Share

Tidak Berhak

last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-17 08:43:14

Elvano menggandeng tangan Kiran menuju mobil. Dia memastikan Kiran duduk dengan tenang, sebelum Elvano masuk ke belakang kemudi.

Tatapan Kiran masih tertuju ke arah sang ayah yang sedang menyeka keringat. Air matanya kembali jatuh, sampai jemarinya butuh berkali-kali untuk menghapusnya.

Elvano memberikan tisu pada Kiran lebih dulu, sebelum melajukan mobil meninggalkan tempat itu.

“Apa yang ayahmu katakan benar, Ki. Ayahmu memiliki tanggung jawab pada istri dan anak-anaknya, meskipun dia tinggal
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (6)
goodnovel comment avatar
eva nindia
duh jngan collaps lagii ni pak surya
goodnovel comment avatar
wardah
halah mati sisan bapaknya Kiran wes
goodnovel comment avatar
Adeena
hadehh pak Surya baru juga Kiran ngomong jaga kesehatan malah down lg...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dimanja Mantan Posesif   Bucin Akut

    Bola mata Elvano membulat lebar mendengar nama Kiran disebut.“Jangan, dia bisa mengomeliku berjam-jam.”Elvano mengambil sendok di nampan, dengan cepat Elvano mulai memasukkan suapan ke mulut.Alina tersentak.Putranya ini benar-benar membuatnya tak habis pikir.Segala omelan dan ancamannya sudah tidak mempan, tetapi Elvano bisa panik dan ketakutan saat nama Kiran disebut.Alina memperhatikan Elvano yang makan dengan tergesa-gesa.“Pelan-pelan makannya, El.” Alina sekarang panik melihat cara makan Elvano.Dengan mulut penuh, Elvano membalas, “Biar cepat habis dan cepat belajar lagi.”Alina dibuat tak berkata-kata karena tingkah putranya.Sampai satu piring nasi yang Alina bawa, benar-benar habis tak bersisa.“Kamu makan terburu-buru seperti itu, bisa membuat perutmu sakit.” Alina khawatir.Elvano baru saja menenggak habis segelas air putih. Dia menatap sang mama yang memandang waswas.“Yang penting sudah makan ‘kan, Ma.” Elvano melebarkan senyumnya.Dia mengulurkan nampan berisi piri

  • Dimanja Mantan Posesif   Takutnya Sama Kiran

    Pria ini tersentak. Wajahnya seketika memucat.“Aku sudah melakukan apa yang kamu katakan, apa lagi yang kamu inginkan?” Pria ini menahan geram dan panik karena keluarganya terus dijadikan senjata untuk mengancam dirinya.“Kamu bohong!” Suara Martha tertahan. Matanya menyorot menuh kilatan yang menyambar-nyambar. “Katakan yang sebenarnya padaku.”Tangan pria ini mengepal. “Apa yang sebenarnya kamu inginkan? Bukankah yang terpenting, aku diam dan tidak menyeret namamu dalam kasus ini. Urusan kita sekedar bisnis, aku butuh uang dan kamu memberiku pekerjaan. Sekarang, berhenti menekanku dan jangan mengganggu keluargaku lagi!”Pria ini begitu emosi.Martha tersenyum miring.Suaranya sedikit tertahan saat Martha berucap, “Dia masih hidup. Kamu tidak melakukan tugasmu dengan benar. Kamu membohongiku.”Pria ini tersentak mendengar ucapan Martha. Dia meneguk ludak kasar.“Karena kebohonganmu ini, sekarang aku dan putriku tidak bisa tenang. Jika sampai apa yang aku lakukan ini terbongkar, kamu

  • Dimanja Mantan Posesif   Mana Paham

    Kening Kiran berkerut dalam.“Siapa yang bertengkar.” Kiran memalingkan muka dari Noah. “El memang sibuk, kok.”Kiran kembali menatap pada Noah. “Kenapa tiba-tiba sekali kamu tanya soal El? Bukannya kamu tak menyukainya? Untuk apa mencari tahu kabarnya?” Mata Kiran menyipit curiga.Noah mengembuskan napas kasar dari mulutnya.“Ya, siapa tahu. Diam-diam dia menyakitimu.” “Tidak mungkin.” Kiran membantah dengan cepat. “El takkan pernah bisa melakukan itu.” Kiran bicara dengan penuh keyakinan.Noah menggeser posisi duduknya sampai menghadap Kiran. Dia menatap sang adik yang sangat percaya diri. “Kenapa tidak mungkin? Kamu sangat yakin dia tidak akan menyakitimu?” “Ya, tentu saja aku yakin. Karena yang tahu bagaimana hubungan kami, ya hanya kami. Kamu mana paham.” Noah menyipitkan mata.“Apa? Kenapa menatapku seperti itu?” Kiran mendadak merinding karena tatapan Noah.“Kalian tidak melakukan hal-hal di luar batas, ‘kan?” Noah menyelidik.Bola mata Kiran membola. Sampai impulsif melayan

  • Dimanja Mantan Posesif   Rencana Pesta

    Hari berikutnya.Kiran tidak ke kantor karena weekend.Semalam dia mengobrol dengan Noah sampai larut malam. Dan pagi ini, Kiran bisa tidur sepuasnya.Walau, suara ketukan pintu pada akhirnya membangunkannya.“Kamu belum bangun, Kiran?”Suara Surya terdengar dari luar.Kiran menguap sebelum membalas, “Ya, Ayah. Aku baru saja bangun.”“Baguslah, cepat cuci muka atau mandi. Orang tuamu dan semua orang ada di depan.”Kiran bangun dengan cepat.Dia duduk di atas ranjang sambil menatap ke pintu kamarnya.Kenapa mereka semua berkumpul di depan?Kening Kiran berkerut dalam.Dia mencoba menebak. Tetapi tak ada apa pun yang bisa dia pikirkan untuk saat ini.Kiran turun dari ranjang. Dia harus keluar menemui semua orang.Di halaman depan.Semua orang duduk di kursi yang sudah disusun rapi. Hidangan untuk sarapan juga sudah tersaji di meja.“Kiran belum bangun?” Kamila memastikan. Dia menatap pada Surya yang baru saja datang.“Baru saja bangun, mungkin sekarang mandi atau cuci muka dulu.” Surya

  • Dimanja Mantan Posesif   Memastikan Karena Cemas

    Noah berdiri di depan teras rumah saat malam semakin larut.Apa yang dikatakan orang tuanya, membuat Noah cemas.Dia takut Kiran berubah pikiran, lalu menjauh dari mereka jika Kiran tersinggung.Dia berdiri diam, memandang ke arah rumah Kiran.Sampai tatapannya tertuju pada Surya yang baru saja pulang.Noah melangkah meninggalkan rumahnya untuk menghampirri Surya.“Paman, baru pulang?” Noah menyapa sebelum Surya masuk ke dalam rumah.Tangan Surya sudah memegang gagang pintu saat mendengar suara Noah. Dia membalikkan tubuhnya, tatapannya kini tertuju pada Noah yang sedang menghampirinya.“Nak, Noah. Kenapa malam begini masih belum istirahat?” Surya membuka pintu untuk mempersilakan Noah masuk sekalian.Noah melebarkan senyum. Dia berhenti melangkah, kini berdiri di depan Surya.“Hanya belum bisa tidur, Paman. Aku mau mencari Kiran untuk mengajaknya mengobrol, tapi takut Kiran sudah tidur.” Surya mengangguk-angguk. Dia lebih dulu mempersilakan Noah masuk ke dalam rumah.Mereka masuk ke

  • Dimanja Mantan Posesif   Menyalakan Api

    “Apa?” Kamila dan Raihan terkejut bersamaan.“Bagaimana bisa Kiran kerja di sana?” Kamila menatap tak percaya.Yessica tersenyum dalam hati, meski wajahnya menunjukkan kecemasan.“Mama dan Papa jangan marah dulu. Mungkin, Kiran kerja di sana juga demi dapat uang. Jadi, wajar kalau Kiran kerja di perusahaan besar seperti RDJ.” Yessica memberikan tatapan simpati.Yessica menipiskan senyum. Dia harus membuat Kiran dipaksa keluar dari RDJ.“Baiklah kalau sekarang dia butuh pekerjaan untuk menghasilkan uang. Tapi sekarang, ada kita yang bisa memberikan apa pun yang dia mau. Sepertinya dia tidak perlu lagi kerja di perusahaan itu.” Tangan Raihan mengepal, matanya menyorot tak suka.“Jangan begitu, Pa. Takutnya kalau Papa memaksa Kiran berhenti bekerja, dia pasti sedih.” Yessica menunjukkan rasa peduli untuk membalut niatnya.“Tapi RDJ? Kamu tahu bagaimana RDJ dan Bimantara bersaing, Yess.” Kamila menatap cemas.“Aku tahu, Ma.” Yessica mengembuskan napas berat, seolah ini juga menjadi beban

  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Terlalu Ikut Campur

    Jemari Kiran menarik nota yang tertempel di luar plastik. Namanya dan divisi tempatnya berada, tertera di sana. “Mungkinkah Sabrina yang kirim?” Tadi, saat menghubunginya, suara Sabrina panik karena mencemaskan dirinya. Ah, benar. Pasti dari Sabrina. Kiran menatap serius ke layar ponsel kala me

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Kebencian Dania

    Wajah Dania memucat, dia meneguk ludah kasar melihat sorot mata Elvano yang begitu tajam. “Bu-bukan begitu maksud saya, Pak.” Kepala Dania menggeleng pelan. Lagi-lagi ludah meluncur susah payah saat melewati kerongkongannya. Sorot mata Elvano yang begitu dingin, membuat kepala Dania tertunduk. Ta

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Kalung Berharga

    Cengkraman jemari Widya semakin menguat di lengan Kiran. Bahkan otot-otot leher Widya tertarik sampai menyembul di bawah kulit. “Kamu berani membantah! Kamu pikir, nyawa ayahmu tidak lebih berharga dari kalungmu itu?” Mata Widya menajam, dia melepas lengan Kiran sambil mendorong kuat tubuh Kiran.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status