Share

Ditemukan

last update Tanggal publikasi: 2026-03-25 10:43:34

Wajah Kiran memucat, dia begitu panik tak mendapati Leya di sekitar taman.

Sambil terus memanggil nama Leya, Kiran dan Elvano mencari keberadaan gadis kecil itu.

“Ki, aku cari ke sana, kamu cari ke sana.” Elvano menunjuk ke arah berlawanan bergantian.

Kiran mengangguk. Dia mengayunkan langkah cepat ke arah yang berlawanan dengan Elvano sambil terus menerus meneriaki nama Leya. Sampai ….

“Leya.” Kiran syok melihat Leya duduk di trotoar sambil menangis.

Kiran berlari menghampiri Leya.

“Kakak Kir
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (7)
goodnovel comment avatar
eva nindia
apa kakak laki2.a Kiran yg mncuri anting leyaa
goodnovel comment avatar
Titin Susiyana
siapa lampir Widiya kah????
goodnovel comment avatar
wardah
Widya kah si pencuri anting leya apa yoga
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dimanja Mantan Posesif    'Kan Cemburu

    Langkah Kiran terseret mengimbangi langkah Elvano yang lebar.Bahkan, beberapa kali ujung gaunnya terpijak heelsnya, membuat Kiran hampir terjerambab ke depan.“El, El, pelankan langkahmu.” Kiran tak mampu mengimbangi gerakan kaki Elvano.Ketika sampai di sebuah koridor.Akhirnya Elvano memperlambat langkah. Dia melepas tangan Kiran, sebelum mendorong tubuh Kiran.Kiran tersentak. Punggungnya membentur pelan dinding di belakangnya.“El.” Kiran memekik.Sebelum Kiran melayangkan protes atas sikap Elvano.Bibirnya sudah terbungkam kasar.Elvano menautkan bibir mereka, melumat bibir Kiran tanpa jeda.Satu tangan Kiran meremat kuat tas yang ada digenggamannya.Menolak sekarang, sama dengan memancing kemarahan Elvano lebih besar.Cemburu, hanya karena ini Elvano memperlakukan Kiran seperti sekarang.Elvano akhirnya melepas pagutan bibir mereka.Napas keduanya sama-sama tersengal.Elvano masih menatap penuh amarah. Kedua tangannya kini bertumpu di dinding tepat di kanan dan kiri samping kep

  • Dimanja Mantan Posesif    Ketertarikan

    Senyum Noah terangkat kecil melihat kebingungan dari sorot mata Kiran.“Di sebuah tempat makan, kamu menabrakku sampai hampir jatuh, dan sekarang kamu juga hampir menabrakku. Apa menabrak tak sengaja menjadi kebiasaanmu, hm?” Kiran tersentak.Akhirnya Kiran ingat siapa pria di depannya ini.“Ternyata Anda.” Kiran tersenyum kecil walau sedikit canggung. “Maaf, saya benar-benar tidak sengaja.”Noah mengangguk-angguk masih dengan senyum hangat di wajahnya. Dan tatapannya tidak bisa teralihkan dari wajah Kiran. Seolah ada sesuatu yang menarik Noah untuk masuk lebih dalam ke sorot mata Kiran.“Kamu datang bersama keluargamu atau ….” Noah sengaja menjeda kalimatnya untuk disambung Kiran, memastikan ada hubungan apa antara Kiran dan Elvano.Kiran melipat bibirnya sejenak. “Saya datang mewakili keluarga Radjasa bersama atasan saya.”“Atasan?” Noah mengerutkan kening. Ini tidak seperti yang Yessica katakan. “Keluarga Radjasa, kamu datang bersama Elvano Radjasa?”Kiran mengangguk-angguk pelan

  • Dimanja Mantan Posesif    Saingan Bertemu Saingan

    Kiran biasa saja melihat Elvano terkejut.“Aku memang tidak bawa sejak kemarin. Takut hilang saja kalau aku pakai.” Kiran melebarkan senyum setelah menjelaskan.Elvano menatap datar. Mungkinkah Kiran benar-benar tidak mau menemukan keluarganya? Seperti yang Surya takutkan?“Ayo.” Elvano mengulurkan tangannya untuk menggandeng Kiran.Kiran mengangguk. Tangan kanannya terulur sebelum saling menggenggam dengan Elvano.Mereka melangkah menuju lift untuk turun ke lobby.Elvano juga menggunakan fasilitas mobil dari hotel milik keluarganya untuk datang ke pesta Jones.Di sebuah mobil mewah yang sedang melaju di jalanan.Yessica duduk dengan anggun, matanya menyorot tajam ke depan.“Apa Kakak tahu, Elvano Radjasa ada di kota ini. Mungkinkah dia datang kemari untuk menghadiri Tuan Jones juga?” Yessica menoleh pada sang kakak, pria tampan dan gagah yang duduk di sampingnya.Noah Bimantara–putra tertua keluarga Bimantara, salah satu pengusaha yang bersaing di bidang sama dengan keluarga Radjas

  • Dimanja Mantan Posesif    Sombong ke Orang Sombong

    Meskipun Kiran tidak menyukai sikap angkuh Yessica, tetapi dia juga tidak mau Elvano menghambur-hamburkan uang untuknya hanya demi kata maaf.Kiran menyentuh lengan Elvano. “Sudah, aku juga tidak mau tas ini lagi.”Elvano menoleh pada Kiran. Dia sekilas melirik ke tas yang dipegangnya, sebelum mengulurkan ke pelayan. “Kamu dengar, kekasihku tidak ingin tas ini lagi. Ini terlalu murah.”Yessica tersentak mendengar ucapan Elvano.Sedang pelayan yang tadi melayani Yessica, tidak terima dengan apa yang Elvano katakan.“Bilang saja kalau tidak mampu beli, tidak usah berlagak tidak suka lagi.” Pelayan bicara ketus.“Tidak mampu beli? Bahkan membuat toko ini bangkrut saja aku sanggup.”Pelayan itu tersentak.Sedangkan Yessica semakin menatap tanpa berkedip ke pria di depannya ini.Ketika Elvano kembali memandang pada Yessica, dengan suaranya yang dingin dia berkata, “Jika penampilan seseorang diragukan, harusnya aku juga meragukan penampilanmu. Semua barang yang melekat di tubuhmu, apakah as

  • Dimanja Mantan Posesif    Kamu Siapa?

    Kiran menatap wanita muda dan anggun melangkah mendekati mereka.Tatapan wanita ini begitu angkuh, dagunya yang terangkat cukup menunjukkan sifat sombong wanita ini.“Apa seburuk ini kinerja pelayan toko kalian? Aku hanya memintamu mengambilkan tas yang kumau, tapi kamu membuatku menunggu.” Tatapan wanita ini begitu tajam.Rekan Shinta langsung melebarkan senyum sambil mengulurkan tas yang dimaksud.“Maaf sudah membuat Anda menunggu, Nona Yessica. Tadi ada sedikit kendala saja.”Baru saja tas itu akan diambil oleh wanita bernama Yessica, Kiran sudah lebih dulu merebutnya.“Aku yang melihat tas ini dulu dan menginginkannya.” Kiran menatap dingin, sikap Yessica ini sangat angkuh.Tidak tahu kenapa, saat melihat wanita ini, Kiran langsung tak suka. Seperti ada aura negatif yang menguar dari wanita ini.Wanita ini, Yessica. Menatap remeh pada Kiran.Yessica memperhatikan penampilan Kiran dari ujung kaki hingga kepala. Matanya menyipit.“Wanita sepertimu, apa bisa membeli tas semahal ini?

  • Dimanja Mantan Posesif    Dipandang Remeh

    Setelah sarapan.Elvano mengajak Kiran ke mall. Tangan mereka terus saling menggenggam saat pandangan mereka tertuju ke toko-toko yang berjajar di sana.“Sebenarnya kamu mau nyari apa, El?” Kiran menatap bingung.Sejak tadi, Elvano tidak memberitahu apa yang dicarinya.Elvano hanya tersenyum, sampai tatapannya tertuju ke salah satu tas branded.“Kamu pasti tidak membawa tas bagus. Pesta nanti penuh dengan pengusaha-pengusaha besar, aku ingin kamu terlihat sempurna di mata mereka.” Elvano menarik tangan Kiran setelah selesai menjelaskan.Langkah Elvano tertahan karena Kiran bergeming di tempatnya.“Ada apa?” Elvano menatap bingung karena Kiran tidak mau ikut.“Apa ini perlu? Aku bisa pakai tas yang aku punya saja.” Kiran memastikan.Elvano menghela napas pelan. Dia berdiri berhadapan dengan Kiran, lalu meyakinkan. “Perlu. Kamu bukan sekadar asistenku, tapi pasanganku, calon menantu keluarga Radjasa.”Kiran tersentak. Tubuhnya membeku sesaat mendengar kalimat terakhir Elvano. “Kapan aku

  • Dimanja Mantan Posesif    Menggantikan Posisi

    Sore hari. Dania bergegas berdiri dari kursi lalu menghampiri Elvano yang baru saja keluar dari ruang kerja. “Anda mau bertemu klien sekarang, Pak? Kalau begitu, saya akan bersiap-siap menemani Anda.” Dania bicara dengan penuh semangat. Senyumnya begitu lebar ketika menatap pada Elvano yang berd

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Dimanja Mantan Posesif    Merasa Aman

    “Tidak.” Kiran melipat bibir, wajahnya cemas mendengar jawaban Elvano. Matanya kembali tertuju ke dalam ruangan, klien yang akan ditemui Elvano, ditemani beberapa wanita penghibur. Apa dalam enam tahun ini Elvano telah banyak berubah? Tapi, Elvano tidak akan suka main wanita seperti ini juga, ‘kan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Dimanja Mantan Posesif    Penggemar?

    Kiran duduk di bangku panjang yang terdapat di koridor rumah sakit.Setelah mengecek kondisi ayahnya. Kiran memilih menenangkan diri, duduk diam sambil merasakan udara dingin yang menusuk hingga ke tulang.“Kopi.”Senyum Kiran mengembang menatap Sabrina yang berdiri di hadapannya, membawa kopi pana

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Dimanja Mantan Posesif    Tuduhan

    Mata Kiran menyapu meja kerja Elvano yang sudah rapi. Kedua ujung bibirnya terangkat tipis di wajahnya yang penuh percaya diri pagi ini. Ketika tubuhnya berputar mengarah ke pintu, mata Kiran tertuju pada sosok yang sudah berdiri di ambang pintu. Tubuhnya bergeming beberapa detik. Sebelum senyumny

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status