Share

Dikira Takut?

last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-20 06:00:24

Kiran mengembuskan napas kasar, tak percaya dengan apa yang didapatnya dan didengarnya. Wajahnya sedikit terangkat, matanya menyorot tajam pada Mona.

Telunjuk Mona tertuju ke wajah Kiran, sebelum berucap, “Ingat, yang setara dengan Pak Elvano itu hanya Bu Dania. Apalagi, Bu Dania adalah keponakan salah satu direktur di perusahaan ini. Tidak seperti kamu yang bukan siapa-siapa!”

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (10)
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
ya pasti dengerlah,,lha elvano kok yang beri skors ke mona dan temannya,,rasain mona,, tapi,, kapan giliran dania diskor ya??
goodnovel comment avatar
wardah
good job Kiran jngn mau di tindas lagi balas Kiran balas,,
goodnovel comment avatar
Adeena
hukuman setimpal buat kalian berdua yg suka merundung Kiran....
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dimanja Mantan Posesif   Seperti Pebinor

    Kiran berjalan-jalan di tepian sungai yang membelah bagian utara dan selatan area wisata ini.Sepanjang melihat-lihat, senyum manis terus berhias di bibirnya.Di belakangnya. Noah dan Elvano berjalan bersama. Keduanya tampak bersaing, tetapi sebenarnya sedang sama-sama melindungi Kiran.“Kiran tidak bisa berenang, kamu malah mengajaknya berwisata di wahana air. Kolam renang dan sungai di sini hanya akan menjadi pemandangan sia-sia.” Elvano membuka suara setelah sejak tadi diam.“Kiran bukan tidak bisa berenang. Sepertinya trauma yang dialaminya masih membekas di perasaannya, meski dia hilang ingatan.”Elvano menghentikan langkah mendengar balasan dari Noah.“Apa maksudmu?” Kening Elvano berkerut dalam saat menatap pada Noah.Noah ikut menghentikan gerakan kakinya. Dia menoleh pada Elvano yang sudah menatapnya.Noah lebih dulu memandang ke Kiran yang sedang berjongkok memperhatikan bunga di tepi sungai. Sebelum kembali menatap pada Elvano.“Saat kecil, kami pernah pergi ke tempat ini.

  • Dimanja Mantan Posesif   Tamu Tak Terduga

    Mata Elvano menyorot tak suka. Atmosphere di tempat ini berubah dingin.Kiran yang terkejut, perlahan menoleh pada Elvano.Sejak awal Elvano tidak menyukai keberadaan Adrian, sekarang mereka bertemu lagi di sini.“Adrian.” Noah menatap heran. “Kamu mengundangnya?” tanya Noah saat menatap pada Yessica.Yessica mengangguk-angguk cepat. “Ya, aku pikir, lebih banyak orang, lebih bagus. Apalagi, aku dengar kalau Adrian juga ternyata dulu atasan Kiran, jadi pasti mereka juga dekat, ‘kan?” Tatapan Yessica tertuju pada Kiran setelah bicara.Sedang Adrian menatap pada Elvano, dia menerima tatapan tajam dari pria yang dicintai oleh Kiran ini.“Kalian kenapa hanya berdiri? Karena Adrian sudah datang, kita duduk dan makan dulu. Setelahnya kalian bisa main sepuasnya.” Suara Raihan mengalihkan tatapan semua orang.Kiran menyentuh lengan Elvano. Kepalanya mengangguk pelan saat Elvano menoleh padanya.Mereka semua akhirnya bergabung bersama yang lain.Makanan yang dihidangkan di meja, semua terasa

  • Dimanja Mantan Posesif   Punya Kesamaan

    Kening Kiran berkerut dalam melihat Noah begitu bersemangat.Apalagi mata Noah sekarang berkaca-kaca.“Ya, siapa yang tidak tahu tempat ini? Arena wisata air yang sudah berdiri lebih dari dua puluh lima tahun. Punya taman bunga yang indah dan tempat-tempat istirahat yang nyaman. Memangnya, kamu bilang ingat, aku ingat apa? Aku saja baru pertama kali ke sini, dulu hanya baca-baca artikel tentang tempat wisata ini.”Tatapan Noah yang tadi menggebu-gebu, kini berubah lesu.Noah mengira Kiran ingat masa kecil mereka saat dulu bermain di sini.“Noah, ada apa?” Kiran memastikan karena melihat tatapan Noah berubah kecewa.“Sudahlah, mungkin memang benar kalau kamu belum ingat apa pun tentang masa kecil kita.” Tatapan Noah tertuju ke papan nama wisata. “Kukira, kamu ingat jika tempat ini adalah tempat favoritmu bermain.” Noah menoleh lagi pada Kiran, kini senyumnya begitu getir.Kiran terperangah. Dia menatap bersalah karena sudah membuat noah sedih.“Aku hanya bilang tahu, tapi aku tidak bil

  • Dimanja Mantan Posesif   Berwisata

    Siang hari.Noah berdiri di luar mobil, menemani Kiran yang juga berdiri menunggu Elvano keluar dari hotel.“Kamu sudah memberitahunya kalau akan jalan-jalan?” Noah menoleh pada Kiran yang sejak tadi berdiri diam.“Sudah.” Kiran mengangguk. “Baru saja, sepuluh menit yang lalu saat kita dalam perjalanan.”Noah membulatkan bola mata. “Sudah kubilang kita mau pergi sejak pagi tadi, kenapa baru mengabarinya sekarang? Pantas saja dia tidak kunjung keluar?”Kiran melebarkan senyum, tanpa dosa berucap, “Ya, pagi tadi kamu belum kasih kepastian. Wajar jika aku belum memberitahu El.”Noah tak bisa berkata-kata karena tingkah sang adik.Daripada Kiran kesal, Noah akhirnya memilih menunggu.Tak beberapa lama. Elvano keluar dari hotel.Tatapan Elvano tertuju pada Noah, pantas saja Kiran menolak naik ke atas, ternyata ada Noah bersamanya.“Sudah lama?” Elvano bertanya sambil menatap pada Kiran.“Ti–”“Sudah sangat lama? Apa kamu berendam air mawar dulu?” Noah memotong ucapan Kiran, membalas ucapan

  • Dimanja Mantan Posesif   Melunak

    Kiran diam.Dia melihat Noah yang menatap tak goyah padanya.Kiran mengembuskan napas panjang sampai kedua bahunya melorot.Sebelum dia mendudukkan tubuhnya di tepian ranjang.Kiran mengguyar rambutnya ke belakang, setelahnya dia kembali menatap Noah.“Aku benar-benar tidak cocok di sini.” Tatapan Kiran lurus dan datar pada Noah. “Banyak hal yang tak bisa aku mengerti dari kalian, terutama soal perjodohan konyol yang sangat kolot ini.”Noah menghela napas panjang. Dia ikut duduk di samping Kiran.“Itu takkan pernah terjadi, jika kamu tak menginginkannya. Aku tidak akan membiarkan mereka memaksa apa yang tidak kamu inginkan.” Noah mencoba meyakinkan.Dia hanya ingin Kiran tetap di sini sesuai rencana, agar mereka bisa bernostalgia lebih lama.Noah melihat diamnya Kiran. Dia mencoba kembali membujuk.“Aku akan menepati janjiku. Jangan terburu-buru bertindak. Mama juga sudah mengakui kesalahannya. Jika sampai Mama atau Papa benar-benar memaksamu, aku akan dengan tegas berdiri di sampingm

  • Dimanja Mantan Posesif   Tidak Cocok

    “Kiran punya hidupnya sendiri, apa kalian masih mau membahas ini?”Suara menginterupsi dari Noah mengejutkan Yessica dan Kamila.Dua wanita ini langsung menatap pada Noah.“Kak.” Yessica panik. “Bukan itu maksudku, aku hanya merasa kalau–”“Tujuan kita mencari dan membawa Kiran kembali, bukan untuk memaksanya melakukan apa yang kita kehendaki.” Noah memotong ucapan Yessica dengan cepat.Yessica terdiam.Sedang Kamila mengembuskan napas pelan.“Sudah jangan dibahas lagi. Yang terpenting sekarang cari tahu di mana Kiran dan jemput dia pulang. Apa kata orang jika dia tinggal di luar bersama pria tanpa status pernikahan?” Nada bicara Kamila sedikit putus asa.“Mama selalu cemas dengan kata orang.” Noah bicara pelan tetapi penuh penekanan. “Jika Mama percaya Kiran, Mama tidak akan menakutkan apa pun.”Kamila terdiam mendengar ucapan Noah.Saat itu, pelayan datang menghampiri.“Nona Kiran pulang bersama Nyonya Fania.” Pelayan bicara dengan sedikit menundukkan kepala.Kamila menegakkan pungg

  • Dimanja Mantan Posesif   Persaingan

    Suasana mendadak tegang. Apalagi saat Kiran melihat Dania menatap tajam padanya. “Bukan seperti itu maksud saya, Bu. Saya hanya–” “Aku tahu, mungkin kamu sulit percaya pada orang lain, apalagi posisimu sekarang bisa dibilang lebih tinggi dari staff lain di divisi pemasaran.” Dania memotong ucapan

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Dimanja Mantan Posesif   Akhir Sandiwara

    Kedua pundak Dania menegang, bola matanya bergerak liar mencari kata-kata untuk membalas ucapan Kiran.“Kamu tidak usah mengelak lagi! Aku tahu, semua yang aku alami ini karena laporan darimu!” Kiran tersenyum hambar. Dania masih saja kukuh memfitnahnya.Melihat tenangnya Kiran, emosi Dania semaki

    last updateHuling Na-update : 2026-03-29
  • Dimanja Mantan Posesif   Bukan Miliknya

    Wajah Kiran memucat melihat kepanikan sang ayah. Jangan sampai ayahnya syok dan sakit lagi kalau tahu dia menggadaikan kalung itu demi biaya operasi ayahnya.“Tidak, Yah. Tidak aku jual, kok. Tapi, memang tidak aku pakai karena takut hilang karena kalung itu sangat berharga.” Senyum Kiran begitu kak

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif   Sikap Yang Berbeda

    Sore hari. Kiran melangkah meninggalkan RDJ menuju halte bus terdekat, sampai langkahnya terhenti ketika melihat siapa yang menghadang jalannya. “Kenapa Kak Yoga di sini?” Kiran menatap waspada karena kemunculan Yoga. Tangan Yoga terulur cepat mencengkram kuat lengan Kiran. “Kemarin kamu tidak me

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status