Share

Bab 116

Author: Saraswati_5
last update Last Updated: 2025-08-26 21:55:47

Tubuh Ayu terhempas ke tanah, darah hangat merembes membasahi bajunya. Nafasnya tersengal, matanya berkunang-kunang. Suara dunia di sekelilingnya terdengar samar, bercampur antara derap langkah, teriakan, dan desingan peluru yang entah dari mana datangnya.

Dalam kabut kesadarannya, ia mendengar suara Arya.

"Ayu! Bertahanlah!" seru Arya, wajahnya panik. Ia berlari ke arah Ayu, berlutut, lalu menekan luka di dada Ayu dengan tangannya yang gemetar. "Kau tidak boleh meninggalkanku… aku tidak akan membiarkanmu pergi!"

Namun, suara lain terdengar, dingin, menusuk hati. Sarah.

"Jangan sentuh dia, Arya." Suaranya tegas. "Biarkan saja. Itu mungkin jalan yang terbaik untuknya."

Arya menoleh dengan mata yang berapi-api. "Diam, Sarah! Jangan bicara omong kosong!"

Ayu ingin mengatakan sesuatu, ingin menjerit, ingin menolak semua pengkhianatan yang menjeratnya. Tapi suaranya hanya keluar lirih, nyaris tak terdengar. "Kenapa… kalian…"

Kesadarannya meredup, seperti lilin yang hampir padam.

---

Gelap.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikhianati Tunangan, Dinikahi Sultan   Bab 118

    Hening menyelimuti ruangan yang penuh debu setelah kepergian Sarah. Hanya suara batuk Ayu dan tarikan napas berat Ashraf yang terdengar. Ayu masih terisak, tubuhnya gemetar hebat, sementara Ashraf mengepalkan tinjunya hingga buku jarinya memutih.“Dia membawa Rio…” suara Ayu bergetar. “Anak itu… satu-satunya alasanku bertahan hidup… Sarah membawanya…”Ashraf mendekat, meraih bahu Ayu. “Tenang. Kita akan menemukannya.”Tatapan Ashraf tajam, seakan berjanji pada dirinya sendiri.Arya, yang sejak tadi diam, menatap keduanya dengan mata gelap. “Masalahnya, Sarah bukan sekadar musuh. Dia tahu semua langkah kita. Kalau kita terburu-buru, Rio bisa jadi taruhannya.”Ayu menoleh, matanya penuh amarah. “Kau selalu bicara logika, Arya. Tapi ini anakku! Aku tidak peduli jika aku harus menyerahkan nyawaku, asalkan Rio selamat!”Arya membalas tatapan Ayu, seolah ingin mengatakan sesuatu—namun menahannya.---Beberapa jam kemudian, sebuah pesan misterius tiba. Kertas tipis, ditinggalkan di depan pin

  • Dikhianati Tunangan, Dinikahi Sultan   Bab 117

    Suara tembakan masih bergema di ruangan sempit itu. Asap tipis mengepul, menyisakan bau mesiu yang menusuk hidung. Semua orang terdiam, waktu seakan berhenti.Ayu menahan napas, matanya terpaku pada sosok yang terjatuh di lantai. Darah merah mengalir, membasahi lantai dingin.Arya berteriak, "Tidak!!!" lalu segera merunduk, mendekati tubuh yang roboh.Ternyata, yang tertembak adalah Sarah.Peluru menembus bahunya, membuatnya meringis kesakitan. Wajah cantiknya kini berubah pucat, namun matanya masih menyalakan api kebencian."Reza… kau brengsek," desis Sarah dengan napas terengah.Reza tertawa pelan, suaranya dingin. "Kau pikir aku tidak tahu permainanmu, Sarah? Aku selalu satu langkah di depanmu."Ashraf berdiri tegak, pistolnya masih terarah pada dada Reza. Tubuhnya penuh luka, wajahnya pucat, tapi sorot matanya tajam seperti pisau."Sudah cukup, Reza," ucap Ashraf pelan, tapi penuh ancaman. "Lepaskan Ayu. Kau hanya akan menambah musuh jika terus memainkannya."Reza tersenyum sinis.

  • Dikhianati Tunangan, Dinikahi Sultan   Bab 116

    Tubuh Ayu terhempas ke tanah, darah hangat merembes membasahi bajunya. Nafasnya tersengal, matanya berkunang-kunang. Suara dunia di sekelilingnya terdengar samar, bercampur antara derap langkah, teriakan, dan desingan peluru yang entah dari mana datangnya.Dalam kabut kesadarannya, ia mendengar suara Arya."Ayu! Bertahanlah!" seru Arya, wajahnya panik. Ia berlari ke arah Ayu, berlutut, lalu menekan luka di dada Ayu dengan tangannya yang gemetar. "Kau tidak boleh meninggalkanku… aku tidak akan membiarkanmu pergi!"Namun, suara lain terdengar, dingin, menusuk hati. Sarah."Jangan sentuh dia, Arya." Suaranya tegas. "Biarkan saja. Itu mungkin jalan yang terbaik untuknya."Arya menoleh dengan mata yang berapi-api. "Diam, Sarah! Jangan bicara omong kosong!"Ayu ingin mengatakan sesuatu, ingin menjerit, ingin menolak semua pengkhianatan yang menjeratnya. Tapi suaranya hanya keluar lirih, nyaris tak terdengar. "Kenapa… kalian…"Kesadarannya meredup, seperti lilin yang hampir padam.---Gelap.

  • Dikhianati Tunangan, Dinikahi Sultan   Bab 114

    Ayu terbangun di sebuah ruangan asing. Kepalanya terasa sakit, tubuhnya lemas. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi, tapi ingatannya masih kabur. "Di mana aku?" tanya Ayu, suaranya serak. Seorang wanita mendekat. Wajahnya lembut, tapi matanya menyimpan kesedihan. "Kau aman sekarang, Ayu," kata wanita itu. "Kau berada di tempat yang aman." "Siapa kau?" tanya Ayu, merasa curiga. "Namaku Sarah," jawab wanita itu. "Aku adalah teman Ashraf." Ayu terkejut. "Teman Ashraf? Tapi bagaimana-" "Aku tahu semuanya, Ayu," potong Sarah. "Tentang Reza, tentang masa lalu Ashraf, tentang semua yang terjadi." Ayu merasa bingung. "Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku di sini?" Sarah menarik napas dalam-dalam. "Kau mengalami kecelakaan, Ayu. Mobil itu sengaja menabrakmu." Ayu terkejut. "Sengaja? Siapa yang melakukannya?" Sarah menggeleng. "Aku tidak tahu pasti. Tapi aku tahu itu bukan orang baik." "Di mana Ashraf? Apa dia baik-baik saja?" tanya Ayu, merasa khawatir. Sarah terdiam sejenak.

  • Dikhianati Tunangan, Dinikahi Sultan   Bab 113

    Ayu memeluk foto itu erat-erat, air matanya membasahi kertas. Ancaman itu begitu nyata, begitu dekat. Rio, satu-satunya alasan ia bertahan, kini menjadi sasaran. Ia harus bertindak cepat, tapi bagaimana?Dengan tangan gemetar, Ayu meraih ponselnya dan menghubungi Ashraf. Nada sambung berdering panjang, tapi tak ada jawaban. Perasaan panik semakin mencengkeramnya. Ia harus bertemu Ashraf, sekarang juga.Ayu menitipkan Rio pada tetangga terdekat yang bisa dipercaya, Bu Ratih, dengan alasan ada urusan mendesak. Ia berjanji akan segera kembali. Dengan jantung berdebar, Ayu melajukan mobilnya menuju bengkel tempat Ashraf bekerja.Sesampainya di sana, Ayu melihat bengkel itu sepi. Beberapa mekanik terlihat sedang mengobrol di pojok, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Ashraf."Maaf, Mas Ashraf ada?" tanya Ayu pada salah seorang mekanik.Pria itu menggeleng. "Mas Ashraf tidak masuk hari ini, Mbak. Katanya ada urusan keluarga."Ayu merasa firasat buruk semakin kuat. "Apa Mas Ashraf bilang m

  • Dikhianati Tunangan, Dinikahi Sultan   Bab 112

    Ayu berdiri kaku, tubuhnya nyaris tak mampu menopang berat kepalanya yang dipenuhi pertanyaan. Suara asing pria di hadapannya masih terngiang di telinganya, penuh ancaman. Ashraf berdiri di samping pria itu, wajahnya pucat dan penuh rasa bersalah.“Siapa dia, Ashraf?” Ayu berbisik, suaranya bergetar.Pria itu melangkah maju. Sorot matanya tajam, penuh kuasa. “Namaku Reza. Aku bukan orang asing bagi Ashraf. Katakanlah… aku adalah masa lalunya yang tidak pernah dia ceritakan padamu.”Ayu menelan ludah, sulit bernapas. “Masa lalu? Apa maksudnya?”Ashraf menunduk, kedua tangannya mengepal. “Yu… aku pernah terlibat dengan hal-hal buruk sebelum aku bertemu kamu. Aku pikir semua itu sudah selesai. Tapi ternyata… masa laluku kembali menghantuiku.”“Hal-hal buruk?” Ayu hampir tidak sanggup mengucapkannya. “Apa maksudmu, Ashraf? Apa yang sudah kamu lakukan?”Reza menyeringai sinis. “Pria yang kau cintai ini dulu bekerja denganku. Kami terlibat dalam bisnis ilegal, Yu. Uang, kekuasaan, semuanya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status