Home / Urban / Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel / Dokter yang Disangsikan

Share

Dokter yang Disangsikan

Author: Jimmy Chuu
last update Last Updated: 2025-09-19 15:37:32

Kapten pilot mengumumkan melalui interkom dengan suara yang tegas namun khawatir, "Bapak dan Ibu penumpang, kami sedang menghubungi tower untuk persiapan pendaratan darurat. Mohon tetap tenang dan duduk di tempat masing-masing."

Peter akhirnya bangkit dari kursinya dan berjalan menuju kerumunan dengan langkah yang tenang namun cepat. Beberapa penumpang yang melihatnya datang mulai berbisik-bisik dengan nada yang skeptis.

"Jangan bilang dokter kampung itu mau nolong."

"Masa iya mau nyerahin anak kecil ke tukang obat herbal."

"Bahaya nih, kalau kenapa-kenapa siapa yang tanggung jawab."

Kevin yang melihat Peter bangkit langsung bersorak dengan nada mengejek, "Wah, kesempatan emas buat si dokter gadungan unjuk gigi nih! Mau pamer lagi ya?"

Tommy ikut menambahkan sambil menyiapkan kamera ponsel, "Ini pasti bagus buat konten. Dokter palsu vs anak kejang. Bakal viral nih."

Peter mengabaikan bisikan-bisikan itu dan langsung mendekat ke Tuan Hendra yang masih sibuk dengan ponselnya.

"Tuan, say
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Pertarungan Para Tabib – Part II

    Peter merasakan sesuatu yang aneh. Percival tidak menyerang secara fisik. Namun, aura di sekelilingnya berubah. Energi di seluruh aula mulai bergerak, mengikuti ritme napas Percival yang tenang dan teratur.Lalu Peter menyadarinya. Percival sedang membaca pola napasnya. Dia sedang membaca ritme aliran Qi Peter. Mencari celah, titik lemah, dalam pertahanan Peter yang selama ini ia jaga.Peter mengubah pola napasnya dengan sangat halus. Perubahan itu nyaris tidak kentara. Namun, itu cukup untuk mengacaukan prediksi Percival, membuatnya sulit ditebak.Percival tersenyum tipis. "Bagus. Kau mengerti," katanya, suaranya pelan namun penuh makna.Ia melemparkan ketiga jarum dengan gerakan yang sangat cepat. Tapi bukan ke arah Peter. Jarum-jarum itu menancap di lantai, membentuk segitiga sempurna di sekeliling Peter.Energi ungu gelap meledak dari jarum-jarum itu. Energi itu membentuk formasi yang sangat rumit dan kuno. Peter merasakan tekanan energi yang sangat besar menghimpitnya dari segala

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Pertarungan Para Tabib

    "Lalu aku merasakan celah dimensi," kata Percival. Matanya menatap Peter dengan sangat tajam. "Celah itu menghubungkan duniaku dengan dunia lain. Aku merasakan aura yang sangat kukenal. Aura yang sama denganku."Percival melanjutkan, "Dan aku tahu, di dimensi lain, ada seseorang yang mungkin bisa menyelamatkan duniaku."Ia melangkah lebih dekat. Peter tidak mundur. Mereka berdiri berhadapan, jaraknya hanya beberapa meter."Aku membuat dungeon ini," kata Percival dengan tenang. "Bukan untuk membunuh. Bukan untuk menghancurkan. Tapi untuk mencari penyembuh sejati. Untuk menguji apakah kau layak."Peter menatap Percival dengan sangat tajam. "Kau membunuh enam Hunter Level A hanya untuk menguji aku?"Percival tidak menunjukkan penyesalan. "Mereka bukan penyembuh. Mereka petarung. Dan mereka lemah. Dungeon ini dibuat untuk menarik perhatian orang yang luar biasa. Dan kau datang."Peter merasakan amarah yang sangat dalam. Tapi ia menahannya. Marah tidak akan membantunya sekarang. Ia harus t

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Bayangan Cermin

    Peter melangkah makin dalam ke gua kristal. Setiap pijakannya terasa berat dan menggema samar di lorong yang sunyi. Cahaya biru redup dari dinding makin meredup, digantikan kegelapan pekat yang hampir menelan segalanya.Udara di sekelilingnya terasa makin berat dan padat. Seolah setiap langkahnya harus menembus lapisan energi misterius yang kental dan menekan.Puing-puing golem kristal yang sudah ia hancurkan tergeletak jauh di belakangnya. Tak ada suara lain yang terdengar selain langkah kakinya yang pelan. Suasana terlalu sunyi, terlalu bersih. Seolah dungeon ini punya kekuatan aneh yang menyerap semua suara, kecuali jejak yang ia timbulkan.Peter berhenti sejenak. Indranya yang tajam merasakan sesuatu yang sangat aneh merayapi sekelilingnya. Keheningan ini tak wajar. Bukan sunyi karena tak ada kehidupan, melainkan sunyi karena sesuatu tengah mengamati dengan saksama dari balik kegelapan. Bulu kuduknya meremang pelan, sebuah peringatan naluriah.Energi Qi di dalam tubuhnya bergolak

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kedalaman Dungeon SS New York

    Peter mengambil alat itu dan memasangnya di pergelangan tangannya tanpa mengatakan apa-apa.Mike Sterling melangkah maju dengan ekspresi yang sangat serius. "Jika Anda tidak keluar dalam dua jam, kami akan mengirim tim cadangan," katanya dengan nada yang sangat formal, "Anda tidak sendirian di sini."Peter menatapnya dengan tatapan yang sangat tenang. "Saya selalu sendirian, Agent Sterling."Ia berbalik dan melangkah masuk ke dalam kegelapan.Tangga menuju ke bawah sangat curam dan licin. Cahaya dari luar hanya menerangi beberapa meter pertama. Setelah itu, hanya kegelapan total. Peter tidak menyalakan senter. Ia tidak membutuhkannya. Energi Qi di dalam tubuhnya sudah cukup untuk menerangi jalan.Udara semakin dingin saat ia turun lebih dalam. Dinding-dinding beton tua dipenuhi lumut dan retakan. Air menetes dari langit-langit dengan ritme yang sangat pelan. Suara langkah kakinya bergema di koridor sempit.Setelah lima menit berjalan, Peter tiba di sebuah ruangan besar. Bekas platform

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Jantung Kota yang Tersembunyi – Part II

    Peter menatap peta holografik dengan sangat seksama. Titik merah di tengah Manhattan. Lokasi yang sangat spesifik. Bukan area terbuka. Bukan zona industri. Ini di bawah tanah."Lokasinya di mana?" tanya Peter dengan nada yang sangat tenang.Mike Sterling menekan tombol di meja. Peta memperbesar area tertentu. Sebuah stasiun kereta bawah tanah tua yang sudah ditinggalkan. "Stasiun ini ditutup lima puluh tahun lalu," jelasnya dengan nada yang sangat serius, "Sejak saat itu, tidak ada yang masuk ke sana. Terlalu berbahaya. Struktur bangunannya sudah sangat lemah.""Tapi tiga minggu lalu," tambah Lena sambil menggeser data lain ke layar, "kami mendeteksi lonjakan energi yang sangat besar dari lokasi itu. Awalnya kami pikir itu hanya gangguan sensor. Tapi kemudian gerbang dimensi terbuka."Peter menatap grafik energi dengan sangat teliti. Pola gelombangnya tidak acak. Ada ritme di sana. Ada struktur. Ini bukan gerbang dimensi alami. Ini sesuatu yang dibuat. Atau dipanggil."Anda bilang ene

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Jantung Kota yang Tersembunyi

    Jet pribadi Asosiasi Hunter Amerika Serikat terbang dengan sangat mulus menembus awan malam. Peter duduk di kursi kulit yang sangat nyaman, menatap keluar jendela dengan ekspresi yang sangat tenang. Di bawahnya, lautan cahaya membentang tanpa akhir. New York City.Dari ketinggian ini, kota itu terlihat seperti papan sirkuit raksasa yang hidup. Lampu-lampu gedung pencakar langit menyala dengan pola yang sangat teratur. Jalan-jalan membentuk grid sempurna yang memotong kota menjadi blok-blok geometris. Tidak ada ruang kosong. Tidak ada tempat tersembunyi. Semua terekspos di bawah cahaya buatan.Tapi Peter merasakan sesuatu yang lain. Di bawah semua cahaya itu, di bawah beton dan baja, ada denyut lain. Denyut yang tidak terlihat oleh mata biasa. Energi yang bergerak dengan ritme yang sangat berbeda dari kehidupan manusia di permukaan.New York terasa hidup, tapi bukan karena manusia. Ada denyut lain yang tersembunyi.Evelyn Reed duduk di seberangnya, membaca laporan di tablet dengan sang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status