Share

Bab 3

Author: Zila Aicha
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-08 18:48:27

“Apa katamu? Kau … menyuruhku untuk mengembalikannya?” John melongo, hampir tak percaya atas apa yang dia dengar.

“Angela, kau sudah gila ya!” Lucy menatap Angela seakan sepupunya itu sudah gila.

Sementara Harry mengedipkan mata dan kembali menoleh ke arah buket yang berisi berlian yang bernilai tinggi itu, “Kau mau mengembalikan berlian seharga jutaan dollar? Kau … serius, Angela?”

Bukan hanya anggota keluarga Jackson yang terkejut mendengar perkataan Angela, tapi hampir seluruh tamu, termasuk Nathan, suaminya sendiri pun juga tak menyangka Angela melakukan hal itu.

Tetapi, Angela dengan ekspresi tenang di wajahnya berujar, “Paman, aku sudah memiliki seorang suami. Menerima hadiah dari laki-laki yang merupakan mantan kekasihku … itu terasa tidak pantas.”

Beberapa tamu mulai memahami keputusan Angela, tapi sebagian besar di antara mereka masih berpikir bahwa Angela Jackson begitu sangat bodoh telah menolak seorang konglomerat seperti Ben Walter.

Ben Walter adalah salah seorang bujangan kaya yang paling diminati di kota itu.

Begitu banyak wanita muda yang tertarik kepadanya dan bahkan rela melemparkan diri mereka ke pelukan Ben.

Sayangnya, tak ada satupun yang berhasil memikat hati Ben. Sebab, semua orang mengetahui Ben masih menyukai mantan kekasihnya yang telah menikah, yakni Angela Jackson.

“Benar-benar sangat disayangkan!”

“Aku benar-benar sangat penasaran, mengapa Angela begitu mempertahankan suaminya yang tak berguna itu?”

Seorang pria berusia akhir 30 tahun pun berpendapat, “Apa rahasia pria muda itu sampai bisa membuat Angela tak bisa melirik pria lain?”

“Padahal dia hanyalah seorang tukang bersih-bersih. Oh, bagaimana bisa seorang wanita cantik seperti Angela memiliki suami yang karirnya jauh di bawah dia?”

John menggelengkan kepala dan berkata pinggang lalu menatap keponakannya yang menurutnya sudah gila itu, “Tapi, Angela. Ini-”

“Kembalikan saja, Paman. Aku benar-benar tidak bisa menerimanya.” Angela berkata dengan nada tegas.

Setelah mengucapkan hal itu, Angela menoleh ke arah suaminya, “Nathan, ayo kita pulang!”

Nathan mengangguk dan kemudian menggandeng istrinya lalu keluar dari rumah itu.

Di sepanjang perjalanan Angela Jackson hanya terdiam.

Nathan mencoba untuk berbicara dengannya tapi istrinya itu terlihat tak berminat untuk berbicara dengannya sehingga dia hanya diam saja.

Ketika mereka sampai di rumah, Nathan akhirnya kembali bertanya, “Apa kau menyesal telah menolak buket berlian itu?”

Angela yang baru saja akan memasuki kamarnya sontak menghentikan langkah kakinya lalu menoleh ke arah suaminya. “Apa maksudmu?”

“Angela, itu berlian yang harganya mencapai puluhan juta dollar. Apa kau-”

“Sialan, Nathan. Kau … pikir aku ini wanita seperti apa? Kau lupa kalau aku menjabat sebagai seorang direktur pemasaran di perusahaan besar milik mendiang kakekku?” Angela menatap galak suaminya.

Nathan ingin membalas tetapi Angela mengangkat tangannya untuk menyuruh suaminya itu terdiam, “Dengan uang yang aku miliki dan sahamku di Jackson Group, aku juga bisa membeli berlian semacam itu dengan kekayaanku sendiri.”

“Tapi, kau terlihat muram sejak kita keluar dari rumah pamanmu.”

Angela menggertakkan gigi, semakin frustasi. “Itu karena aku sangat kesal kepadamu.”

Mata Nathan melebar. “Angela.”

“Karena seharusnya kaulah yang memberikan hadiah itu kepadaku. Tapi … apa, Nathan? Kau … bahkan tidak berinisiatif untuk membelaku atau melakukan apapun untukku. Kau hanya diam di sana dan menontonku seperti orang bodoh. Kau … benar-benar suami yang tidak berguna.”

Nathan terhenyak. “Angela, aku … minta maaf. Aku-”

“Cukup, aku sudah terlalu bosan mendengar permintaan maafmu, Nathan.”

Wanita itu pun kemudian masuk dalam kamarnya lalu mengunci pintu kamar itu dari dalam.

Nathan langsung menjambak rambutnya sendiri, mulai ikut frustasi.

Pria itu kini benar-benar merasa sangat bersalah pada Angela.

Memang semua perkataan Angela tidak ada yang salah.

Selama ini dia tidak bisa melakukan apapun untuk istrinya karena keterbatasannya.

“Ayolah, cepatlah datang hari itu! Aku sudah tidak tahan lagi.” Nathan bergumam dengan penuh harap.

Andai saja dia bisa mempercepat waktu, dia pasti akan langsung melakukannya.

Dia juga tidak suka membiarkan istrinya menghadapi semuanya sendirian. Dia juga ingin menjadi seorang pelindung bagi istrinya dari orang-orang yang hanya ingin memanfaatkan dirinya seperti John Jackson.

Dia tahu betul niat paman dari istrinya itu berusaha membuatnya bercerai dengan Angela.

Selain ingin mengusir dirinya dari keluarga Jackson, John juga ingin merampas saham milik Angela.

Maka dari itu, John mendorong penuh Angela pada Ben Walter yang memang sangat menyukai Angela.

Walaupun Nathan tidak tahu kesepakatan seperti apa yang telah dijalin John dengan Ben, dia tetap sangat yakin jika John memang bekerjasama dengan Ben.

Sementara itu, di rumah keluarga Jackson, John baru saja mengamuk di ruang tamu setelah para tamu pulang.

“Brengsek. Bagaimana bisa Angela menolak hadiah semewah itu? Dasar anak bodoh!” teriak John.

Pria itu kemudian membanting vas bunga dan melempar apa saja yang ada di depannya.

Harry dan Lucy, kedua anaknya yang tahu bagaimana tabiat John ketika dia marah hanya berani berdiri di bagian pinggir agar tak terkena lemparan benda-benda.

“Kalau Ben sampai membatalkan investasinya, aku bersumpah akan membuat Angela menyesal,” kata John dengan gigi bergemeletuk karena marah.

Harry menelan ludah dengan susah payah, “Ayah, Ben begitu tergila-gila pada Angela. Aku yakin dia pasti sudah memahami sifat Angela. Dia yah … aku pikir dia tidak akan marah karena hal ini.”

“Benar, Ayah. Lagi pula berlian itu dikirimkan kembali secara utuh,” Lucy ikut berpendapat.

John mendengus jengkel. “Tapi … kalau seperti ini terus-menerus, aku tidak akan bisa mengembangkan proyek rahasiaku. Ben … satu-satunya yang bisa membantuku dengan investasinya yang besar.”

John menggelengkan kepala. “Dan … sebentar lagi akan ada audit. Jika Angela … sampai mengetahui kalau banyak dana perusahaan yang aku pakai untuk proyek pribadiku, dia … pasti akan mengajukan gugatan.”

Membayangkan dirinya harus mengalami banyak masalah membuat John merinding. “Tidak, aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi kepada keluarga kita.”

Lucy menggigit bibir.

Harry berpikir keras dan kemudian dengan ragu-ragu membuka mulutnya, “Ayah, aku rasa kita harus segera melakukan sesuatu pada Nathan.”

Lucy sontak menoleh ke arah kakaknya, “Melakukan sesuatu seperti apa, Harry?”

“Tentu saja menyingkirkannya dari hidup Angela. Kita … tidak bisa membiarkannya bersama dengan Angela karena dialah satu-satunya penghalang rencana kita,” jelas Harry.

Lucy membasahi bibir bawahnya, “Maksudmu … kita harus membunuhnya? Begitu?”

“Ya. Tidak ada cara lain selain harus membunuhnya. Kau … juga telah lihat betapa keras kepalanya Angela. Dia tidak mau menceraikan pecundang itu.” Harry berkata dengan penuh keyakinan.

Lucy terdiam, terlihat tidak yakin.

Tapi mengingat bahwa kondisi mereka saat ini benar-benar sedang terdesak akhirnya dia pun mengangguk, “Kurasa Harry benar, Ayah. Kita … tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Ben mungkin bisa menunggu untuk mendapatkan Angela, tapi … kita tidak bisa menunggu.”

John menyentuh bibirnya, terlihat berpikir dalam-dalam.

Dia mengerutkan kening dan akhirnya menanggapi, “Kau benar. Kita harus membunuhnya.”

Harry mendesah lega ayahnya setuju terhadap rencananya.

John pun menaikkan alis kanan, “Apa kau punya rencana bagus untuk menyingkirkannya tanpa ketahuan oleh siapapun?”

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 120

    Ekstra Part 10Seolah tak ingin membiarkan Josh Grey lolos begitu saja dari pembicaraan itu, Nathan kembali berkata, “Seorang raja yang bijak dan dicintai rakyat seharusnya tetap dipertahankan.”“Kau tidak tahu apa-apa dan sebaiknya kau diam saja!” balas Josh tajam.Nathan ingin membalas lagi tetapi Josh jauh lebih cepat daripada dirinya, “Tujuan utamamu masuk ke kerajaanku untuk mencari Aresh Vian. Aku … akan membantumu untuk menemukan orang itu hari ini juga.”Usai mengatakannya pria itu tak berbicara apapun lagi sampai mereka tiba di sebuah kediaman di dalam istana.Kediaman itu merupakan kediaman yang diperuntukkan untuk para tamu dari kerajaan lain.“Selamat beristirahat! Aku akan segera memberitahumu jika anak buahku telah menemukan jejak dokter ajaib yang sangat ingin kau temukan itu,” kata Josh dingin.Nathan hanya menjawab, “Terima kasih.”Josh tidak membalasnya dan hanya meninggalkannya begitu saja.Setelah pria itu pergi bersama dengan anak buahnya, Dilion yang sedari tadi

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 119

    Ah, Dilion merasa sedikit agak menyesal karena telah menceritakan masalah mengenai Josh Grey pada Nathaniel Lee.Jenderal perangnya itu memang tidak akan pernah bisa melihat ketidakadilan terjadi di depan matanya.Terlebih lagi, masalah itu berkaitan dengan hal yang pernah juga dirasakan olehnya sehingga menurut Dilion, Nathan kemungkinan besar merasa terpanggil untuk membantu jenderal perang dari Kerajaan Ashwin itu.Maka, mau tidak mau Dilion harus menyetujui untuk membantu sang jenderal agar bisa bertemu dengan orang itu secepatnya sehingga mereka bisa kembali memusatkan tujuan utama mereka dalam pencarian Aresh Vian.“Baik, Jenderal. Saya akan segera mencari cara,” kata Dilion.Setelahnya Nathan mempelajari beberapa dokumen tentang kerajaan itu dan semakin yakin bahwa dia harus segera bertemu dengan Josh Grey.Sang co-pilot memberi tanda bahwa mereka akan segera mendarat sehingga Nathan pun mulai bersiap-siap.Mereka berlima memang menggunakan pakaian tempur tapi ketika mereka tur

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 118

    Ekstra Part 8Dilion pun menjelaskan, “Di Kerajaan Ashwin sedang terjadi sebuah masalah, Jenderal.”Nathan mengangkat alisnya dan langsung balik bertanya, “Masalah? Soal apa?”Ah, Nathan merasa agak sedikit kesal pada dirinya sendiri karena dia tidak mencari informasi yang cukup mengenai Kerajaan Ashwin.Padahal dia akan pergi ke sebuah kerajaan yang sebelumnya belum pernah dia datangi yang seharusnya membuatnya lebih berhati-hati. Walaupun dia tahu kerajaan itu bukan kerajaan yang besar seperti Kerajaan Veldera, tetap saja dia berpikir hanya telah ceroboh. “Ini … mereka sedang memiliki masalah internal. Jadi … Raja Kerajaan Veldera sedang berseteru dengan perdana menteri. Menurut kabar yang beredar Perdana Menteri menghendaki raja untuk turun tahta karena dinilai dia tidak bisa membuat status kerajaan mereka menjadi lebih berkembang.”Nathan menatap anak buahnya itu dengan tatapan keheranan serta raut wajah penasaran. “Dan raja tidak mau turun tahta?”Dilion menggelengkan kepalanya

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 117

    Ekstra Part 7“Lalu, apa yang akan kau lakukan, Nathan?” Jefry bertanya dengan dahi mengerut yang tergambar jelas di wajahnya.Nathan mendesah pelan, “Tentu saja aku harus menemukan dia sebelum yang lain menemukannya.”“Kau akan berangkat mencarinya?”Nathan mengangguk dan memanggil salah satu anak buahnya. Dia memberikan beberapa perintah pada si anak buah dan menyuruhnya segera pergi melaksanakannya. Jefry yang masih terlalu terkejut dengan keputusan Nathan pun bertanya lagi, “Kau yakin kau akan pergi? Bukankah-”“Aku tidak bisa menunggu kabar di sini, Jeff. Aku akan pergi selama satu minggu. Jika memang aku tidak bisa menemukannya dalam satu minggu, aku akan langsung pulang,” potong Nathan tanpa terdengar ragu.Jefry Milton ingin sekali mencegah temannya itu untuk pergi. Akan tetapi, dia tahu temannya itu bukan orang yang akan berubah pikiran dengan mudah. Dia pun mengurungkan niatnya itu dan beralih mendukungnya.“Kalau begitu, jangan lupa memberiku kabar kapanpun kau menemukan s

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 116

    Ekstra Part 6Perintah itu masih terngiang di telinga Nathan bahkan setelah dirinya dan Jefry meninggalkan ruang kerja Aldric.Mereka berjalan menyusuri koridor istana yang panjang tanpa banyak bicara. Baru ketika mereka tiba di halaman depan istana, Jefry menoleh ke arahnya."Jadi?"Nathan menghela napas panjang, "Aku belum menjawab.""Tapi kau pasti akan menerimanya."Nathan melirik sahabat lamanya itu, "Sekarang aku punya istri dan anak yang baru berusia beberapa bulan.""Dan kau juga punya seorang raja yang sedang memohon bantuanmu, Nathan. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Jefry.Nathan masih diam saja. Jefry hanya mendesah pelan.Malam harinya, Nathan menceritakan semuanya kepada Angela. Saat itu mereka sedang berada di kamar mereka. George, bayi mungil mereka sudah tertidur pulas di dalam buaian.Nathan duduk di tepi tempat tidur sementara Angela mendengarkan dengan tenang."Jadi raja ingin menemukan dokter itu untuk Pangeran Liam?" tanya Angela.Nathan mengangguk, "Namanya Ares

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 115

    Ekstra Part 5"Saya serius, Yang Mulia.""Tapi dia ... sudah membuatmu ...."Ruangan itu kembali hening.Sinar matahari sore masuk melalui jendela ruang kerja, membuat suasana terasa semakin tenang. Nathan menatap kedua orang di hadapannya sebelum melanjutkan."Saya tidak melupakan apa yang pernah terjadi, tapi dia tetap berhak mendapatkan kewarasannya kembali."Tatapannya sedikit menunduk.Aldric dan Jefry hanya mendengarkan.Kata-kata itu langsung membuat Aldric terdiam.Melihat ekspresi sang raja, Nathan tersenyum tipis, "Dan saya tidak ingin melihat Anda memikul penyesalan jika membiarkan kondisi mental Pangeran Liam tetap seperti itu."Untuk beberapa saat, tidak ada seorang pun yang berbicara.Kemudian Aldric akhirnya mengangguk pelan, "Terima kasih, Jenderal."Nathan hanya membalas dengan senyum kecil.Tiga hari kemudian, sebuah perintah rahasia mulai dijalankan. Atas instruksi Aldric, Jefry mengirim surat ke berbagai kerajaan di seluruh benua.Surat-surat itu dikirim kepada dok

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 97

    Zach Drey yang mendengar hal itu pun segera menggelengkan kepalanya, mulai panik. Cepat-cepat Dia berkata, “Perdana Menteri, saya tidak memiliki niat apapun, apalagi niat buruk.”“Saya memang dulu prajurit Jenderal Reed dan bisa dibilang saya sangat setia kepadanya. Tapi, begitu saya resmi dipinda

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 82

    “Ya, Yang Mulia. Jenderal Lee masih memiliki urusan yang harus dia kerjakan sebelum dia kembali ke istana ini.”Jawaban dari Steven itu pun telah mematahkan harapan Liam.Jelas tidak mungkin baginya untuk mengorek informasi lebih dalam lagi karena tidak mungkin Steven akan memberitahunya. Prajurit

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 80

    Dengan penuh keyakinan Zach pun menjawab, “Jenderal Lee, saya bisa saja langsung berjanji kepada Anda kalau saya akan setia sampai saya mati pada Anda. Tapi … seperti yang Anda katakan, saya adalah mantan prajurit dari Jenderal Reed yang mana merupakan prajurit yang memiliki hubungan yang tidak bai

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 79

    Zach Drey memiringkan kepala dan menatap rival abadinya itu dengan senyuman lebar. Steven Breece mendengus jengkel tapi kemudian dia menarik orang yang masih tidur itu untuk duduk dengan tegak. “Cepat jelaskan padaku!” desak Steven.Zach yang wajahnya masih terlihat cerah itu pun berkata, “Aku …

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status