Share

Biar Sadar

last update publish date: 2026-03-25 10:44:12
Turun menggunakan lift, Kiran melangkah keluar saat lift terbuka di lobby.

Sampai gerakan kaki Kiran melambat ketika melihat sosok ibunya berdiri di dekat pintu lobby.

“Kiran, Kiran akhirnya kamu menemui Ibu.” Widya melangkah cepat menghampiri Kiran yang baru saja dilihatnya.

Wajah Kiran masih datar. Bahkan dia tak menunjukkan rasa senang akan kedatangan sang ibu.

“Ada apa Ibu ke sini?” Satu kalimat pertanyaan yang Kiran tak membutuhkan jawabannya. Dia menatap dingin pada Widya yang berdiri di h
Aililea (din din)

Kakak, jangan lupa komentarnya, Ya. Makasih banyak

| 11
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Yuniw Zz
duuh si nenek lampir ini bikin erosi eh emosi ajee
goodnovel comment avatar
eva nindia
Halah malah playing victim ni c ibuu
goodnovel comment avatar
wardah
mulai deh dramanya Widya buat cari perhatian
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif    Kesabaran Yang Habis

    Sore hari.Kiran baru saja membuka sabuk pengaman saat mobil Elvano di depan lobby apartemen.“Aku keluar dulu.”Sebelum tangannya meraih pintu, Kiran kembali menoleh karena lengannya ditahan Elvano.“Ada apa lagi?” Kiran menatap pada Elvano yang masih memegang lengannya.“Besok, apa pun yang kamu lakukan dan di mana kamu berada, jangan lupa memberitahuku.”Satu sudut alis Kiran tertarik ke atas.Apa permintaan Elvano tidak terlalu berlebihan?Tetapi, Kiran juga tidak keberatan.“Iya, kamu jangan cemas.” Senyum Kiran terangkat kecil.“Kalau begitu aku keluar dulu.” Kiran kembali pamit.Namun, sebelum wajahnya teralihkan dari Elvano, Kiran dibuat terkejut saat Elvano meraih tengkuknya.Bibir mereka kini saling bersentuhan.Kiran tersentak.Mata Kiran terbuka ketika melihat Elvano memejamkan mata saat menautkan bibir mereka.Beberapa detik. Elvano akhirnya melepas Kiran.“Aku keluar dulu.” Kiran melipat bibir, setelahnya dia keluar dari mobil Elvano.Masih berdiri di depan lobby, tangan

  • Dimanja Mantan Posesif    Kabar Baik dan Kabar Buruk

    Telunjuk Kiran mengetuk-ngetuk meja, sesekali dia menoleh ke koridor yang terhubung dengan lift.Kenapa Elvano belum kembali?Apa Elvano mendapat masalah besar karena dia?Kiran menggigit bibir bawahnya. Dia tidak bisa tenang.Sampai suara langkah yang familiar di telinganya, mengalihkan pandangan Kiran ke arah koridor.Meski tegang, tetapi masih ada senyum kecil di wajahnya ketika melihat kedatangan Elvano.“Kiran, ke ruanganku.”Mendengar suara tegas Elvano, senyum Kiran sempat memudar meskipun akhirnya kembali terangkat lembut.“Baik, Pak.” Kiran mengangguk.Kiran meninggalkan mejanya, dia bergegas menyusul Elvano yang sudah lebih dulu masuk ke dalam ruang kerja.Kiran menutup pintu dengan rapat, sebelum langkahnya yang pasti tertuju ke meja kerja Elvano.“Bagaimana rapatnya tadi? Mereka tidak mempersulitmu, ‘kan?” Kiran menatap cemas.Tatapan Elvano berbalut rasa bersalah. “Duduklah dulu.”Kiran menyadari perbedaan sikap Elvano. Dia mengikuti instruksi Elvano dengan segera duduk d

  • Dimanja Mantan Posesif    Menang

    Semua tatapan kini tertuju pada Malik.Bukti transfer, nomor yang menghubungi Widya, dan kesaksian Widya yang direkam oleh Elvano, membuka dengan jelas kasus kegaduhan kemarin.Malik tertunduk. Jemarinya saling meremas di atas meja. “Apa ada yang mau Anda jelaskan soal bukti-bukti ini, Pak Malik?”Suara tegas Arlo sukses mengangkat pandangan Malik ke arah Arlo.Malik melirik pada Elvano yang seperti mengejeknya. Rahangnya mengeras.“Anda jangan bilang kalau semua bukti ini sudah dimanipulasi, Pak. Saya akan meminta petugas bank mengecek sumber dana itu, jika Anda mengelak.” Elvano menyeringai setelah berhasil menyudutkan Malik. Malik gelagapan. “Sepertinya perbuatan Anda sudah tidak bisa ditolerir lagi, Pak Malik.”Suara Arlo menarik semua atensi tertuju pada pria ini.“Sesuai peraturan perusahaan, mulai detik ini Anda dipecat secara tidak hormat dari RDJ Group. Dan, tanpa tunjangan juga uang pensiun.”Keputusan final Arlo membuat semua orang tertunduk.Sedang Malik menggeleng tak p

  • Dimanja Mantan Posesif    Perlawanan Terakhir

    Keesokan harinya.Elvano duduk di belakang kemudi siap untuk pergi menjemput Kiran, saat ponsel yang ada di saku bagian dalam jasnya berdering.Elvano lebih dulu melihat siapa yang menghubunginya, begitu melihat nama Arlo terpampang di layar, jempolnya segera menggeser tombol hijau.“Ada apa sepagi ini menghubungiku?” Satu tangan Elvano memutar setir ketika tangan satunya memegang ponsel yang menyentuh lantai.Tiba-tiba kaki Elvano menginjak rem dalam-dalam, menghentikan mobilnya yang baru saja akan melaju, ketika mendengar apa yang baru saja Arlo sampaikan di seberang panggilan.“Baik, aku mengerti.”Setelah mengakhiri panggilan. Jemari Elvano mencengkram setir dengan erat, matanya menyorot tajam, dengkusan meluncur dari bibirnya.Elvano menyimpan kembali ponsel ke dalam saku jas, sebelum mengemudikan mobil meninggalkan rumah.Elvano lebih dulu menjemput Kiran di asrama, setelahnya mereka menuju perusahaan.“Siang ini ada rapat membahas soal kegaduhan kemarin di perusahaan.”Kiran te

  • Dimanja Mantan Posesif    Tak Apa Dibuang

    Kiran menutup panggilannya. Kakinya terayun ke arah pintu lobby.Perlahan langkahnya melambat ketika matanya tertuju pada sosok yang berdiri di depan lobby apartemen.Kiran mengembuskan napas tak percaya. Elvano benar-benar ada di sini.“El, kamu sejak tadi di sini? Kamu tidak pulang?” Kiran menatap Elvano yang ada di hadapannya ini.Elvano menggeleng pelan. “Aku tidak tenang meninggalkanmu dalam kondisi seperti tadi. Jadi, aku di sini untuk memastikan.”Kiran benar-benar tidak percaya dengan apa yang Elvano lakukan. Meski kekasihnya ini begitu posesif, tetapi hatinya tenang dengan keberadaan Elvano di situasi seperti ini.“Jadi, apa kebenaran yang ka

  • Dimanja Mantan Posesif    Benar Dibuang Atau Tidak?

    Udara ditarik dalam-dalam masuk ke paru-parunya setelah Surya selesai menceritakan bagaimana dia menemukan dan membawa Kiran masuk ke dalam hidupnya.Ketika pandangannya kembali tertuju pada Kiran, Surya melihat mata putrinya ini berkaca-kaca.“Ayah tidak tahu siapa keluargamu dan di mana kamu tinggal. Ayah berusaha mencari mereka, tapi Ayah tak menemukan mereka.” Tatapan Surya begitu nanar pada Kiran.“Maaf juga jika Ayah tidak membawamu ke kantor polisi. Ayah hanya bingung dan takut kalau kamu sebenarnya dibuang oleh keluargamu karena tidak ada berita pencarian anak hilang atau yang lainnya tentangmu. Karena itu Ayah memilih merawatmu sendiri dan berharap jika dugaan Ayah salah, kamu bisa menemukan orang tuamu. Tapi sampai sekarang, tidak ada …..”

  • Dimanja Mantan Posesif    Tak Pernah Puas

    Jemari Kiran meremat erat tali tas yang menggantung di pundaknya saat merasakan jantungnya masih berdegup cepat karena perubahan sikap Elvano.‘Kenapa dia tadi tiba-tiba muncul di sana? Dan, kenapa tatapannya sangat berbeda dari sebelumnya?’Kepala Kiran dipenuhi banyak pertanyaan, tetapi bibirnya

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif    Kejutan Berkali-kali

    Alina menghampiri suaminya yang baru saja menginjakkan kaki di dalam kamar. Penuh antusias dia menarik tangan Aksa sebelum dia ajak duduk di tepian ranjang.“Bagaimana? Apa kamu sudah mencari tahu kenapa sikap El agak berubah?” Alina tak bisa membendung rasa penasarannya, tatapannya begitu antusia.

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif    Mulai Melawan

    Operasi ayah Kiran berjalan dengan lancar, meskipun Surya belum sadar setelah operasi yang dijalaninya, tetapi Kiran akhirnya bisa sedikit lega.Hari selanjutnya.Kiran berangkat ke perusahaan seperti biasa sesuai janjinya pada Elvano sebelumnya karena sudah diberi cuti.Kiran datang lebih awal. Kak

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Dimanja Mantan Posesif    Sikap Yang Berbeda

    Sore hari. Kiran melangkah meninggalkan RDJ menuju halte bus terdekat, sampai langkahnya terhenti ketika melihat siapa yang menghadang jalannya. “Kenapa Kak Yoga di sini?” Kiran menatap waspada karena kemunculan Yoga. Tangan Yoga terulur cepat mencengkram kuat lengan Kiran. “Kemarin kamu tidak me

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status