Share

Bab 74: Mandi

Author: R.yan
last update publish date: 2026-05-22 12:00:26

Bab 74: Mandi

Viper, Mantis, dan Crow mendarat dengan posisi berlutut yang sangat presisi di sekeliling keranjang bayi tersebut. Mantan Trio Assassin legendaris itu menatap "adik bungsu" baru mereka dengan tatapan mata yang sangat profesional, seolah mereka sedang menghadapi misi pembunuhan tingkat tinggi.

​"Siap, Ayah. Tugas memandikan untuk Dede Keenam akan kami laksanakan dengan baik," ucap Viper datar. Tangannya dengan cekatan mulai menyiapkan handuk kecil bermotif lumba-lumba d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 234: Boneka dan Naga

    Bab 234: Boneka dan NagaSayap selatan Istana Aethelgard.Elena berdiri di tengah taman istana yang sudah hancur.Di depannya — Selene tersenyum.Tiga bayangan berdiri di belakangnya.Shade. Fang. Raven.Ketiganya tidak bergerak. Mata mereka kosong. Tubuh mereka diselimuti benang sihir hitam."Mereka teman-temanmu, bukan?"Selene memiringkan kepalanya."Sayang sekali."Ia mengangkat jarinya."Sekarang mereka milikku."[Puppet Master!]Benang sihir hitam bersinar.Shade melesat pertama.SLASH!Daggers mengincar leher Elena.Elena melompat mundur.[Ice Barrier!]Dinding es muncul — menahan serangan Shade.KRAAK!Tapi Fang sudah ada di samping.BOOOOM!!!Tinju Fang menghantam dinding es. Dinding itu retak.Raven mengangkat tangannya dari belakang.Bola energi gelap melesat ke arah Elena.Elena mengangkat kedua tangannya.[Dual Casting — Fire Wall + Wind Burst!]Dinding api muncul — membakar bola energi. Ledakan angin mendorong ketiga puppet mundur.FWOOOOSH!!!Elena mendarat. Napasnya su

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 233: Raksasa

    Bab 233: RaksasaSayap timur Istana Aethelgard.Marco berdiri di tengah koridor yang hancur.Giant Axe bertumpu di bahunya.Di hadapannya — Darius mengangkat kedua tangannya.Bayangan di seluruh koridor bergerak. Berkumpul. Menyatu.[Fusion Shadow!]GROOOOOAAAR!!!Raksasa bayangan berdiri di belakang Darius. Tingginya nyaris menyentuh langit-langit istana. Mata merah menyala dari wajah tanpa bentuk.Dan dari sisa bayangan yang tersebar — puluhan prajurit bayangan muncul. Berdiri berbaris di belakang Darius. Masing-masing memegang senjata gelap."Satu orang melawan satu pasukan."Darius tersenyum."Menyerah saja."Marco meludah ke samping.Aura merah meledak dari tubuhnya.[Berserker Aura!]Otot-ototnya membesar. Urat-urat menonjol di leher dan lengannya. Matanya berubah liar. Tekanan udara di sekitarnya berubah."Menyerah bukan bahasaku."GROOOOAR!!!Raksasa bayangan mengayunkan tinjunya.BOOOOOOM!!!Lantai hancur. Retakan menyebar ke segala arah.Marco melompat ke samping — dan langs

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 232: Cahaya dan Kegelapan

    Bab 232: Cahaya dan KegelapanHalaman belakang Istana Aethelgard.Gareth memutar Dark Blade.Aura gelap mengalir di sepanjang bilahnya."Kau tahu, Tuan Muda...""Ayahmu juga pernah berdiri di hadapanku seperti ini."Kael menggenggam Aegis of the Sun.Perisai emas itu bersinar redup."Dan dia masih hidup."Gareth menyeringai."Karena aku membiarkannya."Kael mengangkat tangan kanannya.Cahaya berkumpul.Membentuk pedang.[Light Sword!]"Kali ini aku yang tidak akan membiarkanmu."---WHOOSH!Gareth melesat duluan.Dark Blade menebas horizontal.[Dark Crescent!]Gelombang sabit hitam meluncur ke arah Kael.Kael mengangkat Aegis of the Sun.BOOOOM!Gelombang gelap menghantam perisai.Kael terseret mundur.Kakinya membuat garis di tanah.Tapi ia tetap berdiri."Perisai itu..."Gareth menyipitkan mata."Artefak kelas atas."Kael menurunkan perisai."Artefak yang memilihku saat awakening.""Sama seperti Excalibur memilih Bima."Ia melesat maju.[Light Speed!]Tubuhnya berubah menjadi cahaya

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 231: Bayangan Melawan Bayangan

    Bab 231: Bayangan Melawan BayanganDi atas atap Istana Aethelgard.Angin malam berhembus.Viper berdiri di ujung atap.Dua Poison Dagger di tangannya.Di sisi lain—Lucian muncul dari bayangan.Belati bayangan berputar di jarinya."Sudah lama sekali, Viper."Viper memutar belatinya."Tidak cukup lama."Lucian tersenyum."Kau tahu, dulu aku mengagumimu.""Assassin terbaik dari Shadow Guild."Ia memiringkan kepalanya."Tapi sekarang kau jadi pelayan babysitter itu."Viper tidak bereaksi."Kau terlalu banyak bicara."WHOOSH!Viper menghilang.[Absolute Stealth!]Lucian menyipitkan mata.Keheningan.Tidak ada suara langkah.Tidak ada aura.Tidak ada keberadaan."Menghilangkan seluruh keberadaan, huh?"Lucian mengangkat tangannya."Tapi aku tidak perlu melihatmu."[Shadow Bind!]SHING! SHING! SHING!Rantai bayangan melesat ke segala arah.Menutupi seluruh atap.CLANG!Satu rantai mengenai sesuatu.Viper muncul kembali.Poison Dagger-nya menahan rantai bayangan.Lucian menyeringai."Ketemu.

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 230: Api Neraka

    Bab 230: Api NerakaLullaby tiba-tiba terdiam.Matanya membelalak.Tubuhnya bergetar."Ah..."Tangannya mencengkeram kepalanya.Raka langsung menoleh."Kak Lulla?"Lullaby tidak menjawab.Pandangan matanya kosong.Sebuah vision kembali muncul.Dalam bayangan itu—Kael terjatuh.Bima terhempas.Elena berlutut di atas tanah.Marco tidak bergerak.Viper tersungkur di antara bayangan.Kelima anak itu...kalah.Lullaby tersentak."AAAAH!"Tubuhnya hampir jatuh.Raka segera menangkapnya."Kak Lulla!"Napas Lullaby tersengal.Wajahnya pucat."Raka..."Ia menggenggam pakaian Raka."Anak-anak..."Raka membeku."Kau mendapatkan vision lagi?"Lullaby mengangguk.Ia kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Raka.Berbisik.Beberapa detik.Mata Raka langsung melotot."...Apa?"Ia menatap Lullaby.Kemudian melihat ke arah pintu."Kalau begitu..."Raka langsung berbalik."Duke Valerian!"Valerian menoleh."Buka portal.""Untuk siapa?""Anna, Lullaby, Putri Amanda, dan Yang Mulia."Valerian mengerutka

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 229: Sang Pangeran Pengkhianat

    Bab 229: Sang Pangeran PengkhianatRaka kembali menuju aula utama.Di sampingnya berjalan Leonidas sambil membawa Phoenix Bow.Levi kembali bersembunyi di dalam kantong Raka.Sementara Nox bertengger di atas bahu Raka dengan wajah sedikit kesal."Kenapa aku harus ikut?"Raka meliriknya."Karena kalau kau menghilang lagi, aku tidak tahu harus mencarimu di mana."Nox mendengus."Aku tadi cuma ke toilet."Levi muncul sedikit dari kantong."Karena kebanyakan makan.""Diam!"Raka menghela napas.Namun sebelum mereka sampai—BOOOOOOM!Ledakan terdengar dari arah aula.Leonidas langsung menggenggam Phoenix Bow."Apa itu?"Raka mempercepat langkah.Mereka akhirnya sampai di aula utama.Namun pemandangan di sana sudah jauh berbeda.Ratusan bayangan yang sebelumnya memenuhi ruangan kini telah lenyap.Lantai dipenuhi serpihan es.Beberapa bagian dinding masih tertutup lapisan es dari serangan Seraphina.Di tengah aula—Valerian menurunkan tangannya.Napasnya sedikit berat."Gelombang pertama sud

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 78 Harga Sultan

    ​Bab 78: Harga Sultan ​Di tengah himpitan tekanan aura emas [Royal Dragon Pressure] yang membuat paving blok pelataran arena retak halus, Raka Nightfall tetap berdiri tegak. Dengan celemek beruang kesayangannya yang berkibar pelan, ia justru melipat kedua lengannya dengan santai, memancarkan

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 64 Resonansi Sang Naga

    Bab 64: Resonansi Sang Naga "Di sudut kiri, Cahaya Aethelgard, BIMA IRONHEART! Dan di sudut kanan, Matahari Solaris, PRINCE LEONIDAS!" suara penyiar menggelegar ke seluruh penjuru stadion. Sorak-sorai penonton kembali pecah, Jika pada pertandingan Elena melawan Seraphina tribun dikuas

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   bab 11 Bangsawan

    Bab 11: Bangsawan Di sudut gelap kandang kuda akademi yang berbau jerami dan tanah basah, Kael mengerang frustrasi. Urat-urat di leher dan lengannya menonjol ekstrem, memancarkan aura emas kemerahan khas ksatria Rank A yang sedang memusatkan seluruh energinya. Tangannya mencengkeram erat ujung pop

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   bab 10 berontak

    Bab 10: berontak Halaman belakang akademi kini menjadi sangat bersih, bahkan hampir mengkilap. Belasan senior dari tim elit Golden Griffon baru saja melesat pergi secepat kilat setelah meletakkan sapu mereka. Mereka meninggalkan debu yang mengepul dan aroma ketakutan yang pekat; seolah-olah mereka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status