Share

Bab 2512

Author: Hazel
Tirta berpikir, 'Seharusnya berefek kalau aku mengerahkan energi ungu ke Pedang Terbang.'

Saat Tirta hendak mengerahkan energi ungu, tiba-tiba terdengar suara Genta. "Nggak usah kerahkan energi ungu. Sebelumnya kamu menyerap kekuatan petir di dunia misterius. Kekuatan itu sangat mematikan bagi Leluhur Darah yang licik."

"Oh iya ... bisa-bisanya aku melupakan hal itu!" gumam Tirta yang baru tersadar. Kemudian, dia segera mengerahkan kekuatan petir yang disimpan cukup lama di dalam tubuhnya ke ara
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3084

    "Dia hanya seorang pengasuh. Hanya sedikit berjasa pada ketua istana, dia malah berani menindasmu seperti ini. Sungguh keterlaluan. Karena sekarang kamu sudah jadi muridku, aku tentu saja nggak mungkin membiarkanmu ditindas. Tapi, hari ini sudah larut malam. Setelah atur tempat tinggalmu, besok aku akan panggil Nenek Shindy ke depanmu dan memintanya minta maaf padamu."Setelah mengetahui kebenarannya, Suryana jelas merasa sangat marah. Dia bereaksi begitu intens dan terlihat sangat memperhatikan Tirta tentu karena dia sudah tahu ahli di belakang Tirta ternyata memiliki hubungan mendalam dengan Istana Samara. Oleh karena itu, dia akhirnya melepaskan prasangka pada Tirta dan rasa tidak puas karena perilaku Tirta yang sebelumnya dianggap tidak pantas."Kalau begitu, terima kasih, Guru."Saat mengatakan itu, Tirta terlihat cukup terkejut. Setelah itu, dia menatap Suryana beberapa saat dan akhirnya berkata, "Guru, apa hadiah pertemuan pertama untuk muridmu ini sudah disiapkan?""Kamu masih

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3083

    "Kalau merasa masalah ini sulit dihadapi, kamu bisa ikut denganku dan bersembunyi di istana elemen emas," seru pemuda tampan itu sambil menunjukkan sikap mengagumi. Didengar dari cara bicaranya yang begitu santai, seolah-olah istana elemen emas adalah halaman belakang rumahnya dan orang lain bisa keluar masuk sesuka hati."Terima kasih untuk niat baik Saudara. Kalau memang perlu, aku pasti akan minta bantuanmu," kata Tirta yang tidak langsung menolak, melainkan tersenyum dan menyetujuinya. Sebenarnya, dia tidak mungkin meminta bantuan pria itu. Hanya saja dia cukup menyukai dan memiliki kesan baik pada pria itu, sehingga dia tidak ingin mempermalukan pria itu di depan banyak orang."Baik," balas pemuda tampan itu tanpa berbicara lebih banyak lagi. Setelah menganggukkan kepala, dia berbalik dan pergi.Tepat pada saat itu. Tanpa suara sedikit pun, ruang hampa di depan Tirta tiba-tiba terbelah dan membentuk sebuah celah.Suryana keluar dari dalam celah itu. Saat melihat ratusan orang berk

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3082

    "Yunda itu muridnya Nenek Shindy, jangan-jangan yang dia maksud Nenek Siluman itu adalah Nenek Shindy?""Kalau dilihat dari situasinya, memang nggak ada orang lain selain Nenek Shindy.""Anak ini sebenarnya berasal dari mana?""Benar-benar berani sekali. Itu kan pengasuh dari ketua istana, dia malah berani panggil dia jadi Nenek Siluman.""Bahkan pukul muridnya di depan umum lagi.""Situasi seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.""Kali ini pasti ada tontonan seru."Baik pria ataupun wanita, para murid yang menonton di sekitar lokasi jumlahnya mencapai ratusan orang. Kultivasi mereka rata-rata berada di tingkat pembentukan dewa dan tingkat pemurnian dewa. Mereka merasa wajah Tirta sangat asing, sehingga mereka makin penasaran siapa sebenarnya sosok di belakang Tirta.Menghadapi bisikan dari banyak orang, Tirta terlihat sangat tenang. Saat melihat sekilas dan menyadari kebanyakan orang hanya ingin menonton keributan tanpa menunjukkan niat bermusuhan padanya, dia pun mengalihkan kem

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3081

    Murid wanita yang bernama Yumika itu terlihat berpikir sejenak."Huh. Memangnya ada yang aneh? Hanya karena dua orang yang nggak berguna ini saja, Yumika terlalu berhati-hati. Kamu Tunggu saja di sini, aku akan segera kembali," kata Yunda yang sama sekali tidak mendengar ucapan Yumika, bahkan tidak memandang Tirta dengan serius.Hush hush hush!Yunda mengeluarkan sebuah gulungan lukisan. Terdapat gunung, sungai, bunga, rerumputan, ikan, dan serangga di dalamnya, semuanya terlihat seperti hidup dan nyata. Dalam sekejap, lukisan itu membesar berkali-kali lipat seperti tirai raksasa yang menutupi langit. Namun, kecepatan lukisan itu luar biasa dan segera muncul di hadapan Tirta.Yang anehnya, Yunda malah menyatu ke dalam lukisan itu. Dia berdiri di atas sebuah gunung tinggi dengan kedua tangan dilipat ke belakang punggungnya dan memancarkan aura yang luar biasa. Dia menatap Tirta dari atas dan berkata, "Bocah liar dari mana kamu ini? Berani-beraninya kamu melukai para murid dari istana el

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3080

    Mendengar ucapan itu, Tirta tak bisa menahan tawa kecil. Dia membuka matanya, berdiri, lalu menatap langsung kedua orang itu sambil bertanya, "Kalian mau memerasku? Atau orang di belakang kalian yang sengaja menyuruh kalian datang mencari masalah denganku?"Murid muda di sebelah kiri berkata sambil mencibir, "Hehe, kamu berpikir terlalu jauh. Kamu ini cuma murid tingkat inti emas dengan bakat sangat buruk. Memangnya kami perlu sengaja datang untuk menargetkanmu?""Kami cuma takut kamu ditindas, jadi berniat menjagamu saja."Murid yang tadi menggulung lengan bajunya pun berkata, "Tapi ternyata kamu benar-benar nggak tahu diri.""Kamu sama sekali nggak menghormati kami, jadi kami hanya bisa memberimu pelajaran supaya kamu ingat!"Setelah berkata demikian, dia langsung mengangkat tangan dan menampar wajah Tirta dengan keras hingga udara pun mengeluarkan suara menderu.Bam! Detik berikutnya, terdengar jeritan menyedihkan. "Aaaah ... gigiku! Gigiku copot!"Namun, yang terpental bukan Tirta,

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3079

    Setelah menjelaskan semua itu, nenek tua itu meninggalkan istana elemen emas.Di tengah perjalanan, dia sengaja pergi ke istana elemen air, menemui sepasang murid pria dan wanita, lalu berkata, "Ada seorang bocah bodoh yang akar spiritualnya sangat rendah, baru mencapai tingkat inti emas, tapi guru kalian ini cuma penjaga gerbang.""Dia lagi di tempat pengujian akar spiritual. Aku ingin kalian pergi memberinya pelajaran. Ingat, jangan sampai dia mendapat bukti tentang identitas kalian.""Baik, Guru!" Pria dan wanita itu saling memandang, lalu langsung menyetujuinya tanpa ragu. Mereka sudah bertahun-tahun berada di Istana Samara dan kini berada di tingkat pembentukan dewa tahap akhir.Memberi pelajaran kepada bocah tingkat inti emas jelas merupakan hal yang sangat mudah."Bagus, bagus sekali." Nenek tua itu pergi dengan puas, seolah-olah sudah membayangkan Tirta dipukuli sampai berlutut dan memohon ampun.....Sementara di pihak Tirta, sejak nenek tua itu membawa Nova dan yang lainnya p

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 962

    Bos penjual bibit menambahkan, "Kalau nggak, kami tinggalkan truknya di sini dulu. Besok kamu baru minta bantuan orang lain."Tirta menggeleng dan bertanya, "Bu, apa aku kelihatan lagi bercanda?"Bos penjual bibit tidak bisa berkata-kata. Dia memang baru mengenal Tirta, tetapi Tirta sudah memberinya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 918

    "Aku penduduk lokal, tapi tinggal di kota besar. Aku jarang sekali ke kota kecil. Wajar kalau kamu nggak pernah melihatku," jawab Agatha dengan santai."Begitu ya, orang kota besar datang ke kota kecil untuk beli pakaian dalam. Agak mengejutkan." Suci tersenyum dan menoleh ke arah Nia. "Cantik, gima

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 897

    Farida mengingatkan, "Kamu jangan sampai bilang ke siapa-siapa soal ini. Nanti Kakak nggak berani bertemu orang lain lagi.""Apa?" Mendengar itu, Tirta terkejut dan langsung membelalakkan matanya. Dia bertanya, "Kak Farida, yang mau kutanyakan bukan soal ini .... Semalam, ka ... kamu ternyata lihat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 883

    "Kasih aku kunci vilamu. Kamu sudah boleh pergi jalan-jalan. Setelah Tirta pergi, kamu baru balik," ucap Aiko dengan gembira melihat Tirta keluar dari kantor polisi."Oh, ya sudah. Ini kuncinya ...." Entah mengapa, Naura merasa tidak nyaman melihat Aiko gembira seperti ini. Jelas-jelas dia mengenal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status