공유

Mulai Cemburu

last update 게시일: 2026-03-12 11:40:03
Wajah Elvano begitu datar melihat senyum Kiran yang begitu lepas. Matanya sedikit menyipit ketika Kiran terkejut saat saling tatap dengannya.

“Dapat pesan dari siapa?” Nada suara Elvano datar saat tatapannya mengintimidasi.

Kiran melipat bibir sejenak sebelum balas. “Dari temanku.”

“Dia dari luar kota dan menyempatkan datang kemari karena kebetulan ada dinas di kota ini juga, apa aku boleh menemuinya sebentar?” Kiran bertanya dengan hati-hati.

Melihat senyum Kiran yang berbeda, membuat tatapan E
Aililea (din din)

Done 4 bab ya Kakak. Cieee ada yang kebakaran, nih. Gimana ya, jadi Kiran yang berdiri di antara dua cogan ini, wkwkwkwk drop komen kalian di kolom komentar, ya

| 18
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (15)
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
el kalo cemburu lucu,,hhhh
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
hahaha....aku cm bs ketawa..kupikir temannya perempuan..ternyata laki2..ya wes..El jd waspada
goodnovel comment avatar
eva nindia
hahaha bkal tantrum ni c El... posesif.a lbih dri Arlo ni el
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Dimanja Mantan Posesif   Tawaran Posisi

    Alina beberapa saat menahan napas mendengar apa yang Elvano katakan. Apalagi putranya sudah menatap penuh curigaSebelum akhirnya Alina buru-buru mengembangkan senyum lalu menggeleng pelan. “Tidak kenapa-napa. Wajar kalau kami terkejut. Kami kira, Kiran akan tetap di sini bersama ayahnya.” Alina akhirnya membuka suara. Menepis dugaan Elvano kepadanya dan sang suami.“Kalian sekarang ragu pada Kiran karena informasi ini?” Elvano memastikan. Dia tak senang.“Kiran memang menerima keluarganya. Tapi dia pergi hanya untuk acara penyambutan saja, dia akan tetap di sini bersama ayahnya.” Elvano memperjelas. “Mungkin statusnya berubah, tapi di mana dia akan tinggal dan hidup, itu tidak akan pernah berubah.”Alina dan Aksa diam.“Aku tahu, Papa dan Mama tidak akan mempermasalahkan asal-usul Kiran, karena itu aku harap kalian jangan pernah berubah sikap terhadapnya, hanya karena dia sekarang menjadi bagian dari keluarga Bimantara.” Nada bicara Elvano tegas tak terbantah.Alina terkejut melihat

  • Dimanja Mantan Posesif   Dapat Juga

    Kiran berdiri di depan etalase. Matanya menyapu ke gulungan dasi yang terpajang di sana.“Ada yang bisa saya bantu, Nona?”Tatapan Kiran tertuju pada pelayan toko, kepalanya mengangguk, tetapi Kiran belum menentukan pilihan.Dia menoleh pada Noah yang sudah berdiri di sampingnya.“Noah, menurutmu bagus yang mana?” Kiran menatap penuh harap Noah mau membantunya memilih.Noah memandang ke etalase, telunjuknya mengarah ke dasi berwarna navy.“Itu lebih cocok untuk pacarmu itu.” Noah menoleh lagi pada Kiran setelah memberi balasan.Senyum Kiran terangkat lebar. Dia meminta pelayan untuk membungkus dasi yang dipilih Noah.Kiran menoleh pada Noah yang sudah menjauh darinya.Dia menatap sang kakak yang sedang melihat manset bedah.Kiran mendekat, tatapannya tertuju ke etalase. Dia melihat-lihat manset bedah untuk Elvano.Kali ini Kiran tidak meminta saran Noah. Dia memilih manset bedah sesuai dengan yang dia inginkan.Saat menoleh pada Noah, Kiran melihat sang kakak sedang menatap ke tie cli

  • Dimanja Mantan Posesif   Yang Penting Senang

    Sore hari.Kiran melangkah keluar dari lift yang baru saja terbuka di lobby.Dia berjalan sambil bermain ponsel, berbalas pesan dengan Elvano yang masih belum bisa pulang bersamanya.Ketika baru saja menginjakkan kaki di depan lobby, Kiran melihat panggilan masuk dari Noah.Dia menggeser tombol jawab sebelum menyentuhkan ponsel ke telinga.“Halo, ada apa?” Kiran bicara sambil mengayunkan langkah pelan.“Kamu sudah pulang, ‘kan?” “Hm … tidak perlu menjemput. Aku akan pulang naik bus. Aku juga mau mampir membeli sesuatu dulu.” Kiran berjalan sambil sesekali mengangguk ke staff yang menyapanya.“Aku sudah ada di dekat pintu keluar. Kamu mau ke mana, aku antar.”Mata Kiran membola lebar.Pandangannya langsung tertuju ke arah pintu keluar area perusahaan.Kiran mengakhiri panggilan dengan cepat.Kakinya terayun cepat menuju pintu keluar.Sesampainya di sana, Kiran menatap tak percaya Noah benar-benar menunggunya.Kiran menoleh ke kanan dan kiri sebelum menarik tangan Noah untuk segera masu

  • Dimanja Mantan Posesif   Tidak Sesuai Dugaan

    Kening Elvano berkerut dalam.Dia melepas pelukannya.Elvano memegang kedua lengan Kiran, tatapannya tak teralihkan dari wajah sang kekasih.Bola mata Kiran terlihat berkaca-kaca.“Kenapa kamu berpikir jika aku sedih?” Elvano menatap ke dalam bola mata Kiran.Elvano bisa melihat kesedihan di balik senyum yang Kiran pajang.Kiran tenang, dia tak ingin Elvano semakin bersedih.Jemari Kiran meraih dasi Elvano.Dia merapikan ikatannya, sambil berucap, “Sikapmu ini cukup memberitahu bagaimana perasaanmu sekarang.”Tatapan Kiran kembali tertuju ke wajah Elvano. “Tidak apa-apa, kamu sudah bekerja keras.”Bibir Elvano dilipat ke dalam. Dia sedikit menurunkan pandangan dari Kiran, senyumnya dia kulum rapat.Ketika kembali menatap Kiran, Elvano menunjukkan senyumnya yang manis.“Jadi, kamu mengira aku bersedih?”Kiran mengangguk-angguk pelan. “Jika tidak, lalu apa?”Elvano mengembuskan napas panjang. “Ya, tidak bisa dibilang itu juga.”Satu sudut alis Kiran tertarik ke atas. Dia menatap bingung

  • Dimanja Mantan Posesif   Akan Menepati Janji

    Kiran masuk ke dalam ruang kerja.Dia meletakkan tasnya di laci bawah, saat ponsel yang ada dalam genggamannya berdering.Satu pesan dari Elvano terpampang di layar.[Hari ini, ada rapat umum pemegang saham untuk menentukan apakah aku layak menggantikan posisi kakakku atau tidak.]Membaca pesan dari Elvano, jantung Kiran berdegup cepat.Dia ikut cemas dan panik. Takut jika usaha Elvano tak membuahkan hasil memuaskan.Meski begitu, Kiran mencoba tenang. Dia harus memberi dukungan pada Elvano.[Secepat ini sudah mengadakan rapat, itu artinya ayah dan kakakmu sangat yakin dengan kemampuanmu.][Apa pun hasilnya, kamu sudah sangat bekerja keras. Kemampuanmu tidak diragukan, jadi jangan mengkhawatirkan apa pun. Kamu akan menjadi pemimpin yang baik, di posisi mana pun yang akan kamu tempati.]Tak lupa, emoji hati dia tambahkan untuk memberi semangat pada Elvano.Di ruang kerja Arlo.Kedua sudut bibir Elvano tertarik ke atas membaca pesan dari Kiran.Perasaan cemasnya menguar setelah melihat e

  • Dimanja Mantan Posesif   Rapat Penentu

    Hari minggu ini.Kiran berdiri di depan rumah bersama Noah dan Surya.Mereka baru saja mengantar Kamila dan yang lain pergi untuk menyiapkan pesta penyambutan Kiran.Saat mobil yang Kamila, Raihan, dan Yessica menghilang dari pandangannya, Kiran menoleh pada Noah.“Kenapa kamu tidak ikut pulang sekarang?” Kiran menatap penasaran. Apalagi Noah sudah berada di kota ini cukup lama.Noah mengembuskan napas pelan sebelum menoleh ke sang adik. “Kamu mengusirku?”Kiran melipat bibir bawahnya ke dalam mendengar balasan Noah.“Apa hakku mengusir? Kan cuma tanya.” Setelah bicara, Kiran melangkah meninggalkan Surya dan Noah.Noah menatap Surya yang mengedikkan kedua bahu.Noah mulai terbiasa dengan sikap Kiran ini. Dia lebih menyukai Kiran yang sekarang daripada yang sebelumnya kaku dan formal padanya.Noah mengejar Kiran sampai di depan teras.“Aku sudah bilang ke Papa kalau ingin mengambil alih anak cabang perusahaan di sini. Tujuanku jelas, ‘kan? Agar aku bisa sekalian menjagamu.” Noah tersen

  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Terlalu Ikut Campur

    Jemari Kiran menarik nota yang tertempel di luar plastik. Namanya dan divisi tempatnya berada, tertera di sana. “Mungkinkah Sabrina yang kirim?” Tadi, saat menghubunginya, suara Sabrina panik karena mencemaskan dirinya. Ah, benar. Pasti dari Sabrina. Kiran menatap serius ke layar ponsel kala me

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Kebencian Dania

    Wajah Dania memucat, dia meneguk ludah kasar melihat sorot mata Elvano yang begitu tajam. “Bu-bukan begitu maksud saya, Pak.” Kepala Dania menggeleng pelan. Lagi-lagi ludah meluncur susah payah saat melewati kerongkongannya. Sorot mata Elvano yang begitu dingin, membuat kepala Dania tertunduk. Ta

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Kalung Berharga

    Cengkraman jemari Widya semakin menguat di lengan Kiran. Bahkan otot-otot leher Widya tertarik sampai menyembul di bawah kulit. “Kamu berani membantah! Kamu pikir, nyawa ayahmu tidak lebih berharga dari kalungmu itu?” Mata Widya menajam, dia melepas lengan Kiran sambil mendorong kuat tubuh Kiran.

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status