Beranda / Romansa / Dimanja Mantan Posesif / Ada Yang Merindukan

Share

Ada Yang Merindukan

last update Tanggal publikasi: 2026-04-14 10:03:09

Surya tersentak.

Tetapi, dia segera memasang senyumnya.

“Menangis? Siapa yang menangis?” Surya menyentuh pipinya agar Kiran tidak curiga.

“Tapi mata Ayah juga merah.” Kiran tak percaya begitu saja. “Ada apa, Ayah? Apa ada masalah di pekerjaan? Karena itu Ayah tidak kerja?”

Kiran berasumsi. Ayahnya tidak mungkin cuti tanpa alasan.

Surya mencebik. Menyanggah pemikiran putrinya

“Kamu ini terlalu curigaan, Kiran.” Secepatnya Surya mengelak. “Ayah sudah berangkat, tapi teman Ayah bilang butuh uang t
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (9)
goodnovel comment avatar
Titin Susiyana
sebenernya bibit pelakor ini anak kandung apa anak angkat juga si. kaya diadopsi buat gantiin Kiran gitu????
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
Kiran blm ketauan kalo dia ank kandung ortunya aja, si Yessica udh keliatan gasuka mamanya nyinggung Calissa . apalagi kalo jati diri Kiran terungkap, bklan ng'reog nii kuyang
goodnovel comment avatar
eva nindia
yessica ni putri angkt kah ???
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dimanja Mantan Posesif    Merasa Bersalah

    Di RDJ.Elvano menekuk lengan kirinya, dia menatap ke jarum yang ada di arlojinya, sebelum pandangannya tertuju ke luar ruangan.Sudah hampir setengah jam dan Kiran belum kembali dari kafe.“Apa dia terjebak antrian panjang? Ini bukan jam istirahat, harusnya kafe tidak akan ramai di jam-jam ini.”Elvano mulai gelisah.Dia meraih ponsel di atas meja untuk menghubungi Kiran.Namun, sebelum Elvano berhasil menekan tombol panggil, ponselnya sudah lebih dulu bergetar.Kiran menghubunginya.“Halo, Ki. Kenapa kamu lama sekali? Apa ada–”“El, aku sekarang sedang menuju rumah sakit. Apa kamu bisa menyusulku?”Punggung Elvano menegak.Rumah sakit?“Ki, ada apa? Apa yang terjadi padamu?” Elvano bangkit dari duduknya.Suara Kiran yang berat dan sedikit tertahan, membuat kepanikan membuncah di dadanya.Elvano bergegas meninggalkan ruangan masih dengan panggilan yang terhubung dengan Kiran.“Aku baik-baik saja, tapi tolong susul aku ke rumah sakit.”Elvano mengangguk walau Kiran tidak melihat.“Kam

  • Dimanja Mantan Posesif    Penolong Tak Terduga

    Di tengah kepanikan yang dialaminya. Pandangan Kiran tertuju pada sosok pria yang tidak pernah dia bayangkan kehadirannya.Noah.Kenapa pria ini di sini?“Menyingkir darinya.” Farhan menarik kasar pundak salah satu preman.Memberikan jalan pada Noah yang kini melangkah menghampiri Kiran.“Kamu baik-baik saja?” Kedua tangan Noah terangkat untuk menyentuh, tetapi dia tahan dan hanya menggantung di udara.Kiran mengangguk pelan. “Aku baik-baik saja.”“Ternyata ada yang mau menjadi pahlawan kesiangan.” Salah satu preman langsung meledek.Farhan sudah berdiri berhadapan dengan para preman.Noah membalikkan tubuhnya. Dia menatap satu persatu preman yang berniat kurang ajar pada Kiran.“Pergi dari sini jika kalian tidak ingin menyesal.” Suara Noah dalam dan penuh penekanan.Bukannya takut. Para preman ini tertawa.“Harusnya, kami yang mengatakan itu.” Telunjuk salah satu preman mengarah ke wajah Noah. “Pergi, atau kalian berdua, akan menyesal.”Belum juga Noah merespon ucapan preman ini. Sal

  • Dimanja Mantan Posesif    Tidak Aman

    Tatapan Kiran tertuju pada sang ayah.Bibirnya tersenyum kecil tanpa rasa bersalah.“Kulepas saat tadi mau mandi, Ayah,” kilahnya. Sedangkan kalung itu sudah tidak dia pakai berhari-hari ini.Surya mengembuskan napas lega.“Kenapa tidak dipakai lagi?” Surya kembali memanggang daging setelah mendapat jawaban dari Kiran.Senyum Kiran sedikit masam. Dia memasukkan potongan daging ke mulut, sebelum membalas, “Iya, nanti aku pakai lagi. Sekarang, bolehkan aku makan yang banyak dulu.”Kiran memberikan tatapan memelas ke ayahnya.“Baiklah, baiklah, makan dulu yang banyak sekarang.” Surya kembali meletakkan potongan daging di piring Kiran. Senyum hangat penuh kasih sayang, tidak lekang dari wajah tuanya.**Hari berikutnya.Kiran berada di ruangan Elvano mengatur berkas-berkas yang harus kekasihnya ini tandatangani.“Ini sudah semua, sisanya aku akan cek ulang sebelum kamu tandatangani.” Kiran menyodorkan beberapa stopmap yang sudah dia pilah.“Terima kasih.” Tangan Elvano terulur menerima ber

  • Dimanja Mantan Posesif    Ada Yang Merindukan

    Surya tersentak.Tetapi, dia segera memasang senyumnya.“Menangis? Siapa yang menangis?” Surya menyentuh pipinya agar Kiran tidak curiga.“Tapi mata Ayah juga merah.” Kiran tak percaya begitu saja. “Ada apa, Ayah? Apa ada masalah di pekerjaan? Karena itu Ayah tidak kerja?”Kiran berasumsi. Ayahnya tidak mungkin cuti tanpa alasan.Surya mencebik. Menyanggah pemikiran putrinya“Kamu ini terlalu curigaan, Kiran.” Secepatnya Surya mengelak. “Ayah sudah berangkat, tapi teman Ayah bilang butuh uang tambahan dan minta jatah kerja Ayah hari ini saja. Makanya Ayah pulang lagi. Biarlah dia dapat tambahan buat istrinya.”Mata Kiran menyipit. Dia masih tidak percaya.“Kamu ini, kenapa tidak percaya sekali sama ayahmu ini?” Surya kembali meyakinkan.Melihat sang ayah yang gigih menjelaskan. Kiran akhirnya mengabaikan.“Baiklah kalau benar seperti itu.” Kiran kembali menatap sang ayah sebelum masuk kamarnya. “Mumpung Ayah di rumah, bikin barbeque ya, Ayah. Saat kemah kemarin, aku belum puas. Jadi,

  • Dimanja Mantan Posesif    Sangat Yakin

    Di mobil Noah.Noah menatap ke jalanan yang mereka lewati.Tatapannya menyorot tak biasa. Ada optimisme yang membuat semangatnya terbakar.“Anda tahu kalau Kiran adalah anaknya Pak Surya, tapi kenapa Anda sangat yakin jika dia adik Anda, Pak?” Farhan menatap heran. Bagaimanapun sikap Noah sangat aneh saat ini.Noah menoleh pada Farhan.Senyum Noah terangkat kecil.“Bagaimana jika Kiran adalah anak angkat? Anak pungut? Atau semacamnya? Bukankah kita tidak tahu pasti?” Ucapan Noah sangat meyakinkan.Kening Farhan berkerut dalam.“Tapi, bukankah Pak Adrian bilang kalau Kiran anaknya Pak Surya?” Farhan bicara dengan sangat hati-hati.“Anak saja, tidak ada kata anak kandung atau anak angkat. Kata anak bisa kita asumsikan dengan banyak hal.”Farhan membuka bibir untuk bicara lagi.Tetapi ucapan Noah tak terbantah.Farhan kembali melipat bibirnya.Noah kembali memandang keluar jendela, setelah Farhan diam.“Entah kenapa, sejak pertama kali melihat Kiran. Wajahnya sangat tidak asing bagiku.”

  • Dimanja Mantan Posesif    Psikiater

    Di rumah sakit.Kiran duduk di kursi tunggu depan ruang pemeriksaan kejiwaan.Jemarinya saling meremat, bibir bawahnya dia gigit kuat-kuat saat pandangannya tertuju ke pintu ruangan yang ada di depannya.Sampai, tangan hangat Elvano mengurai jemarinya. Kiran menoleh ketika Elvano menggenggam sempurna telapak tangannya.“Gugup?” Pertanyaan Elvano sukses membuat napas Kiran berembus kasar.“Sedikit.” Meski memaksakan senyumnya, tetap saja terlihat kegelisahan di wajah Kiran.Elvano menggenggam lebih erat telapak tangan Kiran. “Aku akan terus bersamamu. Jangan terlalu tegang.”Kiran mengangguk pelan.Saat perawat memanggil nama Kiran.Elvano yang pertama kali berdiri.“Ayo.” Tangan Elvano masih menggenggam telapak tangan Kiran.Napas Kiran berembus panjang.Kiran akhirnya berdiri. Dia melangkah masuk ke ruang konsultasi bersama Elvano.Setelah menyapa ramah dokter yang dulu juga menangani kasus trauma sang kakak. Elvano langsung menyampaikan keluhan yang Kiran alami.“Jadi, seperti itu.

  • Dimanja Mantan Posesif    Pasangan Serasi

    Kaki Kiran berhenti bergerak. Matanya terpaku pada wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan Elvano.Wanita dengan rambut panjang berkilau, wajahnya begitu manis dan terawat, polesan make up di wajahnya bahkan tak menutup kecantikan alami wanita ini.Dan yang membuat tubuh Kiran membeku ketika p

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif    Terlalu Ikut Campur

    Jemari Kiran menarik nota yang tertempel di luar plastik. Namanya dan divisi tempatnya berada, tertera di sana. “Mungkinkah Sabrina yang kirim?” Tadi, saat menghubunginya, suara Sabrina panik karena mencemaskan dirinya. Ah, benar. Pasti dari Sabrina. Kiran menatap serius ke layar ponsel kala me

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif    Malnutrisi

    Kelopak mata Kiran perlahan terbuka. Kepalanya seperti sulit digerakkan, tubuhnya terkulai tak bertenaga. Tangan Kiran terangkat pelan untuk menekan kepala, ketika itu dia baru menyadari kalau selang infus terpasang di lengannya. Mata Kiran mengedar, bau disinfektan yang begitu pekat, menyadarkann

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif    Kebencian Dania

    Wajah Dania memucat, dia meneguk ludah kasar melihat sorot mata Elvano yang begitu tajam. “Bu-bukan begitu maksud saya, Pak.” Kepala Dania menggeleng pelan. Lagi-lagi ludah meluncur susah payah saat melewati kerongkongannya. Sorot mata Elvano yang begitu dingin, membuat kepala Dania tertunduk. Ta

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status