MasukVitalitas Tigris juga perlahan melemah. Dia pasti mati.Penguasa agung memerintah dengan geram, "Bisma, Hasana, kalian maju sama-sama! Langsung bunuh dia!"Bisma dan Hasana menyahut secara bersamaan."Oke, Penguasa Agung!""Siap!"Whoosh! Whoosh! Bisma dan Hasana menyerang Tirta dari arah yang berbeda. Keduanya langsung mengerahkan teknik andalan mereka. Bisma berseru, "Guncangan Gunung Nawa!"Duar! Bisma mengeluarkan deretan pegunungan yang bak naga menggeliat. Awalnya, deretan pegunungan itu hanya seukuran lengan. Kemudian, ukurannya memanjang berkali-kali lipat dalam sekejap.Langit pun menjadi gelap karena ditutupi deretan pegunungan itu. Kekuatannya yang dahsyat menimbulkan tekanan besar seperti pegunungan asli.Pegunungan itu tampak begitu nyata sampai-sampai dilengkapi hewan, tumbuhan, dan air terjun. Namun, gunungnya hitam legam seperti terbentuk dari besi cair. Gunung itu juga sangat berat sehingga membuat orang tertekan.Swoosh! Ruang hampa retak dan semua makhluk hidup berge
Bisma memutuskan dia ingin meminta Tigris mengajarinya teknik ini saat ada kesempatan.Penguasa agung meletakkan kedua tangan di punggungnya dan berpesan, "Kerja bagus, Tigris. Kamu dan Bisma pergi ke area formasi untuk berpatroli saja. Hasana, kamu lihat wanita itu masih hidup atau nggak. Kalau masih hidup, bawa dia ke sini ....""Oke, Penguasa Agung," sahut Tigris dan Bisma.Hasana juga maju.Para wanita suci di dalam istana menangis. Mereka semua mengira Tirta sudah mati sehingga mereka tidak melepaskan kesadaran spiritual untuk memeriksa kondisinya. Bagaimanapun, serangan seperti itu terlalu mengerikan.Serangan itu bisa menghancurkan segala sesuatu yang berwujud. Bisma yang sudah mencapai tingkat pembentukan dewa tahap kesembilan puncak juga merasa dia tidak bisa melawan serangan itu.Namun, semua orang di tempat tidak tahu tubuh Tirta sudah dilatih oleh petir hitam destruktif yang sebenarnya. Bagi Tirta, serangan tadi tidak ada apa-apanya dan tidak ada bedanya dengan gelitikan.T
Yang berbeda adalah selain raungan harimau, suara ini juga bercampur dengan raungan naga. Suaranya sangat dominan dan tak tertandingi.Tirta tiba-tiba kepikiran ide untuk menggabungkan jurus Tigris dengan raungan naga dari transformasi Genta di dalam mimpi. Dia langsung mengerahkan teknik ini.Ngung! Dua gelombang suara yang nyata beradu. Namun, gelombang suara yang tak tertandingi sebelumnya langsung kalah begitu beradu. Gelombang suara itu sama sekali tidak mampu melawan gelombang suara yang dikeluarkan Tirta.Raungan yang dikeluarkan Tirta mengalahkan raungan Tigris bak prajurit surgawi berzirah emas yang tak terkalahkan.Tigris langsung diserang gelombang suara dan memuntahkan darah. Wujud harimaunya hampir hancur dan tidak bisa bertahan lagi.Di dekat sana, Bisma yang kesakitan mengernyit. Dia berucap, "Kenapa bisa begini .... Pemuda ini menggunakan jurus Tigris untuk mengalahkannya .... Ugh!"Hasana menceletuk, "Bakat pemuda ini sangat mengerikan! Dia memang genius langka!"Ekspr
Tebing Maut berada pada jarak 400 kilometer dari tempat ini. Itu adalah tempat berbahaya yang terbentuk secara alami. Terdapat jurang yang sangat dalam di tempat itu.Setiap bulan purnama, pasti terdengar suara tangisan yang memilukan dari dalam jurang itu. Suara itu seperti sihir yang tidak bisa dilawan sehingga bisa mengacaukan pikiran kultivator.Orang yang tidak sengaja melewati Tebing Maut akan terpancing dan tanpa sadar melompat ke dalam jurang. Orang itu akan menghilang dari dunia awani.Tidak ada yang tahu sebenarnya ada apa di dalam jurang. Bahkan kultivator yang melampaui tingkat pemurnian dewa dan mencapai tingkat penebas dewa juga tidak berani menjelajahi Tebing Maut. Kalau tidak, kemungkinan besar mereka akan mati.Penyokong penguasa agung juga pernah memperingatkan penguasa agung dengan tegas untuk tidak memasuki tempat ini.Kala ini, Tigris yang mendengar penguasa agung berbicara dengan marah langsung paham. Jika dia tidak membunuh Tirta, kemungkinan besar penguasa agung
Melihat Tirta masih tidak menyerah, Tigris berseru, "Jurus pertama Sukma Harimau Surgawi, Harimau Penghancur Langit!"Daerah di sekitar berguncang, lalu kedua cakarnya yang bagaikan senjata sakti memancarkan cahaya perak dan menembus kehampaan.Ngung! Cakar dan taring klan harimau surgawi paling tajam. Keduanya adalah senjata mematikan. Tigris mengerahkan kekuatannya dengan kemampuannya sendiri.Kekuatan yang dikerahkan Tigris lebih hebat. Satu serangan cukup untuk meretakkan langit dan menghancurkan segala sesuatu.Di dekat sana, Bisma menunjukkan tatapan terkejut. Dia mengangguk dan berkomentar, "Um ... Tigris menghabiskan waktu ratusan tahun untuk menciptakan teknik ini. Benar-benar hebat, bahkan setara dengan teknik yang diberikan penguasa agung.""Harimau Penghancur Langit!" seru Tigris.Namun, Tirta malah bisa melihat hal yang lebih menarik di balik sepasang cakar besar itu. Dia fokus memandangi semua yang tidak terlihat dari luar.Seketika Tirta melihat jalur meridian saat tekni
Akhirnya, Tirta bisa memahami sedikit ucapan wanita berambut putih. Namun, tetap saja ada yang tidak dipahaminya. Tirta bergumam, "Tapi ... bagaimana caranya memahami sumber hukum alam?"Harimau ganas hendak menyerang Tirta. Terdengar suara Tigris yang tertawa bengis dan berkata, "Sukma Harimau Surgawi bisa menggetarkan jiwa seseorang. Aku mengamati ribuan ekor harimau surgawi selama ratusan tahun dan hidup bersama mereka setiap hari.""Jadi, aku bisa menemukan kekuatan alami mereka. Aku baru berhasil menciptakan teknik ini setelah memahaminya sendiri selama 300 tahun. Teknik ini bisa meniru semua kekuatan dan wujud harimau surgawi, juga memperbesar kekuatannya berkali-kali lipat berdasarkan kultivasiku sendiri," lanjut Tigris.Tigris menambahkan, "Energi yang dikeluarkan sudah cukup membuat pemuda ini ketakutan. Tsk, tsk ... benar-benar nggak menarik. Sepertinya, aku baru bisa membuktikan kekuatan teknik ini yang sebenarnya kalau menemukan orang yang bersembunyi itu."Ngung! Tigris me
Amaris terlihat sangat bersyukur. Kedua matanya masih dibasahi air mata. Dia berbicara dengan Tirta seraya mengerjap."Oh ... itu cuma urusan sepele. Gadis cantik, kamu nggak usah menganggapnya serius," timpal Tirta.Setelah mendengar ucapan Amaris, Tirta baru ingat. Kala itu, dia juga sempat menyen
Sekelompok anggota pasukan khusus Negara Yumai tertawa terbahak-bahak dan berkomentar."Apa yang dibilang pelatih benar. Orang Negara Darsia nggak punya kemampuan apa pun. Mereka hanya memalukan diri sendiri kalau mengikuti kompetisi!""Cepat pulang dan cari ibu kalian sambil menangis! Kalian cuma m
Bella berjalan sambil lanjut bertanya kepada Tirta, "Memangnya Bu Devika sakit apa? Kapan dia sakit? Kenapa aku nggak mendengarnya?"Tirta berpikir Bella tidak mungkin mencari Devika untuk memastikan kebenarannya, jadi dia asal mencari alasan dengan menjawab, "Malam ini dia baru sakit. Dia digigit a
Eira bergumam dengan wajah memerah, "Aku yang besarkan Amaris. Dia anak yang jujur dan nggak mungkin tahu barang berharga sekte. Mana mungkin ... dia bersekongkol dengan Tirta? Pasti ada salah paham, aku harus selidiki dengan jelas!"Kemudian, Eira berjalan ke arah Tirta dan lainnya pergi. Dia menge







