Share

Bab 5

Penulis: Zila Aicha
last update Tanggal publikasi: 2026-02-09 09:32:34

Dengan terpaksa Angela Jackson menutup tutup kotak bekal miliknya.

Wanita cantik itu kemudian membawanya dan pergi untuk menemui mantan kekasihnya yang licik setelah memberi pesan pada sekretarisnya.

Tapi, bukannya Ben Walter yang menunggunya di restoran itu, melainkan sekretaris pria itu.

“Di mana Tuan Mudamu, North?” Angela bertanya dengan nada datar.

North tersenyum penuh permohonan maaf, “Maaf, Nona Jackson. Tuan Muda Walter menerima panggilan mendadak dari Tuan Besar. Beliau … langsung bergegas kembali ke kantor karena ada rapat penting.”

Ah, Angela malah tersenyum mendengarnya, justru merasa dia sangat beruntung karena hari itu dia batal bertemu dengan Ben.

Sementara mengenai proyek rahasia yang disebutnya, Angela berpikir mungkin saja itu hanya akal-akalan Ben untuk bertemu dengannya. Karena hal itu, Angela pun berjanji akan jauh lebih waspada pada tipuan Ben.

Pada saat yang bersamaan, Nathaniel Lee baru saja tiba kembali di area taman tempatnya bekerja.

Dia bergegas pergi ke kamar mandi untuk kembali berganti pakaian dengan pakaian kerjanya. Akan tetapi, saat dia sedang mulai berganti baju, lampu di kamar mandi itu padam.

Nathan langsung waspada.

Saat dia hendak membuka pintu kamar mandi, pintu itu rupanya telah terkunci dari luar.

Dia hendak mendobrak tapi ketika dia ingat sifat kepala pengelola taman itu yang galak, dia mengurungkan niatnya itu. Dia tak mau harus berurusan dengan pria botak itu.

Tapi, dia mendengar beberapa langkah kaki mendekat sehingga dia langsung bersiap-siap untuk menyerang siapa saja yang mungkin masuk ke dalam kamar mandi itu untuk mengganggunya.

Beberapa detik berlalu, tapi tak ada yang menyerangnya. Akan tetapi, tiba-tiba saja dia mencium bau asap aneh yang membuatnya menjadi begitu sangat pusing hingga dia pun akhirnya perlahan pingsan.

Tak lama kemudian, seseorang membuka pintu kamar mandi itu dan menyeringai puas.

“Apa yang harus kita lakukan setelah ini, Dean?”

“Kita ikat dia dan bawa dia ke mobil,” sahut Virgo, temannya yang menjadi rekan kriminalnya.

Dean dengan cepat mengikat Nathan yang tak sadarkan diri. Setelah dia yakin targetnya itu tak akan mampu melepaskan diri, dia pun bergegas untuk membawa Nathan ke mobil bersama dengan Virgo.

Di dalam mobil, Dean menyuruh Virgo untuk menyalakan mesin mobil dan pergi. Sedangkan dia menghubungi orang yang telah memberi mereka pekerjaan.

“Tuan Harry, saya sudah berhasil membawa target. Saat ini dia telah bersama kami dalam keadaan pingsan.”

Di seberang sana Harry tersenyum lebar, “Bagus. Bunuh dia dan buang jasadnya ke laut.”

“Baik, Tuan.”

“Dan … pastikan tak ada CCTV yang merekam jejak kalian,” Harry memperingatkan.

“Iya, Tuan.”

Harry mengangguk puas. “Bayaran kalian akan dikirim setelah kalian membuang jasadnya. Jangan lupa fotonya!”

Dean pun mengerti.

Usai menutup panggilan telepon itu, Dean memberitahu temannya tentang perintah itu.

Virgo sungguh begitu gembira. Setelah beberapa waktu dia menganggur karena tak ada klien, kini dia bisa mengisi akun bank miliknya dengan setumpuk uang.

“Berapa lama dia tidak akan sadarkan diri?” Virgo bertanya ketika mereka telah hampir mencapai daerah laut.

“6 jam. Tapi … aku memberinya dosis yang lebih tadi, kemungkinan … dia akan tetap pingsan sampai sekitar 8 jam.”

Virgo mengangguk puas, “Kalau begitu kita masih memiliki 4 jam.”

Dean meneliti daerah sekitar tempat itu begitu mereka tiba di dermaga.

Mereka luar biasa gembira karena pada saat itu area laut yang cukup sepi.

Sebelum membuang Nathan ke laut, Dean dengan kejam memotong urat nadi milik Nathan.

Virgo yang telah memeriksa bawa kemungkinan besar Nathan akan mati dalam beberapa jam karena kehabisan darah segera mendorong jasad Nathan yang terikat ke laut setelah memotret Nathan.

“Ah, sebenarnya aku cukup kasihan dengan pria ini.”

Dean mendengus, “Untuk apa kau kasihan terhadap targetmu, heh?”

“Yah, dia tidak bersalah. Tapi … orang-orang kaya itu yang serakah.”

Dean menggelengkan kepala, “Bukan orang kaya kalau tidak serakah. Sudahlah, biarkan saja. Lagipula, setelah kita menerima bayaran, urusan kita dengan mereka selesai.”

Virgo mengangkat bahu cuek, “Kau benar.”

Setelah yakin bahwa air laut menggulung tubuh Nathan, kedua pria itu pun pergi dari tempat itu.

Mereka pun mendapatkan bayaran yang jauh lebih besar daripada kesepakatan yang mereka buat.

Harry yang telah mendapatkan foto Nathan menyeringai lebar dan langsung memberitahu ayahnya.

John Jackson bertepuk tangan untuk keberhasilan putranya, “Bagus. Kali ini … Angela tidak akan mungkin bisa menolak untuk menikah dengan Ben dan saham miliknya akan jatuh ke tangan kita.”

Harry langsung bersulang untuk ayahnya yang memiliki rencana bagus untuk menyingkirkan sepupunya.

Pada malam hari, Angela mengerutkan kening ketika tiba di rumahnya yang masih gelap.

Biasanya, suaminya selalu menyalakan semua lampu saat dia pulang.

“Apa dia belum pulang? Apa … jangan-jangan dia lembur?”

Merasa kesal karena suaminya masih saja menghabiskan waktunya untuk pekerjaan dengan jumlah gaji yang tak seberapa, Angela masuk ke dalam rumah itu dengan wajah tertekuk.

Dia menyalakan semua lampu dan membersihkan diri tanpa peduli pada suaminya.

Namun, beberapa jam berlalu Nathan tak kunjung menampakkan diri. Hal ini pada akhirnya membuat Angela menjadi agak gelisah.

"Tak biasanya dia begini." Wanita cantik itu menggigit jarinya.

Dia pun semakin tidak tenang setelah tiga puluh menit berlalu, Nathan masih juga tak kelihatan batang hidungnya.

“Sudah lebih dari jam sepuluh malam, kenapa dia masih belum pulang juga?”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 120

    Ekstra Part 10Seolah tak ingin membiarkan Josh Grey lolos begitu saja dari pembicaraan itu, Nathan kembali berkata, “Seorang raja yang bijak dan dicintai rakyat seharusnya tetap dipertahankan.”“Kau tidak tahu apa-apa dan sebaiknya kau diam saja!” balas Josh tajam.Nathan ingin membalas lagi tetapi Josh jauh lebih cepat daripada dirinya, “Tujuan utamamu masuk ke kerajaanku untuk mencari Aresh Vian. Aku … akan membantumu untuk menemukan orang itu hari ini juga.”Usai mengatakannya pria itu tak berbicara apapun lagi sampai mereka tiba di sebuah kediaman di dalam istana.Kediaman itu merupakan kediaman yang diperuntukkan untuk para tamu dari kerajaan lain.“Selamat beristirahat! Aku akan segera memberitahumu jika anak buahku telah menemukan jejak dokter ajaib yang sangat ingin kau temukan itu,” kata Josh dingin.Nathan hanya menjawab, “Terima kasih.”Josh tidak membalasnya dan hanya meninggalkannya begitu saja.Setelah pria itu pergi bersama dengan anak buahnya, Dilion yang sedari tadi

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 119

    Ah, Dilion merasa sedikit agak menyesal karena telah menceritakan masalah mengenai Josh Grey pada Nathaniel Lee.Jenderal perangnya itu memang tidak akan pernah bisa melihat ketidakadilan terjadi di depan matanya.Terlebih lagi, masalah itu berkaitan dengan hal yang pernah juga dirasakan olehnya sehingga menurut Dilion, Nathan kemungkinan besar merasa terpanggil untuk membantu jenderal perang dari Kerajaan Ashwin itu.Maka, mau tidak mau Dilion harus menyetujui untuk membantu sang jenderal agar bisa bertemu dengan orang itu secepatnya sehingga mereka bisa kembali memusatkan tujuan utama mereka dalam pencarian Aresh Vian.“Baik, Jenderal. Saya akan segera mencari cara,” kata Dilion.Setelahnya Nathan mempelajari beberapa dokumen tentang kerajaan itu dan semakin yakin bahwa dia harus segera bertemu dengan Josh Grey.Sang co-pilot memberi tanda bahwa mereka akan segera mendarat sehingga Nathan pun mulai bersiap-siap.Mereka berlima memang menggunakan pakaian tempur tapi ketika mereka tur

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 118

    Ekstra Part 8Dilion pun menjelaskan, “Di Kerajaan Ashwin sedang terjadi sebuah masalah, Jenderal.”Nathan mengangkat alisnya dan langsung balik bertanya, “Masalah? Soal apa?”Ah, Nathan merasa agak sedikit kesal pada dirinya sendiri karena dia tidak mencari informasi yang cukup mengenai Kerajaan Ashwin.Padahal dia akan pergi ke sebuah kerajaan yang sebelumnya belum pernah dia datangi yang seharusnya membuatnya lebih berhati-hati. Walaupun dia tahu kerajaan itu bukan kerajaan yang besar seperti Kerajaan Veldera, tetap saja dia berpikir hanya telah ceroboh. “Ini … mereka sedang memiliki masalah internal. Jadi … Raja Kerajaan Veldera sedang berseteru dengan perdana menteri. Menurut kabar yang beredar Perdana Menteri menghendaki raja untuk turun tahta karena dinilai dia tidak bisa membuat status kerajaan mereka menjadi lebih berkembang.”Nathan menatap anak buahnya itu dengan tatapan keheranan serta raut wajah penasaran. “Dan raja tidak mau turun tahta?”Dilion menggelengkan kepalanya

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 117

    Ekstra Part 7“Lalu, apa yang akan kau lakukan, Nathan?” Jefry bertanya dengan dahi mengerut yang tergambar jelas di wajahnya.Nathan mendesah pelan, “Tentu saja aku harus menemukan dia sebelum yang lain menemukannya.”“Kau akan berangkat mencarinya?”Nathan mengangguk dan memanggil salah satu anak buahnya. Dia memberikan beberapa perintah pada si anak buah dan menyuruhnya segera pergi melaksanakannya. Jefry yang masih terlalu terkejut dengan keputusan Nathan pun bertanya lagi, “Kau yakin kau akan pergi? Bukankah-”“Aku tidak bisa menunggu kabar di sini, Jeff. Aku akan pergi selama satu minggu. Jika memang aku tidak bisa menemukannya dalam satu minggu, aku akan langsung pulang,” potong Nathan tanpa terdengar ragu.Jefry Milton ingin sekali mencegah temannya itu untuk pergi. Akan tetapi, dia tahu temannya itu bukan orang yang akan berubah pikiran dengan mudah. Dia pun mengurungkan niatnya itu dan beralih mendukungnya.“Kalau begitu, jangan lupa memberiku kabar kapanpun kau menemukan s

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 116

    Ekstra Part 6Perintah itu masih terngiang di telinga Nathan bahkan setelah dirinya dan Jefry meninggalkan ruang kerja Aldric.Mereka berjalan menyusuri koridor istana yang panjang tanpa banyak bicara. Baru ketika mereka tiba di halaman depan istana, Jefry menoleh ke arahnya."Jadi?"Nathan menghela napas panjang, "Aku belum menjawab.""Tapi kau pasti akan menerimanya."Nathan melirik sahabat lamanya itu, "Sekarang aku punya istri dan anak yang baru berusia beberapa bulan.""Dan kau juga punya seorang raja yang sedang memohon bantuanmu, Nathan. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Jefry.Nathan masih diam saja. Jefry hanya mendesah pelan.Malam harinya, Nathan menceritakan semuanya kepada Angela. Saat itu mereka sedang berada di kamar mereka. George, bayi mungil mereka sudah tertidur pulas di dalam buaian.Nathan duduk di tepi tempat tidur sementara Angela mendengarkan dengan tenang."Jadi raja ingin menemukan dokter itu untuk Pangeran Liam?" tanya Angela.Nathan mengangguk, "Namanya Ares

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 115

    Ekstra Part 5"Saya serius, Yang Mulia.""Tapi dia ... sudah membuatmu ...."Ruangan itu kembali hening.Sinar matahari sore masuk melalui jendela ruang kerja, membuat suasana terasa semakin tenang. Nathan menatap kedua orang di hadapannya sebelum melanjutkan."Saya tidak melupakan apa yang pernah terjadi, tapi dia tetap berhak mendapatkan kewarasannya kembali."Tatapannya sedikit menunduk.Aldric dan Jefry hanya mendengarkan.Kata-kata itu langsung membuat Aldric terdiam.Melihat ekspresi sang raja, Nathan tersenyum tipis, "Dan saya tidak ingin melihat Anda memikul penyesalan jika membiarkan kondisi mental Pangeran Liam tetap seperti itu."Untuk beberapa saat, tidak ada seorang pun yang berbicara.Kemudian Aldric akhirnya mengangguk pelan, "Terima kasih, Jenderal."Nathan hanya membalas dengan senyum kecil.Tiga hari kemudian, sebuah perintah rahasia mulai dijalankan. Atas instruksi Aldric, Jefry mengirim surat ke berbagai kerajaan di seluruh benua.Surat-surat itu dikirim kepada dok

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 34

    Nathan tersenyum lembut pada sang istri. “Kau … benar, Sayang.”Angela menyahut, “Tentu saja. Lagipula namanya sudah bersih, dia tidak terbukti bersalah kan artinya. Dia tidak perlu menanggung apapun lagi, jadi … dia bisa hidup dengan bebas.”‘Hidup dengan bebas?’'Ah, andai saja memang benar bisa s

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 33

    Arnold Reed menjawab dengan hati-hati, “Yang Mulia, kami belum menemukan keberadaannya.”“Bagaimana bisa? Apa kau sudah memerintahkan anak buahmu untuk mencarinya ke seluruh pelosok negeri?” balas Liam Slater yang tak puas dengan jawaban jenderal perangnya.Arnold langsung tersinggung. Dia sudah m

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 9

    Dua anak buah kepercayaan pria yang menampilkan ekspresi dingin itu hanya bisa menahan napas. Mereka tahu bahwa Ben Walter, pria yang berani mencoba untuk merebut istri jenderal perangnya itu sudah pasti akan menelan kekecewaan yang besar. Seorang Nathaniel Lee tidak mungkin rela miliknya direbut.

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 4

    Harry tersenyum penuh kebanggaan diri, “Ya, Ayah. Aku punya sebuah rencana bagus.” “Baiklah, kuserahkan ini kepadamu dan ingat … jangan sampai ada orang yang mengetahuinya.” John memperingatkan putranya dengan nada serius. “Ayah tak perlu cemas soal ini. Aku jamin … tidak ada yang akan tahu tenta

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status