登入"Guru memang sudah pertimbangkan semuanya dengan matang. Kalau begitu, kita biarkan saja anjing ini tetap hidup untuk sementara ini. Tapi, orang ini benar-benar sangat bodoh. Setelah nanti kita kuasai Istana Samara sepenuhnya, lebih baik dia tetap dibunuh," kata Ketua Sekte Formasi Surgawi. Hatinya tergerak, sehingga dia segera mengirim transmisi suara sebagai tanda setuju."Masalah sekecil itu, lakukan saja sesuai situasinya," kata Ditto.Perlu diketahui, saat ini Bakrie masih belum kembali ke markas Dinasti Pembunuh. Oleh karena itu, di antara tiga puluhan kultivator tingkat semi pencapaian agung itu, masih ada tujuh atau delapan pembunuh dari Dinasti Pembunuh yang ikut serta....."Gawat, Ketua. Tetua Kamil bawa orang-orang dari Sekte Formasi Surgawi dan Dinasti Pembunuh untuk menyerang Istana Samara. Mohon Ketua segera ambil tindakan," kata dua murid penjaga gunung yang segera berlari ke aula utama di puncak Istana Samar dengan ekspresi cemas. Saat itu, Kamil memimpin sejumlah besa
"Posisi itu harusnya jadi milikku. Guru yang sudah sia-siakan masa mudaku, permainkan perasaanku, dan bahkan hancurkan masa depanku," teriak Kamil hingga urat-urat di dahinya menonjol, wajahnya memerah, dan ekspresinya ganas.Tak lama kemudian, nada bicara Kamil tiba-tiba menjadi lemah dan dipenuhi kepedihan. Dia berkata sambil mengepalkan tangannya dengan erat, "Tapi, aku terlalu mencintainya. Meskipun dia perlakukan aku seperti itu, aku tetap rela menerimanya. Hanya saja, saat dia mencapai akhir hayatnya, aku malah nggak berani datang jenguk dia.""Peristiwa itu hampir jadi iblis dalam hatiku. Bukan hanya kekuatanku nggak berkembang dalam waktu yang sangat lama, bahkan justru merosot. Saat akhirnya aku tersadar, aku sudah bukan tandingan Afifah si gadis kecil itu lagi. Sejak saat itu, posisi Ketua benar-benar lepas dari tanganku. Tapi kali ini, para senior bisa mengepung Istana Samara bersama-sama dan beri aku kesempatan lagi, jadi ...."Sebelum Kamil selesai berbicara, Ditto sudah t
"Hehehe. Syarat itu juga nggak terlalu berlebihan. Selama apa yang dikatakan Tetua Kamil benar dan bisa bantu kami hancurkan formasi pelindung, kami tentu saja akan dukung Tetua Kamil jadi Ketua Istana Samara yang baru. Tapi, kalau Tetua Kamil ternyata sengaja menipu kami, jangan salahkan aku nggak segan," kata Tetua Singa sambil tersenyum.Saat belum lama ini Kamil mendatangi Sekte Formasi Surgawi dan menjelaskan situasinya, ketiga itu sebenarnya tidak memercayai Kamil sepenuhnya. Mereka merasa ini adalah jebakan yang ditujukan pada mereka, tetapi mereka merasa ini adalah sebuah kesempatan juga. Oleh karena itu, mereka mengerahkan banyak orang dan langsung datang mengepung gerbang gunung."Senior Ditto, kalau kamu tahu dendamku dengan Istana Samara, kamu nggak akan meragukan tindakanku," kata Kamil sambil menggertakkan giginya dengan tatapan dipenuhi kenangan masa lalu dan ekspresi penuh kebencian."Oh? Aku mau dengar," jawab Tetua Singa yang bernama Ditto dengan penuh minat untuk ber
Memang benar.Begitu tiba di posisi itu, semua orang sudah bisa merasakan tekanan mengerikan dari tribulasi petir. Kulit kepala mereka terasa kesemutan dan kulit mereka terasa seperti ditusuk jarum, seolah-olah ada aliran listrik yang terus bergerak di dalam tubuh.Cahaya petir yang memenuhi langit bagaikan hujan deras yang tak ada habisnya dan menghantam tanpa henti. Bahkan terlihat seperti kolam petir surgawi yang telah robek terbuka dan membuat kilatan petir mengalir turun seperti air terjun.Krak krak!Guruh guruh guruh!Pemandangan di depan ditelan sepenuhnya oleh lautan cahaya petir. Meskipun masih berjarak tiga puluh ribu mil, semua orang tetap bisa merasakan gendang telinga mereka berdenyut sakit akibat dentuman yang memekakkan. Rasanya seperti ada seratus ribu prajurit surgawi yang mengerahkan seluruh tenaga mereka untuk memukul genderang perang secara bersamaan.Aura petir itu terasa begitu megah, luas, dan agung. Benar-benar wibawa langit yang tak boleh ditantang.Di tepi wi
"Hmph! Kakek buyutku sudah benar-benar mengakuimu dari lubuk hatinya, bahkan sudah memberikan penawar racunnya kepadamu.""Beliau juga sudah benar-benar menyerahkanku kepadamu. Kalau kamu masih nekat menghancurkan markas Dinasti Pembunuh, aku nggak akan setuju." Irena berkata sambil berkacak pinggang dan membelalakkan matanya."Itu juga tergantung gimana keadaan Lavanya nanti. Kalau sampai Lavanya kenapa-napa, aku tetap akan mencarinya untuk minta pertanggungjawaban."Tirta mengangkat bahu, lalu mengeluarkan selembar kertas emas dan membelah artefak berbentuk kurungan itu dengan mudah.Dia kemudian mengangkat Lavanya yang masih pingsan, mengenakan gaun merah, berwajah pucat, dan secantik peri mawar di tengah salju, ke dalam pelukannya.Setelah itu, dia mengeluarkan penawar racun, memasukkannya ke mulut sendiri, lalu menyuapkannya ke mulut Lavanya dari bibir ke bibir."Eh ... mesum!" Irena mengentakkan kakinya.Pada saat yang sama, suara gemuruh guntur yang tiada henti terdengar dari ke
Karena Lavanya adalah salah satu tetua dari sembilan gunung suci milik Sekte Formasi Surgawi, Afifah makin terkejut. Dia bertanya, "Yumika, kamu serius? Bakrie benar-benar dipukul mundur oleh Tirta?"Setelah teknik kultivasinya berhenti, tingkat kultivasi Tirta kini stabil di tingkat pemurnian dewa tahap akhir. Walaupun jauh lebih tinggi dibanding saat masih berada di tingkat pembentukan jiwa, Afifah tetap sulit memercayai bahwa Tirta benar-benar mampu memukul mundur Bakrie.Bagaimanapun juga, meski berada ratusan ribu kilometer jauhnya, dia masih dapat melihat jelas pertarungan tadi.Kalau posisi Tirta digantikan olehnya, bahkan dengan tambahan pusaka peninggalan leluhur pendiri, dia merasa tetap akan sulit bertarung seimbang melawan Bakrie. Toh Bakrie adalah monster tua yang telah hidup selama 8.000 tahun."Semua yang kukatakan benar. Aku nggak berani menipu Ketua." Yumika tentu melihat keterkejutan di mata Afifah. Sebenarnya, kalau bukan karena menyaksikannya sendiri, Yumika juga ti
Saking gusarnya, Agus ingin sekali membeli obat kuat!Agus tiba-tiba teringat pada ucapan Betari. Dia menepuk pahanya dan berkata, "Oh ya, untung saja kamu ingatin aku. Kalau Tirta bisa buat Pil Kecantikan yang khasiatnya begitu luar biasa, dia pasti bisa buat obat kuat yang meningkatkan stamina! Aku
Setelah menyadari kesalahan mereka, Dipo dan yang lainnya segera berlutut di depan Tirta dan memohon ampun. Salah satu dari mereka berujar, "Tirta, kami salah. Tolong maafkan kami ...."Namun, Tirta hanya menanggapi dengan dingin, "Sudah terlambat untuk minta maaf sekarang. Aku memang orang biasa, ta
Ketika melihat Saba tidak keberatan, Tirta meneruskan, "Ini Pak Saba, ini Nona Shinta."Naura sontak terbelalak kaget. Dia bertanya dengan tidak percaya, "Apa? Ini Pak Saba, pahlawan pendiri negara? Astaga! A ... aku nggak nyangka punya kehormatan bertemu Pak Saba di sini! Aku telepon ayahku suruh di
Belasan menit kemudian, Tirta melakukan akupunktur untuk Agus."Tirta, kamu hebat sekali! Semua dokter di rumah sakit nggak bisa dibandingkan denganmu!" Agus seketika tidak merasakan sakit lagi. Dia menggerakkan tubuhnya. Tubuhnya dipenuhi energi seperti biasa."Hehe. Hasilnya nggak secepat itu. Kamu







