Share

Bab 1007

Author: Hazel
"Siapa sebenarnya orang yang disebut oleh Kepala Keluarga dan Bella?"

"Entahlah ...."

Mendengar itu, para generasi muda Keluarga Purnomo merasa sangat penasaran.

"Orang yang pernah disambut oleh pemimpin negara sebelumnya .... Aku ingat! Itu pasti beliau! Serius? Beliau ternyata masih hidup?" Seorang anggota Keluarga Purnomo yang tua tampak teringat sesuatu dan berseru kaget.

"Kakek Ketiga, siapa sebenarnya orang tua yang dimaksud itu?" Generasi muda Keluarga Purnomo segera bertanya dengan penas
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** seru ceritanya lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2830

    Murid utama Sekte Ambara yang sudah mencapai tingkat inti emas tahap kedua terpaksa menjelaskan, "Tetua Gorgon, Tetua Magani, sebelumnya dua tetua dari sekte kami pergi untuk membunuh penjahat yang melenyapkan anggota sekte bawahan kami. Tapi ... mereka nggak kembali lagi.""Sampai sekarang, nggak ada kabar dari mereka. Aku rasa kemungkinan besar dua tetua itu sudah dibunuh. Hanya saja, kartu takdir mereka ada di dunia awani. Jadi, kami nggak bisa memeriksanya," lanjut murid itu.Terdengar suara sekelompok tetua dari sekte super besar yang berdiskusi di udara."Ha? Ternyata ada masalah begitu?""Kultivasi dua tetua itu nggak rendah, tapi mereka juga dibunuh. Sepertinya mereka bertemu dengan kultivator tingkat pembentukan dewa itu!""Mereka cuma berdua. Tentu saja mereka mati kalau bertemu orang itu.""Kalau nggak, dua tetua pasti datang untuk bekerja sama dengan kita."Para tetua tingkat pembentukan jiwa yang mengandalkan sekte super besar hanya mendengar percakapan mereka. Semuanya ke

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2829

    Para murid ini dianggap tidak berguna karena kemampuan mereka lemah. Itulah sebabnya mereka tidak meninggalkan gunung.Sebenarnya mereka bisa hidup. Hanya saja, mereka juga mengincar Elisa dan lainnya yang cantik. Mereka memprovokasi Tirta.Tirta yang mengamuk meminta Elisa dan lainnya untuk mengasah kemampuan dengan membunuh para murid itu.Setelah mendengar ucapan Elisa, Tirta menyahut sembari mengangguk, "Oke."Tirta membakar semua mayat di tanah, lalu memimpin jalan. Kabut makin tebal saat mereka makin dekat dengan puncak gunung.Di puncak gunung memang terdapat formasi. Sayangnya, formasi itu sudah dirusak sekelompok orang yang baru dibunuh tadi.Sebuah gua dibangun di tengah formasi, tetapi tidak ada jejak orang tinggal di gua ini. Semua batu spiritual dan teknik yang ditinggalkan di dalam gua juga sudah dirampas.Hanya saja, Tirta sudah mengambilnya kembali. Dalam beberapa waktu ini, dia tidak lupa merampas harta pemurni energi yang dibunuhnya.Alhasil, batu spiritual dan artefa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2828

    Energi spiritual di sini kurang melimpah, jadi luka kucing putih susah pulih. Dia hanya bisa memulihkan luka di dunia misterius dengan kondisi setengah sadar.Kultivasi kucing putih sudah sedikit pulih setelah menghabiskan waktu yang panjang. Jadi, dia bisa membuka gua yang ditinggalkan pemurni energi.Alhasil, kucing putih malah ditangkap Tirta sebelum sempat menikmati batu spiritual. Pengalaman hidup kucing putih benar-benar menyedihkan.Beberapa hari yang lalu, kucing putih merasakan gejolak spasial yang terhubung ke dunia awani. Itulah sebabnya dia menghasut anjing hitam untuk membawanya pergi.Di depan dinding gua, anjing hitam bangkit dan menggerakkan dua kakinya. Dia bertepuk tangan untuk dirinya sendiri.Anjing hitam yang bangga menggonggong dan berseru, "Aku memang genius! Dalam waktu beberapa menit, aku bisa langsung menguasai Formasi Perpindahan yang ditinggalkan majikanku."Kucing putih tidak terlalu percaya. Dia ingin meminta anjing hitam untuk mempelajari formasi itu lagi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2827

    Nabila ingin mengejar anjing hitam, tetapi dia yang sedang hamil tidak berani berlari.Sementara itu, Yasmin merasa tidak rela berpisah dengan anjing hitam. Hanya saja, tidak ada gunanya dia melarang anjing hitam pergi secara paksa. Bagaimanapun, anjing hitam sudah memutuskan untuk pergi. Jadi, Yasmin juga tidak mengejar anjing hitam.Nabila mengelus perutnya yang membesar seraya berucap, "Sudahlah, nanti aku baru beri tahu Tirta masalah anjing sialan itu setelah dia pulang. Belakangan ini aku mulai merasakan gerakan janinku. Lebih baik aku jalan santai saja."Nabila jalan-jalan di Desa Persik bersama Yasmin. Saat ini, Desa Persik sudah dirombak secara besar-besaran.Vila Tirta terletak di tengah, sedangkan deretan vila baru sedang dibangun di sekelilingnya. Vila itu akan dijadikan tempat tinggal tetua dan murid Sekte Kristala.Farida juga tidak pelit menghabiskan uang untuk mengurus 10 ribu lebih wanita dari Negara Raigorou itu meski jumlah mereka sangat banyak. Dia membangun sederet

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2826

    Tirta menanggapi, "Um, kemungkinan begitu. Tapi, takutnya mereka nggak tahu aku disokong dua tokoh hebat tingkat pembentukan dewa. Baguslah, terserah mereka mau melakukan apa. Setelah semua anggota mereka lengkap, aku akan cari mereka sendiri kalau mereka nggak menemukanku."Tirta bukan hanya tidak panik. Sebaliknya, dia merasa sedikit antusias. Bagaimanapun, sebenarnya kurang efektif jika Tirta membunuh mereka di tempat-tempat terpisah seperti ini.Tirta melanjutkan, "Ayo, kita turun gunung. Kita cari puncak gunung yang lain lagi. Bi Elisa, kemari dulu. Kita jalan sama-sama."Elisa yang kebingungan mengikuti Tirta dan bertanya, "Tirta, ada apa?"Tirta menjelaskan, "Kulihat sepertinya kultivasimu hampir menerobos tingkat pembentukan fondasi. Aku bantu kamu."Elisa membalas, "Bantu aku? Bagaimana caranya .... Jangan, Tirta. Kita buru-buru ...."....Sementara itu, di dunia fana. Ayu dan lainnya duduk di sofa vila Desa Persik.Ayu yang merasa tidak tenang berucap, "Sudah berhari-hari mer

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2825

    Namun, sekarang Elisa dan lainnya marah. Jadi, mereka tidak peduli lagi. Mereka ingin bertarung mati-matian dengan murid dari Sekte Suci Utara.Hanya saja, tiba-tiba energi Tirta bergejolak sehingga membuyarkan lapisan awan di puncak gunung. Kemudian, Tirta membuka matanya dan berdiri. Dia berucap, "Bi Elisa, kalian nggak usah bertindak. Biar aku saja."Suara Tirta sangat dingin. Dia juga memancarkan niat membunuh.Elisa berujar dengan senang, "Tirta, kamu sudah menerobos tingkat kultivasimu? Sebenarnya nggak masalah kalau kami yang bertindak. Lagi pula, ada kamu yang menjaga kami. Sudah saatnya kami mengasah kemampuan. Kalau nggak, kapan kemampuan kami berkembang?"Luvia juga merasa lega. Dia menimpali, "Benar. Sebenarnya kemampuan orang-orang ini nggak terlalu hebat. Kebetulan kami bisa mengasah kemampuan dengan melawan mereka."Murid Sekte Suci Utara tertawa sinis dan membual setelah melihat Tirta bangun."Hei, kamu masih muda. Tapi, sikapmu sangat sombong.""Kultivasimu memang lebi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 351

    "Kenapa Kak Nabila? Kamu nggak enak badan?" tanya Tirta dengan tatapan yang agak aneh. Wajah Nabila tampak bersemu merah. Kedua matanya terlihat berseri-seri dengan pesona yang sulit untuk diungkapkan."Mau kuperiksa nggak?" Awalnya Tirta tidak berpikir ke arah lain. Bagaimanapun, dia baru saja seles

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 299

    Ucapan Susanti membuat orang berpikir yang tidak-tidak. Tirta mengangkat alis seraya berucap, "Oke, aku bakal dari belakang ...."Jantung Tirta bahkan sempat berdebar kencang. Dia pun berpura-pura ingin melepas celana dalam yang menempel pada tubuh Alicia yang montok dan putih. Pria itu juga sengaja

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 341

    Tidak ada wanita yang bisa menerima penghinaan seperti ini. Ucapan Aina sungguh keterlaluan! Melati sampai mengepalkan tangannya dan menatap Aina dengan penuh amarah."Sebenarnya kalimat itu lebih cocok untukmu. Aku nggak sepertimu yang murahan dan kotor," ujar Melati."Apa katamu?" Aina minum cukup b

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 336

    Arum dan lainnya benar-benar membenci pria gendut yang menyombongkan diri sejak tadi. Arum langsung berucap, "Nggak perlu. Aku nggak tertarik dengan barang-barang nggak penting seperti ini. Lagian, Tirta sudah sering membawa kami makan makanan enak."Sudut bibir Dika berkedut melihat sikap angkuh Aru

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status