Share

Bab 68

Author: Hazel
Julia memang pernah melakukan operasi, tetapi bisa dipastikan adalah seorang wanita cantik. Kecantikannya setara dengan Melati. Kini, Julia yang menungging di hadapan Tirta terlihat sungguh seksi.

"Eh, tapi ... ini kurang pantas, 'kan? Pria dan wanita harus menjaga jarak," ujar Tirta yang tidak bisa mengalihkan pandangannya lagi.

"Apa-apaan? Aku saja nggak bilang apa-apa, masa kamu yang merasa malu? Cepat bantu aku, aku masih ada urusan nanti," sahut Julia.

Julia merasa Tirta yang bisa mendiagno
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Ade Saputra
cerita nya bagus tapi per-bab nya terlalu sedikit
goodnovel comment avatar
Muhammad Lingga
dkit bnget bab nya
goodnovel comment avatar
Fitri Octavia
dah bayar tetep aja gk bisa buka gembok...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3206

    Setelah itu, Tirta segera mencoba memanggil Pedang Penumpas Dewa. Begitu pedang itu muncul, ternyata perasaan tidak nyaman itu memang langsung menghilang. Seolah-olah para binatang buas yang sedang mengintai di dalam hutan telah mencium aura dari raja segala binatang, lalu melarikan diri dari wilayah itu dengan kecepatan yang luar biasa.Namun, Tirta tiba-tiba menyadari sesuatu yang membuatnya canggung. Yumika, Irena, dan Lavanya berdiri diam di tempat dan memelototinya dengan ekspresi malu sekaligus kesal."Tirta, apa maksudmu ini? Di tempat seperti ini pun kamu masih punya suasana hati untuk lakukan hal seperti itu? Otakmu rusak ya? Kamu sedang permainkan nyawa kami semua," kata Irena dengan nada tajam, orang pertama yang sudah tidak tahan lagi."Tirta, tempat ini terlalu berbahaya. Meskipun kamu punya kebutuhan seperti itu, kamu juga harusnya lebih rasional. Setelah kita tiba di tempat yang aman, Kakak janji nggak akan buat kamu kecewa," kata Yumika yang juga ikut membujuk dengan ta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3205

    Suara raungan itu menggemparkan langit dan bumi, bahkan jantung Tirta dan yang lainnya pun berdebar saat mendengarnya. Bersamaan dengan itu, bau amis darah dan bau busuk yang menyengat juga memenuhi udara.Bahkan sebelum mereka mendarat pun, rangkaian keadaan itu sudah membuat hati Tirta merasakan firasat buruk. "Jangan-jangan ... kita dipindahkan ke wilayah terlarang yang dibilang Arshala?""Wilayah terlarang apa? Suara ini, keributan ini .... Jangan bilang ini adalah Negara Iblis Laut legendaris yang ada di lautan tak bertepi di bagian utara dunia awani?" seru Irena secara refleks."Bukan, 'kan? Masa nasib kita bisa begitu buruk," kata Tirta yang memang paling takut dengan situasi seperti ini. Namun sekarang, mereka sudah hampir tiba. Tidak peduli apakah tempat itu adalah wilayah terlarang atau bukan, keadaannya sudah tidak mungkin diubah lagi.Wuussh!Saat keempat orang itu mendarat dengan hati yang sangat gelisah, pemandangan yang terbentang di hadapan membuat mereka hampir tidak m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3204

    "Melainkan dipindahkan secara acak. Kalau kita sampai dipindah ke wilayah yang nggak dikenal, mungkin akan sulit temukan lokasi Istana Samara dalam waktu singkat," jelas Tirta.Mendengar itu, Lavanya berkata, "Nggak masalah, asal kita nggak dipindahkan ke salah satu daerah terlarang di dunia awani. Mencari bahan-bahan di sana akan jauh lebih cepat daripada di tempat ini. Paling cepat beberapa hari dan paling lama setengah bulan, aku sudah bisa bangun sebuah formasi teleportasi yang langsung menuju Istana Samara. Hal yang perlu dikhawatirkan sekarang adalah ....""Kamu khawatir kita malah akan terjebak setelah kita tiba di sana?" tanya Tirta yang langsung bisa menebak isi pikiran Lavanya.Lavanya langsung berkata, "Benar. Dua sekte besar bekerja sama. Dengan jumlah kita, kita nggak mungkin bisa jadi lawan mereka.""Tenang saja, aku punya cara untuk mengatasinya. Kalian tunggu sebentar. Aku akan pamit dengan Bibi dan yang lainnya lebih dulu, lalu kembali menemui kalian untuk berangkat ke

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3203

    Namun, setelah berpikir sejenak, Tirta akhirnya tidak mengatakan apa pun. Dia berbalik, lalu bertanya pada Lavanya, "Apa yang sebenarnya sudah terjadi sampai kamu buru-buru kembali mencariku? Jangan-jangan kamu rindu berhubungan denganku lagi?""Nggak tahu malu."Ekspresi Lavanya langsung terlihat merasa malu dan kesal, lalu melanjutkan, "Aku datang untuk bilang para petinggi Sekte Formasi Surgawi sudah diam-diam bersekutu dengan Dinasti Pembunuh. Mereka sudah mengepung Istana Samara, tinggal tunggu kamu kembali ke Sekte Formasi Surgawi dan masuk ke dalam perangkap mereka.""Apa?"Mendengar kabar itu, ketiga orang yang berada di sana langsung terkejut."Sebagai salah satu dari tiga tanah suci besar, mereka malah bersekutu dengan Dinasti Pembunuh yang bergaul dengan para kultivator jalur iblis. Apa para petinggi Sekte Formasi Surgawi nggak takut tiga tanah suci besar lainnya merasa nggak puas?" kata Tirta sambil mengernyitkan alis.Saat ini, Tirta mulai khawatir jika orang-orang dari Di

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3202

    Untuk sementara ini, mengenai Arshala dan Yumika yang menanyakan Lavanya soal masalah Dinasti Pembunuh dan Sekte Formasi Surgawi tidak perlu dibahas.Sementara itu, di bawah pimpinan Tirta, Yusna yang mengikutinya pun tiba di pegunungan belakang Desa Persik."Tetua Yusna, kamu rasa tempat ini bagaimana? Apa ini termasuk tanah berkah yang tenang serta damai dengan kicauan burung, harum bunga, lembah hijau, puncak yang rimbun, serta aliran sungai yang menenangkan?" tanya Tirta sambil tersenyum."Ya. Energi spiritual di tempat ini memang nggak pekat seperti dunia awani, tapi nggak ada yang ganggu. Ini memang tempat yang sangat baik untuk mengasingkan diri dan kultivasi. Saat jalan-jalan, aku juga bisa berdiskusi denganmu. Ini benar-benar pilihan yang bagus," kata Yusna sambil mengelus janggutnya dan tertawa lebar.Meskipun jauh di dalam lubuk hatinya Yusna sebenarnya cukup meremehkan tempat ini, dia tetap menunjukkan ekspresi sangat puas agar Tirta tidak menyadari rasa tidak puasnya."Kal

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3201

    Saat mendengar suara itu, Irena dan Yumika yang ingin mencari tahu situasinya juga segera mengikut dari belakang.Swoosh swoosh swoosh!Tak lama kemudian, Tirta dan dua wanita itu melihat Lavanya dan Yusna yang berada tidak jauh dari Desa Persik."Sayang, boleh tahu ini siapa?" tanya Tirta yang maju dengan sopan dan bahkan memberi hormat."Dia ini Tetua Yusna, wakil ketua Aula Penegak Hukum. Orangnya baik dan perlakukan aku dengan cukup baik. Sayang, karena dia datang bersamaku, bagaimana kalau kamu bagikan juga sebagian keberuntunganmu pada Tetua Yusna?" kata Lavanya. Mendengar Tirta memanggilnya sebagai istri, wajahnya langsung memerah. Namun, dia tetap bekerja sama dan berbicara sambil tersenyum."Oh, jadi ini Tetua Yusna. Mudah saja, mudah saja. Karena ini permintaan istriku, aku tentu saja nggak akan mengabaikan Tetua Yusna," kata Tirta langsung sambil tersenyum lebar.Namun sebenarnya, Tirta tahu ucapan Lavanya tadi hanya karangan belaka. Dia sudah bisa memastikan pria tua di had

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 668

    Ketika Tirta membawa sekelompok orang itu ke rumah barunya, Joshua, Toby, dan Hendrik berkumpul di sebuah ruang privat restoran kelas atas.Mereka sedang membahas strategi untuk memberi pelajaran kepada Mauri dan Tirta. Setengah hari telah berlalu. Bawahan yang mereka utus mendapat beberapa kabar men

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 638

    "Hehe. Aku nggak nyangka kita bakal bertemu wanita secantik ini, padahal cuma jalan-jalan biasa.""Sepertinya Aaris bakal bersenang-senang malam ini."Para pemuda yang mengikuti pemuda bernama Aaris itu bertatapan dengan tatapan iri."Sebentar. Kami bisa ganti rugi kalau bajumu kotor. Tapi, kamu nggak

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 611

    Riza sudah tidak sabar! Bagaimanapun, setelah pengujian berakhir, uang itu akan benar-benar menjadi miliknya!Akan tetapi, Tirta malah melambaikan tangan sambil menyahut dengan tidak acuh, "Nggak usah terburu-buru. Kita tunggu seseorang. Setelah orang itu sampai, kita baru pergi.""Pak Bagas sudah di

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 587

    Susanti awalnya telah membuat persiapan mental. Namun, ketika melihat Tirta dan Agatha bermesra-mesraan, dia tidak bisa menahan kecemburuannya dan langsung bangkit dari kursinya."Bu, kamu menyukai Tirta ya?" tanya Agatha sambil melepaskan pelukannya. Mereka sama-sama wanita, jadi Agatha tentu bisa m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status