ホーム / Romansa / Dirty Office / Bab 270 Kehebatan Aruna

共有

Bab 270 Kehebatan Aruna

作者: Cynta
last update 公開日: 2026-03-08 18:01:15

​Di luar ruangan, Keenan yang sedang memperhatikan semuanya melalui ponselnya di koridor laboratorium, hampir saja melempar ponselnya ke dinding. Giginya bergemeretak. "Bajingan kau, Raisya!" desisnya.

​[Aruna, tenang. Ingat apa yang kita siapkan semalam. Flashdisk itu... Pakai flashdisk di saku kirimu, bukan yang di kotak,] bisik Keenan melalui interkom, suaranya begitu tenang namun penuh otoritas.

​Aruna yang tadinya ketakutan, tiba-tiba mendengar kata-kata Kee
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dirty Office   Bab 512 Kebahagiaan Mencapai Puncak

    ​Grand Ballroom Hotel RC bintang lima malam itu di desain sangat megah malam ini. Cahaya laser berwarna biru safir seakan membelah ruangan, memantul pada instalasi kristal yang menyerupai struktur atom Silk-Graphene. Ratusan investor kelas kakap dari berbagai penjuru dunia, pejabat pemerintahan, hingga kru media internasional memenuhi ruangan dengan setelan formal yang mewah. ​Di tengah kerumunan, Keenan Arkana berdiri tegak. Ia mengenakan tuksedo hitam custom-made yang membalut tubuh atletisnya dengan sempurna. Aura dominannya terasa begitu pekat, membuat siapa pun segan untuk mendekat. Namun, tatapan matanya yang tajam hanya tertuju pada satu titik, Aruna. ​Aruna tampak memukau dengan gaun bodycon berwarna perak metalik yang memeluk lekuk tubuhnya dengan anggun terlihat begitu elegan. Rambutnya disanggul modern, memperlihatkan leher jenjangnya yang kini dihiasi kalung berlian. ​Keenan melangkah mendekat, melingkarkan tangannya di pinggang ramping Aruna dari belakang. Ia menarik t

  • Dirty Office   Bab 511 Gairah di Tengah Ekspansi Global

    ​Suasana hangat di balkon Mansion Arkana seketika mendingin setelah mendengar kata-kata Nandi yang menggantung. Keenan berdiri tegak dengan kancing kemeja teratasnya yang terbuka memperlihatkan dada bidang yang masih naik-turun karena gairah yang terinterupsi. Ia menatap Nando dengan mata biru yang berkilat tajam, seolah siap menerkam siapa pun yang berani mengusik ketenangannya setelah seminggu penuh penderitaan di rumah sakit. ​"Katakan dengan jelas, Nando. Jangan membuang waktuku dengan wajah ragu seperti itu," geram Keenan. Suaranya rendah, bergetar oleh otoritas yang mutlak. ​Aruna, yang berdiri di sampingnya, masih sibuk mengancingkan kemeja casualnya dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia bisa merasakan aura dominan Keenan yang kembali memuncak. Keenan, tanpa memalingkan wajah dari Nando, meraih pinggang Aruna dan menariknya merapat ke sisi tubuhnya. ​Nando menarik napas panjang, mencoba menenangkan debar jantungnya. "Ini tentang Tante Sofia, Keenan. Pak Alexander." ​Alexan

  • Dirty Office   Bab 510 Berkumpul di Mansion

    Satu minggu telah berlalu setelah ketegangan di rumah sakit saya itu, pagi ini matahari masuk kedalam kamar melalui cela gorden memberi kesan hangat didalam ruangan VIP rumah sakit yang penuh aroma antiseptik. ​Aruna berdiri di dekat jendela, melipat beberapa pakaian Stella ke dalam koper kecil. Rambutnya diikat asal-asalan, menyisakan beberapa helai yang jatuh di tengkuknya yang putih. Tanpa ia sadari, sepasang mata biru tajam sedang memperhatikannya dari balik pintu yang terbuka sedikit. ​Keenan melangkah masuk dengan suara sepatu langkah yang sedikit menggema dilantai. Ia tidak langsung menyapa. Pria itu berjalan mendekat, lalu dengan gerakan posesif yang menjadi ciri khasnya, ia melingkarkan lengan kokohnya di pinggang Aruna dari belakang. ​"Sudah selesai berkemas, Sayang?" bisik Keenan tepat di telinga Aruna. Napas panasnya seketika membuat bulu halus Aruna meremang. ​Aruna sedikit tersentak, namun ia segera menyandarkan punggungnya pada dada bidang Keenan yang terbalut kemej

  • Dirty Office   Bab 509 Desahan di Balik Ruang ICU

    ​"Aku tidak peduli," gumam Keenan. Ia membungkam bibir Aruna dengan ciuman yang sangat kasar dan menuntut. Lidahnya masuk dengan paksa, menjelajahi rongga mulut Aruna seolah sedang mengklaim wilayah kekuasaannya.Tangannya merayap masuk ke balik kemeja Keenan, merasakan otot-otot dada suaminya yang mengeras. ​Sentuhan mereka semakin liar. Tangan Keenan mulai membuka kancing jas lab Aruna, lalu dengan lihai ia menyelinap ke dalam kemeja sutra Aruna, meremas squishy kenyal istrinya itu dengan gemas. Aruna menahan desahan di balik ciuman mereka, kepalanya mendongak saat Keenan mulai menciumi lehernya dengan rakus, meninggalkan jejak-jejak kemerahan yang baru.​"Sshhh... Keenan... Nanti ada yang lihat," rintih Aruna kecil.​"Nando tahu apa yang harus dia lakukan. Dia akan menjaga area di sini," bisik Keenan serak. Ia membenamkan wajahnya di antara belahan squishy Aruna, menghirup aroma parfum mawar dan gairah yang menguar dari tubuh istrinya.​Di sisi lain ruangan, Nando memang tampak san

  • Dirty Office   Bab 508 Kesempatan Kedua

    ​"Mama!" Aruna segera melepaskan diri dari dekapan Keenan dan berlari menghampiri Stella.​Stella menolak bantuan perawat untuk tetap duduk. Dengan sisa tenaganya, ia mencoba berdiri dari kursi roda, tangannya yang gemetar mencari pegangan. Keenan dengan sigap melompat maju, menyambar tubuh Mamanya sebelum wanita itu jatuh karena lemas.​"Mama, kenapa ke sini? Dokter bilang Mama harus istirahat!" tegur Keenan, suaranya keras namun penuh kekhawatiran.​"Aku tidak bisa diam saja di sana, Keenan," kata Stella dengan suara parau. Ia menatap Alexander yang terbaring lemah dengan berbagai selang di tubuhnya. "Aku harus melihatnya... Aku harus memastikan pria ini tidak pergi sebelum menebus semua air mataku."​Perawat yang menemani Stella tampak serba salah. "Maaf Tuan Keenan, Nyonya Stella memaksa. Beliau bahkan mengancam akan mencabut infus kalau tidak dibawa ke sini."“Baiklah, tidak apa-apa, suster tinggal saja..” ​Keenan menghela napas, ia membantu Stella duduk di kursi samping ranjang

  • Dirty Office   Bab 507 Rahasia yang Akhirnya Terungkap

    ​Keenan menatap Papanya dengan tatapan yang sulit dibaca. Ada sisa amarah di sana, namun juga ada rasa ingin tahu yang sangat besar.​"Katakan padaku, Pa," suara Keenan terdengar rendah, bergetar karena emosi yang tertahan. "Apalagi yang ingin Papa siapkan? Setelah semua kebenaran ini, setelah racun itu hampir merenggut nyawa Papa... Apalagi yang Papa sembunyikan di balik punggungku dan Aruna?"​Alexander menghela napas panjang, sebuah helaan napas yang terdengar berat dan menyakitkan. Masker oksigennya berembun setiap kali ia mencoba bicara. "Banyak... Keenan. Selama ini... aku membangun Arkana bukan hanya dengan keringat, tapi juga... dengan duri di sekelilingku. Aku harus memastikan... Kalau duri itu tidak menusukmu... atau Aruna."​Aruna merasakan remasan tangan Keenan di pinggangnya semakin mengencang. Ia mendongak, menatap profil samping wajah suaminya yang terlihat sangat maskulin dan penuh otoritas. Aruna memberanikan diri untuk bersuara, suaranya lembut namun memiliki ketegas

  • Dirty Office   Bab 299 Pengumpulan Bukti di Rumah Sakit

    ​Keenan berdiri di koridor rumah sakit dengan kemeja hitam yang masih lembap, tidak lama Nando datang membawakannya pakaian ganti untuknya. Di tangannya, Keenan memegang ponsel yang berisi bukti-bukti baru tentang upaya sabotase perusahaan dan pelecehan pada Aruna. ​"Nando, pastik

    last update最終更新日 : 2026-04-05
  • Dirty Office   Bab 302 Pewaris Arkana

    ​Suasana mendadak hening. ​Keenan menarik napas dalam. Ia menatap Aruna sejenak, seolah meminta izin. Aruna hanya mengangguk pelan, wajahnya merona merah, perpaduan antara malu dan haru bahagia. Yosua, yang tadinya sibuk dengan ponselnya, kini ikut menoleh dengan rasa penasaran.​"Aruna tidak hanya

    last update最終更新日 : 2026-04-05
  • Dirty Office   Bab 136 'Hukuman' di Ruang Arsip

    ​Keenan menarik lengan Aruna dengan langkah kaki lebar, menyusuri koridor samping mansion yang remang-remang. Aruna terseok-seok mengikuti, tangannya sibuk memegang kancing kemejanya yang belum sempat dikaitkan sempurna. ​"Keenan, berhenti! Kita mau ke mana? Ini bukan jalan keluar

    last update最終更新日 : 2026-03-25
  • Dirty Office   Bab 8 ‘Jejak' yang Disengaja

    ​Keenan terdiam sejenak. Pelukannya mengerat, bukan lagi pelukan penuh nafsu, tapi pelukan yang penuh kerinduan terpendam. Ia memutar tubuh Aruna kembali, menatap matanya dalam-dalam. ​”Karena luka beberapa tahun lalu itu terlalu dalam, Aruna,” suara Keenan melembut namun tetap berat. “Dan satu-s

    last update最終更新日 : 2026-03-17
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status