Share

8. Dilabrak Anak si Duda

Author: Blue Rose
last update Last Updated: 2026-02-02 02:22:15

Kieran berjalan keluar dan berganti meja untuk menemui sang ibu.

"Kieran, Mami jauh-jauh ke Indonesia tapi sepertinya kamu tidak menikmati pertemuan kita," ujar sang ibu.

Perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik itu menunjukkan kekesalannya.

"Maaf Mamiku Sayang, aku agak kehilangan fokus tadi," balas Kieran sebelum memeluk ibunya dengan hangat.

Clara--ibu kandung Kieran pun mencium kening dan pipi anaknya dengan penuh kerinduan. Sejak kematian suaminya dua tahun lalu, mereka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   8. Dilabrak Anak si Duda

    Kieran berjalan keluar dan berganti meja untuk menemui sang ibu. "Kieran, Mami jauh-jauh ke Indonesia tapi sepertinya kamu tidak menikmati pertemuan kita," ujar sang ibu. Perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik itu menunjukkan kekesalannya. "Maaf Mamiku Sayang, aku agak kehilangan fokus tadi," balas Kieran sebelum memeluk ibunya dengan hangat. Clara--ibu kandung Kieran pun mencium kening dan pipi anaknya dengan penuh kerinduan. Sejak kematian suaminya dua tahun lalu, mereka baru bertemu lagi. Kieran sangat sibuk dan kesehatan Clara sudah tidak stabil. Program kesehatan yang ia ikuti nyatanya tak bisa menahan fakta bahwa tubuhnya sudah tua. Usia 80 tahun, usia yang begitu riskan untuknya. Sementara itu Kieran mempekerjakan Suster dan penjaga di rumah sang ibu. Sayangnya mereka tentu tak bisa menahan perasaan kesepian yang hinggap. Mereka pun duduk dengan basa-basi seperti menanyakan kabarnya dan kabar anak-anak Kieran. "Apa yang kamu pikirkan sejak tadi,

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   7. Negosiasi Pernikahan

    Kieran sebenarnya tau, tapi berusaha terlihat sangat terkejut. "Maksud kamu apa, Siti?" tanyanya balik. Siti menatap ekspresi Kieran, ia jadi frustasi. Kepanikan menjalar di wajahnya. Tanpa sadar ia memainkan jemarinya di bawah meja. "Saya--" "Oke oke... saya paham," potong Kieran merasa iba, karena gadis itu sudah panik. "Tapi kenapa kamu berniat menanyakan perjanjian pernikahan itu lagi? Kamu sudah menolaknya." Kieran ingin memperjelasnya. Apalagi setelah ini, ia harus bertemu seseorang lagi, jadi tak bisa berlama-lama. "Itu... Tuan, saya ... saya akan menikah dengan Anda. Saya berubah pikiran, dan saya pikir itu bukan ide yang buruk." Wajah Kieran yang biasanya datar, menjadi lebih tegang. Ia jelas terkejut. Melihat reaksi itu, Siti menunduk lagi. Ia takut kalau Kieran marah padanya. "Saya tau ini aneh, tapi beri saya kesempatan," lirih Siti agak bergetar. Kieran hanya diam selama beberapa menit, membuat suasana semakin tegang. Siti merasa ingin kencing di ce

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   6. "Kieran"

    Tak ada solusi. Siti dan keluarganya terpaksa harus mengungsi ke tempat tetangga. Rumah itu sudah menjadi milik bank, dan mereka harus merelakannya. Ibunya masih terus menyalahkan dirinya sendiri. Saking kasihannya pada para penipu itu, Ningsih tak berpikir kalau bisa saja ia ditipu. Benar saja. Setelah dua tahun jalan, tidak ada sepeserpun uang masuk ke bank. Padahal sepasang teman lama ibunya itu meminjam dua ratus juta. Bank tentu menerima pengajuan hutang itu karena jaminannya adalah rumah yang menjanjikan. Luas tanah dan bangunannya bisa bernilai dua miliar. Lokasinya dekat dengan jalan utama desa dan masjid. Begitu strategis. Namun sayang, pemiliknya yang tidak cerdas membuat semua itu lenyap dalam waktu dua tahun. Tanah yang diperjuangkan Ningsih dan almarhum suaminya itu, jatuh ke tangan manusia biadab itu. Di situasi ini, Siti tak bisa memikirkan hal lain selain solusi. Menyalahkan ibunya pun percuma. Untung ada rumah kosong milik tetangganya, sehingga ia

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   5. Pulang Kampung

    Keadaan tegang itu hanya berlaku sebentar, Victor langsung tertawa seolah itu hal paling lucu yang pernah ia dengar hari itu. "Hahaha!" Sementara Siti bingung, bagian mana yang lucu. "Gue ama sodara-sodara gue juga pernah mikir gitu, tapi... gue punya rahasia buat membantah pernyataan itu." "Apa?" tanya Siti. "Intinya gue ama sodara gue udah pada curiga kalau dia mungkin you know-lah, belok. Tapi faktanya, dia lurus-lurus aja kok. Entah karena terlalu higienis atau apa, dia gak pernah nyentuh wanita di luar sana." "Tau dari mana lo? Emang lu tiap hari dan tiap waktu nempelin dia?" tanya Siti. "Bukan gue, Abang gue kan asisten dia. Lu inget kan orang yang buntutin dia terus dan ada sama kita di ruangan Bokap gue?" Siti mengangguk-angguk mengerti. Jadi terjawab siapa pria yang agak mirip dengan Kieran juga Victor, lalu mengikutinya terus. "Terus, maksud lo yang membuktikan kalau dia straight?" tanya Siti lagi. Ia sebenarnya tidak merasa itu penting, tapi dirinya

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   4. Tak Terjadi Apa-apa

    Keesokan harinya, Siti sempat mengira kalau Kieran akan memaksanya. Seperti yang ia lihat di drama korea dan china, ia sangat akrab dengan adegan seperti pemaksaan atau pernikahan kontrak. Namun faktanya, tidak ada yang terjadi pagi itu. Sampai ia selesai melalukan Live Streaming, tidak ada tanda-tanda Bos Besar itu datang ke kantor. Sementara Victor, ia tidak masuk kantor hari ini. Padahal Siti sudah meminta bertemu dengannya, tapi ia sok sibuk entah karena apa. Ia dengar dari orang-orang kampus, bahwa Victor sudah lulus sidang kloter pertama. Banyak yang berspekulasi kalau Victor lulus cepat jalur uang. Entah itu benar atau tidak, karena Victor lebih suka disalahfahami daripada repot-repot menjelaskan. Tapi kalau memang benar, Siti tak heran juga. Semua bisa Victor miliki dan lakukan dengan uang. "Kenapa lu kayak nungguin seseorang?" tanya Febi yang tiba-tiba di sampingnya. Siti langsung menggeleng. "Gak ada, Kak. Aku mau gantiin shift si Hanum, gabut rasanya." "Ooh

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   3. Penawaran Gila

    "Oke singkat saja, karena kita sudah saling kenal. Saya akan menawarkan sesuatu padamu." "Apa maksud Anda?" tanya Siti. "Maaf sebelumnya Pak, tapi saya hanya karyawan biasa dan hanya seorang Host Live. Saya bukan orang yang tepat untuk kerjasama dengan orang hebat seperti, Bapak... Tuan." Siti berkali-kali melirik ke arah Victor yang hanya mengangkat bahu--tidak tau apa-apa. Namun di tengah kebingungan itu, Kieran tiba-tiba mendorong sebuah map dengan judul: 'Proposal Pernikahan' "Menikahlah denganku, Siti." Siti seperti hampir pingsan mendengar ucapan itu. "Mohon maaf, Pak, ini gak masuk akal.""Gak masuk akal bagaimana?""Menikah... ini--"Kata-kata Siti terpotong oleh Victor yang heboh. "Buset, Pih! Tiba-tiba banget ngelamar Siti! Gak gak boleh," ucapnya berdiri di depan keduanya. "Iya Pak, ini gak boleh!"Meskipun ada rasa panik, tapi Siti tetap menyadari posisinya. Menikah dengan sang CEO, rasanya seperti ia memimpikan menikah dengan aktor kesukaannya. "Pih... plea

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status