Home / Romansa / Dipaksa Jatuh Cinta / Lo Harus Jadi Pacar Gue!

Share

Lo Harus Jadi Pacar Gue!

last update Last Updated: 2025-10-29 12:05:24

Di salah satu meja kantin FKH UGM, Biyan dan Aurel berbincang serius sekalipun dalam suasana santai. Gadis manis itu penasaran juga apa konsekuensi yang harus ia terima hasil keisengannya menggembosi keempat ban mobil Lexus Biyan pagi tadi.

Aurel menyeruput jus mangga dingin miliknya lalu meneguknya sebelum berkata, "Bi, langsung aja deh. Loe mau minta apa buat gantiin yang tadi pagi tuh? Gue ada montir bengkel langganan yang bisa dipanggil sih kalau cuma buat benerin ban gembos."

"Kalau masalah gembosnya sih gampang, gue juga udah handle itu langsung tadi sebelum kuliah pagi. Gue mau loe nggak iseng kayak gitu lagi," tukas Biyan menolak bantuan Aurel.

"Okee—lantas apa dong? Udah clear juga 'kan masalahnya, ngapain diperpanjang kali lebar kali tinggi, Bi?" cerocos Aurel seperti rem yang blong seperti biasa.

Biyan terkekeh gemas dengan kebiasaan gadis tengil satu itu. Dia pun dengan ringan menjawab, "Hukumannya ... loe harus mau pacaran sama gue, dua bulan ya!"

"Anjayaniii tetangga mamak loe, Bi! Ckkk ... kaga—pokoknya kaga mau gue. Apaan sih?!" tolak Aurel heboh yang membuat pengunjung kantin lainnya menoleh ke meja mereka berdua.

Mitha, Elvi, dan Rosma pun cekikikan menertawakan Aurel dari meja pojok kantin. Mereka mencuri dengar obrolan kedua mahasiswa mahasiswi itu.

Tanpa Aurel sadari di balik punggungnya Prof. Reynold sedang melangkah masuk ke kantin kampus bersama dengan Hesti, mahasiswi semester 8 yang rumornya telah menjadi tunangannya. Justru Mitha yang melihatnya, ia tahu bahwa sobat kentalnya itu tengah berpacaran dengan si profesor ganteng itu.

'Hadeeuhh ... runyam dah, ini si Biyan nembak cewek kok kaga elegan amat, masa di tengah kantin rame begini pulak!' batin Mitha ketar-ketir kuatir Prof. Reynold mendengar perbincangan Biyan dan Aurel.

Namun, Mitha pun tak senang melihat si profesor ganteng yang baru jadian dengan sobatnya sok mesra dengan kakak angkatannya yang terkenal sok kecakepan seantero kampus ungu. 'Hmmm ... emang sih tagline kalau selingkuh itu ibarat pertemuan dua ulat bulu yang sama-sama gatal,' batin Mitha konyol lalu tak mau ikut ambil pusing dengan hubungan Aurel dengan kedua pria yang sama-sama ganteng itu.

Dengan sengaja Reynold duduk di meja belakang punggung Aurel, dia mengerutkan alisnya sekilas melihat gadis pacar backstreet miliknya duduk semeja berdua dengan kakak angkatan yang good looking. Reynold merasa agak cemburu dan ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan.

"Rel, loe 'kan masih jomblo juga sih! Lalu apa salahnya kalau kita jalan bareng, pacaran singkat gitu buat seru-seruan," bujuk Biyan yang terdengar oleh Reynold dan membuat pria muda itu terkejut.

'Tsskk payah bener nih cowok nembak cewek aja pake maksa!' ejek Reynold dalam hatinya.

Sementara itu Hesti yang memerhatikan tunangannya hanya melamun dan tak berminat untuk makan siang pun bertanya, "Mas Rey apa lagi nggak enak badan? Kok makanannya cuma dianggurin aja sih?"

"Ehh—ohh nggak apa-apa kok, Hes. Aku masih kenyang tadi pagi sudah sarapan nasi soto ayam di rumah," kelit Reynold lalu mulai menusuk sepotong siomay ikan tuna dengan garpu lalu melahapnya agar Hesti tak curiga.

Gadis itu pun melanjutkan makan siangnya yang bermenu lontong opor telur ayam. Dia ada pekerjaan asisten dosen di Lab. Mikrobiologi pukul 13.00 WIB sebentar lagi, jadi tidak bisa berlama-lama di kantin.

Selanjutnya percakapan di meja sebelahnya pun berlanjut, Aurel menjawab desakan Biyan tadi, "Aishh ... denger ya, Bi. Sori banget, gue bukan cewek yang butuh status palsu buat pacaran sama cowok. Berasa kurang kerjaan gitu! Paham nggak sih loe?"

"Tapi loe udah gembosin ban mobil gue empat-empatnya tadi dan loe juga yang janji mau tanggung jawab 'kan dengan terima hukuman dari gue. Iya apa iya tadi janji loe? Jangan jilat ludah loe sendiri, Rel!" sembur Biyan tak mau kalah dengan kejutekan maksimal Aurel yang baginya 'ngeselin bingits'.

Reynold diam-diam tersenyum puas sembari membatin memberi semangat kepada Aurel, 'Good Baby A! Semprot aja tuh cowok keganjenan.'

"Minta lainnya aja, kalaupun mesti bayar pake duit gue jabanin, Bi! Loe jangan nganggap gue orang susah deh mentang-mentang mobil gue gak se-WOW tentengan loe!" tantang Aurel sengak. Dia memang selama ini kesal karena mobil Biyan yang mahal itu mencolok sekali di parkiran.

"Nggak bisa, gue kekeuh maunya pacaran sama loe, Rel! Lah loe sensi amat sama mobil gue! Ayolah ... terserah deh mau lebih lama juga boleh ayo aja—" Biyan meraih tangan Aurel ke dalam genggamannya.

Belum juga mereka selesai tawar menawar mengenai berpacaran. Dosen idola segala angkatan melangkah dengan ganteng memesona sendirian ke dalam kantin kampus FKH yang ramai hingga meja makan semua ditempati. James celingukan mencari tempat duduk, kebetulan Laura sedang sibuk di Lab. PA dan memilih untuk menitip dibungkuskan gado-gado untuknya dan juga Mikha.

"Prof. James, duduk bareng kami aja ya!" seru Mitha melambaikan tangannya kepada James yang tersenyum mengangguk dengan ramah.

Usai memesan menu makan siang, James membawa nampan berisi makanan dan minuman pesanannya ke meja ketiga mahasiswi fans beratnya yang sudah mulai dia anggap teman dekat karena terbiasa dengan tingkah tengil yang terkadang juga lucu baginya.

"Kalian nggak ada kuliah nih?" sapa James seraya bersiap-siap untuk makan dengan membuka tissue dari sendok garpu di tangannya.

"Belum, Oppa James. Sekitar satu jam lagi sih ada praktikum di Lab. Mikrobiologi nanti. Nanti Oppa jaga praktikum apa nggak?" cerocos Mitha yang begitu girang bisa semeja makan dengan dosen idolanya yang kece badai.

James menelan batagor siomay di mulutnya lalu menjawab pertanyaan Mitha, "Iya nanti aku ngawasin praktikum sebentar sih. Kalian gelombang berapa?" Dia mengedarkan pandangannya ke seisi kantin dan mengangguk menyapa Reynold yang semeja dengan Hesti. Dia pun melihat Biyan, mahasiswa yang sempat mengejar-ngejar Laura di awal semester kemarin sedang berdebat seru dengan Aurel, gadis nekad yang ngefans berat kepadanya.

"Gelombang satu sih kami berempat bareg si Aurel tuh, Oppa!" jawab Elvi mengendikkan dagunya ke meja Aurel dan Biyan.

"Ehh itu mereka berdua seru amat ngobrolnya kayak kucing sama anjing aja. Hehehe," seloroh James yang sedikit kepo juga dengan obrolan mereka berdua.

Mitha pun menyahut, "Itu si Aurel isengnya kumat tadi pagi ngegembosin ban mobil Mas Biyan empat-empatnya lantas disuruh jadi pacarnya Mas Biyan sekarang. Sayangnya nggak semudah itu lah si bocah tengil nurut maunya Mas Biyan, Oppa!"

Mendengar penjelasan Mitha, ia pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya seolah mengerti. Namun, itu bukan urusannya karena ia dan Aurel pun bukan siapa-siapa. Maka James pun melanjutkan makan siangnya saja dan mendengarkan celoteh ketiga mahasiswinya yang cantik-cantik itu. Sesekali ia tertawa karena digoda oleh mereka.

Namun, keributan terjadi ketika Aurel beranjak dari kursinya untuk meninggalkan Biyan sembari membawa beberapa diktat praktikum dan buku literatur. Biyan menarik tangannya tak mengizinkan Aurel kabur darinya hingga membuat barang bawaan gadis itu berjatuhan ke lantai kantin.

Dengan sigap Reynold menolong Aurel memunguti diktat praktikum lalu menyerahkannya ke tangan Aurel. Ia bangkit berdiri menegur Biyan, "Kamu kalau cewek nggak mau jadi pacar kamu jangan maksa dong! Dari tadi juga si Aurel nolak masa nggak paham kalau dia nggak tertarik buat jadi pacar kamu?!"

Biyan merasa agak syok mendengar teguran Reynold. Dia mengerutkan keningnya dengan tak nyaman. "Prof, dengan segala hormat—ini juga bukan urusan Anda. Ini masalah saya sama Aurel!" jawab Biyan dengan sopan sekalipun dirinya kesal.

"Ohh ... masa sih begitu?" tukas Reynold cuek bersedekap lalu menoleh ke Aurel dengan tatapan mesra yang membuat gadis itu sontak salah tingkah.

Hesti yang masih ada di meja makan kantin merasa kurang suka tunangannya membela mahasiswi angkatan bawah yang terkenal tengil di seantero kampus. Dia pun berkata, "Mas Rey, biarin aja napa sih? Itu urusan mereka berdua 'kan?"

Namun, Aurel memang terkadang agak somplak. Dia memeluk pinggang Reynold seraya berkata, "Prof, saya nggak mau pacaran sama Biyan. Dianya maksa mulu—"

Berpuluh-puluh pasang mata di kantin kampus FKH melotot penasaran melihat adegan itu. Ada apa dengan Aurel dan Prof. Reynold?

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Arkhan gultom
duhh prof rey lupa klo ada hesty dsitu jg...
goodnovel comment avatar
MissQueen
hesti... meradaangg nihh
goodnovel comment avatar
Kania Putri
lagian kamu iseng sih nah kan disuruh jadi pacar Biyan ini ke tulah omongan sendiri sekarang malah ngadu ke Reynold
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dipaksa Jatuh Cinta   Cinta Sejati Tak Lekang oleh Waktu (THE END)

    Dari balik jendela kamar tidurnya di resort Pulau Cendawan, Aurel menikmati pemandangan pagi pesisir pantai. Matahari baru saja naik lebih tinggi setelah merekah di ufuk timur. Biyan berlari-lari bersama anak-anak mereka di tepi Pantai Cinta.Aurel tidak ikut karena dia bertugas mengepak pakaiannya dan juga suaminya ke koper besar. Rencananya mereka sekeluarga akan berkunjung ke Yogyakarta. Biyan dipanggil ke kampus Kedokteran Hewan sebagai narasumber acara seminar enterpreneurship berbasis ilmu kedokteran hewan untuk OSPEK mahasiswa tahun ajaran baru.Dua belas tahun telah berlalu diwarnai suka duka, kehadiran buah hati tercinta satu per satu sehingga pasangan suami istri itu telah dikaruniai total empat anak; dua laki-laki dan dua perempuan. Urutannya dari yang sulung Arjuna, disusul setahun kemudian ada Renata, berlanjut tiga tahun kemudian Purbaya, dan pada tahun kelima lahirlah Abigail.Kebahagiaan keluarga dengan empat anak itu terasa sempurna. Mereka tak pernah terlibat konflik

  • Dipaksa Jatuh Cinta   Pengakuan Biyan dan Bertemunya Dua Keluarga

    "Maa, sini!" panggil Pak Harris Jatikusuma kepada istrinya di rumah mereka di Jakarta.Nyonya Puspa Narestri bergegas menghampiri suaminya di sofa ruang tengah. "Ada apa sih, Pa?" sahutnya."Ini anak kita ngawur banget. Masa dia baru ngaku kalau sudah punya istri dan pagi tadi cucu pertama kita lahir ke dunia. Ckckck, Biyan ... Biyan!" ujar Pak Harris kesal dengan tingkah putra bungsunya."Ahh ... yang benar saja, Pa. Mana fotonya?" balas Nyonya Puspa seolah-olah tak percaya.Maka Pak Harris menyerahkan HP di tangannya ke istrinya. Dia pun berkata, "Ini foto anak dan istri Biyan. Terus katanya, kita boleh jenguk mereka di Pulau Cendawan. Pantesan dia betah banget tinggal di sana, ternyata sudah punya istri tho!" "Wah, cantik istrinya. Cucu kita juga ganteng mirip banget sama Biyan sewaktu bayi. Ayo, Pa. Kita ke Pulau Cendawan sekarang aja mumpung masih belum petang!" desak Nyonya Puspa. "Oke, Mama siap-siap gih. Packing beberapa baju punyaku juga ya untuk menginap di sana nanti. Ini

  • Dipaksa Jatuh Cinta   Kelahiran Anak Biyan dan Aurel

    Pagi itu seusai mandi, Aurel merasakan perutnya seperti diremas-remas. Dia melihat genangan air di lantai kamar mandi tepat di sekitar telapak kakinya berwarna merah muda."Ya Tuhan! Aku pecah ketuban ... mana Biyan?!" Aurel mendadak panik lalu berjalan tertatih-tatih ke luar kamar mandi. Dia mengedarkan pandangan ke seisi kamar tidur lalu berseru, "Biii! Aku sudah mau lahiran!" Sontak Biyan bangkit dari tempat tidur lalu segera membantu Aurel untuk berganti pakaian bepergian serta mengenakan pembalut khusus ibu hamil dan setelah melahirkan. Karena Biyan takut tak bisa fokus menyetir mobil, dia menyuruh sopir yang mengantarkan mereka ke rumah sakit satu-satunya di Pulau Cendawan.Sesampainya di rumah sakit, segera tim dokter dan perawat membantu memeriksa Aurel. Setelah itu diputuskan untuk Aurel melahirkan secara normal. Biyan terus menemani istrinya yang telah sah di mata hukum sejak dua bulan lalu. Dia menggenggam tangan Aurel yang berkeringat dingin. "Yang kuat ya, Sayang!" uca

  • Dipaksa Jatuh Cinta   Resmi Menjanda

    "Halo, Biyan. Hasil putusan sidang perceraian Aurel dan Reynold sudah keluar hari ini. Saya baru saja menghadiri persidangannya," ujar pengacara yang disewa Biyan untuk membereskan perceraian Aurel di Yogyakarta.Memang sudah lima bulan proses perceraian itu bergulir tanpa kehadiran dari kedua kubu yang berseteru. Mereka mempercayakan ke tim kuasa hukum masing-masing sejak awal sampai pernikahan yang sah di mata negara itu ketok palu dinyatakan cerai."Halo, Bang Tommy. Gimana hasil putusannya, benar bisa bercerai 'kan?" tanya Biyan penasaran. Dia sedang berada di kandang kuda pagi itu dan menunggu Shaddow dipasang pelananya oleh anak kandang."Iya, benar. Sudah dah bercerai. Mengenai akte pernikahan kamu dan Aurel akan saya proses nanti secepatnya kalau memang semua data di kartu identitas Aurel sudah berubah menjadi janda!" jawab Tommy Simangunsong, pengacara yang mewakili kubu Aurel.Biyan pun tersenyum bahagia bercampur lega. "Makasih banyak, Bang Tommy. Fee untuk tim lawyer seger

  • Dipaksa Jatuh Cinta   Kejutan Ulang Tahun Aurel

    Reynold yang mendapat panggilan dari bagian akademik karena ada surat penting dengan kop Pengadilan Negeri Kota Sleman, Yogyakarta sedang berdiri tegang memegang sepucuk surat di tangannya. Dia membaca isi surat yang merupakan gugatan perceraian atas nama Aurel melalui kuasa hukum Pengacara Hans Sebastian Wijaya. "Ini pasti karena hasutan Biyan! Mana mungkin tiba-tiba Aurel melayangkan gugatan perceraian?" gumam Reynold lirih. Belakangan ini pola tidurnya kacau karena insomnia. Lingkaran hitam di sekitar matanya menebal.Jadwal persidangan perdana akan digelar dua hari lagi di Pengadilan Negeri Sleman. Reynold bisa datang sendiri atau menunjuk pengacara untuk mewakilinya. Sekembalinya ke ruang kantornya, Reynold terpekur sembari duduk menatap ke luar jendela. Dia berencana terbang ke Perth untuk menemui Laura meskipun pesan-pesan darinya hanya dibalas singkat seperlunya oleh ibu dari putra kandungnya; Joshua.Dia sendiri yang salah karena meninggalkan Laura demi menikahi Aurel. Namu

  • Dipaksa Jatuh Cinta   Test Kehamilan Aurel

    "Aurel! Aurel, di mana loe?!" panggil Biyan saat memasuki bangunan induk resort satu-satunya di Pulau Cendawan.Wanita yang dicari oleh Biyan itu sedang mengobrol santai diselingi gelak tawa di dapur bersama dua ART dan Chef Arifin. Mereka menikmati berbagai camilan berbahan dasar tepung aci. Selain itu hasil panen Aurel di kebun belakang dapur diolah Chef Arifin menjadi lauk sayur dan juice buah."Biyan, aku di dapur!" jawab Aurel seraya melambaikan tangan ke pemuda yang masih mengenakan setelan jas abu-abu dengan kemeja putih tanpa dasi itu.Sepasang mata Biyan memancarkan kerinduan terhadap Aurel yang dia tutupi dengan pembawaan tenang terkendali di hadapan para bawahannya. "Ohh ... jadi ya dibikinin cilok dkk, Rel?" tukas Biyan santai."Iya, kenyang banget aku. Btw, kamu sudah makan apa belum dari Jakarta tadi, Bi?" tanya Aurel yang tumben lebih halus dan perhatian.Melihat perubahan sikap perempuan yang dicintainya, Biyan pun mencoba menanggapi dengan baik. Dia menjawab, "Sudah k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status