Share

Bab 174 : Masuk Perangkap

Author: Maufy Izha
last update publish date: 2026-10-07 23:18:16

Arjuna membalas pelukan Sinta tak kalah erat. Ia membenamkan wajahnya di ceruk leher wanita itu, menghirup aroma harum yang selalu berhasil menenangkan jiwanya. Namun, di balik hangatnya dekapan tersebut, ada kegelisahan yang terus mencengkeram erat dada Arjuna.

Aku juga berutang penjelasan padamu, Queen. Semoga saja saat aku mengungkap kebenarannya, pelukan ini tidak berubah menjadi kebencian, bisik Arjuna dalam hati.

Setelah beberapa saat, Sinta melerai pelukannya. Ia mengusap sisa air mata d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Baby Boy
Makin seru ini, Kakak Author... Terimakasih updatenya ya ... semangat ..
goodnovel comment avatar
Mariam Marife
cerdik jg Sinta
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 175 : Masuk Perangkap (2)

    Setelah melihat Ambar dan Ruslan keluar dari kafe, Sinta kembali ke kantornya bersama dengan Marilyn, sementara tugas untuk mengawasi gerak-gerik Ambar telah diserahkan pada orang-orang Jay.Di kantor Saraswati Corp, ternyata datang tamu yang tidak terduga: Krisna Jayadi.Dengan wajah angkuhnya, pria paruh baya itu masuk ke dalam ruang kerja Sinta, lalu melemparkan sebuah dokumen ke atas meja."Tanda tangani ini, dan aku akan anggap perbuatanmu selama ini tidak pernah terjadi."Sinta memandangi map berwarna cokelat itu dengan sebelah alis terangkat, lalu menatap Krisna sambil tersenyum sinis."Apa ini?""Tentu saja surat pernyataan untuk mengembalikan saham perusahaan ini padaku," ucap Krisna seraya tersenyum sinis.Sinta tidak bereaksi. Wajahnya tetap datar seolah-olah ia tidak mendengar ucapan Krisna.Sinta lalu menekan tombol interkom untuk memanggil Marilyn."Kak, tolong panggil security kemari."Mendengar ucapan Sinta, ekspresi Krisna langsung menggelap.Tiba-tiba pria itu mencen

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 174 : Masuk Perangkap

    Arjuna membalas pelukan Sinta tak kalah erat. Ia membenamkan wajahnya di ceruk leher wanita itu, menghirup aroma harum yang selalu berhasil menenangkan jiwanya. Namun, di balik hangatnya dekapan tersebut, ada kegelisahan yang terus mencengkeram erat dada Arjuna.Aku juga berutang penjelasan padamu, Queen. Semoga saja saat aku mengungkap kebenarannya, pelukan ini tidak berubah menjadi kebencian, bisik Arjuna dalam hati.Setelah beberapa saat, Sinta melerai pelukannya. Ia mengusap sisa air mata di pipinya sambil tersenyum malu."Maaf, aku jadi emosional begini," cicitnya dengan suara pelan.Arjuna terkekeh. "Tidak apa-apa, Queen. Aku senang karena kamu bisa jujur dan terbuka padaku."Sinta mengangguk pelan. Arjuna pun kembali melajukan mobilnya membelah jalanan sore kota Jakarta. Suasana di antara mereka kembali mencair, dipenuhi obrolan ringan mengenai detail dekorasi pernikahan yang akan dipersiapkan minggu depan.Dua hari kemudian, di sebuah kafe privat di kawasan Jakarta Selatan...

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 173 : Mencari Tahu Tentang Arjuna

    Sinta menghela napas panjang, mengusir rasa gundah yang sempat merayapi hatinya. Ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas, lalu melangkah menghampiri Arjuna yang menunggunya di depan mobil. Arjuna yang menyadari perubahan raut wajah tunangannya langsung menegakkan tubuh. "Ada apa, Queen? Siapa yang menelepon? Kenapa wajahmu kelihatan tegang begitu?" Sinta menatap mata Arjuna, berusaha memberikan senyuman menenangkan. "Hanya telepon tidak penting dari Nyonya Anjani. Dia menanyakan Abimanyu." Mendengar nama itu, raut wajah Arjuna seketika mengeras. Tatapannya menajam, meski ia berusaha keras menyembunyikan kecemburuan dan amarah yang mendadak muncul. "Abimanyu? Kenapa dia masih mencarimu lewat ibunya?" "Nyonya Anjani bilang Abimanyu menghilang sejak acara charity gala," jawab Sinta santai, lalu menggandeng lengan Arjuna. "Tapi aku sudah menegaskan padanya kalau aku tidak peduli dan tidak ingin terlibat lagi. Bagiku, masa laluku dengan putranya sudah benar-benar selesai." Me

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 172 : Abimanyu Menghilang

    Setelah panggilan telepon dari Arjuna selesai, Marilyn masuk ke dalam ruang kerja Sinta sembari membawa sebuah flashdisk."Nona, meskipun kita berhasil mendapatkan rekaman suara Nona Renata, tapi untuk kembali membuka kasus kematian Ibu Anda yang sudah berlalu lebih dari 10 tahun lalu, sepertinya akan sulit. Kecuali, kita bisa mengumpulkan bukti-bukti lainnya."Sinta mengangguk. Tentu saja ia tahu akan hal itu.Itu sebabnya ia sudah memiliki rencana lain."Aku sudah punya rencana sendiri, Kak Marilyn. Keluarga Jayadi sedang terpuruk. Meskipun mereka tampak kompak di permukaan, itu hanya karena mereka sama-sama memusuhiku. Sedangkan di dalamnya...""Mereka saling menyalahkan.""Tepat sekali. Kita cukup memasang umpan untuk beberapa anggota keluarga mereka. Setelah memakan umpan itu, mereka akan saling menyerang satu sama lain."Marilyn tersenyum tipis. Dia dengan cepat memahami maksud Sinta."Kalau begitu, kita mulai dari siapa, Nona...?"Sinta menatap foto sang ibu, Utari Saraswati, y

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 171 : Mengumpulkan Bukti-bukti

    Keheningan seketika menyelimuti ruang kerja Sinta, menyisakan suara napas Renata yang memburu ketakutan.Sinta mematung di tempatnya. Kata-kata Renata barusan seperti petir di siang bolong yang menghantam ulu hatinya.Melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan pada ibumu...Cengkeraman tangan Sinta pada rambut Renata perlahan melonggar. Matanya yang tajam menatap lurus pada wajah Renata yang kini dipenuhi kebasahan air mata dan noda darah."Apa maksudmu?" suara Sinta terdengar begitu dingin, menusuk hingga ke tulang. "Apa yang mama dan papamu lakukan pada ibuku dulu?"Renata terbatuk-batuk, menghirup udara sebanyak-banyaknya seolah baru saja lolos dari cengkeraman maut. "A-aku tidak tahu! Aku bersumpah aku tidak tahu detailnya!" jerit Renata dengan suara serak. "Aku cuma tidak sengaja mendengar Mama bicara di telepon kemarin! Mama bilang... Mama bisa membuatmu mengalami kecelakaan seperti Utari dulu, karena tidak mau menyerahkan sahamnya pada keluarga kami."Marilyn yang dudu

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 170 : Mengaku Dengan Sendirinya

    Malam itu, Sinta menginap di rumah sakit, sementara Arjuna terpaksa harus pulang karena esok harinya masih ada pertemuan di Bandung. Sementara Sinta masih bisa dibackup oleh sekretarisnya, Marilyn. Malam itu, di tengah tidurnya, Sinta tiba-tiba bermimpi. Ia seolah kembali ke masa-masa kecilnya. Dalam mimpinya itu, ia melihat sang ibu, Utari Saraswati, tengah bersama dengan seorang anak laki-laki. Sekujur tubuh anak itu penuh dengan luka lebam. Sinta merasa sangat kasihan dan menghampiri ibunya. "Ma, dia siapa?" "Mama juga tidak tahu. Anak ini sudah beberapa hari ini selalu ada di taman. Kasihan, sepertinya dia dianiaya oleh orang tuanya." "Halo..." Sinta kecil melambaikan tangannya, namun anak itu malah tampak ketakutan. Sinta kecil kemudian merogoh kantong celananya yang bermotif kelinci berwarna merah muda, lalu mengeluarkan beberapa bungkus cokelat bulat dengan kemasan warna-warni. "Ambillah, kata Papa makan cokelat bisa membuat hati yang sedih jadi senang." An

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status