LOGIN“Apa katamu? Kau … menyuruhku untuk mengembalikannya?” John melongo, hampir tak percaya atas apa yang dia dengar.
“Angela, kau sudah gila ya!” Lucy menatap Angela seakan sepupunya itu sudah gila. Sementara Harry mengedipkan mata dan kembali menoleh ke arah buket yang berisi berlian yang bernilai tinggi itu, “Kau mau mengembalikan berlian seharga jutaan dollar? Kau … serius, Angela?” Bukan hanya anggota keluarga Jackson yang terkejut mendengar perkataan Angela, tapi hampir seluruh tamu, termasuk Nathan, suaminya sendiri pun juga tak menyangka Angela melakukan hal itu. Tetapi, Angela dengan ekspresi tenang di wajahnya berujar, “Paman, aku sudah memiliki seorang suami. Menerima hadiah dari laki-laki yang merupakan mantan kekasihku … itu terasa tidak pantas.” Beberapa tamu mulai memahami keputusan Angela, tapi sebagian besar di antara mereka masih berpikir bahwa Angela Jackson begitu sangat bodoh telah menolak seorang konglomerat seperti Ben Walter. Ben Walter adalah salah seorang bujangan kaya yang paling diminati di kota itu. Begitu banyak wanita muda yang tertarik kepadanya dan bahkan rela melemparkan diri mereka ke pelukan Ben. Sayangnya, tak ada satupun yang berhasil memikat hati Ben. Sebab, semua orang mengetahui Ben masih menyukai mantan kekasihnya yang telah menikah, yakni Angela Jackson. “Benar-benar sangat disayangkan!” “Aku benar-benar sangat penasaran, mengapa Angela begitu mempertahankan suaminya yang tak berguna itu?” Seorang pria berusia akhir 30 tahun pun berpendapat, “Apa rahasia pria muda itu sampai bisa membuat Angela tak bisa melirik pria lain?” “Padahal dia hanyalah seorang tukang bersih-bersih. Oh, bagaimana bisa seorang wanita cantik seperti Angela memiliki suami yang karirnya jauh di bawah dia?” John menggelengkan kepala dan berkata pinggang lalu menatap keponakannya yang menurutnya sudah gila itu, “Tapi, Angela. Ini-” “Kembalikan saja, Paman. Aku benar-benar tidak bisa menerimanya.” Angela berkata dengan nada tegas. Setelah mengucapkan hal itu, Angela menoleh ke arah suaminya, “Nathan, ayo kita pulang!” Nathan mengangguk dan kemudian menggandeng istrinya lalu keluar dari rumah itu. Di sepanjang perjalanan Angela Jackson hanya terdiam. Nathan mencoba untuk berbicara dengannya tapi istrinya itu terlihat tak berminat untuk berbicara dengannya sehingga dia hanya diam saja. Ketika mereka sampai di rumah, Nathan akhirnya kembali bertanya, “Apa kau menyesal telah menolak buket berlian itu?” Angela yang baru saja akan memasuki kamarnya sontak menghentikan langkah kakinya lalu menoleh ke arah suaminya. “Apa maksudmu?” “Angela, itu berlian yang harganya mencapai puluhan juta dollar. Apa kau-” “Sialan, Nathan. Kau … pikir aku ini wanita seperti apa? Kau lupa kalau aku menjabat sebagai seorang direktur pemasaran di perusahaan besar milik mendiang kakekku?” Angela menatap galak suaminya. Nathan ingin membalas tetapi Angela mengangkat tangannya untuk menyuruh suaminya itu terdiam, “Dengan uang yang aku miliki dan sahamku di Jackson Group, aku juga bisa membeli berlian semacam itu dengan kekayaanku sendiri.” “Tapi, kau terlihat muram sejak kita keluar dari rumah pamanmu.” Angela menggertakkan gigi, semakin frustasi. “Itu karena aku sangat kesal kepadamu.” Mata Nathan melebar. “Angela.” “Karena seharusnya kaulah yang memberikan hadiah itu kepadaku. Tapi … apa, Nathan? Kau … bahkan tidak berinisiatif untuk membelaku atau melakukan apapun untukku. Kau hanya diam di sana dan menontonku seperti orang bodoh. Kau … benar-benar suami yang tidak berguna.” Nathan terhenyak. “Angela, aku … minta maaf. Aku-” “Cukup, aku sudah terlalu bosan mendengar permintaan maafmu, Nathan.” Wanita itu pun kemudian masuk dalam kamarnya lalu mengunci pintu kamar itu dari dalam. Nathan langsung menjambak rambutnya sendiri, mulai ikut frustasi. Pria itu kini benar-benar merasa sangat bersalah pada Angela. Memang semua perkataan Angela tidak ada yang salah. Selama ini dia tidak bisa melakukan apapun untuk istrinya karena keterbatasannya. “Ayolah, cepatlah datang hari itu! Aku sudah tidak tahan lagi.” Nathan bergumam dengan penuh harap. Andai saja dia bisa mempercepat waktu, dia pasti akan langsung melakukannya. Dia juga tidak suka membiarkan istrinya menghadapi semuanya sendirian. Dia juga ingin menjadi seorang pelindung bagi istrinya dari orang-orang yang hanya ingin memanfaatkan dirinya seperti John Jackson. Dia tahu betul niat paman dari istrinya itu berusaha membuatnya bercerai dengan Angela. Selain ingin mengusir dirinya dari keluarga Jackson, John juga ingin merampas saham milik Angela. Maka dari itu, John mendorong penuh Angela pada Ben Walter yang memang sangat menyukai Angela. Walaupun Nathan tidak tahu kesepakatan seperti apa yang telah dijalin John dengan Ben, dia tetap sangat yakin jika John memang bekerjasama dengan Ben. Sementara itu, di rumah keluarga Jackson, John baru saja mengamuk di ruang tamu setelah para tamu pulang. “Brengsek. Bagaimana bisa Angela menolak hadiah semewah itu? Dasar anak bodoh!” teriak John. Pria itu kemudian membanting vas bunga dan melempar apa saja yang ada di depannya. Harry dan Lucy, kedua anaknya yang tahu bagaimana tabiat John ketika dia marah hanya berani berdiri di bagian pinggir agar tak terkena lemparan benda-benda. “Kalau Ben sampai membatalkan investasinya, aku bersumpah akan membuat Angela menyesal,” kata John dengan gigi bergemeletuk karena marah. Harry menelan ludah dengan susah payah, “Ayah, Ben begitu tergila-gila pada Angela. Aku yakin dia pasti sudah memahami sifat Angela. Dia yah … aku pikir dia tidak akan marah karena hal ini.” “Benar, Ayah. Lagi pula berlian itu dikirimkan kembali secara utuh,” Lucy ikut berpendapat. John mendengus jengkel. “Tapi … kalau seperti ini terus-menerus, aku tidak akan bisa mengembangkan proyek rahasiaku. Ben … satu-satunya yang bisa membantuku dengan investasinya yang besar.” John menggelengkan kepala. “Dan … sebentar lagi akan ada audit. Jika Angela … sampai mengetahui kalau banyak dana perusahaan yang aku pakai untuk proyek pribadiku, dia … pasti akan mengajukan gugatan.” Membayangkan dirinya harus mengalami banyak masalah membuat John merinding. “Tidak, aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi kepada keluarga kita.” Lucy menggigit bibir. Harry berpikir keras dan kemudian dengan ragu-ragu membuka mulutnya, “Ayah, aku rasa kita harus segera melakukan sesuatu pada Nathan.” Lucy sontak menoleh ke arah kakaknya, “Melakukan sesuatu seperti apa, Harry?” “Tentu saja menyingkirkannya dari hidup Angela. Kita … tidak bisa membiarkannya bersama dengan Angela karena dialah satu-satunya penghalang rencana kita,” jelas Harry. Lucy membasahi bibir bawahnya, “Maksudmu … kita harus membunuhnya? Begitu?” “Ya. Tidak ada cara lain selain harus membunuhnya. Kau … juga telah lihat betapa keras kepalanya Angela. Dia tidak mau menceraikan pecundang itu.” Harry berkata dengan penuh keyakinan. Lucy terdiam, terlihat tidak yakin. Tapi mengingat bahwa kondisi mereka saat ini benar-benar sedang terdesak akhirnya dia pun mengangguk, “Kurasa Harry benar, Ayah. Kita … tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Ben mungkin bisa menunggu untuk mendapatkan Angela, tapi … kita tidak bisa menunggu.” John menyentuh bibirnya, terlihat berpikir dalam-dalam. Dia mengerutkan kening dan akhirnya menanggapi, “Kau benar. Kita harus membunuhnya.” Harry mendesah lega ayahnya setuju terhadap rencananya. John pun menaikkan alis kanan, “Apa kau punya rencana bagus untuk menyingkirkannya tanpa ketahuan oleh siapapun?”Dengan terpaksa Angela Jackson menutup tutup kotak bekal miliknya. Wanita cantik itu kemudian membawanya dan pergi untuk menemui mantan kekasihnya yang licik setelah memberi pesan pada sekretarisnya. Tapi, bukannya Ben Walter yang menunggunya di restoran itu, melainkan sekretaris pria itu. “Di mana Tuan Mudamu, North?” Angela bertanya dengan nada datar. North tersenyum penuh permohonan maaf, “Maaf, Nona Jackson. Tuan Muda Walter menerima panggilan mendadak dari Tuan Besar. Beliau … langsung bergegas kembali ke kantor karena ada rapat penting.” Ah, Angela malah tersenyum mendengarnya, justru merasa dia sangat beruntung karena hari itu dia batal bertemu dengan Ben. Sementara mengenai proyek rahasia yang disebutnya, Angela berpikir mungkin saja itu hanya akal-akalan Ben untuk bertemu dengannya. Karena hal itu, Angela pun berjanji akan jauh lebih waspada pada tipuan Ben. Pada saat yang bersamaan, Nathaniel Lee baru saja tiba kembali di area taman tempatnya bekerja. Dia bergega
Harry tersenyum penuh kebanggaan diri, “Ya, Ayah. Aku punya sebuah rencana bagus.” “Baiklah, kuserahkan ini kepadamu dan ingat … jangan sampai ada orang yang mengetahuinya.” John memperingatkan putranya dengan nada serius. “Ayah tak perlu cemas soal ini. Aku jamin … tidak ada yang akan tahu tentang ini,” Harry tersenyum licik. “Berhati-hatilah, Harry!” Lucy juga ikut memperingatkan kakak laki-lakinya. Esok paginya, Harry mulai menyusun rencana untuk menghilangkan nyawa Nathan. Sementara itu, di sebuah rumah yang bisa dibilang cukup mewah, Angela Jackson baru saja keluar dari rumah setelah menyantap makan paginya. Di halaman parkir, mobilnya telah siap. Tapi, tampilannya yang terlihat berkilau hingga membuat Angela menaikkan alisnya dan memanggil, “Nathan.” “Nathan.” Angela memanggil lagi dengan nada yang cukup keras. Nathan yang semula berada di dalam garasi mobil untuk membereskan beberapa hal bergegas keluar mendengar suara istrinya yang memanggilnya. “Ya, ada apa, Angel
“Apa katamu? Kau … menyuruhku untuk mengembalikannya?” John melongo, hampir tak percaya atas apa yang dia dengar.“Angela, kau sudah gila ya!” Lucy menatap Angela seakan sepupunya itu sudah gila. Sementara Harry mengedipkan mata dan kembali menoleh ke arah buket yang berisi berlian yang bernilai tinggi itu, “Kau mau mengembalikan berlian seharga jutaan dollar? Kau … serius, Angela?”Bukan hanya anggota keluarga Jackson yang terkejut mendengar perkataan Angela, tapi hampir seluruh tamu, termasuk Nathan, suaminya sendiri pun juga tak menyangka Angela melakukan hal itu.Tetapi, Angela dengan ekspresi tenang di wajahnya berujar, “Paman, aku sudah memiliki seorang suami. Menerima hadiah dari laki-laki yang merupakan mantan kekasihku … itu terasa tidak pantas.”Beberapa tamu mulai memahami keputusan Angela, tapi sebagian besar di antara mereka masih berpikir bahwa Angela Jackson begitu sangat bodoh telah menolak seorang konglomerat seperti Ben Walter.Ben Walter adalah salah seorang bujang
“Aku yang memberinya izin, Paman.” Semua orang langsung menoleh ke arah orang yang baru saja menjawab pertanyaan John itu. John menaikkan alis, tanda dia tidak menyukai pernyataan orang itu. Sementara Nathan malah menyunggingkan senyuman kepadanya, “Angela.” Angela Jackson mengabaikan panggilan dari suaminya dan berjalan ke arah pamannya dengan ekspresi wajahnya yang datar. Angela Jackson menjabat sebagai seorang direktur pemasaran di Jackson Group. Semua orang mengetahui latar belakang wanita cantik itu dan menyayangkan ketika wanita yang memiliki karir yang cemerlang seperti dirinya malah menikahi seorang pecundang yang asal-usulnya tidak jelas. Beberapa orang mencoba untuk menghancurkan rumah tangga Angela dan Nathan, tapi tak ada satupun yang berhasil melakukannya. John menggigit giginya, menahan rasa kesal, “Angela, aku sudah memberitahumu bahwa aku tidak menerima-” “Paman, aku masih menjabat sebagai direktur pemasaran dan memiliki saham di Jackson Group. Kau tahu deng
“Jadi … kau mau memberikan nomor kontak siapa, heh?” Nathan meremas tangannya, terlihat ragu-ragu. Sang petugas yang sudah tidak sabar menunggu jawaban Nathan pun mengetukkan penanya pada besi sel penjara. “Cepatlah!” “Kau pikir hanya kau saja yang harus aku urus?” Sebetulnya Nathan tidak ingin merepotkan siapapun, tapi dia terpaksa menjawab, “Istriku. Aku akan memberikan nomor telepon istriku.” Begitu Nathan memberikan nomor kontak istrinya, polisi yang bertugas menghubunginya dengan cepat. Hanya dalam kurang dari dua jam, Nathan pun dinyatakan bebas berkat jaminan dari sang istri. Pria berusia dua puluh sembilan tahun itu berjalan keluar dari kantor polisi dengan langkah cepat. Dia tersenyum lebar saat melihat Angela, istrinya yang sedang bersandar pada mobil sembari menatapnya dengan menampilkan ekspresi kesal di wajah cantiknya. “Angela.” Angela mendengus jengkel, “Masuk!” Wanita itu membuka pintu kemudi dan masuk ke dalam mobil merah. Nathan tidak berniat membantah







