Share

Bahagia

last update publish date: 2026-04-02 09:50:15

Sore hari, di area perkemahan.

Kiran duduk bersama ayahnya yang sedang menunggu umpan kail disambar ikan.

Keduanya duduk dengan damai. Sebagai ayah dan anak yang menikmati hari dengan tenang.

“Setelah pulang dari kemah, kita langsung pindah ke kontrakan ya, Yah.” Kiran menoleh pada Surya yang ada di sampingnya.

Surya mengangguk-angguk pelan. Tatapannya teralihkan ke Kiran.

“Ayah ikut saja apa rencanamu.” Senyum Surya begitu tulus. “Tapi, Ayah mungkin akan ikut kerja, Kiran. Ayah tidak bisa hany
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Magda
el nyusul ya....
goodnovel comment avatar
Aililea (din din)
(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
curiga itu El yg lg ngintilin di tmpt prkemahan .
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif    Memang Mengganggu

    Mata Elvano melirik ke tas di samping kakinya.Senyumnya terangkat lebar.“Hanya kopi instan dan camilan.” Senyumnya semakin lebar sampai kedua mata Elvano sedikit menyipit.“Ternyata kamu sudah mempersiapkan semuanya, hm? Sengaja sekali mengganggu kebersamaanku dengan Ayah.” Kiran mengambil lagi ikan bakar yang ada di tangan Elvano. “Kamu bawa camilan, sudah makan camilan saja sana.”Elvano tersentak.“Camilan saja tidak cukup, Ki. Bagi ikannya, itu sepertinya enak.” Tangan Elvano terulur ke ikan yang Kiran pegang.Kiran menjauhkan ikannya dari gapaian Elvano. “Tidak bisa, ini milikku.”“Bukannya tadi diberikan padaku? Ayolah jangan pelit, kita makan bersama.”Melihat Elvano memaksa ingin mengambil ikannya, Kiran sampai tertawa.“Baiklah, kita makan bersama.” Kiran kembali mendekatkan ikan bakarnya.Tangan kanannya mengambil potongan kecil daging dari durinya. Kiran mengulurkan ke mulut Elvano.“Makanlah,” kata Kiran dengan tatapan begitu tulus.Dengan senang hati, Elvano membuka mulu

  • Dimanja Mantan Posesif    Alasannya

    Kiran bangun dari kursinya.Matanya menajam ke arah kegelapan.Sampai bola matanya membulat lebar.“El.” Kiran menatap tak percaya sang kekasih ada di area perkemahan, semalam ini.Di saat Kiran dan ayahnya menatap tidak percaya dengan keberadaan Elvano di sana.Pria yang sedang menjadi obyek perhatian ini, baru saja bisa bangun setelah tak sengaja jatuh tersandung tanah yang tidak rata.Elvano tersenyum canggung.Kehadirannya tiba-tiba di sana, malah diawali tragedi yang memalukan.Kiran menghampiri Elvano.“Apa yang kamu lakukan di sini?” Kiran menatap penasaran.Elvano menggaruk kepala tidak gatal.“Aku ada perlu denganmu. Tapi ponselmu tidak bisa dihubungi.”Kiran tersentak.“Mungkin karena malam, jadi sinyalnya sulit.” Kiran menjelaskan, sebelum tatapannya tertuju ke kaki Elvano.“Apa lututmu sakit?” Kiran kembali menatap ke wajah Elvano.“Sepertinya.” Elvano membalas ragu.Kiran mengajak Elvano mendekat ke tenda.Saat tiba di hadapan Surya. Elvano langsung menyapa.“Maaf jika me

  • Dimanja Mantan Posesif    Bahagia

    Sore hari, di area perkemahan.Kiran duduk bersama ayahnya yang sedang menunggu umpan kail disambar ikan.Keduanya duduk dengan damai. Sebagai ayah dan anak yang menikmati hari dengan tenang.“Setelah pulang dari kemah, kita langsung pindah ke kontrakan ya, Yah.” Kiran menoleh pada Surya yang ada di sampingnya.Surya mengangguk-angguk pelan. Tatapannya teralihkan ke Kiran.“Ayah ikut saja apa rencanamu.” Senyum Surya begitu tulus. “Tapi, Ayah mungkin akan ikut kerja, Kiran. Ayah tidak bisa hanya duduk memangku tangan di rumah.” Tatapan Surya kembali tertuju ke air.Hening.Kiran tidak membalas ucapan sang ayah.Surya mengembuskan napas pelan.Dia kembali menoleh ke Kiran.“Ayah tahu kamu mencemaskan kondisi Ayah. Tapi Ayah juga tidak bisa jika harus berdiam diri saja dan hanya bergantung padamu.”“Tapi aku masih sanggup menafkahi Ayah. Uang gajiku dan tunjanganku, lebih dari cukup untuk hidup bersama Ayah.” Kiran menatap sendu. Bagaimana bisa Kiran diam saja melihat pria tua ini beke

  • Dimanja Mantan Posesif    Berdua Dengan Ayah

    Hari berikutnya.Kiran pergi berkemah dengan Surya.Mereka pergi ke tempat yang Surya ingin datangi. Sebuah area perkemahan dengan hamparan kebun teh yang luas.Lalu di dekat tenda tempat mereka berkemah, ada danau yang bisa mereka jadikan spot memancing.[El, aku sudah tiba di lokasi dan baru saja mendirikan tenda.]Kiran mengirimkan nama tempat dia dan ayahnya berkemah, bahkan Kiran mengirim foto tendanya agar Elvano tidak cemas.“Ki, kamu sudah selesai merapikan tendamu?”Suara sang ayah mengalihkan perhatian Kiran dari ponselnya. Kiran menoleh. Bibirnya tersenyum ke sang ayah yang duduk di kursi kecil menghadap ke kompor portable dengan panci kecil di atasnya.Kiran segera menyimpan benda pipihnya ke dalam saku jaket.“Ya, Ayah.” Kiran menghampiri Surya. Duduk di samping sang ayah, Kiran seperti anak kecil yang menunggu makanannya disajikan orang tuanya.“Mienya sudah matang.” Kiran mengangguk.Matanya terus tertuju ke sang ayah yang sedang menyajikan mie di mangkuk.“Hati-hati

  • Dimanja Mantan Posesif    Takut Ditinggal

    Kiran duduk di ruang tunggu lobby.Sampai, Elvano akhirnya tiba di sana.“Sudah luang?” Kiran berdiri menyambut Elvano.“Kenapa tidak naik saja langsung?” Elvano sudah berdiri tepat berhadapan dengan Kiran.Kiran menggeleng. “Tidak enak saja. Aku sedang diskors, tidak nyaman jika berkeliaran di perusahaan.”Melihat Elvano yang diam, Kiran kembali bicara. “Aku bawa makan siang, bagaimana kalau kita makan di taman samping?”Kiran mengangkat paper bag yang dibawanya.Elvano mengangguk pelan. Mana mungkin dia menolak.Mereka pergi ke taman samping.Di bawah pohon rindang, di bangku yang biasa digunakan karyawan melepas penat. Kiran dan Elvano duduk di sana.“Kamu bilang mau pergi dengan ayahmu?” Elvano menatap pada Kiran yang sedang mengeluarkan kotak makanan dari dalam paper bag.“Besok, tadi aku baru saja menemui Kak Mila.” Kiran bicara tanpa menatap Elvano.Kiran sibuk menyiapkan alat makan untuk sang kekasih.“Bagaimana? Apa yang dia mau?”Kiran mengangkat pandangan ke Elvano. Sambil m

  • Dimanja Mantan Posesif    Bantuan Terakhir

    Siang hari.Kiran pamit ke Surya jika mau mengurus sesuatu.Dia pergi ke kafe setelah menghubungi Mila.Di sana, Kiran melihat Mila yang sudah menunggu.“Kamu benar-benar datang.”Melihat senyum semringah Mila. Kiran tetap memasang wajah datar.Kiran duduk berhadapan dengan Mila.“Sudah berapa bulan?” Kiran bicara tanpa ekspresi.Mila menyentuh perutnya. “Baru dua bulan.”Pandangan Mila tertunduk. “Aku juga baru tahu kalau hamil kemarin. Karena itu, aku bingung.”Kiran mengembuskan napas pelan.“Sekarang kamu maunya bagaimana? Aborsi?”Kiran melihat Mila tersentak karena ucapannya.“Aku tidak tahu.”Jawaban Mila membuat Kiran mengembuskan napas pelan.“Dari kejadian ini, apa kamu sudah sadar apa kesalahanmu?” Kiran bicara dengan tegas. Sorot matanya penuh penekanan.Mila memejamkan mata sejenak sebelum mengangkat pandangannya ke Kiran. “Aku tahu.”“Jika melakukan aborsi, dosamu akan semakin besar karena membunuh bayi yang tidak bersalah.” Kiran kembali bicara. “Tapi jika kamu pertahan

  • Dimanja Mantan Posesif    Kesombongan di Tempat Yang benar

    Kiran menatap datar pada Malik. Sepertinya pria ini benar-benar mengira kalau tekadnya akan goyah jika diiming-imingi uang.“Sepertinya Anda salah paham soal saya, Pak.” Tubuh Kiran masih menegak, matanya menyorot begitu tegas tak goyah walau pria di depannya ini memiliki jabatan yang lebih tinggi

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Dimanja Mantan Posesif    Hanya Anak Pungut

    Kiran mengantar Surya setelah dari rumah sakit.“Harusnya kamu tidak perlu beli banyak barang.” Surya menatap sopir yang sedang menurunkan buah dan beberapa bahan makanan yang tadi sempat Kiran beli sebelum sampai rumah.“Ini hanya sedikit, Yah. Setidaknya cukup buat kebutuhan di rumah sampai nanti

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Dimanja Mantan Posesif    Tawaran Kompensasi

    Kiran turun dari mobil yang berhenti di depan lobby perusahaan membawa satu kantong paper bag di tangan kirinya.Meskipun Kiran sudah menolak, tetapi Alina memaksa agar sopir mengantar Kiran kembali ke perusahaan.Kiran mengembuskan napas kasar sambil memandang paper bag berisi banyak kue itu. Dia

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Dimanja Mantan Posesif    Membenci?

    Dahi Kiran berkerut dalam. Sejauh ingatan yang masih tersisa di kepalanya, Elvano tidak suka kopi pahit. Namun, bukankah kesukaan orang bisa berubah? Bahkan sifat dan perilaku saja bisa?Lantas, kenapa Kian begitu yakin kalau Elvano, masih sama seperti dulu?“Kenapa reaksimu begitu? Kamu tidak per

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status