Share

Bab 88 Grand Final

Author: R.yan
last update publish date: 2026-05-28 19:00:29

Bab 88 Grand Final

Sinar matahari pagi menyinari Colosseum Aethelgard yang penuh sesak oleh ratusan ribu penonton yang histeris. Namun, di dalam Balkon VIP Utama, pemandangan absurd yang kembali tersaji bener-bener merusak seluruh hukum logika politik kerajaan.

​Entah bagaimana caranya—Duke Valerian Isabella, sang Archmage Agung kini duduk pasrah di atas pangkuan Putri Amanda. Ia kembali mengenakan kaos biru ketat, popok kain tebal motif lumba-lumba biru yang menggembung, serta sebu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 248: Giant Stone Golem

    Bab 248: Giant Stone Golem Sayap timur istana. KRAAAK!!! Tinju bayangan Darius menghantam Marco telak di dada. Giant Axe terangkat — tapi terlambat. Marco terpental. Tubuh raksasanya melayang ke belakang — menghancurkan dua pilar, menembus dinding, dan mendarat di ujung koridor. DUUUUM!!! Debu dan puing berterbangan. Marco tidak bergerak. Darius — Shadow Resonance — berdiri di tengah kehancuran. Sepuluh meter. Mata merah menyala. "Sudah selesai?" Matanya beralih. Di ujung koridor — Anna. Chiki. Tonton. Tiga target yang tidak bisa melawan. Darius mengangkat tinjunya. Melesat.  Tonton menggeram. "GROOOH!!!" Babi hutan berbatu itu melangkah maju — tepat di depan Anna dan Chiki. [Heavy Armor.] Kulit granit Tonton menebal. Berlapis-lapis. Batu di punggungnya mengembang — membe

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 247: Belum Selesai

    Bab 247: Belum Selesai Taman selatan. Shade masih berlutut. Air matanya belum berhenti. Tangannya mencengkeram bahu Mantis yang tak bergerak. "Ketua... ketua..." Sebuah tangan menyentuh bahunya. Lembut. Lullaby berdiri di belakang Shade dan Fang. Satu tangan di bahu masing-masing. "Berhenti menangis." Suaranya tenang. "Mereka belum mati." Raven mendongak. "...Benarkah?" Lullaby menutup matanya. Iris keemasan berpendar. [Clairvoyance.] "Patah tulang rusuk — tiga di Mantis, dua di Crow. Luka dalam di organ, tapi tidak fatal. Pendarahan sudah berhenti secara alami." Lullaby membuka matanya. "Mereka cuma pingsan." Shade menundukkan kepalanya. "Syukurlah..." Jack menghampiri. Tangannya merogoh kantong di sistemnya [Harvest Granary] — dan mengeluarkan dua buah tomat merah yang bersinar samar. [Healing Tomato] [Efek : Penyembuhan in

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 246: Guardian

    Bab 246: Guardian Sayap selatan istana. Sulur-sulur Jack membelit tubuh Selene — leher, lengan, pinggang. Duri-duri kecil menancap di kulitnya. Darahnya menetes. Selene tidak bisa bergerak. Belum. Jack berdiri di tengah taman yang hancur. Tangan kanannya terangkat — mengendalikan sulur dari jarak jauh. Wajahnya tenang. "Kak Lulla, Bagaimana kondisi Elena?" Lullaby sudah berlutut di samping Elena. Tangannya menyentuh dahi gadis itu. Matanya berubah — iris kuning keemasan berpendar. [Clairvoyance.] Dalam sekejap, Lullaby membaca seluruh kondisi Elena. Bukan hanya luka fisik — tapi jalur mana, titik kelelahan, kerusakan internal. "Mana tersisa 4%. Jalur sihir kelelahan. Tiga tulang rusuk retak. Luka dalam di bahu kiri." Lullaby membuka matanya. "Tapi tidak ada kerusakan permanen." Elena tersenyum lemah. "Aku baik-baik saja..." "Bohong." Lullaby men

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 245: Ayah

    Bab 245: AyahEnergi hitam meledak dari tubuh Gareth.Bukan seperti sebelumnya.Ini berbeda.Dark Blade tidak lagi berdenyut seperti jantung — sekarang ia berdetak. Keras. Cepat. Seperti sesuatu yang meronta ingin keluar.Gareth berlutut. Kedua tangannya mencengkeram gagang pedang. Urat-urat hitam menjalar dari tangannya — naik ke lengan, bahu, leher."AAAARGH!!!"Gareth berteriak.Bukan teriakan bertarung.Teriakan kesakitan.Kael dan Seraphina berdiri di tempatnya. Tidak menyerang.Karena apa yang mereka lihat — bukan musuh yang sedang power-up.Tapi seorang pria yang sedang dimakan senjatanya sendiri."Gareth."Suara itu datang dari dalam Dark Blade.Bukan suara manusia. Lebih dalam. Lebih tua."Lepaskan kendalimu."Gareth mengeratkan genggamannya."Tidak...""Kau sudah kalah. Tubuhmu hancur. Manamu habis."Urat hitam menjalar ke pipi kirinya."Serahkan tubuhmu padaku — dan aku akan menghancurkan mereka."Gareth memejamkan matanya.Wajah Aldhelm muncul.Senyum di panti asuhan.Seli

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 244: Full Black

    Bab 244: Full BlackEnergi gelap meledak dari Dark Blade.Udara di halaman memberat. Rumput menghitam. Retakan menjalar di tanah seperti pembuluh darah gelap.Gareth berdiri tegak. Luka di tubuhnya berhenti mengeluarkan darah — digantikan uap hitam yang mengepul dari kulitnya.Dark Blade berubah. Bilah yang tadinya hitam legam kini berdenyut — seperti jantung. Garis-garis merah darah menjalar di permukaannya, berkedut setiap detik.Kael mengeratkan genggaman pedangnya."Apa itu..."Gareth menatap Dark Blade di tangannya."Kau tahu, Tuan Muda..."Ia mengayunkan pedang itu pelan. Udara terbelah — meninggalkan jejak hitam yang tidak menghilang."Aku tidak selalu seperti ini."---Gareth mengingat.Panti asuhan di pinggiran kerajaan. Bangunan tua dengan atap bocor. Dinding retak. Lantai kayu yang berderit.Tiga puluh anak. Satu pria dewasa.Aldhelm.Bukan — saat itu dia belum jadi Perdana Menteri. Hanya seorang pria berjas lusuh yang datang setiap pagi. Membawa roti. Membawa buku. Membawa

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 243: Tunangan

    Bab 243: Tunangan Halaman samping istana. Es menjalar di tubuh Gareth — dari lutut hingga pinggang lalu dada.. Kristal-kristal biru berkilau di bawah cahaya bulan. Gareth tidak bergerak. Belum. Seraphina berdiri di ujung halaman. Frostveil terentang. Kristal es melayang di sekelilingnya. Napasnya tenang — tapi matanya tajam. "Jangan sentuh tunanganku." Kael terbaring di tanah. Pedang cahayanya redup. kakinya tidak bisa bergerak. Tubuhnya penuh luka. Darah mengalir dari pelipisnya. Tapi telinganya masih berfungsi. Sangat berfungsi. "T-tunangan...?" Kael menatap Seraphina. "Sejak kapan?!" Seraphina tidak menoleh. Matanya tetap pada Gareth yang membeku. "Sejak aku bilang begitu." "Itu bukan cara kerja pertunangan—" "Kenapa?" Seraphina akhirnya melirik. Mata birunya dingin — tapi ada sesuatu di dalamnya. "Kau tidak mau?" 

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   bab 10 berontak

    Bab 10: berontak Halaman belakang akademi kini menjadi sangat bersih, bahkan hampir mengkilap. Belasan senior dari tim elit Golden Griffon baru saja melesat pergi secepat kilat setelah meletakkan sapu mereka. Mereka meninggalkan debu yang mengepul dan aroma ketakutan yang pekat; seolah-olah mereka

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   bab 9 disiplin

    Bab 9: disiplin Sambil lanjut menyapu dedaunan kering yang berguguran di halaman belakang akademi, Raka merasakan saku celananya bergetar hebat. Ia merogoh botol susu artefaknya yang kini berpendar merah muda lembut. Jendela sistem muncul secara otomatis, memuntahkan rentetan notifikasi yang mem

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 8 Keadilan

    Bab 8: keadilanDebu pertempuran telah mengendap, namun atmosfer di Aula Utama Akademi Aethelgard justru memuncak hingga ke titik didih. Di tengah ruangan yang megah itu, Raka berdiri dengan tenang meskipun kedua tangannya terborgol sihir penekan mana yang berpendar ungu gelap. Di sampingnya,

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 7 Playpen

    Bab 7: playpen Cahaya keemasan dan biru safir meledak dari tubuh Bima dan Elena saat partikel cahaya Nightmare Behemoth yang hancur terserap ke dalam inti mana mereka. Di dunia Aethelgard, mengalahkan monster Rank S bukan sekadar kemenangan, melainkan lonjakan evolusi yang masif bagi para pe

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status