Masuk“Wanita bergaun hitam?” Suara Lukas datar dan penuh ketenangan. Nyaris seperti Kael. “Dia sudah keluar beberapa menit yang lalu.”
“Kau yakin?” Grace tak menyerah. “Aku yakin …” “Kita pergi sekarang.” Kemudian suara langkah kaki keduanya semakin menjauh. Aku kembali mendapatkan napasku. Kelegaan tersebut hanya bertahan satu detik, aku tersadar dan melompat turun. Hampir terjerembab ke lantai kalau Lucien tidak menangkap pinggangku. “T-terima kasih.” “Terima kasih?” Aku menurunkan pandangan. Mengambil dompetku. “Kita harus keluar.” “Setelah kita bertemu ayah dan kakekku, tidak ada lagi yang harus disembunyikan, kan?” Aku tahu. “Aku sudah mengurus semua barang-barang di apartemen. Tidak banyak. Besok pagi aku akan menjemputmu.” “Apa?” Aku menoleh dengan cepat. “Anggota Blackstone punya aturan ketat untuk anggota keluarga utama.” “Dan apa itu?” “Keturunan sah Blackwood, tetap tinggal di tempat Blackwood.” Langkahku terhenti, seluruh tubuhku membeku. “Apa aku sudah memberitahumu?” “Belum.” “Oh, sekarang sudah.” Sekarang aku benar-benar masuk ke sarang serigala. *** Pertemuan dengan tuan Joshua berakhir lancar seperti yang kuharapkan. Aku memegang 20 persen saham ayahku, tidak lebih banyak dari yang dipegang Nick saat ini. Tetapi awal yang baik untukku. “Aku sudah bilang, aku tidak salah lihat.” Grace dan Nick muncul bersamaan saat aku turun dari mobil. Menghadangku sebelum Kael turun. “Yang menahan kita adalah pesuruh Blackstone. Lukas. Aku mengenalinya.” “Brian Miles, kau menemuinya lebih dulu?” Nick terlihat sangat frustrasi. “Inikah usaha terbaikmu untuk melawanku? Menjadi pelacur Blackstone.” Tanganku melayang, mendaratkan tamparan yang kuat di wajahnya. Kepala Nick berputar. “Usaha terbaik? Ini masih awal, Nick. Setidaknya aku tidak berpura.” Kael menahan tubuh Nick yang hendak membalas tamparanku. “Kau pikir aku berjalan sejauh ini hanya untuk melihat takdirku terpeleset?” “Tidak. Semua sudah berjalan seperti seharusnya.” “Aku masih memegang kendali perusahaan. Kau hanya memiliki 10% dukungan. Apa yang kau harapkan, hah?” “Untuk sekarang.” “Anak haram! Kau pikir Blackstone akan mau melirik perempuan aneh sepertimu?” Aku menoleh pada Grace. Pandanganku turun ke perut Grace. “Kau yakin itu anak Nick?” “Apa?” Mata Grace melotot. “Maksudku, hanya anak Nick?” “Wanita sialan.” Grace mengangkat tangan, aku menangkapnya dan mendaratkan tamparan di pipinya yang sudah memerah karena perona. “Kalian bisa meninggalkan tempat ini sekarang juga atau aku akan memanggil petugas keamanan?” “Kau berani mengusir kami?” “Ya, aku sudah melakukannya.” Aku menoleh pada dua petugas keamanan yang berjalan mendekati kami. “Apa maksudnya hanya anakku, Grace?” Suara Nick do belakangku. “Apa maksudmu hanya anakmu?” Suara Grace lebih keras dan lebih marah. “Kau lebih percaya mulutnya?” “Lepaskan, kami bisa pergi sendiri.” “Aku mengatakan sesuatu salah?” tanyaku pada Kael sebelum masuk ke dalam lift. Kael menggeleng, ujung bibirnya bergerak. Hampir membentuk sebuah senyum. “Aku akan menyelidikinya.” *** Butuh satu jam bagiku untuk menghafal wajah dan nama anggota keluarga Blackstone. Anggota keluarga sah. Sementara yang kuingat dengan pasti hanya tiga, termasuk Lucien. River dan Emmit Blackstone terlalu sering muncul di pemberitaan. Selebnihnya hanya gosip tentang insiden, pertengkarana, dan kasus-kasus hukum yang dihadapi Blackstone yang lain. Karena melemahnya cara kerja otak mereka. “Kau gugup?” Aku menoleh saat kecepataan mobil mulai melambat. Memasuki area perumahan elit di pusat kota. “Berapa jauh lagi?” tanyaku melihat rumah-rumah besar dan megah dengan berbagai model, lengkap dengan pilar-pilar tinggi. Lalu jalanan lebar di depan yang terlalu sunyi. “Kita sudah sampai?” Aku mengernyit, menatap rumah terdekat tetapi Lucien tidak menghentikan mobil. “Yang mana rumah Blackstone?” “Semuanya.” Aku menelan ludah. Lucien mengatakan tempat, bukan sebuah rumah Blackstone. “Kami punya batasan pribadi yang cukup ketat, tetapi tetap satu keluarga. Makan malam tetap di rumah kakek. Kakekku percaya, bersama-sama, Blackstone akan lebih kuat.” Mobil akhirnya berhenti di ujung jalan. Di depan air mancur dengan tujuh patung kuda hitam di tengahnya. “Kau sudah memberitahu mereka?” Aku kembali menelan ludah. Menatap gugup pada deretan orang-orang yang berdiri di teras marmer batu hitam. Satu-satunya rumah dengan cat warna hitam. “Mereka tidak bisa menahan rasa penasaran.” Lucien turun dan membukakan pintu mobil. Sementara aku mengatur napas sebelum turun. Aku tidak terlalu mengamati reaksi mereka saat membiarkan wajahku terekspos. “Apa aku seperti yang mereka harapkan?” “Sama sekali tidak.” Aku sangat tahu. Tidak ada yang kuharapkan dari mereka. Lucien tersenyum, wajahnya merendah, mencium pelipisku dan berbisik, “Wajah mereka sepucat mayat. Beberapa terlihat seperti kena serangan jantung. Itu bagus.” “Bagus?” “Aku selalu mengecewakan mereka. Jika tidak, itu bukan diriku.” Tangan Lucien menyentuh bawah punggungku. Membawaku mendekati gerombolan Blackstone. “Ini yang kau bawa? Seorang Blackwood?” Emmit berkata seolah aku tidak ada. “Kita bicara,” ucapnya lalu masuk ke dalam. Sophia mengulurkan tangan kepadaku. Satu-satunya yang tersenyum. “Dia sangat cantik, seperti yang kuharapkan, Lucien.” “Tunggu kakek melihat ini, Lucy.” Daniel menyeringai, berbalik masuk ke dalam. “Kau siap menjadi umpan, Blackwood? Hidupku akhir-akhir ini membosankan, untung kau datang.” Amy tidak repot menyembunyikan ketidaksukaannya. “Blackstone bukan umpan, Amy.” Lucien mengangkat tanganku, menunjukkan cincin pernikahan kami. Yang membuat wajah Amy tidak hanya memucat, juga meradang sempurna. “Itu cincin yang kubuat?” “Kau mengatakan aku boleh menggunakannya untuk pernikahanku.” “Aku membencimu, Lucien.” Amy berbalik setelah melemparkan ejekan padaku. “Dia tidak pernah bisa membenciku.” Lucien membawaku masuk ke dalam. “Tunggu di sini.” Lucien menghentikanku di bawah lampu besar. Aku mendengar suara Amy dan Daniel di ruangan sebelah kiri, sementara Lucien berjalan ke pintu di samping tangga spiral. Hanya menunggu dan mempercayakan semuanya pada Lucien. Itu tugasku, kan? “Lilith, di mana Lucien?” Sophia muncul. Aku menoleh ke samping. “Apalagi yang mereka bicarakan.” Shopia memutar bola matanya. “Katakan pada mereka, River akan turun dalam tiga menit, aku harus ke atas,” ucapnya dengan terburu. Menghilang di lantai dua dengan cepat. Aku melangkah ke lorong tersebut, mendekati satu-satunya pintu yang tidak ditutup rapat. “Omong kosong, dia seorang Blackwood.” Aku mendengar suara marah Emmit. Tak yakin untuk bergerak lebih dekat lagi. “Lalu?” “Di darahnya mengalir pengkhianatan.” “Tak lebih kental dari pengkhianatan yang dilakukan keluarga kita.” Aku bisa melihat wajah Emmit, lebih gelap lagi. “Pengkhianatan keluarga tidak pernah dibayar murah.” “Dan itu mengijinkan kita mengkhianati orang luar?” “Kau! Anak sialan.” “Well, dia sudah menjadi bagian Blackstone.” “Kau sebodoh ini?” “Tidak lebih bodoh dari ayah.” Lucien berhenti sejenak. “Aku tidak akan membiarkan anakku yang berumur tujuh tahun melihat ibunya mati didorong ayahnya dari atas balkon.” Aku tersentak mendengar suara gebrakan meja. Lalu benda pecah. “Kalian tidak menandatangani surat kesepakatan pernikahan?” Lucien tak menjawab, tapi telingaku menangkap suara itu dengan sangat jelat. Rahasia yang seharusnya tidak menjadi milikku juga. Lucien benar, aku tidak tahu apa yang kuhadapi. Sekarang.Aku tersentak kaget saat mataku terbuka dan menemukan Amy yang berdiri di ujung ranjang. Bersandar di tiang ranjang dengan pandangan yang terpaku ke arah wajah Lucien. Dan berpakaian.“Dia selalu tampan saat sedang tidur.” Senyum Amy berubah dingin saat menoleh ke arahku. “Bukan berarti dia tidak tampan saat tidak sedang tidur. Hanya saja, aku suka setiap kali melihatnya sedang tidur. Begitu tenang dan damai, dan saat matanya terbuka. Mereka berada di dunia lain. Kau mengerti?”Aku bangun terduduk, masih menahan selimut tetap menempel di dada untuk menutupi dadaku yang telanjang. Dan sama sekali tak memahami maksud kata-kata Amy yang setengah melantur.“Saat tidur, dia terlihat seperti malaikat.”Aku menoleh ke samping, menatap wajah tampan Lucien yang bernapas dengan teratur. Garis rahangnya tidak kaku, helaian rambut jatuh sembarangan di dahi. Secara keseluruhan, ekspresi Lucien terlihat lebih lembut dengan mata yang terpejam. Yang tak pernah ditunjukkan saat pria itu terjaga.Mungk
Emmit Blackstone tak punya pilihan untuk mengakui keberadaanku. Meja makan besar sudah dipenuhi semua anggota keluarga Blackstone. “Dia tidak seharusnya ada di sini.” River langsung menemukan keberadaanku di samping Lucien. “Ayah sudah memberi persetujuan.” Lucien melirik Emmit yang duduk di seberang meja. Membuat Amy dan Daniel menoleh cepat.“Dia tidak bertanya.” Emmit hanya mengedikkan bahu. Membuatku bergerak tak nyaman di kursiku.“Dia berada di tempat yang salah.”Aku menoleh, menangkap suara yang pertama kali kudengar. Adik laki-laki Emmit, Evan Blackstone. Di sampingnya istri dan putri mereka. Freya dan Nicole. “Grace Sinclair, mengirim salam.”Evan membeku.“Untuk Nicole, maksudku.” Aku menatap Nicole. Evan tidak bersuara lagi.“Terima kasih, Nyonya Blackstone” bisik Lucien. Dan tidak ada lagi yang bersuara setelah makanan disajikan di meja. Makan malam berlangsung terlalu hening. Selesai dengan cepat dan tanpa konfrontasi berarti seperti sambutan penuh antusias mereka.Kel
“Wanita bergaun hitam?” Suara Lukas datar dan penuh ketenangan. Nyaris seperti Kael. “Dia sudah keluar beberapa menit yang lalu.”“Kau yakin?” Grace tak menyerah. “Aku yakin …”“Kita pergi sekarang.” Kemudian suara langkah kaki keduanya semakin menjauh. Aku kembali mendapatkan napasku. Kelegaan tersebut hanya bertahan satu detik, aku tersadar dan melompat turun. Hampir terjerembab ke lantai kalau Lucien tidak menangkap pinggangku.“T-terima kasih.”“Terima kasih?”Aku menurunkan pandangan. Mengambil dompetku. “Kita harus keluar.”“Setelah kita bertemu ayah dan kakekku, tidak ada lagi yang harus disembunyikan, kan?”Aku tahu.“Aku sudah mengurus semua barang-barang di apartemen. Tidak banyak. Besok pagi aku akan menjemputmu.”“Apa?” Aku menoleh dengan cepat.“Anggota Blackstone punya aturan ketat untuk anggota keluarga utama.”“Dan apa itu?”“Keturunan sah Blackwood, tetap tinggal di tempat Blackwood.”Langkahku terhenti, seluruh tubuhku membeku.“Apa aku sudah memberitahumu?”“Belum.”
Aku membeku, apakah aku tidak salah dengar? Secepat ini Nick membutuhkanku?“Kita bisa membicarakan semuanya dengan baik-baik. Aku akan memberimu kesempatan untuk meminta maaf.”“Minta maaf? Maaf, apa aku tidak salah dengar?”“Kau yang tidak punya pilihan, Lilith. Kau harus menikah untuk mendapatkan saham ayahmu, kan?”“Belum cukup yang kau curi dariku?”Nick menyambar lenganku, menyentakkan tubuhku hingga membentur dadanya. Wajahku mengeras dan bibirnya menipis.Tanganku terangkat saat Kael bereaksi dengan sikap ramah Nick yang hanya bertahan beberapa detik.“Aku bukan orang yang tidak terima kasih. Jika kau tidak membuat masalah dengan pengumuman konyolmu, aku tidak akan senekat ini untuk …”“Memanipulasi wasiat kakekku?”Nick memucat meskipun wajahnya tetap mengeras. Aku melepaskan lenganku. “Di negara ini, tidak ada peraturan untuk menikahi dua wanita, Nick. Kau bisa pindah kenegaraan kalau tertarik memiliki dua istri. Tapi salah satunya sudah pasti bukan aku.”“Aku dan Grace tida
Ini bukan ciuman pertamaku, tetapi dari cara Lucien menciumku, Lucien sudah sangat berpengalaman dengan wanita. Jauh berpengalaman dibanding diriku yang masih begitu muda dan hanya memiliki Nick. Juga pria misterius, yang bahkan tidak kuingat bagaimana kami bisa memiliki anak bersama.“Manis sekali.” Lucien mengusap bibirku yang masih basah dengan ibu jari. “Aku penasaran, apa saja yang bisa dilakukan mulut ini?”“Tidak ada.” Wajahku seperti terbakar.“Untuk sekarang.” Ujung bibir Lucien tersenyum dan aku menatapnya. Tangannya merogoh saku jas, mengeluarkan kotak berwarna hitam dan membukanya. “Cincin pertunangan.”Sejenak aku terpana dengan keindahan kilau dari batu merah gelap yang menjadi mata cincin, lalu terpukau dengan kecantikan desain tersebut. Sangat tidak berlebihan kalau Blackstone bisa menjadi perusahaan perhiasan mewah yang berkembang pesat di pasar global. Popularitasnya tidak lebih kecil dari ketenaran Blackwood, tetapi mungkin lebih besar sedikit. Karena darah Blacksto
Kekejaman dan kebencian keluarga Blackstone adalah informasi yang sudah menjadi bagian dari diriku sebagai penerus satu-satunya Blackwood. Dan Lucien Blackstone, tampan dan sangat menyadari ketampanannya, semua perwujudan sikap brengsek orang kaya. Cukup mendeskripsikan cucu tertua dari River Blackstone. Yang akan memegang kendali selanjutnya setelah Emmit Blackstone.Tidak sulit menemukan wanita-wanita cantik yang berpose di lengan Lucien dengan berbusana minim. Menyukai yang terbaik dari yang terbaik, tercantik dari yang tercantik, dan yang tersempurna dari yang sempurna. Dibandingkan keturunan Blackstone yang keseluruhannya nyaris selalu menghancurkan apa pun tanpa menggunakan otak mereka, Lucien terobsesi dengan mengoleksi barang-barang yang cantik.“Blackwood?” Suara rendah yang membuat bulu di tengkukku berdiri segera mengalihkan perhatianku dari vas di meja. Sejenak mengagumi koneksi kaki tangan kakek untuk mempertemukanku dengan Lucien Blackstone. Di ruang pribadi di salah klu







