Se connecter*** Riri di balik video call senang melihat Arka yang ingin makan sama dengan Alex. Dia dari tadi melihat interaksi Arka dan Alex tanpa muncul di layar. Walaupun mereka belum pernah bertemu, mereka bisa langsung akrab. Sekarang Riri, Alex dan Reymon berada di bandara. Mereka sedang menunggu keberangkatan. Sebentar lagi dia akan bisa melihat anaknya secara langsung. Sesungguhnya dia sudah sangat rindu kepada anaknya. Tapi Gilang sengaja yang menyuruhnya agar tidak menampak wajah. Supaya tidak menimbulkan rasa penasaran pada Arka yang melihat dia mirip sama Lili. Alex dan Arka terus saja ngobrol dengan dunia mereka. Saat Alex sedang makan es krim, Alex tidak sengaja menjatuhkan es krim pada bajunya. Sehingga membuat bajunya kotor. "Alex yang hati-hati dong. Ini es krim sampai meleleh ke baju," ujar Riri lembut dan langsung membersikah sisa es krim yang mengotori baju Alex dengan hati-hati. Riri membersihkan Alex dengan tetap menghindar jarak dari Alex agar dia tidak masuk ke layar
Ansel selalu bertanya-tanya kenapa David dan Gilang selalu membawa Arka secara sembunyi-sembunyi. Alasannya hanya rahasia antara kakek dan cucu laki-laki. "Apa salahnya. Itu kan cucu kami. Sudah sepantasnya kami memanjakan dia. Apalagi kami mau menikmati masa tua kami dengan bermain bersama cucu kami," sahut Gilang. David juga sudah menyerahkan seluruh pekerjaannya pada salah satu anak buah Gilang yang bisa dipercaya. Dia sudah tidak terlalu sanggup untuk mengelola perusahaan karena dia tidak mempunyai anak laki-laki. Apalagi Lili yang tidak bisa diharapkan untuk mengurus perusahaan. Hanya Riri yang ada kemungkinan bisa menggantikan dia. Jadi, sekarang David dengan senang hati bisa menghabiskan waktu untuk menjenguk Riri dan bermain dengan Arka. Jika dia pergi ke luar negeri, dia akan beralasan kalau dia ada kepentingan dengan pekerjaan agar Azumi atau yang lainnya tidak curiga sama sekali. Hubungan Azumi dan Miranda juga semakin dekat. Miranda lebih suka pergi ketempat Azumi da
"Jadi, kalau Riri belum ditemukan, kamu tidak mau menikah dengan aku?" sahut Lili tidak mau kalah. "Li, status aku masih sebagai suami dari Riri. Kita tidak bisa menikah sekarang." Ansel sengaja mengulur-ngulur waktu. Sudah berapa kali dia ditodong oleh Lili agar menikah dengan Lili kembali. Dia sengaja menggunakan alasan Riri yang belum ditemukan sebagai alasannya. Padahal dia sama sekali tidak berniat ingin menikah dengan Lili lagi. Ansel sudah menyadari perasaannya saat Riri menghilang. Perasaannya juga ikut menghilang dan terasa kosong. Dia sama sekali tidak mencintai Lili seperti dulu. Dia sudah cukup memberikan beberapa kesempatan kepada Lili untuk membuat dia merasa nyaman, sama seperti saat dia bersama Riri. Namun Lili sama sekali tidak berubah. Lili hanya peduli pada uangnya saja. Dia selalu menghindar jika Ansel menyuruh dia melakukan sesuatu, sama seperti dulu. Bagi Ansel uang tidak terlalu masalah. Dia tetap memberikan Lili uang bulanan agar tidak mengganggu dia t
Riri membutuhkan waktu sekitar tiga tahun lebih sadar dari koma. Kemudian dilanjutkan dengan satu tahun pengobatan agar sembuh total. Termasuk dengan luka bakar dan kakinya yang patah ditimpa oleh kayu. Termasuk gangguan saraf di kaki yang membuat dia lama di luar negeri. Selama Riri di luar negeri, David dan Gilang secara bergantian ke luar negeri untuk menjenguknya. Mereka selalu memantau keadaan Riri yang di bawah pengawasan Reymon. Mereka juga sering melakukan video call setelah Riri sadar. Belum baik untuk segera kembali. Mereka juga sering menculik bayi Arka untuk menunjukkan kepada Riri agar bisa lebih semangat dalam melakukan pengobatan. Selama di sana Reymon menemani Riri. Begitu pula dengan Alex. Alex yang paling menguasai Riri. Dia tidak mau berpisah dengan Riri sedikitpun. Dia merasa bersalah karena membuat Riri terluka parah untuk melindungi dia dari runtuhan bagunan rumah sakit. Sekarang Gilang David dan sudah memutuskan untuk memulangkan Riri kembali ke Indonesia b
*** Pada keesokan pagi, rencana langsung dijalankan. Reymon, Alex dan Riri langsung pergi ke luar negeri berkat bantuan Gilang. Mereka pergi dengan menggunakan pesawat pribadi milik Gilang. Kemudian dokter Brian menyatakan jika Riri telah menghilang dan tidak ditemukan jejaknya dalam kebakaran. Itu permintaan dari David dan Gilang. Hanya sebagai bukti Ansel dan lainnya percaya. David dan Gilang ikut bekerja sama. Mereka yang meyakini jika Riri menghilang tanpa jejak. Serta sang detektif yang terus memantau keadaan agar semuanya aman dan tidak ada yang curiga. Lili adalah orang yang paling senang mendengar kabar Riri dinyatakan hilang di saat kebakaran terjadi. Dia sangat berharap jika Riri ikut terbakar di dalam api. Dengan begitu, tidak akan ada orang yang akan mempersulitnya di masa depan. Dia juga bisa menguasai Ansel dan seluruh harta milik keluarga Ansel. Azumi menangis histeris mendengar kabar Riri menjadi korban kebakaran yang hilang. Dia tidak mau menerima itu semua. Dia
"Reymon, kamu tenang dulu. Kamu pikirkan juga kondisi semuanya. Kamu jangan hanya memikirkan diri kamu sendiri. Kita tidak bisa memutar waktu," bujuk Brian agar Reymon bisa tenang. "Tapi …." "Benar apa yang dikatakan teman kamu. Semua ini tidak bisa diulangi lagi. Jika waktu bisa diputar, aku orang pertama yang akan memutar waktu. Aku akan mencegah semua kejadian ini," sahut David dengan yakin. "David, jika kamu ingin memutar balikkan waktu, berarti kamu tidak mau mengakui keberadaan Arka. Arka bisa hadir karena hubungan Riri dan Ansel sekarang. Belum tentu Arka akan hadir di antara kita kalau ini semua tidak terjadi," kata Gilang mengambil sisi positif. Perkataan Gilang membuat David bungkam. Apa yang dikatakan Gilang benar. Jika Lili tidak memaksa Ansel dan Riri menikah, Arka tidak akan ada di dunia ini. Semuanya sudah terlanjur dan hanya bisa diteruskan. "Sekarang kita fokus pada hubungan Ansel, Riri dan juga Lili kedepannya," ajak Gilang agar mereka tidak terlalu larut dalam
Riri kembali mencoba menelpon Lili. Namun Lili tidak lagi mengangkat teleponnya. Bahkan handphone tersebut sudah di nonaktifkan. Lili sengaja menghubungi Riri agar dia pulang. Dia capek mendengar sang mama yang terus meminta nya membantu merawat David. Dia jadi tidak nyaman di rumah dan memilih t
*** "Ada apa Ansel menghubungiku," gumam Lili memperhatikan panggilan masuk dari Ansel. Ansel sudah jarang menghubungi Lili. Ditambah mereka tadi sudah bertemu. "Lebih baik aku angkat dulu," lanjut Lili. Lili segera menggeserkan tombol warna hijau di layar handphone. Otomatis panggilan langsu
Lili segera masuk ke dalam mobil saat tiba di parkiran. Duduk di tempat Riri tadi. Tidak membiarkan Ansel duduk dengannya."Kenapa kamu duduk di depan?" tegur Ansel."Kenapa? Dia bisa duduk di belakang. Ini kan tempat duduk aku," balas Lili cuek."Udah, Ansel. Aku nggak masalah duduk di belakang. K
*** Setelah tiba di rumah sakit, Ansel keluar dari mobil pertama kali. Lili senantiasa menunggu Ansel membuka pintu mobil untuknya seperti dulu. Namun dia hanya bisa gigit jari ketika Ansel lebih membuka pintu untuk Riri. Tidak tinggal diam, Lili keluar sendiri sambil membanting pintu mobil. La







