Masuk“Jangan katakan kau tidak tahu, Kael. Kita berdua tahu apa tepatnya yang kutanyakan.”
Kael menggeleng. Rautnya datar dan tanpa emosi. Kesetian Kael tidak pernah kuragukan. Begitu pun jika Kakek memutuskan untuk menutup rahasia ini dariku. “Saya hanya bisa memberikan jawaban, bukan mereka berdua.” “Jadi kau tahu siapa dia.” Aku turun dari mobil. “Tidak. Saya tahu itu bukan mereka.” Langkahku sempat terhenti dengan jawaban Kael, menatap ekspresi Kael yang sama seperti sebelumnya. Kael tidak pernah berbohong padaku. “Kau mau menyelidikinya untukku? Aku tidak suka ada masalah dengan warisan kakek ataupun ayahku.” Kael mengangguk dan kembali mengekor di belakangku. Tuan Joshua dan asistennya sudah menunggu di ruang tamu. Dan Nick duduk di kursi yang biasa diduduki kakek dengan pongah. “Kau benar-benar tak menyia-nyiakan kesempatan, ya?” Aku berhenti di samping Nick. “Apa?” “Kau bukan siapa-siapa di keluarga Blackwood.” Eksperi Nick membeku, terpaksa bangkit dari posisi terlalu nyamannya dan duduk di seberang meja. Aku mengangguk pada tuan Joshua. Bersiap menghadapi kejutan apa pun yang Nick siapkan, dan tak pernah membayangkan aku akan seterkejut ini. “Semuanya? Itu tidak mungkin!” seruku setelah mendengar pembacaan semua detail wasiat yang dibacakan tuan Joshua. Jantungku berdegup kencang dan tubuhku gemetar hebat. Menatap Nick yang menampilkan ekspresi sedih yang dibuat-buat. Aku bisa melihat seringai jahat pria itu dengan jelas. Semua saham dan properti atas nama Zack Blackwood akan diserahkan pada Nick, karena dianggap mampu untuk memegang kendali perusahaan dibandingkan aku? “Aku cucu kandungnya. Satu-satunya ahli warisnya.” Setidaknya untuk saat ini sampai aku mendapatkan jawaban dari tes DNA di kantor kakek. “Nyonya Evelyn dan nona Sia juga mendapatkan beberapa fasilitas yang sama dengan Anda.” “Mereka tidak memiliki darah yang sama denganku. Mereka hanya pernah menjadi bagian dari keluarga Blackwood sebelum paman meninggal.” “Maafkan saya, Nona. Saya hanya membacakan wasiat seperti yang ditanda tangani tuan Zack Blackwood. Jika Anda ingin menuntut, silahkan ajukan tuntutan di persidangan.” Bibirku menipis. Tuntutan akan membutuhkan waktu lebih dari seminggu. Lebih dari cukup bagi Nick untuk menghancurkan Blackwood, terutama di tengah serangan media. Darah Blackwood di dalam diriku memberikan kekuatan yang mutlak, tetapi juga mampu menghancurkan segalanya dengan mudah. Aku sudah cukup mengabaikan desas-desus di antara pelayat. Saham perusahaan menurun drastis sementara aku mengurus pemakaman kakek. Nick mengambil kesempatan tersebut dengan sangat baik. “Kau punya waktu satu jam untuk mengemas barang-barangmu. Tapi aku baru ingat, kalau tidak ada apa pun yang ditinggalkan kakek tua bodoh itu pada cucunya yang tolol. Enyah!” Aku hanya diam. Menikmati senyum kepuasan di wajah bahagia Nick. Dua anak buah Nick mendekat, aku menolak disentuh dan berjalan menuju pintu dengan kepala terangkat tinggi. Meskipun hati dan pikiranku dipenuhi luka dan duka yang masih segar, tetap saja aku tidak boleh menunjukkan sedikit pun kelemahan di depan Nick lagi. “Sungguh seperti ini caramu merampas semuanya dariku?” Aku memutar tubuh, tepat di depan pintu. Nick terkekeh. “Bukan caranya, tapi hasilnya. Ingat?” “Kau selalu menjilat kakek dengan cara apa pun, tapi tak sekali pun kau belajar dari caranya.” Senyum Nick sempat membeku, tetapi kemudian ekspresinya menjadi bengis saat melayangkan tamparan yang terlambat ditangkap oleh Kael di sampingku. Mataku terpejam, membiarkan rasa panas di pipiku sedikit memudar sebelum mengangkat kepala. Menatap lekat mata hitam Nick. “Aku sudah cukup berbaik hati untuk menikahimu dan menjadikanmu istri sahku. Sedikit pun, apakah kau tidak memikirkan bagaimana perasaan Grace yang selama ini menjadi selingkuhanku? Yang harus disembunyikan dan tidak diakui.” “Itulah sebabnya kau membangun kerajaan bisnismu dari daging perusahaan kakekku?” Sekarang aku bisa menangkap jelas motifasi bijaksana Nick melakukan semua pengkhianatan ini. “Menjadikannya ratu di dunia yang kau bangun?” Seringai Nick naik lebih tinggi. “Kedengarannya tidak seromantis yang kubayangkan. Kau lupa, hanya karena bisa mencurinya, bukan berarti semua akan menjadi milikmu.” Nick menggeram lagi, seperti singa terluka karena harga dirinya diserang. Tapi sangat jelas Nick bukan singa. Lintah? Tikus? Tikus got menyedihkan yang berlagak seperti singa. “Enyah sekarang juga!” Kael menangkap tangan Nick yang hendak mendorongku, ketegangan sempat memuncak saat tatapan marah Nick teralih pada Kael. “Kita pergi sekarang,” ucapku sebelum salah satu di antara kami terluka. Sekarang rumah ini sudah dipenuhi oleh orang-orang bayaran Nick. “Pekerjaanmu tidak pernah mengecewakan kakek tua bodoh itu.” Aku mendengar Nick berteriak Kael. “Aku punya posisi yang tepat untukmu. Membersihkan kamar mandiku.” Kami mengabaikan tawa Nick. Berjalan menuju pintu gerbang. “Tuan Blackwood tidak mungkin membuat wasiat semacam itu, Nona.” Kael menghentikan taksi untuk kami setelah berjalan keluar dari area perumahan. Kakiku mulai lelah berjalan kaki, tetapi semuanya baru saja dimulai. “Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Aku tak menjawab, menatap langit yang gelap. “Anda bisa istirahat di tempat saya untuk sementara ini, sambil memikirkan rencana selanjutnya.” Kael membukakan pintu taksi untukku. Blackstone? Hanya nama itu yang kupikirkan. Kehancuran Blackwood adalah satu-satunya hal yang paling diinginkan oleh Blackstone. Tetapi Lucien Blackstone tidak suka menghancurkan sesuatu yang memiliki nilai tinggi dan barang yang cantik. “Aku sudah memikirkannya,” ucapku dengan mantap. Menatap pantulan wajahku di kaca mobil taksi yang berhenti di depanku. *** Aku tidak punya banyak waktu untuk meratapi keterperukanku. Kepercayaan diri Nick yang sebesar itu, pasti memiliki landasan yang kuat. Sehingga pria itu nekat memalsukan surat wasiat? “Surat wasiatnya asli.” Kael menunjukkan ponselnya ke hadapanku. “Tanda tangannya asli.” Aku tidak bisa membayangkan, apa yang dikatakan kakek dua hari yang lalu berbanding dengan kenyataan yang terjadi. “Ada kemungkinan surat wasiat itu direkayasa?” Kael mengeleng. Membuatku mulai goyah. “Tetapi saya yakin ada beberapa poin yang ditutupi. Tuan Joshua mengatakan surat tersebut dirubah tidak lama setelah Anda memutuskan pertunangan dengan Vance.” Napasku tertahan. “Saat kita ke kantor polisi untuk mengajukan tuntutan atas pencemaran nama baik pada Vance, ada seseorang yang menemui tuan Blackwood.” “Nick? Grace?” Hanya nama itu yang bisa kupikirkan. “Bukan keduanya. Saya sudah memastikan alibi keduanya. Mereka berpesta di rumah Anda.” “Lalu?” “Semua CCTV dimatikan.” Aku menarik napas. Kejanggalan dalam kematian kakek semakin mengusikku. Aku menepikan masalah ini dari kepalaku untuk sementara. “Hanya ini yang bisa saya temukan.” Kael menunjukkan mengulurkan tangan. Menunjukkan sebuah kancing manset pria. Berbentuk bulat dengan emas putih yang membentuk huruf RB. Aku membelalak, mengambil tasku di meja dan menumpahkan isinya. Menemukan benda yang sama di antara barang-barangku dan menatap keduanya. Dari batu hitam dan dipadukan dengan emas putih yang sama. Sekarang aku tahu dengan pasti. “I-ini?” Kael pun terkejut dengan pasangan kancing manset yang ada di tanganku. “B-bagaimana?” Pemilik kancing ini adalah orang yang ditemui kakek sebelum kematiannya. Juga ayah dari anak yang pernah kukandung.Aku tersentak kaget saat mataku terbuka dan menemukan Amy yang berdiri di ujung ranjang. Bersandar di tiang ranjang dengan pandangan yang terpaku ke arah wajah Lucien. Dan berpakaian.“Dia selalu tampan saat sedang tidur.” Senyum Amy berubah dingin saat menoleh ke arahku. “Bukan berarti dia tidak tampan saat tidak sedang tidur. Hanya saja, aku suka setiap kali melihatnya sedang tidur. Begitu tenang dan damai, dan saat matanya terbuka. Mereka berada di dunia lain. Kau mengerti?”Aku bangun terduduk, masih menahan selimut tetap menempel di dada untuk menutupi dadaku yang telanjang. Dan sama sekali tak memahami maksud kata-kata Amy yang setengah melantur.“Saat tidur, dia terlihat seperti malaikat.”Aku menoleh ke samping, menatap wajah tampan Lucien yang bernapas dengan teratur. Garis rahangnya tidak kaku, helaian rambut jatuh sembarangan di dahi. Secara keseluruhan, ekspresi Lucien terlihat lebih lembut dengan mata yang terpejam. Yang tak pernah ditunjukkan saat pria itu terjaga.Mungk
Emmit Blackstone tak punya pilihan untuk mengakui keberadaanku. Meja makan besar sudah dipenuhi semua anggota keluarga Blackstone. “Dia tidak seharusnya ada di sini.” River langsung menemukan keberadaanku di samping Lucien. “Ayah sudah memberi persetujuan.” Lucien melirik Emmit yang duduk di seberang meja. Membuat Amy dan Daniel menoleh cepat.“Dia tidak bertanya.” Emmit hanya mengedikkan bahu. Membuatku bergerak tak nyaman di kursiku.“Dia berada di tempat yang salah.”Aku menoleh, menangkap suara yang pertama kali kudengar. Adik laki-laki Emmit, Evan Blackstone. Di sampingnya istri dan putri mereka. Freya dan Nicole. “Grace Sinclair, mengirim salam.”Evan membeku.“Untuk Nicole, maksudku.” Aku menatap Nicole. Evan tidak bersuara lagi.“Terima kasih, Nyonya Blackstone” bisik Lucien. Dan tidak ada lagi yang bersuara setelah makanan disajikan di meja. Makan malam berlangsung terlalu hening. Selesai dengan cepat dan tanpa konfrontasi berarti seperti sambutan penuh antusias mereka.Kel
“Wanita bergaun hitam?” Suara Lukas datar dan penuh ketenangan. Nyaris seperti Kael. “Dia sudah keluar beberapa menit yang lalu.”“Kau yakin?” Grace tak menyerah. “Aku yakin …”“Kita pergi sekarang.” Kemudian suara langkah kaki keduanya semakin menjauh. Aku kembali mendapatkan napasku. Kelegaan tersebut hanya bertahan satu detik, aku tersadar dan melompat turun. Hampir terjerembab ke lantai kalau Lucien tidak menangkap pinggangku.“T-terima kasih.”“Terima kasih?”Aku menurunkan pandangan. Mengambil dompetku. “Kita harus keluar.”“Setelah kita bertemu ayah dan kakekku, tidak ada lagi yang harus disembunyikan, kan?”Aku tahu.“Aku sudah mengurus semua barang-barang di apartemen. Tidak banyak. Besok pagi aku akan menjemputmu.”“Apa?” Aku menoleh dengan cepat.“Anggota Blackstone punya aturan ketat untuk anggota keluarga utama.”“Dan apa itu?”“Keturunan sah Blackwood, tetap tinggal di tempat Blackwood.”Langkahku terhenti, seluruh tubuhku membeku.“Apa aku sudah memberitahumu?”“Belum.”
Aku membeku, apakah aku tidak salah dengar? Secepat ini Nick membutuhkanku?“Kita bisa membicarakan semuanya dengan baik-baik. Aku akan memberimu kesempatan untuk meminta maaf.”“Minta maaf? Maaf, apa aku tidak salah dengar?”“Kau yang tidak punya pilihan, Lilith. Kau harus menikah untuk mendapatkan saham ayahmu, kan?”“Belum cukup yang kau curi dariku?”Nick menyambar lenganku, menyentakkan tubuhku hingga membentur dadanya. Wajahku mengeras dan bibirnya menipis.Tanganku terangkat saat Kael bereaksi dengan sikap ramah Nick yang hanya bertahan beberapa detik.“Aku bukan orang yang tidak terima kasih. Jika kau tidak membuat masalah dengan pengumuman konyolmu, aku tidak akan senekat ini untuk …”“Memanipulasi wasiat kakekku?”Nick memucat meskipun wajahnya tetap mengeras. Aku melepaskan lenganku. “Di negara ini, tidak ada peraturan untuk menikahi dua wanita, Nick. Kau bisa pindah kenegaraan kalau tertarik memiliki dua istri. Tapi salah satunya sudah pasti bukan aku.”“Aku dan Grace tida
Ini bukan ciuman pertamaku, tetapi dari cara Lucien menciumku, Lucien sudah sangat berpengalaman dengan wanita. Jauh berpengalaman dibanding diriku yang masih begitu muda dan hanya memiliki Nick. Juga pria misterius, yang bahkan tidak kuingat bagaimana kami bisa memiliki anak bersama.“Manis sekali.” Lucien mengusap bibirku yang masih basah dengan ibu jari. “Aku penasaran, apa saja yang bisa dilakukan mulut ini?”“Tidak ada.” Wajahku seperti terbakar.“Untuk sekarang.” Ujung bibir Lucien tersenyum dan aku menatapnya. Tangannya merogoh saku jas, mengeluarkan kotak berwarna hitam dan membukanya. “Cincin pertunangan.”Sejenak aku terpana dengan keindahan kilau dari batu merah gelap yang menjadi mata cincin, lalu terpukau dengan kecantikan desain tersebut. Sangat tidak berlebihan kalau Blackstone bisa menjadi perusahaan perhiasan mewah yang berkembang pesat di pasar global. Popularitasnya tidak lebih kecil dari ketenaran Blackwood, tetapi mungkin lebih besar sedikit. Karena darah Blacksto
Kekejaman dan kebencian keluarga Blackstone adalah informasi yang sudah menjadi bagian dari diriku sebagai penerus satu-satunya Blackwood. Dan Lucien Blackstone, tampan dan sangat menyadari ketampanannya, semua perwujudan sikap brengsek orang kaya. Cukup mendeskripsikan cucu tertua dari River Blackstone. Yang akan memegang kendali selanjutnya setelah Emmit Blackstone.Tidak sulit menemukan wanita-wanita cantik yang berpose di lengan Lucien dengan berbusana minim. Menyukai yang terbaik dari yang terbaik, tercantik dari yang tercantik, dan yang tersempurna dari yang sempurna. Dibandingkan keturunan Blackstone yang keseluruhannya nyaris selalu menghancurkan apa pun tanpa menggunakan otak mereka, Lucien terobsesi dengan mengoleksi barang-barang yang cantik.“Blackwood?” Suara rendah yang membuat bulu di tengkukku berdiri segera mengalihkan perhatianku dari vas di meja. Sejenak mengagumi koneksi kaki tangan kakek untuk mempertemukanku dengan Lucien Blackstone. Di ruang pribadi di salah klu







