Share

Agak Sulit

last update publish date: 2026-06-23 13:01:58

Kiran melihat Nindy yang terus menatap layar ponsel yang tergeletak di atas meja kafe dengan pandangan kosong. Bahkan tangan Nindy masih terlihat gemetar.

Kiran mengembuskan napas pelan, lalu tubuhnya sedikit condong ke depan.

“Nindy, untuk sekarang ini kamu juga harus berpikiran tenang. Jika ada sesuatu nantinya, biar kamu juga siap menghadapi.” Kiran mencoba menenangkan.

Tatapan Nindy tertuju pada Kiran. Wajahnya begitu sendu. “Bagaimana aku bisa tenang, Kiran? Edo itu orang gila. Dia tidak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
eva nindia
udh minta bantuan radjasa ajaa noah dripda mumet gnii
goodnovel comment avatar
Adeena
wis lah sulit ini...Nindy jangan membahayakan dirimu Edo sudah mengetahui rencana nindira....
goodnovel comment avatar
Titin Susiyana
q ikutan mumet Noah ....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Senjata Yang Tepat

    Di dalam mobil.Nindy terus merangkul pundak Nandira. Tangan kanannya sesekali menyingkirkan helaian rambut Nandira yang menutupi wajah.“Ya Tuhan, Dira. Apa yang sudah pria itu lakukan padamu? Bagaimana bisa dia sekejam ini padamu?” Buliran kristal bening jatuh dari pelupuk mata Nindy. Dia sampai gemetaran melihat wajah Nandira yang hampir sulit dikenali karena luka lebam yang memenuhi wajah. Bahkan sudut alis dan bibir Nandira juga pecah.Di dalam pelukan Nindy. Nandira masih bisa tersenyum“Terima kasih kalian datang. Jika tidak, mungkin aku hanya tinggal nama jika tertangkap.” Suara Nandira begitu lemah.Nindy memeluk erat tubuh Nandira. Matanya terpejam menahan air mata yang terus mengalir.Di kursi depan, Kiran terus memperhatikan kondisi Nandira.Dia benar-benar tidak menyangka jika Edo bisa segila dan sekejam ini.Kiran menatap pada Elvano yang sedang menyetir. Tatapan matanya menyiratkan kecemasan. “Edo pasti tidak akan tinggal diam mengetahui Nandira kabur. Dia juga tidak aka

  • Dimanja Mantan Posesif   Kondisi Memprihatinkan

    Pelayan tua ini panik melihat penjaga menyadari kalau Nandira yang pergi.Dia menjatuhkan belanjaannya, lalu kedua tangannya menghalangi pria bertubuh kekar ini agar tidak pergi mengejar Nandira.“Lepaskan aku, Nenek Tua!” amuk penjaga.“Tidak, kamu tidak boleh pergi!” Pelayan tua ini mempertahankan posisinya memeluk pria ini.Pelayan ini tahu, dia tidak bisa mencegah lebih lama penjaga ini agar tak mengejar Nandira, tetapi setidaknya dia memberi waktu untuk Nandira lari lebih jauh, atau setidaknya mencari bantuan.Penjaga pria ini sudah sangat kesal karena dihalangi. Dia mencengkram kuat kedua pundak wanita tua yang menghalanginya, lalu mendorong tubuh wanita ini sampai terjerambab di rumput.“Awas saja kamu!” Pria itu mengancam lalu berlari menuju pintu kecil.Nandira berlari sekuat tenaganya dengan kaki terseret. Dia menuju ke jalan utama untuk bisa berlari menjauh dari rumah ini.Saat menoleh ke belakang, Nandira melihat penjaga mengejarnya.Mata Nandira membola. Dia sekuat tenaga

  • Dimanja Mantan Posesif   Usaha Kabur

    Jantung Nandira berdegup cepat. Napasnya tersekat di tenggorokan dengan raut panik dan takut yang tak bisa dia sembunyikan lagi.Di hadapan Nandira saat ini.Pelayan tua yang sudah bekerja lama di rumah ini, berdiri menenteng keranjang belanja dengan tatapan tertuju pada Nandira yang ada di hadapannya.“Nyonya, apa yang terjadi pada Anda? Kenapa wajah Anda lebam begini?” Suara pelayan tua ini begitu panik.Nandira tersentak. Dia langsung mengangkat telunjuk di depan bibirnya agar pelayan ini tak bicara keras.“Bibi, kumohon jangan beritahu Edo. Biarkan aku pergi.” Nandira meratap, matanya kembali basah.Pelayan wanita ini menatap miris. Dia buru-buru menarik tangan Nandira.“Maaf, Nyonya.”Nandira terkejut tangannya ditarik pelayan. “Jangan membawaku kembali ke rumah, Bi.” Nandira memelas.Pelayan tetap berjalan sambil memegang lengan Nandira. “Saya tidak akan membawa Anda kembali ke sana, Nyonya. Tapi, kalau Anda terlihat oleh penjaga Tuan Edo, Anda akan dibawa masuk lagi.”Nandira te

  • Dimanja Mantan Posesif   Hidup atau Mati

    “Ada apa? Kenapa wajahmu tegang seperti itu?” Elvano menoleh sekilas setelah Kiran memegang ponsel Nidny.Dan, yang membuat Elvano keheranan, kenapa wajah Kiran begitu tegang.Kiran mengalihkan tatapan dari ponsel ke wajah Elvano. Dia meneguk ludah kasar, lalu berkata, “Edo sudah tahu kalau Nindy menerima file-file dari Nandira.”Elvano terkejut sampai menoleh cepat pada Kiran.“Dia bahkan mengirim pesan ancaman pada Nindy.” Kiran memperlihatkan pesan yang diterima Nindy.[Aku tahu kamu menerima file dari Nandira. Jika kamu masih ikut campur dan tidak sayang keluargamu, maka coba saja lakukan seperti yang kamu harapkan.]Jari-jari Elvano mencengkram kuat setir setelah membaca sekilas pesan yang Edo kirimkan ke Nindy.“Pria itu benar-benar gila!” Elvano menggeram.Di sampingnya, Kiran kini menoleh pada Nindy yang tampak begitu cemas.“Jika Edo sudah tahu kalau Nindy penerima file itu, bukankah tidak menutup kemungkinan nyawa Nindy juga dalam bahaya?” Kiran menebak.Kiran menatap pada E

  • Dimanja Mantan Posesif   Pusingnya Noah

    Mata Noah menyipit mendengar penjelasan pengacaranya. Jari-jarinya dia tautkan dengan siku yang bertumpu di atas meja. Pikiran Noah menerawang jauh.Farhan menatap cemas pada Noah. Bertahun-tahun ikut atasannya ini bekerja, baru sekarang Bimantara mendapatkan masalah sebesar ini hanya karena masalah sepele?“Artinya, Pak Edo bisa menghancurkan Bimantara terlebih dahulu sebelum polisi menangkapnya?” Farhan memberanikan diri ikut angkat suara setelah sejak tadi hanya mendengarkan.“Benar. Kecuali, kita bisa mendesak pihak kepolisian untuk melakukan penangkapan secara instan atas dasar ancaman keselamatan nyawa korban, yaitu Ibu Nandira. Kita butuh kesaksian langsung dari korban untuk mempercepat prosesnya.” Ketua tim pengacara kembali menjelaskan.Noah terdiam dengan rahang mengeras. Matanya menyorot lurus tajam, memikirkan resiko yang harus dia ambil demi perusahaannya.“Apa itu artinya kita harus membantu Nona Nandira keluar dari sana dan melaporkan sendiri kasus yang menimpanya, untuk

  • Dimanja Mantan Posesif   Agak Sulit

    Kiran melihat Nindy yang terus menatap layar ponsel yang tergeletak di atas meja kafe dengan pandangan kosong. Bahkan tangan Nindy masih terlihat gemetar.Kiran mengembuskan napas pelan, lalu tubuhnya sedikit condong ke depan. “Nindy, untuk sekarang ini kamu juga harus berpikiran tenang. Jika ada sesuatu nantinya, biar kamu juga siap menghadapi.” Kiran mencoba menenangkan.Tatapan Nindy tertuju pada Kiran. Wajahnya begitu sendu. “Bagaimana aku bisa tenang, Kiran? Edo itu orang gila. Dia tidak akan segan melakukan sesuatu pada Nandira saat sedang emosi. Dan takutnya, Edo tahu apa yang dilakukan Nandira, dan bisa saja pria itu menyakitinya.”“Tapi kita juga belum tahu pasti kondisi Nandira sekarang.” Elvano ikut angkat suara.Nindy mengembuskan napas kasar. “Tapi aku yakin Nandira sekarang ini tak baik-baik saja.” Tatapan Nindy begitu putus asa. “Apa aku ke rumahnya saja untuk memastikan kondisinya?” Ide itu tiba-tiba muncul di kepala Nindy.“Jangan, itu terlalu beresiko.” Kiran langsu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status