LOGINNamaku Elisa Jalwi. Aku adalah seorang dokter kandungan. Aku baru saja menyelesaikan tiga operasi darurat berturut-turut di unit gawat darurat. Belum lama keluar dari pintu gerbang rumah sakit, ponselku tiba-tiba berdering. Di layar ponselku tertera nama sahabatku, Chelsea Morris. Aku segera mengangkat telepon. Suaranya terdengar tajam. “Elisa! Air ketubanku pecah! Perutku sakit sekali! Kamu cepat ke rumah sakit! Aku mau kamu yang membantu persalinanku!” Aku spontan berbalik dan kembali menuju rumah sakit. Tiba-tiba sebuah pesan muncul di depan mataku. [ Jangan sampai masuk ke ruang operasi. Kalau nggak, kamu pasti akan dicelakai oleh sahabatmu sendiri! ] [ Chelsea sudah keguguran sejak awal. Dia sebenarnya bukan ingin kamu yang menangani operasinya. Dia hanya ingin menjadikanmu kambing hitam! ] [ Kalau sampai suami mafianya itu marah, dia pasti akan mematahkan lehermu! ] [ Setelah kamu mati, anggota keluargamu akan menerima balas dendam yang mengerikan dari keluarga mafia! ] Langkah kakiku langsung berhenti. Beberapa detik kemudian, aku memutuskan untuk mempercayai pesan misterius itu. Ini menyangkut nyawaku dan keselamatan orang tuaku. Aku tidak boleh mengambil risiko.
View MoreOrang-orang yang tersisa di koridor mulai membubarkan diri. Dokter Priska, Dokter Betty, dan orang-orang yang membantu Chelsea memberikan kesaksian palsu sudah tidak terlihat lagi. Hanya saja, mereka tidak bisa melarikan diri. Semua orang di departemen kandungan tahu masalah hari ini berkaitan erat dengan mereka, apalagi tadi ada polisi juga di tempat.Keesokan harinya, pihak rumah sakit mengeluarkan pengumuman mengenai sanksi. Dokter Priska diberhentikan, tiga orang suster dipecat, dan dokter anestesi diberhentikan sementara dari tugas. Sebelas orang yang terlibat dalam memberikan kesaksian palsu semuanya masuk daftar hitam seumur hidup. Polisi juga membuka penyelidikan resmi atas tindakan mereka.Aku dirawat di rumah sakit selama lima hari.Pada pagi hari keenam, aku mengurus prosedur keluar dari rumah sakit. Aku berjalan keluar pintu gerbang rumah sakit dengan menopang tongkat.Setelah kembali ke rumah dan membuka pintu, suara pengisap asap dapur terus berdengung, sementara aroma ma
Hanya saja, di balik kesunyian itu, ada sesuatu yang sedang runtuh. Istana kebohongan yang dibangun Chelsea mulai hancur berkeping-keping.Dua puluh menit kemudian, ponsel kembali berdering.Erick mengangkat telepon itu dan mendengarkan sekitar sepuluh detik. Setelah menutup telepon, dia menatap Chelsea yang gemetar ketakutan di atas ranjang.“Hotel Lesmana. Dari pukul enam hingga delapan pagi. Rekaman CCTV memperlihatkan kamu keluar dari kamar yang sama dengan seorang pria.” Erick berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan suara dingin, “Aku sudah suruh orang untuk menangkap pria itu.”Seluruh tubuh Chelsea bagai kehilangan seluruh tenaganya saja. Dia langsung meluncur turun dari ranjang, berlutut di lantai, lalu memeluk kaki Erick. “Suamiku … aku bersalah … aku benar-benar bersalah ….”“Aku nggak mau … dia yang memaksaku …. Katanya, kalau aku nggak ikut dia … dia bakal beri tahu masa laluku kepadamu …. Aku nggak berdaya, Suamiku ….”“Dia memaksamu?” Erick menunduk untuk menatap Chelse
Penjelasan Betty mengagetkan semua orang.Chelsea hampir saja bangkit dari atas ranjang pasiennya.Erick melirik Chelsea sekilas. “Chelsea, apa benar yang dia katakan?”Hanya saja, sekujur tubuh Chelsea mulai bergetar. “Bukan begitu, Suamiku. Dia sedang asal bicara. Semua ini pasti ulah Elisa. Masih belum cukup dia mencelakai anak kita, dia malah ingin mencelakaiku!”“Barusan kamu sendiri yang bilang, saksi nggak mungkin berbohong.”Pria itu tersenyum tipis. Senyuman itu justru membuat bulu kuduk semua orang merinding. “Putar rekaman suaranya.”Betty mengeluarkan ponselnya dengan tangan gemetar. Tak lama kemudian, suara seorang wanita terdengar jelas dari rekaman itu. “Tenang saja, anakku pasti sudah nggak bisa diselamatkan lagi. Kamu cukup bantu aku untuk menjalankan prosedur saja. Kamu jangan khawatir. Kamu nggak akan bekerja dengan sia-sia. Gimana kalau satu miliar ….”Air mata Chelsea langsung menetes. “Suamiku ….” Akhirnya dia mulai bersuara lagi. “Dengarkan penjelasanku ….”Ketik
Seorang suster ikut maju. “Dokter Elisa … maaf … aku nggak bisa membantumu untuk merahasiakannya … keputusanmu saat itu terlalu gegabah …. Gimana kami bisa membantumu menutupi masalah ini ….”Kemudian, seorang suster lain maju. Disusul suster berikutnya. Satu demi satu berdiri, seolah-olah semuanya sudah latihan sebelumnya.“Dokter Elisa memang dokter utama yang menangani operasi itu.”“Kami nggak mungkin salah mengenali orang.”“Kami nggak tahu bagaimana dia bisa jatuh ke dalam sumur tetapi orang yang berada di ruang operasi memang dia.”“Aku berani mempertaruhkan reputasiku.”Saat kata “mempertaruhkan reputasiku” keluar dari mulut suster itu, aku pun langsung tertawa.Amarah semua orang kembali membara, lebih membara daripada sebelumnya, bahkan ada orang yang mulai menjerit, “Bakar dia hidup-hidup.”Polisi didorong hingga terus melangkah mundur. Dia mencoba untuk mengendalikan situasi, tetapi suaranya sepenuhnya tenggelam oleh amukan massa.“Tunggu sebentar!” Aku menatap layar laptop












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.