Share

68. Peace

Author: Blue Rose
last update publish date: 2026-03-25 09:23:14
Kieran kemudian pergi meninggalkan Siti. Meski sakit hati, Siti tak bisa langsung marah pada sang suami.

Siti tahu betapa berat pundak suaminya menahan bebannya sendiri. Namun Siti tak ingin Kieran menjatuhkan beban itu menjadi emosi yang negatif pada anak-anaknya.

Siti mengerti keras hati Kieran terbentuk dari kuatnya ia menahan serangan untuk menjaga keluarganya. Namun, akan jadi semakin salah jika anak-anak itu juga tumbuh tanpa cinta.

Meski sakit hati, Siti tau bahwa ia salah dalam
Blue Rose

Masukin ke daftar bacamu💅 Btw gimana bab ini? Sorry tadi malam lupa update🌶

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
wah kasian febi tp dia berkhianat ya tp tertekan juga krn keluarganya jd sandera
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   124. Kieran Cedera

    Sinar lampu dari mobil tim Alpha menyorot langsung ke dinding gudang tua yang berkarat itu. Kieran tidak menunggu perintah siapapun. Dia turun dengan pistol yang sudah terkokang, napasnya memburu, hanya satu yang ada di kepalanya, yakni menghabisi siapa pun yang berani mengambil foto istrinya secara sembunyi-sembunyi. "Pih, jangan bburu-buru!" Victor mencoba menahan, tapi Kieran sudah merangsek masuk ke dalam kegelapan gudang. Suasana di dalam sangat sunyi, hanya ada suara tetesan air dari atap seng yang bocor. Di tengah ruangan, sebuah meja kayu tua berdiri di bawah lampu neon yang berkedip-kedip redup. Di atas meja itu, ada sebuah mangkuk bakso plastik, persis seperti di mall—dengan kepulan uap yang masih terlihat. Seseorang baru saja ada di sana. Kieran mendekat, matanya menyisir balkon lantai dua yang gelap. "KELUAR! JANGAN JADI CEMEN!" teriaknya, suaranya menggema hebat. Tepat saat gema suaranya hilang, sebuah titik merah kecil (laser) muncul di lantai semen, bergerak s

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   123. Dark System

    "Dia penembak jitu. Jarak sejauh itu bagi mereka adalah taman bermain," Kieran memutar kursi, menatap tajam anaknya. "Itu hanya peringatan. Dia ingin menunjukkan bahwa dia bisa menyentuhku kapan saja, bahkan di depan publik, atau saat aku sedang bersama istriku." Mengingat sang 'istri', kemarahan Kieran makin memuncak. Membayangkan Siti yang gemetar ketakutan sambil memegangi perutnya tadi adalah titik di mana Kieran merasa gagal sebagai pelindung. Edric yang mengingat itu pun langsung pergi menemui sang ibu tiri. Ia khawatir meski tanpa kata.h Di kamar utama, Siti duduk di pinggir tempat tidur. Ia sudah mengganti gaun cantiknya dengan daster longgar. Dokter pribadi keluarga baru saja selesai memeriksanya. Sang dokter melihat Edric yang beru datang, satu-satunya orang yang bisa diajak bicara selain pasien. Siti menyuruh para pelayan untuk pergi sebelumnya. "Tekanan darah Nyonya sedikit tinggi karena syok, Tuan Muda," lapor dokter saat Edric yang baru masuk ke kamar dengan wa

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   122. Artinya?

    "Mas, ada apa sih?" tanya Siti. "Buru-buru banget, kakiku sakit!" keluhnya. Saking cepatnya Kieran dan Victor berjalan, ia sampai kuwalahan. Ia memakai sepatu hak tinggi yang secara otomatis membuatnya menopang berat badannya hanya pada tungkaknya. Jadi, ia merasa sakit pada aktivitas seperti setengah berlari saat ini. Kieran meski panik, ia segera berhenti dan langsung menggendonh istrinya ala bridal style. Kemudian berjalan kembali menuju pintu keluar melalui jalur red carpet yang kini sudah agak sepi dari jurnalis karena sebagian besar sudah masuk ke dalam gedung. Hanya ada beberapa paparazi yang masih bertahan di sana, berharap mendapatkan foto terakhir. Sepertinya hari itu, keberuntungan berpihak pada paparazi karena saat mereka dilarang masuk, mereka malah mendapat bahan berita emas. Ketiga anggota keluarga Kingsley yang pulang dengan terburu-buru itu. Mereka seperti Cinderella yang harus pulang sebelum jam dua belas malam. Awalnya semua tampak normal, sorotan flash ka

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   121. Diomelin

    "Victor, Papi udah mati-matian jaga pola makan Mami kamu. Kamu malah nyeret dia ke tempat jajanan kayak gitu!" Victor hanya diam bersandar pada sandaran kursi mobil. Sementara Siti memegang tangan sang suami. "Mas, sebenernya aku punya kesempatan buat nolak kok. Tapi kan aku juga mau ke sana," bela Siti. Kini mereka ada di mobil van menuju ke pesta. Mobil Victor dibuat kempes bannya oleh sang ayah gara-gara kejadian tadi. Alhasil ia ikut di mobil ayahnya menuju tempat pesta. "Iya kamu juga salah, Yang. Aku khawatir sama kalian berdua," tegas Kieran. "Paham gak?" "Sama kalian berdua, maksudnya aku sama Mami, Pih?" tanya Victor tiba-tiba. Siti dan Kieran langsung menatapnya. "Becanda terus ya, kamu Vic!" ujar Kieran seolah ingin meninju anaknya. Siti pun langsung menengahi. "Tadi aku juga sempet mikir gitu." "Isi otak kalian sama atau gimana?" balas Kieran tambah kesal. Siti merasa ikut diomeli, tapi Victor yang menahan tawanya malah memilih pura-pura tidur.

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   120. Kulineran

    "Waseeek, anjay! Ganteng banget gue," puji Victor pada dirinya sendiri. Ia sedang berkaca di depan kaca butik saat mencoba setelan, sambil merapihkan beberapa detail di lengannya. Jujur saja, bagi Siti anak Kieran tidak ada yang tidak tampan. Tapi Victor membuatnya ilfil karena terlalu percaya diri. "Dih, narsis!" balas Siti. "Halah gak usah sok jual mahal, Mi. Gue ganteng kan?" godanya mendekati Siti. Siti yang sedang melihat-lihat setelah pun mendelik ke arahnya. "Gak usah narsis deh. Itu buruan diambil, sekalian tuh yang lo pake bayar langsung." "Lo yang bayar ya," ujar Victor. "Lah kan lebih kaya elu, aneh!" "Kan prinsipnya kalo ada orang tua, orang tua yang bayarin," balas Victor. "Gue bukan orang tua elo, by the way." Victor lansung tersenyum miring. "Gue bilangin Papi loh, katanya gue bukan anak lo." Siti langsung panik, dan akhirnya menyerah dengan mulut ember Victor yang menyebalkan itu. "Serah lo deh sana! Nih," ujar Siti menyodorkan kartu hitam mi

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   119. Hangat

    "Lupa?" "Ya mungkinnkarena terlalu sibuk sama masalah yang datang bertubi-tubi," balas Siti lembut. Kieran menatap Siti dengan tatapan yang sangat dalam. Ia merasa beruntung. Siti tidak hanya menjadi istrinya, tapi menjadi perekat bagi kepingan-kepingan keluarganya yang selama ini retak dan dingin. "Terima kasih, Sayang," ucap Kieran tulus. Ia mencium kening Siti, lalu ikut bersandar di sofa. Kieran belajar pelajaran penting dari Siti, bahwa kekuatan terbesar seorang Kingsley bukan terletak pada seberapa banyak musuh yang ia taklukkan, melainkan pada seberapa hangat rumah yang ia bangun untuk orang-orang yang ia cintai. ••• Pagi harinya, Siti yang sedang menyesap susu kehamilannya di meja makan. "Sayang, nanti malam ada acara jamuan resmi. Aku sudah memesan gaun dan beberapa perhiasan tambahan di mall. Bisa minta tolong ambilkan?" Siti heran, "Bukannya bisa dianter?" Kieran mengusap belakang kepalanya canggung. "Sebenernya aku sengaja gak bilang suruh anter karena re

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   11. Mereka Tau Terlalu Cepat

    Kieran sibuk menjawab telpon grup dari ketiga anaknya yang lain. Edric sudah marah-marah secara langsung, kini giliran Keiron, Victor, dan bahkan Julian yang ada di Amerika. "Kita rapat keluarga aja besok. Buat Julian bisa online aja," ujar Kieran sudah lelah diberondong omelan. "Pih, seriousl

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   13. Rapat Keluarga

    Kieran hampir saja buka mulut, tapi Keiron langsung memberi tatapan peringatan pada sang adik. Selain Kieran, Keiron ai sulung juga begitu disegani oleh adik-adiknya, jadi adik-adiknya tak berani membantah. Meski Edric kelihatan ingin berdiri, ia menahannya. Hal itu membuat Siti tambah yakin, kala

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   8. Dilabrak Anak si Duda

    Kieran berjalan keluar dan berganti meja untuk menemui sang ibu. "Kieran, Mami jauh-jauh ke Indonesia tapi sepertinya kamu tidak menikmati pertemuan kita," ujar sang ibu. Perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik itu menunjukkan kekesalannya. "Maaf Mamiku Sayang, aku agak kehilangan

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   9. Dilabrak Anak Bungsu si Duda

    Siti terkejut dengan jawaban Kieran yang sangat yakin, bisa-bisanya ia sesantai itu. "Enggak, Pih! Papi cuma bercanda kan?" tanya Edric serius. Sementara itu Clara ikut maju dan menggenggam tangan sang cucu. "Ed, kamu baru pulang sekolah. Kita duduk dulu," ujar Clara. Siti dan Kieran unt

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status