Share

Sudah Tahu

last update publish date: 2026-03-21 12:05:02
Kiran lebih dulu melirik pada Elvano yang duduk di sampingnya. Sang kekasih dan ayahnya, kini sama-sama memandang padanya.

Jemari Kiran menggenggam sendok dengan erat saat tatapannya fokus ke sang ayah. “Ayah, sebenarnya aku mau mengakui sesuatu.” Kiran takut-takut.

“Y-ya … apa itu?” Surya menunggu putrinya bicara.

Kiran melipat bibir sejenak, wajahnya tegang ketika dia berkata, “Yah, sebenarnya aku dan El menjalin hubungan. Maaf kalau aku tidak jujur ke Ayah sejak awal dan malah mengakuinya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (15)
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
kiran nih,,hadeh,,kamu bikin el jadi deg²an
goodnovel comment avatar
wardah
malah Kiran yg nyosor ya ...
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Pak Surya ternyata udah tau hubungan Kiran dan El
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Dibuat Panik

    Noah mengerutkan kening melihat perubahan ekspresi di wajah Nindy. “Kenapa tidak dijawab? Siapa yang menghubungimu?” Noah memastikan saat melihat wajah Nindy yang berubah pucat.Nindy menelan ludah dengan susah payah, jemarinya meremas pinggiran ponsel yang masih terus bergetar.“Sepertinya ini nomor Edo.” Suara Nindy pelan, matanya menyorot panik. “Sebelumnya dia mengirim pesan ancaman padaku. Sekarang, dia pasti sedang mengamuk karena Nandira kabur.”Punggung Noah menegak dengan matanya yang menyorot dingin. “Angkat panggilannya. Nyalakan pengeras suara, aku mau dengar apa yang akan dia katakan padamu.” Noah memberi instruksi.Noah menatap pada Nindy yang mengangguk pelan. Dia lalu mengeluarkan ponselnya dari saku jas bagian dalam lagi, kemudian menyalakan alat perekam.Segala ucapan Edo yang mungkin bisa digunakan untuk menjerat Edo lebih dalam, harus disimpan sebagai bukti.Nindy menggeser tombol hijau di layar ponselnya dengan hati-hati.Saat panggilan itu sudah terhubung, dengan

  • Dimanja Mantan Posesif   Kenapa Peduli?

    Nindy meringis melihat Noah terkejut sampai begitu.Apalagi ekspresi wajah Noah tampak tak senang saat mempertanyakan apa yang Nindy katakan.“Aku hanya tanya, kenapa kamu sangat terkejut seperti itu?” Nindy bicara dengan hati-hati.Noah lebih dulu mengusap permukaan bibir dengan tisu. Saat tatapannya kembali tertuju pada Nindy, Noah berkata, “Karena pertanyaanmu bisa membuat orang salah paham.”Bibir Nindy terlipat dalam mendengar ucapan Noah. Dia diam dengan tatapan penuh penyesalan.Nindy menatap Noah yang baru saja meletakkan tisu dengan kasar ke meja. Dia bersalah.“Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu.” Nindy meremat jemarinya. “Kamu tanya banyak hal tentang Nandira, jadi aku kepikiran ke sana.” Tatapan Noah tertuju pada Nindy yang diam dengan ekspresi wajah menyesal. Noah mengembuskan napas pelan.Noah mengembuskan napas kasar. “Aku bertanya, bukan karena aku menginginkan seperti yang kamu tanyakan. Tapi aku bertanya, hanya agar kamu mengeluarkan kegelisahan dan semua yang se

  • Dimanja Mantan Posesif   Masih Berharap?

    Kedua pundak Nindy menegang mendengar pertanyaan Noah.Tatapannya tertuju pada Noah yang menunggu jawabannya.Kedua tangan Nindy memegangi gelas jusnya, tatapannya kini diturunkan, tertuju pada cairan berwarna cerah di dalamnya. “Dulu kami sangat dekat, sering berbagi cerita apa saja walau kami beda kota. Tapi sejak Nandira menikah dengan Edo, dia memang mulai menjaga jarak padahal sekarang tinggal di kota sama. Bukan hanya denganku saja, tapi dengan semua orang yang dia kenal. Terutama dengan laki-laki.”Noah diam mendengarkan. Dia mengerti maksud Nindy. Edo yang memiliki kecemburuan berlebih pasti menekan Nandira agar tidak berinteraksi dengan lawan jenis.“Lalu, kalau Nandira sudah pernah menikah sebelum dengan Edo, di mana mantan suaminya sekarang?” Noah mencoba mencari topik untuk melegakan pikiran Nindy. Dia menyadari kalau Nindy menyimpan banyak beban rahasia yang membuat Nindy terus gelisah.Nindy diam dengan tatapan tertuju pada Noah. Dia ragu untuk menjawab, sampai melipat se

  • Dimanja Mantan Posesif   Dimintai Keterangan

    Di rumah sakit.Suasana di dalam kamar rawat inap begitu tenang, hanya terdengar deru halus dari mesin pendingin ruangan. Nindy masih duduk di samping ranjang, tatapannya terus tertuju pada Nandira yang belum juga sadar. Sampai Nindy mendengar suara pintu yang terbuka.Nindy menoleh ke arah pintu. Tatapannya kini tertuju pada Noah yang baru saja masuk ke dalam kamar diikuti oleh dua orang petugas polisi di belakang Noah. Nindy bangkit dari kursinya. Tubuhnya menghadap ke arah Noah saat dia sedikit membungkuk. “Selamat siang, Pak Noah.”Noah mengangguk kecil sebagai balasan. Lalu tatapannya tertuju pada Nandira yang terbaring lemah di atas ranjang.Noah berdiri di dekat ranjang. Napasnya berembus pelan melihat wajah Nandira yang lebam seperti ini. Bayangan seperti apa Edo saat menghajarnya begitu miris dalam ingatan Noah.Tatapan Noah kembali tertuju pada Nindy. “Bagaimana kondisinya sekarang?” Suara Noah pelan dan penuh keprihatinan.Nindy mengembuskan napas pelan, tatapannya tertu

  • Dimanja Mantan Posesif   Menerima Konsekuensi

    Tatapan Edo tertuju ke arah pengawalnya menunjuk.Mata Edo kini menatap lurus pada pelayan tua yang sudah mengabdi di keluarganya selama puluhan tahun.Edo mengayunkan langkah dengan mata menyipit ragu. Bagaimana bisa wanita yang sangat dipercayainya, ternyata malah mengkhianatinya?Begitu Edo berdiri di depan pelayan tua, ketegangan begitu terasa mencekam di ruangan ini.Semua pelayan semakin tertunduk dalam, bahkan untuk bernapas bebas pun mereka tak berani.Edo menatap tajam pada pelayan tua ini. Wajahnya mengisyaratkan rasa tak percaya dengan tuduhan yang baru saja didengarnya.“Apa yang dikatakan penjaga itu benar, Bi?” tanya Edo memastikan. Nada suaranya pelan tetapi penuh dengan penekanan.Pelayan tua hanya menunduk dalam-dalam, jari-jarinya meremas ujung celemek tanpa berani mengeluarkan suara.Melihat diamnya pelayan ini, emosi Edo semakin meledak.Edo mencengkeram kuat kedua lengan pelayannya, memaksa agar pelayan kepercayaannya ini menatap ke arah matanya. “Jawab aku! Aku me

  • Dimanja Mantan Posesif   Edo Mengamuk

    Nandira akhirnya dipindahkan ke ruang rawat inap setelah selesai ditangani oleh tim medis di ruang UGD. Kiran masih setia berdiri di samping ranjang, menatap Nandira yang tidur karena efek obat bius agar Nandira bisa istirahat dengan tenang setelah mengalami trauma akibat kekerasan yang dialaminya.Tatapan Kiran kini tertuju pada Nindy yang duduk di kursi samping ranjang.Kiran melihat mata Nindy yang masih merah dan hingga agak bengkak. “Dokter Nandira akan baik-baik saja, kamu jangan terlalu cemas lagi.” Kiran bicara dengan pelan sambil mengusap lembut pundak Nindy.Tatapan Nindy terangkat ke arah Kiran. Dia mengangguk pelan sambil memaksakan senyumnya.“Terima kasih karena kamu dan Pak Elvano mau ikut menemaniku tadi. Kalau kalian tadi tidak ikut denganku, entah apa yang akan terjadi padaku meski aku menemukan Nandira.” Suara Nindy agak berat karena mengatur napasnya yang sejak tadi tak beraturan karena panik dan takut.Senyum Kiran terangkat tipis. Dia mengangguk-angguk pelan. “

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status