyeruput minumannya seolah pembicaraan tentang pernikahan da

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status