LOGINBab 73: Dede Ian
Sinar matahari pagi menembus celah-celah jendela kamar utama Raka di Menara Timur, menjatuhkan berkas cahaya hangat tepat di atas sebuah keranjang bayi kayu berukuran raksasa. Dari dalam keranjang tersebut, sesosok pemuda berusia 20 tahun dengan wajah luar biasa tampan nan klimis perlahan membuka matanya. Rambut peraknya sedikit berantakan di atas bantal beludru. "Hoammm... Mmph... Ngghh..." Ia menguap panjang, namun suaranya terdengar sangat teredam dBab 294 — Bedong Raja Iblis merasakan sesuatu. Bukan rasa sakit — dia sudah terbiasa dengan itu. Bukan kemarahan — itu sudah menjadi bagian dirinya. Ini berbeda. Tekanan. Lingkaran segel di tanah bersinar makin terang. Emas dan hitam berputar — MENYATU. Mantra kuno bergema makin keras. Raja Iblis menatap Helios dan alter ego Valerian di belakang Raka. Matanya melebar. Segel suci...?! "TIDAK." Bayangan kegelapan BERGERAK — bukan menyerang. KABUR. Tubuh tanpa wujudnya melesat ke udara — menjadi asap hitam yang menyebar ke segala arah. Cepat. Putus asa. Raka menatap. Dia mau lari. "Tidak boleh, moo." Raka mengangkat tangan. [HADIAH SPIN 2 — Kelulusan Helios] Kartu as terakhir. "Aktifkan."[Bedong] Layar status berkedip. Tipe: Skill Aktif Efek: Mengikat target dengan kain
Bab 293 — Moo Alter ego Valerian menatap Helios. "Kau tahu mantra segelnya?" Helios mengangguk. Wajahnya tampak serius. "Aku membacanya di buku sihir Aldhelm. Hafal setiap baris." "Bagus." Alter ego mengetuk pelipisnya. "Aku tidak perlu membuang waktu untuk mengajarimu.""Segel ini memiliki syarat paling tinggi." "Dua penyihir. Dua Sage-level. Satu mantra." Helios menatap Raka. "Tapi untuk menyegel — kami butuh waktu. Seseorang harus MENAHAN Raja Iblis selama prosesnya." Semua menoleh ke Raka. Raka yang babak belur. Raka yang HP-nya kritis. Raka yang baru saja menghabiskan tiga Borrow Skill sekaligus. "Serahkan padaku." Marco menganga. "Kak Raka GILA?! Kau bahkan tidak bisa—" "Aku masih punya satu kartu as." Raka mengangkat tangan. Layar status muncul. [HADIAH SPIN 1 — Kelulusan Bima] Skill: Refresh Skill Efek:
Bab 292 — SpinAlter ego Valerian melangkah.Satu langkah — udara di sekitarnya BERUBAH. Lebih berat. Lebih gelap. Berbeda dari kegelapan Raja Iblis — ini lebih... DINGIN.Raka menatap dari tanah.Tubuhnya tidak bisa bergerak. Borrow Skill sudah habis. Zirah sudah pecah. Pedang sudah lenyap.Tapi matanya TAJAM.Alter ego Valerian... dia berbahaya.Raka menoleh ke samping."Nox... Levi..."Dua familiar kecil terkapar di dekatnya. Nox membuka satu mata — tubuhnya gemetar. Levi bahkan tidak mengangkat kepala."Apa kalian masih bisa bertarung?"Nox menjawab pelan. Suaranya serak."Tidak, Tuan Muda..."Levi bergerak sedikit. Hanya mengedipkan mata. Artinya sama.Tidak.Raka mengepalkan tangan.Gawat.Alter ego Valerian sudah berjalan menuju Raja Iblis. Kegelapan dan kegelapan — dua monster yang seharusnya tidak ada di dunia ini.Amanda berteriak."Master! Dengarkan aku! Kembali—"Alter ego bahkan tidak menoleh."Berisik."Amanda terdiam. Seperti ditampar.Elena menggenggam tangan Amanda."
Bab 291 — 22 MenitMenit ke-1.Empat Raka dan delapan lengan kegelapan bertabrakan.BRAKK! BRAKK! BRAKK!Pedang Sacred Fire menebas lengan kiri atas — memotongnya. Api suci membakar potongan itu menjadi abu putih.Lengan itu TUMBUH kembali.Raka menyipitkan mata.Regenerasi?Lengan baru muncul — tapi lebih kecil. Lebih tipis. Lebih lambat.Tidak sempurna. Sacred Fire menghambat regenerasinya.Aldhelm menghantam clone kedua dengan palu kegelapan.BRAKK!Clone terpental. Zirahnya RETAK separuh. Pedang Sacred Fire-nya padam sesaat — lalu menyala lagi. Redup.Clone kedua bangkit. Lebih lambat.50% memang rapuh.Menit ke-7. Sisa: 15 menit.Dua clone sudah HANCUR.Clone pertama dihancurkan oleh rantai kegelapan yang melilit tubuhnya — meremukkan zirah es dari dalam. Clone ketiga ditusuk tiga tombak kegelapan secara bersamaan.Tersisa dua. Raka asli dan satu clone terakhir.Raka bernapas berat. Zirahnya penuh retakan — tapi retakan itu MENUTUP perlahan. Es bergerak. Menambal.Regenerasi zira
Bab 290 — SepadanEmpat Raka melesat.Dari empat arah. Bersamaan.Kiri. Kanan. Depan. ATAS.Aldhelm memutar tubuh — mata merah menyapu keempat bayangan."Empat sekaligus?"Raka pertama — dari kiri — mengayunkan pedang Sacred Fire secara HORIZONTAL.Aldhelm menangkis dengan lengan kegelapan.BRAKK!Api suci dan kegelapan BERBENTURAN — percikan putih dan hitam menyembur ke segala arah.Raka kedua — dari kanan — menusuk dari bawah. Pedang mengarah ke rusuk.Aldhelm memutar tubuh. Menghindari. Tipis.Ujung pedang Sacred Fire menggores pinggangnya — api suci membakar kulitnya. Luka kecil. Tapi LUKA.Aldhelm melirik goresan itu. Matanya berkedut.Api ini... membakar dari dalam.Raka ketiga — dari depan — menebas VERTIKAL. Dari atas ke bawah.Aldhelm menangkap bilah Sacred Fire dengan tangan kegelapan. Api suci MEMBAKAR tangannya — asap hitam mengepul.Tapi dia tidak melepas."Sakit."Senyum."Tapi tidak cukup."Aldhelm melempar clone ketiga ke samping — tubuhnya menghantam reruntuhan.Clone
Bab 289 — Bocah Pengasuh Aldhelm bergerak. Tidak ada peringatan. Tidak ada ancang-ancang. Satu detik dia berdiri di sana — detik berikutnya dia SUDAH di depan Raka. Cepat. TERLALU cepat. Tangan kegelapan terangkat — siap menghancurkan kepala Raka. "Kau duluan." KRAKK! Perisai es MUNCUL — tepat di antara tangan Aldhelm dan wajah Raka. [Ice Shield] Levi. Dari dalam kantong Raka — kura-kura kecil itu menjulurkan kepalanya dan menyemburkan es dalam sepersekian detik. Perisai itu RETAK seketika — tapi cukup untuk menahan satu pukulan. Raka melompat mundur. Dia langsung mengincarku. FWOOSH! Nox melompat dari bahu Raka — tubuh kecilnya membuka mulut LEBAR. [Hellfire Burst] Semburan api hitam kemerahan mengarah ke wajah Aldhelm. Aldhelm memiringkan kepala. Api melewati pipinya — membakar ujung jubahnya.
Bab 3 Aura Sepanjang lorong menuju Menara Utama, Ratusan murid Akademi Aethelgard yang tadi berada di aula kini berkerumun. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani menatap mata Raka Nightfall secara langsung. Pemuda berusia 20 tahun itu berjalan dengan langkah santai, posturnya tegap dan tenang
Bab 2 Kekuatan "Kresek... kresek..." Bunyi aneh itu terdengar begitu nyaring di tengah keheningan aula yang mencekam. Marco menundukkan kepalanya ke bawah dengan gerakan patah-patah. "Gyahahaha!" Seseorang di kejauhan meledak tertawa, memecah keheningan. Dalam sekejap, seluruh aula dipenuhi oleh
Bab 1: Anugerah Di Aula Besar Akademi Aethelgard, sebuah monolit kristal kuno berdiri tegak, siap memancarkan takdir bagi setiap orang berusia 20 tahun. Hari ini adalah Upacara Manifestasi. Hari di mana para murid akademi akan diberikan "Anugerah”. Di barisan paling depan, tiga sahabat karib b
Bab 11: Bangsawan Di sudut gelap kandang kuda akademi yang berbau jerami dan tanah basah, Kael mengerang frustrasi. Urat-urat di leher dan lengannya menonjol ekstrem, memancarkan aura emas kemerahan khas ksatria Rank A yang sedang memusatkan seluruh energinya. Tangannya mencengkeram erat ujung pop







