Share

Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank
Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank
Penulis: R.yan

Bab 1 Anugrah

Penulis: R.yan
last update Tanggal publikasi: 2026-04-20 21:00:02

Bab 1: Anugerah

  Di Aula Besar Akademi Aethelgard, sebuah monolit kristal kuno berdiri tegak, siap memancarkan takdir bagi setiap orang berusia 20 tahun.

  Hari ini adalah Upacara Manifestasi. Hari di mana para murid akademi akan diberikan "Anugerah”. Di barisan paling depan, tiga sahabat karib berdiri: Raka Nightfall, Elena Isabella, dan Bima Ironheart.

  ​Di antara mereka bertiga, Raka adalah Murid Jenius yang diakui oleh seluruh instruktur. Bahkan, Raka diprediksi mendapatkan kelas legendaris seperti Dragon Knight atau Archmage.

  "Jangan tegang begitu, Raka," bisik Elena, meski jemarinya sendiri gemetar hebat. ". Raka hanya mengangguk tipis. Matanya fokus ke depan.

  "Selanjutnya, Elena Isabella!" teriak sang Pendeta Tinggi.

  Elena melangkah maju dengan keanggunan seorang putri dari keluarga penyihir agung. Saat telapak tangannya menyentuh kristal, sebuah ledakan cahaya biru safir menyelimuti seluruh ruangan. Dari pusaran cahaya itu, muncul sebuah tongkat kayu hitam dengan permata yang memancarkan aura dingin yang agung.

[Nama: Elena Isabella]

[Class: High Mage (Rank SS)]

[Artefak: Staff of Eternal Frost]

  "Luar biasa! Rank SS pertama dalam sepuluh tahun terakhir! Darah Isabella memang tidak pernah mengecewakan!" gumam seluruh aula dengan nada penuh kekaguman.

  "Selanjutnya..Bima Ironheart!"

  Belum sempat kekaguman mereka reda, Bima melangkah maju dengan penuh percaya diri. Kali ini, cahaya emas yang membutakan memenuhi ruangan seolah matahari jatuh ke tengah aula. Sebuah pedang panjang dengan ukiran sayap malaikat muncul di genggaman ksatria muda itu.

[Nama: Bima Ironheart]

[Class: Holy Knight (Rank SS)]

[Artefak: Excalibur Sword]

  "Dua Rank SS dalam satu angkatan? Ini sejarah! Nama Ironheart memang pantas menyandang pedang suci!" sorak para instruktur. 

  Lalu, suasana mendadak hening total saat nama terakhir dipanggil.

  "Raka Nightfall!"

  Seluruh mata tertuju padanya. Raka melangkah dengan mantap. Dia menarik napas panjang, lalu menyentuhkan tangannya ke kristal. Detik pertama, tidak ada yang terjadi. Detik kedua, sebuah getaran terasa hingga ke fondasi gedung. Detik ketiga, cahaya merah muda yang lembut muncul.

  Cahaya itu meredup, dan di tangan kanan Raka yang kekar, muncul sebuah botol susu berwarna pink

[Nama: Raka Nightfall]

[Class: Babysitter (Rank F)]

  Hening sejenak. Satu detik... dua detik... lalu ledakan tawa keras mengguncang aula.

  "Babysitter?! Hahahaha! Raka Nightfall si jenius jadi pengasuh bayi?" teriak salah satu murid.  

  Wajah Raka pucat pasi. Tangannya yang terbiasa memegang pedang latihan kini terasa sangat asing menggenggam botol plastik tersebut. Menjadi Rank F adalah adalah lelucon yang paling kejam dari semesta.

  Elena dan Bima segera berlari menghampiri. "Raka... ini pasti ada yang salah dengan kristalnya," bisik Elena Isabella.  "Iya, Ka! Jangan dengarkan mereka.Kami yang paling tahu kehebatanmu," tambah Bima Ironheart.

  Raka hanya tersenyum kecut. Dia melihat kedua temannya yang kini berdiri di puncak hierarki sosial, sementara dia terjerembap ke dasar yang paling gelap.

  "Yah... mau bagaimana lagi," ujar Raka lesu sambil berbalik. "Mungkin kalau nanti kalian punya anak, kalian bisa titipkan padaku. Aku akan jadi pengasuh yang hebat untuk anak kalian."

  Raka berjalan menjauh, langkahnya berat, melewati bayang-bayang lorong. punggungnya terlihat begitu layu dan matanya sedih.

  Elena dan Bima terdiam, menatap punggung sahabat mereka. Tiba-tiba, sebuah kaki menjegal langkahnya. Raka tersentak, namun berkat refleks fisiknya yang tinggi, dia berhasil menyeimbangkan diri.

 "Ups, sorry. Gak liat ada babysitter lewat," ujar sebuah suara sinis.

 Raka menoleh. Itu adalah Marco, seorang siswa bertubuh kekar. Di tangan Marco, berkilau sebuah kapak ganda pendek.

[Nama: Marco]

[Class: Berserker (Rank B)]

 "Dirimu dulu sombong sekali, Sekarang? Kau cuma sampah Rank F. Mau ngapain di sini? Nyari bayi buat diasuh?", ledek Marco, dikelilingi oleh antek-anteknya yang tertawa.

 Marco mendorong bahu Raka keras-keras. "Woy, denger gak?! Sadar diri dong. Rank F gak pantes ada disini!"

 Kemarahan mulai mendidih di dada Raka. Bertahun-tahun dia berlatih keras, penghinaan Marco sudah keterlaluan.

 Raka mengepalkan tangannya. "Cukup, Marco."

 "Oh, babysitter kita marah? Mo ngapain ha?” Marco tertawa terbahak-bahak, mengangkat kapaknya provokatif.

 Tepat saat Marco hendak mendorong Raka lagi, sesuatu terjadi. Wajah Raka tiba-tiba berubah. Matanya yang biasa tajam dan waspada, mendadak menjadi teduh, namun memancarkan otoritas yang mutlak dan tak terbantahkan. Aura merah muda pucat yang lembut namun masif meledak dari tubuhnya.

 [Skill Passive: Dominant Nanny Aktif!]

 Di mata Marco, dunia tiba-tiba berputar. Sosok Raka yang tadinya lebih pendek darinya, mendadak tumbuh menjadi raksasa yang menjulang tinggi, menutupi langit-langit aula. Aura Raka terasa sangat protektif, namun sekaligus siap memberikan hukuman berat.

 Marco merasa tubuh kekarnya mengecil. Keberanian 'Berserker'-nya menguap entah ke mana, digantikan oleh perasaan tak berdaya yang amat sangat, seperti seorang balita. Lutut Marco gemetar. Dia ingin menangis, tapi suaranya tercekat.

 Raka, yang di mata orang lain masih berukuran normal namun memancarkan aura aneh, menatap Marco dengan tatapan "Kecewa".

 "Sepertinya ada yang butuh ganti popok", gumam Raka, matanya tertuju pada armor lempeng baja tebal yang dikenakan Marco.

 Raka menjentikkan jarinya.

 [Skill Active: Instant Diaper Change Aktif! Target: Marco]

 POOF!

 Sebuah kepulan asap putih berbau bedak bayi memenuhi area di sekitar Marco.

 Saat asap menipis, seluruh aula menjadi hening total. Mata semua orang melotot, rahang mereka jatuh.

 Marco, si Berserker Rank B dengan tubuh atletis, masih berdiri di sana. Kapaknya masih di tangan. Tapi, seluruh armor bajanya-pelindung dada, pelindung kaki, gauntlet-semuanya lenyap. Sebagai gantinya, Marco kini hanya mengenakan kaos putih dan sebuah popok motif beruang kecil warna-warni yang menggembung lucu.

  Marco meraba bagian pinggangnya yang berbunyi kresek kresek. Wajah Marco yang sombong, perlahan berubah menjadi pucat pasi, “Benda apa ini ?”

Bersambung

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
R.yan
Halo semuanya! Selamat datang di cerita baruku. Gimana Bab 1-nya? Jujur, kalian bakal kasihan atau malah pengen ketawa sama nasibnya Marco? ... ​Jangan lupa tinggalkan Dukungan & Comment ya kalau kalian penasaran gimana Raka bakal OP dengan cara yang... 'berbeda' ini. Sampai jumpa di bab selanjutnya!
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 300 — Cinta Ayah (Season 1 Finale)

    Bab 300 — Cinta Ayah (Season 1 Finale)Tiga hari berlalu.Istana Aethelgard berdiri kembali. Lebih kokoh. Setiap batu yang tersusun menyimpan cerita. Keringat rakyat. Tawa anak-anak. Tangan raja yang ikut mengangkat balok.Dan di samping Momo Cafe —Sebuah bangunan baru.Dua lantai. Dinding putih bersih. Jendela-jendela besar yang membiarkan cahaya matahari masuk. Halaman luas dengan ayunan dan bangku-bangku kayu. Taman kecil di sisi kiri — bunga-bunga yang baru ditanam oleh Elena.Di atas pintu utama, sebuah papan nama kosong menunggu diberi nama.Rakyat berkumpul. Bangsawan hadir. Anak-anak asuh Raka berdiri di barisan depan.Pita merah membentang di depan pintu utama.Lady Veronika melangkah maju, membawa gunting emas di atas bantal beludru. Senyumnya anggun — tapi matanya hangat."Raka."Dia menyerahkan gunting itu."Ini milikmu. Gedung ini ada karena kerja kerasmu — dan keputusanmu."Raka menerima gunting itu. Menatapnya sejenak.Veronika tersenyum."Ayo, gunting pitanya. Kau aka

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 299 — Gotong Royong

    Bab 299 — Gotong Royong Pintu Momo Cafe terbuka.Cahaya pagi menyambut mereka — hangat, cerah, dan penuh suara.Raka melangkah keluar. Diikuti yang lain.Dan pemandangan di depan mereka—RAMAI.Ratusan rakyat Aethelgard bergerak di reruntuhan istana. Batu diangkat. Kayu digergaji. Tali ditarik. Dinding mulai berdiri kembali — satu per satu, dengan tangan-tangan yang penuh keringat.Tidak ada sihir. Tidak ada perintah raja.Hanya rakyat biasa — petani, pedagang, tukang kayu, pandai besi — bekerja bersama. Bahu-membahu.Seorang pria tua mengangkat balok kayu bersama pemuda yang bahkan belum cukup umur untuk masuk akademi. Dua wanita menyusun bata dengan presisi yang mengalahkan tukang bangunan profesional.Di kejauhan, beberapa anak kecil mengumpulkan batu-batu kecil. Mereka tidak cukup kuat untuk mengangkat balok, tetapi tetap ingin membantu.Seorang tukang kayu tertawa ketika seorang anak menyerahkan palu yang hampir sebesar lengannya."Terima kasih, Paman!""Jangan sampai kena kakim

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 298 — Kabar Baik

    Bab 298 — Kabar BaikRaka menatap Veronika yang baru saja duduk di kursi depan meja bar."Kabar baik apa, Lady?"Veronika tersenyum. Bukan senyum bisnis — senyum puas."Lemonade Sunlight botolan... sukses besar."Hening sejenak."Kota-kota besar di seluruh Aethelgard sudah memesan ulang tiga kali dalam sebulan. Efek peremajaan kulitnya langsung terasa — pelanggan bisa melihat hasilnya dalam hitungan hari."Veronika mengeluarkan selembar laporan dari tasnya dan meletakkannya di meja."Dan bukan hanya itu. Karena efeknya nyata, permintaan di lini kosmetik bisniku juga ikut meningkat. Logikanya sederhana — setelah tampil lebih muda, mereka ingin tampil lebih cantik."Dia mengetuk laporan itu dengan jari."Keuntungan bersih bulan ini — tiga kali lipat dari proyeksi awal."Raka melotot."Tiga kali lipat?"Veronika menatap Raka."Sesuai kesepakatan kita — hasil keuntungan dari Lemonade Sunlight akan digunakan untuk mendirikan panti asuhan."DEG.Raka terdiam.Di hadapannya — panel transpara

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 297 — Permintaan

    Bab 297 — Permintaan Raka bangkit dari kasur. Pelan. Tubuhnya masih protes — tapi kepalanya sudah jernih. Dia menatap Helios yang masih memakai popok motif kucing. Lalu Marco yang masih pakai onesie motif beruang. Raka menjentikkan jari.CTEK. FWUSH. Cahaya tipis menyelimuti keduanya — dan dalam sekejap, pakaian bangsawan mereka kembali. Jubah kerajaan Helios. Setelan resmi Marco. Amanda menatap dari belakang. "Yaah... padahal lucu." PLAK. Helios menjitak kepala Amanda. "Lucu darimana?!" Amanda memegangi kepalanya. "Aduh, kak" Helios terdiam. Wajahnya yang tadi merah karena malu perlahan melunak. Lalu menundukkan kepala. "...Terima kasih, Kak Raka." Marco juga membungkuk. Matanya berkaca-kaca — tapi dia cepat-cepat mengusapnya. "Terima kasih, sudah mengembalikan pakaian kami" Raka mengangguk. "Sam

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 296 — Rumah

    Bab 296 — RumahGelap.Hangat.Raka berdiri di tempat yang tidak ia kenali — tapi TERASA familiar.Padang rumput luas. Langit senja. Angin sepoi yang membawa aroma masakan rumah.Dan di depannya — dua orang.Wanita berambut panjang. Senyumnya lembut. Tangan yang dulu selalu mengelus kepalanya.Pria bertubuh tegap. Wajah tegas, tapi mata yang hangat.Ibu. Ayah."...Ibu? Ayah?"Ibunya tersenyum."Kamu sudah besar, Raka."Ayahnya mengangguk. Bangga."Kami melihat semuanya."Raka merasakan matanya panas."Aku... aku cuma babysitter—""Kamu menjaga mereka." Ibunya mendekat. Tangannya menyentuh pipi Raka — hangat. Nyata. "Itu lebih dari cukup."Ayahnya menepuk bahunya."Pulang, Raka. Mereka menunggumu."Raka ingin mengatakan sesuatu. Banyak hal yang selama ini tidak sempat ia ucapkan.Tapi suaranya tidak keluar.

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 295 — Terlambat

    Bab 295 — Terlambat Derap kaki. Ratusan. Berat. Teratur. Debu terangkat dari jalur utama menuju medan perang — barisan demi barisan prajurit berlapis armor, membawa pedang, tombak, perisai. Di barisan depan — dua orang. Frans. Informan guild. Pedang terhunus. Wajah tegang. Matanya menyipit menatap langit yang masih gelap oleh sisa-sisa aura kegelapan. Dan di sebelahnya — Roland. Ketua Guild Petualang. Pria tua yang bahunya selebar lemari, membawa kapak raksasa di punggungnya. "PERCEPAT LANGKAH!" Roland berteriak ke belakang. "RAJA IBLIS TIDAK AKAN MENUNGGU KITA—" Mereka tiba di medan perang. Lalu berhenti. ... Tidak ada pertarungan. Tidak ada kegelapan yang membara. Tidak ada Raja Iblis. Yang ada — tanah gosong. Bekas lingkaran segel. Kawah-kawah bekas ledakan. Dan sekelompok orang yang duduk kelelahan di antara reruntuhan. Frans menur

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   bab 11 Bangsawan

    Bab 11: Bangsawan Di sudut gelap kandang kuda akademi yang berbau jerami dan tanah basah, Kael mengerang frustrasi. Urat-urat di leher dan lengannya menonjol ekstrem, memancarkan aura emas kemerahan khas ksatria Rank A yang sedang memusatkan seluruh energinya. Tangannya mencengkeram erat ujung pop

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   bab 10 berontak

    Bab 10: berontak Halaman belakang akademi kini menjadi sangat bersih, bahkan hampir mengkilap. Belasan senior dari tim elit Golden Griffon baru saja melesat pergi secepat kilat setelah meletakkan sapu mereka. Mereka meninggalkan debu yang mengepul dan aroma ketakutan yang pekat; seolah-olah mereka

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 3 Aura

    Bab 3 Aura Sepanjang lorong menuju Menara Utama, Ratusan murid Akademi Aethelgard yang tadi berada di aula kini berkerumun. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani menatap mata Raka Nightfall secara langsung. Pemuda berusia 20 tahun itu berjalan dengan langkah santai, posturnya tegap dan tenang

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 2 Kekuatan

    Bab 2 Kekuatan "Kresek... kresek..." Bunyi aneh itu terdengar begitu nyaring di tengah keheningan aula yang mencekam. Marco menundukkan kepalanya ke bawah dengan gerakan patah-patah. "Gyahahaha!" Seseorang di kejauhan meledak tertawa, memecah keheningan. Dalam sekejap, seluruh aula dipenuhi oleh

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status