Share

Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang
Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang
Penulis: Zila Aicha

Bab 1

Penulis: Zila Aicha
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-08 18:31:51

“Jadi … kau mau memberikan nomor kontak siapa, heh?”

Nathan meremas tangannya, terlihat ragu-ragu.

Sang petugas yang sudah tidak sabar menunggu jawaban Nathan pun mengetukkan penanya pada besi sel penjara. “Cepatlah!”

“Kau pikir hanya kau saja yang harus aku urus?”

Sebetulnya Nathan tidak ingin merepotkan siapapun, tapi dia terpaksa menjawab, “Istriku. Aku akan memberikan nomor telepon istriku.”

Begitu Nathan memberikan nomor kontak istrinya, polisi yang bertugas menghubunginya dengan cepat.

Hanya dalam kurang dari dua jam, Nathan pun dinyatakan bebas berkat jaminan dari sang istri.

Pria berusia dua puluh sembilan tahun itu berjalan keluar dari kantor polisi dengan langkah cepat.

Dia tersenyum lebar saat melihat Angela, istrinya yang sedang bersandar pada mobil sembari menatapnya dengan menampilkan ekspresi kesal di wajah cantiknya.

“Angela.”

Angela mendengus jengkel, “Masuk!”

Wanita itu membuka pintu kemudi dan masuk ke dalam mobil merah. Nathan tidak berniat membantah dan langsung masuk ke dalam mobil lalu duduk di samping Angela.

“Angela, Sayang. Maafkan aku.”

Angela mengabaikannya dan hanya berfokus mengemudi.

Nathan tidak menyerah, “Sayang, ini bukan salahku. Aku difitnah.”

“Oh ya? Lalu mengapa kau bisa ditahan, hah?”

Wanita itu tidak memberikan kesempatan Nathan untuk menjawab.

“Nathan, apa kau tidak tahu kalau hari ini aku sedang ada rapat penting? Mengapa kau tidak berhenti membuat masalah untukku?”

“Aku sungguh-sungguh tidak bersalah. Wanita itu memfitnahku.”

“Jelaskan kalau begitu!” Angela memerintah tanpa menoleh ke arah suami yang dinikahinya dua tahun yang lalu itu.

Nathan pun mulai bercerita, “Aku sedang membersihkan taman seperti biasa. Lalu, aku melihat ada seorang wanita yang terpeleset. Jadi aku-”

“Kau tergoda, begitu? Apa wanita itu cantik? Lebih cantik dariku?” Angela memotong dengan tidak sabar.

Nathan tersenyum, “Kamu cemburu ya?”

“Sialan, Nathan. Kau ….”

Nathan mengangkat tangan. “Baiklah, baiklah. Aku tidak akan bercanda lagi. Aku hanya membantunya untuk duduk di bangku taman dan memakaikan sepatu untuknya, tapi tiba-tiba ada seorang pria yang datang.”

Nathan mengerutkan kening dan menceritakan semua yang terjadi tanpa ada sedikitpun kata yang dikurangi atau ditambah.

“Singkirkan tangan kotormu itu dari kaki tunanganku!”

Nathan sontak memutar kepala ke arah suara yang terdengar dingin dan penuh amarah itu.

Pria yang baru saja datang itu berpenampilan sangat rapi dan elegan. Nathan langsung tahu bahwa lelaki itu pastilah berasal dari kalangan atas.

Dia bergegas mendekati wanita yang tengah duduk di bangku taman. Dia melirik sekilas dengan ekspresi jijik ke arah Nathan yang telah berdiri sambil memegang sapu di tangan kanan.

Dia dengan mudah bisa mengetahui profesi laki-laki berpakaian lusuh itu.

“Hugo.” Sang wanita cantik memanggil dengan tatapan terkejut.

“Maaf, Tuan. Saya tidak bermaksud-”

“Apa yang terjadi denganmu, Amanda?” Pria bernama Hugo itu mengabaikan Nathan sepenuhnya dan menyentuh pundak wanita cantik itu.

“Aku terpeleset dan pria ini ….”

Amanda tidak melanjutkan perkataannya dan malah menundukkan kepala.

Hugo mengerutkan kening, mulai curiga.

Sementara Nathan yang merasa aneh buru-buru menjelaskan, “Tuan, saya hanya membantu nona ini untuk duduk dan membantunya memakai sepatu.”

“Bo-bohong! Dia bohong, Sayang!” Amanda berkata dengan terbata-bata.

Tanpa menatap Nathan, Amanda memegang tangan Hugo, “Dia mencoba melecehkan aku, Sayang. Dia menyentuh kakiku dan ….”

“Tidak, Tuan. Itu tidak benar. Saya tidak melakukan hal itu. Saya hanya-”

“BRENGSEK!” Hugo menggeram marah.

Hugo pun menarik kerah baju Nathan dan hendak memukulnya. Tapi, seorang pria yang baru saja datang mencegahnya dengan cepat, “Tuan Muda, jangan!”

“Bernard, kau tidak tahu apa yang baru saja dilakukan oleh si tukang bersih-bersih ini?”

“Sa-saya … maafkan saya, Tuan Muda. Apapun itu, lebih baik kita laporkan saja dia pada polisi. Bagaimana, Tuan Muda?” saran Bernard.

Hugo mengernyitkan dahi, tampak ragu.

Bernard pun berbisik pelan, “Ingatlah bahwa Tuan Besar sedang mengawasi Anda, Tuan Muda. Polisi … pasti akan bisa menangani masalah ini dengan baik.”

Ekspresi Hugo pun mendadak berubah. “Baiklah, kalau begitu … kau urus dia. Pastikan dia dihukum dengan berat.”

“Baik, Tuan Muda.” Bernard mendesah lega.

“Amanda, ayo pergi!” Hugo memegang tangan kekasihnya.

Setelah sepasang kekasih itu pergi, Bernard lalu memerintah beberapa pengawal untuk menyeret Nathan ke kantor polisi. Dia ditahan atas tuduhan pelecehan terhadap pengunjung taman.

Usai mendengar cerita itu, Angela memukul kemudi mobil untuk melampiaskan kekesalannya.

“Itulah kenapa aku ingin memiliki suami yang memiliki status tinggi.”

“Angela, aku-”

“Gara-gara kau berasal dari kaum kelas bawah, kau jadi mudah ditindas. Mengapa dulu kakek menyuruhku menikah denganmu?” gerutu Angela.

Nathan mendesah pelan.

Dia tidak bisa menyalahkan wanita cantik itu. Bagaimanapun juga, pernikahannya dengan Angela memang tidak didasari oleh rasa cinta sedikitpun.

Dia menikahi Angela sebagai kesepakatan dengan Ian Jackson, kakek Angela setelah Ian menyelamatkan nyawanya hampir tiga tahun yang lalu.

Ian mengetahui identitas asli Nathan, tapi dia berjanji untuk tidak membicarakan hal itu pada orang-orang. Namun, sebagai balasan, Ian meminta Nathan untuk menikahi cucu perempuannya.

Nathan memejamkan mata, mencoba untuk tidak memikirkan masa lalunya yang sangat rumit.

Tapi tiba-tiba saja dahi Nathan mengerut ketika dia baru tersadar bahwa Angela mengambil jalur kiri.

“Angela, kau salah jalur.”

“Kita harus ke rumah Paman John.”

Mendengar nama dari pemimpin keluarga istrinya itu disebut, Nathan membatu di tempat duduknya.

“Ada jamuan makan malam.”

Nathan semakin tidak suka mendengarnya. Jelas ada beribu-ribu alasan mengapa dia tidak ingin bertemu dengan seluruh anggota keluarga istrinya, terlebih lagi setelah Ian Jackson meninggal sejak dua tahun yang lalu.

Nathan melihat Angela berbelok ke pom bensin. “Mandi dan ganti bajulah!”

Angela menunjuk ke kursi belakang. Ada sebuah tas besar di sana. Nathan langsung mengambil tas itu tanpa banyak bertanya dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi umum di pom bensin itu.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, mereka telah tiba di rumah keluarga besar Jackson.

Nathan melihat ada banyak mobil yang terparkir di halaman rumah mewah itu.

“Jamuan makan malam apa sebenarnya? Mengapa banyak tamu yang diundang?”

“Kalaupun aku memberitahumu, kau juga tidak akan mengerti.” Angela berkata dengan ketus dan berjalan terlebih dulu, meninggalkan Nathan yang hanya bisa mendesah pasrah.

Lelaki itu telah terbiasa dengan sikap ketus dan dingin Angela sejak mereka bertemu. Akan tetapi, Nathan tidak pernah sedikitpun memprotesnya.

Meskipun Angela terpaksa menikahinya dan selalu bersikap kasar, wanita itu tidak pernah sekalipun mengkhianatinya.

Begitu Nathan memasuki area bagian dalam rumah itu, dia mendapati setidaknya ada lebih dari sepuluh orang yang tidak dia kenal ada di dalam ruang tamu.

Ketika dia hendak menyusul istrinya yang tengah berbicara dengan seorang kepala pelayan, dia mendengar seorang pria berbicara, “Wah! Kukira kau tidak ikut datang, Nathan.”

“Aku kira kau masih harus lembur membersihkan sampah-sampah di taman,” sahut seorang wanita yang berdiri di dekat pria itu.

Mereka adalah Lucy dan Harry yang merupakan anak-anak John Jackson, paman istrinya.

“Waktu kerjaku telah selesai.” Nathan membalas singkat.

Pria itu memutar kepala dan ingin mendekati istrinya, tapi lagi-lagi dia mendengar Lucy berkata, “Eh, tunggu dulu! Mengapa aku mencium bau tidak sedap ya?”

“Kamu benar, Lucy.” Harry mengusap-usap hidungnya, “Nathan, kamu … belum mandi ya?”

Suaranya sengaja dikeraskan agar orang-orang di ruangan itu mendengarkan mereka.

Dari arah kiri Nathan seorang wanita berujar pelan pada temannya, “Eh, apakah itu … menantu laki-laki keluarga Jackson yang berprofesi sebagai tukang bersih-bersih di taman itu?”

“Sepertinya iya. Astaga, di sini jadi sangat bau,” sahut temannya.

Nathan mengepalkan tangan, menatap tajam ke arah dua sepupu istrinya yang sedang tersenyum mengejek ke arahnya

Ketika mereka mulai sibuk membicarakan soal bau yang menyengat itu, John Jackson yang baru memasuki area ruang tamu utama itu menatap Nathan dengan alis terangkat, “Siapa yang mengizinkan kau berdiri di sana, Nathan?”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 5

    Dengan terpaksa Angela Jackson menutup tutup kotak bekal miliknya. Wanita cantik itu kemudian membawanya dan pergi untuk menemui mantan kekasihnya yang licik setelah memberi pesan pada sekretarisnya. Tapi, bukannya Ben Walter yang menunggunya di restoran itu, melainkan sekretaris pria itu. “Di mana Tuan Mudamu, North?” Angela bertanya dengan nada datar. North tersenyum penuh permohonan maaf, “Maaf, Nona Jackson. Tuan Muda Walter menerima panggilan mendadak dari Tuan Besar. Beliau … langsung bergegas kembali ke kantor karena ada rapat penting.” Ah, Angela malah tersenyum mendengarnya, justru merasa dia sangat beruntung karena hari itu dia batal bertemu dengan Ben. Sementara mengenai proyek rahasia yang disebutnya, Angela berpikir mungkin saja itu hanya akal-akalan Ben untuk bertemu dengannya. Karena hal itu, Angela pun berjanji akan jauh lebih waspada pada tipuan Ben. Pada saat yang bersamaan, Nathaniel Lee baru saja tiba kembali di area taman tempatnya bekerja. Dia bergega

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 4

    Harry tersenyum penuh kebanggaan diri, “Ya, Ayah. Aku punya sebuah rencana bagus.” “Baiklah, kuserahkan ini kepadamu dan ingat … jangan sampai ada orang yang mengetahuinya.” John memperingatkan putranya dengan nada serius. “Ayah tak perlu cemas soal ini. Aku jamin … tidak ada yang akan tahu tentang ini,” Harry tersenyum licik. “Berhati-hatilah, Harry!” Lucy juga ikut memperingatkan kakak laki-lakinya. Esok paginya, Harry mulai menyusun rencana untuk menghilangkan nyawa Nathan. Sementara itu, di sebuah rumah yang bisa dibilang cukup mewah, Angela Jackson baru saja keluar dari rumah setelah menyantap makan paginya. Di halaman parkir, mobilnya telah siap. Tapi, tampilannya yang terlihat berkilau hingga membuat Angela menaikkan alisnya dan memanggil, “Nathan.” “Nathan.” Angela memanggil lagi dengan nada yang cukup keras. Nathan yang semula berada di dalam garasi mobil untuk membereskan beberapa hal bergegas keluar mendengar suara istrinya yang memanggilnya. “Ya, ada apa, Angel

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 3

    “Apa katamu? Kau … menyuruhku untuk mengembalikannya?” John melongo, hampir tak percaya atas apa yang dia dengar.“Angela, kau sudah gila ya!” Lucy menatap Angela seakan sepupunya itu sudah gila. Sementara Harry mengedipkan mata dan kembali menoleh ke arah buket yang berisi berlian yang bernilai tinggi itu, “Kau mau mengembalikan berlian seharga jutaan dollar? Kau … serius, Angela?”Bukan hanya anggota keluarga Jackson yang terkejut mendengar perkataan Angela, tapi hampir seluruh tamu, termasuk Nathan, suaminya sendiri pun juga tak menyangka Angela melakukan hal itu.Tetapi, Angela dengan ekspresi tenang di wajahnya berujar, “Paman, aku sudah memiliki seorang suami. Menerima hadiah dari laki-laki yang merupakan mantan kekasihku … itu terasa tidak pantas.”Beberapa tamu mulai memahami keputusan Angela, tapi sebagian besar di antara mereka masih berpikir bahwa Angela Jackson begitu sangat bodoh telah menolak seorang konglomerat seperti Ben Walter.Ben Walter adalah salah seorang bujang

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 2

    “Aku yang memberinya izin, Paman.” Semua orang langsung menoleh ke arah orang yang baru saja menjawab pertanyaan John itu. John menaikkan alis, tanda dia tidak menyukai pernyataan orang itu. Sementara Nathan malah menyunggingkan senyuman kepadanya, “Angela.” Angela Jackson mengabaikan panggilan dari suaminya dan berjalan ke arah pamannya dengan ekspresi wajahnya yang datar. Angela Jackson menjabat sebagai seorang direktur pemasaran di Jackson Group. Semua orang mengetahui latar belakang wanita cantik itu dan menyayangkan ketika wanita yang memiliki karir yang cemerlang seperti dirinya malah menikahi seorang pecundang yang asal-usulnya tidak jelas. Beberapa orang mencoba untuk menghancurkan rumah tangga Angela dan Nathan, tapi tak ada satupun yang berhasil melakukannya. John menggigit giginya, menahan rasa kesal, “Angela, aku sudah memberitahumu bahwa aku tidak menerima-” “Paman, aku masih menjabat sebagai direktur pemasaran dan memiliki saham di Jackson Group. Kau tahu deng

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 1

    “Jadi … kau mau memberikan nomor kontak siapa, heh?” Nathan meremas tangannya, terlihat ragu-ragu. Sang petugas yang sudah tidak sabar menunggu jawaban Nathan pun mengetukkan penanya pada besi sel penjara. “Cepatlah!” “Kau pikir hanya kau saja yang harus aku urus?” Sebetulnya Nathan tidak ingin merepotkan siapapun, tapi dia terpaksa menjawab, “Istriku. Aku akan memberikan nomor telepon istriku.” Begitu Nathan memberikan nomor kontak istrinya, polisi yang bertugas menghubunginya dengan cepat. Hanya dalam kurang dari dua jam, Nathan pun dinyatakan bebas berkat jaminan dari sang istri. Pria berusia dua puluh sembilan tahun itu berjalan keluar dari kantor polisi dengan langkah cepat. Dia tersenyum lebar saat melihat Angela, istrinya yang sedang bersandar pada mobil sembari menatapnya dengan menampilkan ekspresi kesal di wajah cantiknya. “Angela.” Angela mendengus jengkel, “Masuk!” Wanita itu membuka pintu kemudi dan masuk ke dalam mobil merah. Nathan tidak berniat membantah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status